Rabu, 02 Mei 2018

Kuda Laut Juara Dua Lomba Angklung Padaeng X Bandung

Alanis (ini panggilan Nayla di sekolah) mulai mengenal angklung ketika kelas 4 SD. Karena, di SDN Cipinang 01 (dikenal dengan nama SD Kuda Laut), angklung jadi pelajaran wajib sejak kelas 4.

Semua siswa, tanpa terkecuali, akan diajarkan cara memainkan angklung. Nantinya, anak kelas 5 akan mengikuti lomba angklung yang diadakan di Bandung, bersaing dengan SD lainnya dari Jakarta dan Jawa Barat.

Alanis menikmati pelajaran angklung, karena selama ini alat musik yang sering dimainkannya cuma pianika dan suling, he..he…he…..

Ketika naik kelas 5, guru di sekolah sudah memberitahu tentang lomba angklung di Bandung. Hanya ada 45 anak yang akan dipilih dari kelas 5 Mawar dan Melati. 

Jadi, tidak semua akan terpilih untuk ikut lomba. Saat proses seleksi, nama Alanis masuk daftar tim yang akan ikut lomba di Bandung.

Semakin mendekati hari H, latihan angklung semakin intensif. Bukan hanya di jam pelajaran, tetapi juga selesai pelajaran. Terkadang, Alanis dan teman-temannya baru selesai latihan jam 4 sore.

Kebayang kan, Alanis kalau mau pergi sekolah itu bangun jam 5 pagi, trus baru selesai jam 4 sore…. Karena sudah senang dengan angklung, anaknya asik-asik aja meski berangkat pagi dan pulang sore. 

Hari H yang dinanti-nanti pun tiba. 45 siswa SDN Cipinang 01 Jakarta Timur berangkat ke Bandung untuk ikut lomba angklung, Sabtu 28 April 2018. Kumpul di sekolah jam 5.30 pagi.
Hari itu, Alanis bangun jam 4 pagi, karena jam 5.30 harus sudah ada di sekolah. Biasanya susah dibangunin, tapi hari itu lumayan gampang. Alanis dan teman-temannya naik bus Prima Jasa, sedangkan gw sama istri naik mobil pribadi.
Perjalanan Jakarta-Bandung tidak lagi “menyenangkan” kayak dulu. Tol Cikampek muacet karena pembangunan LRT. Perlu waktu 6 jam dari sekolah Alanis sampai ke hotel Salis di area Setiabudi.
Anak-anak langsung makan siang dan sempat istirahat sebentar (ini benar-benar sebentar) karena jam 4 harus latihan angklung lagi sampai jam 6. Setelah itu, istirahat dan makan malam, jam 7 malam latihan lagi sampai jam 9.
Saking lelahnya, Alanis dan teman sekamarnya Nisrina langsung tidur ketika sudah ada di kamar. Pagi-pagi sekali, anak-anak harus sudah ada di lokasi lomba di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI, Bandung.

Jam 6 tepat, hari Minggu tanggal 29 April 2018, mereka harus blocking panggung. Mereka belajar cara naik ke panggung dan memberikan hormat ke penonton. Prosesi itu tidak sampai satu jam dan anak-anak balik lagi ke hotel untuk sarapan. Karena lokasi hotel yang dekat dengan lokasi lomba, anak-anak jalan kaki pulang dan pergi.
Usai sarapan, masih ada waktu untuk istirahat sebentar sebelum dilakukan proses make up. Karena ada 45 anak yang harus di make up, maka semua harus stand by jam 9.
Tepat jam 11, semua peserta meninggalkan hotel menuju lokasi. Siswa-siswi SDN Cipinang 01 dapat nomor urut 14. Baru pukul 14.30, tim angklung “Kuda Laut” naik ke panggung.
 
Gw dan istri berdebar-debar menantikan penampilan Alanis dan teman-temannya. Lagu pertama “Guruku Tercinta, Guruku Tersayang” ciptaan Melly Goeslow.

Tiba-tiba bulu kuduk merinding ketika lagu itu berkumandang diiringi suara angklung. Medina yang jadi vokalis melantunkan lagu itu dengan penuh semangat. Suara yang keluar dari mulut Medina membuat gw terpukau, terpesona dan lagi-lagi membuat bulu kuduk merinding.

Belum lagi gerakan Alyssa sebagai dirijen, bikin gw takjub. Liukan badan dan juga tangan Alyssa seakan menjadi “penentu’ dari suara yang keluar dari alat musik angklung yang dipegang oleh Alanis dan teman-teman.

Ada tiga lagu yang dibawakan, pertama Guruku Tercinta, Guruku Tersayang, Mars Angklung dan Kompor Mledug. Ketika lagu Kompor Mledug berakhir, gw langsung tepuk tangan sambil berkomentar dalam hati,” Pasti juara.”

Ternyata, setelah anak-anak turun dari panggung, reporter Metro TV yang meliput acara itu, meminta anak SDN Cipinang 01 untuk melakukan syuting usai acara. Proses syuting ini untuk liputan TV berita itu.

Rencana pulang sehabis manggung akhirnya ditunda. Sekitar pukul 4 sore, untuk kali kedua, tim angklung SD Kuda Laut naik ke panggung. Mereka membawakan lagu Guruku Tercinta, Guruku Tersayang dan Kompor Mledug.
Setelah sempat diadakan gim berhadiah, dewan juri pun mengumumkan lima pemenang untuk lomba angklung tingkat SD. Gw sama wali kelas Alanis, Pak Fery, berdiri di luar gedung. “Saya deg-degan, kita dengerin dari luar gedung aja yah, Pak,” kata Pak Fery ke gw.

Mulai dari juara harapan II sampai juara 3, nama SDN Cipinang 01 belum disebut oleh dewan juri. Ketika masuk pemenang juara 2, akhirnya nama SDN Cipinang 01 disebut. Anak-anak, orang tua murid dan guru yang ada di dalam gedung berteriak meluapkan kegembiraan.

Gw dan Pak Fery pun langsung masuk ke gedung. Juara 1 direbut SD Bianglala, Bandung. Ternyata, penghargaan untuk tim angklung Kuda Laut tidak hanya sampai di situ. Medina yang jadi vokalis didapuk sebagai juara 1 dan Alyssa sebagai dirijen terbaik.
Lengkap sudah kegembiraan hari itu. Lelah yang mendera badan sejak pagi sampai jelang Maghrib rasanya hilang seketika. Melihat senyum dan tawa anak-anak tim angklung sudah lebih dari cukup.

Angklung sudah bikin gw terpesona dan berlinang air mata.
Selamat yah Nak….
Bandung 30 April 2018

Ini tulisan suami gw, papanya Alanis di Facebook, yang bangga dengan anak semata wayangnyaπŸ’›πŸ’™πŸ’šπŸ’œπŸ’—
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkah, Bertemu Orang Orang Baik di Bulan Ramadhan

Nayla calon abege kami sudah beberapa bulan ini susah banget diajak ngomong, apalagi kalau lagi dengerin lagu pakai earphone, egoisnya lag...