Senin, 21 Oktober 2019

Hi Mom...

Liburan itu enaknya pakai travel atau jalan sendiri? kalau gw sih enaknya jalan sendiri. karena selain lebih murah, waktu dan tempat yang mau didatangi bisa diatur sesuai mood.

Apalagi kalau perginya cuma beberapa hari, harus pintar pintar bagi waktu. Ini kita lakukan ketika Nayla mau ulang tahun ke 13, 19 oktober 2019 lalu.

Izin dari sekolah hanya boleh sehari, kecuali umroh boleh 10-12 hari. Pop juga sama nasibnya, kerjaan lagi padat, jadilah kita pilih merayakan ultah di Singapore selama 3 hari 2 malam.

Singapore jadi pilihan karena waktu kami ke Malaysia Februari lalu, gak sempat nyebrang gw batuk. Parah gak parah sih batuknya tapi bikin gak doyan makan, gak kuat jalan jauh rewel dan bawel gitu deh padahal changi lagi cantik banget dihias sama pernak pernik Harry Potter. 

Lets go lah mari kita pesan tiket pesawat lagi sama teman baik yang gw kenal di Fb, namanya Kiki Aurora. Tiket Lion Air untuk tanggal 11-13 Oktober seharga 4,5 juta PP untuk kita bertiga sudah dapat, jam keberangkatannya asik 8.20 wib sedangkan pulangnya 14.20 waktu singapore yang beda hanya 1 jam dengan Jakarta.

Kalau hotel eke dong yang cari sesuai budget, tapi tetap harus nyaman. Pastinya hotel harus dekat kemana mana dan kebetulan Singapore negara kecil, kamar tidur dan mandi juga harus nyaman.

Pertimbangan lokasi dan harga yang bikin saya puyeng wkwkwkwk, karena sesungguhnya saya tidak bisa nginap di hostel yang tidurnya bareng orang lain. Bukan karena hijab, saya gak bisa berbagi kamar mandi dengan orang lain kalau lagi nginap, terus pingin bebas di kamar, pakai kaos pop aja.

Akhirnya Hotel 81 Dickinson di Little India jadi pemenangnya. Hotel seharga 900 ribu per malam sudah pajak (yup singapore negara mahal euy, mau lebih murah dari itu dapatnya hotel kapsul atau hostel), gw booking dan boleh dibayar 1 minggu sebelum keberangkatan.

Hotel sama tiket beres, siapin koper dan ransel. kita memang dapat gratis bagasi masing masing 7 kg tapi gw cuma mau bawa koper satu, ransel 2 dan tas jalan masing masing.

Selain itu sepatu yang nyaman untuk jalan (Singapore kecil dan banyak area yang bisa dilihat dengan jalan kaki) payung lipet, topi, kacamata hitam, kipas dan botol air minum. Obat astma dan perintilan perintilannya serta peralatan lenong dan mandi juga gw siapin.

Itinerari gw simple kok, buat waktu yang singkat kita gak mau ngoyo namanya juga liburan ya harus santai. Hadiah buat Nayla sudah gw beli di Jakarta bahkan lilin ultah dan korek api juga gw bawa, pop kan gak merokok ribet nanti cari pinjaman korek tengah malam (lah ini yang Padang sapose...).

Day 1
Rencananya maksi dan explore bandara Changi sedapatnya, segempornya kaki.  Ke hotel trus menyambangi Bugis Junction dan Mustapha

Pukul 5 habis subuhan lewat sedikit kita sudah pesan Grabcar buat langsung ke bandara Soeta. kita dapat pengemudi yang enak, ramah dan orang media juga namanya pak Amin (081311022578) sila kalau ada yang mau pesan dadakan kemanapun, bisa WA dulu nanti pas ketemu di lokasi bisa pesan lewat aplikasi, aseeek kalimatnya berrima geneeee.

Tiba di Bandara sekitar pukul 6.20 an, langsung ke terminal 2F. Langsung cek in dan siap siap boarding, kebetulan pesawat Lion Air kita parkirnya jauh jadi kita nyamperin pakai bis bandara, ngebut boook supirnya keke kebelet pipis.

Aniway sampai di terminal 3 Changi pingin nyobain maksi di staff kantin yang beken, sayang si Nayla rewel udah laper bahkan diminta sholat Dhuhur dulu gak mau saking laparnya hi...hi.... Akhirnya yang ada depan mata aja Burger King.

Kelar makan dan sholat, kita bertiga nyamperin Butterfly Garden yang ada di terminal 3. Seru loh banyak banget kupu kupunya, ada air terjunmini buatan dan aroma udaranya manis karena ada beberapa buah seperti nanas yang sengaja diletakkan untuk jadi camilan para kupu kupu.







Kamis, 03 Oktober 2019

Hidup sehat Bersama Duo Zuzhu dan Zazha

Hi Mom...

Tahu kan tetesan benda cair seperti air atau susu bentuknya kayak apa? bulat gendut atasnya makin ke bawah bentuknya lancip, begitu jatuh ke bawah (ya iyalah masa ke atas ๐Ÿ˜)bentuknya jadi butiran butiran gitu.

Ini jadi inspirasi Frisian Flag Milky untuk menciptakan karakter baru yang diberi nama Zuzhu dan Zazha, untuk susu cair rasa coklat dan stoberi ukuran 115 ml dam 180 ml.
Nayla si Kesayangan
Zuzhu & Zazha
Selama ini Nayla anak saya suka dengan susu merk ini dengan rasa plain alias putih atau rasa stoberi. Untuk yang Milky dia pilih yang stobery.

Sementara kalau saya, selain diminum langsung dalam keadaan dingin, susu Frisian Flag yang plain saya pakai untuk membuat saus carbonara. Kadang nih kalau pingin bikin sup agak creamy saya campur dengan susu atau makan kacang hijau saya kasih susu cair sebagai pengganti santan, nyaaaam.

Eh trus gimana kelanjutan Zuzhu dan Zazha tadi? jadi ceritanya nih Minggu 29 September 2019, Frisian Flag Indonesia (FFI) memperkenalkan karakter animasi edukatif si Zuzhu dan Zazha di Theater Garuda TMII, Jakarta Timur.

Saya hadir sebagai salah satu dari 80an blogger yang di undang bersama beberapa awak media. 

Menurut Aliah Shalihah (Head of Ready to Drink Category FFI) selain menghadirkan inovasi rangkaian produk susu berkualitas dan terjangkau, ada alternatif konten edukasi juga bagi anak anak.
akyu yang salam dua jari di belakang hi..hi..
with Rocknal
Ternyata nih Zuzhu dan Zazha ini gak hanya terpampang di kotak susu tapi juga mengemban tugas untuk bercerita dan menginspirasi anak anak dalam bentuk e-comic dan film animasi pendek.

Ceritanya simple dengan visual warna warna cerah pada konten animasinya. Menurut Bambang Gunawan Santoso seorang animator Indonesia, warna sengaja dipilih yang cerah dan menarik mata.

Isinya ceritanya tentang budi pekerti yang baik, membiasakan pola hidup sehat, menjadikan susu sebagai pilihan minuman sehat dan aman yang mendukung penerapan gaya hidup sehat sejak dini.
Tapi nih acara perkenalan seperti ini gak afdol kalau gak menggandeng rekanan biar lebih rame dan seru. 

karena ini generasi Alfa, FFI menjalin kemitraan dengan salah satu jaringan ritel ternama, Alfamart. Hi...hi... santuy alasan itu cuma jokes ya.
Animator Indonesia, Bambang Gunawan Santoso, Aliah Shalihah, Manager Category Marketing Department FFI,Putu Pradyna Dewi, M.Psi, Psikolog Anak,  Rani Wijaya Sr. Manager Marketing, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Kerjasamanya gak main main loh, karena mereka juga menggelar lomba menggambar dan mewarnai serentak di 7 kota yg diikuti oleh 7 ribu anak. Akibatnya mereka diganjar lagi dengan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia untuk yang kesekian kalinya.
Seru ya, Nayla yang ikut juga nemenin saya ke TMII ( dia sempat keliling keliling beberapa anjungan dengan papanya) langsung minta beliin susu  rasa stobery buat di rumah dan di sekolah.

Frisian Flag kebetulan memang gampang dicari di semua Alfamart, bayangin gerainya ada lebih dari 13 ribu di seluruh Indonesia. Bisa dibilang setiap pengkolan pasti ada Alfamart hi...hi...

Jadi tunggu apalagi, kuuuuy beli susu bergambar si duo Zuzhu dan Zazha ini yaaa.

Sabtu, 21 September 2019

Pengalaman Pertama "Kenalan" dengan Kista

Hi Mom...

Sudah hampir 5 minggu gw gak menjamah blog ini, karena habis operasi kecil. Tapi karena manja (gak mau kalah dong sama Nayla๐Ÿ˜‹), gak mood untuk cerita di blog,  gw perlu menata hati untuk semuanya, apalagi gw mabuk seminggu lebih karena reaksi obat dan anestesi total.
Gak banyak yang tahu karena gw hanya ngasih tahu sahabat dekat, mami dan keluarga besar tentunya. Gak sengaja pula ketemu teman arisan di rumah sakit akhirnya satu grup tahu. Ada juga yang kepo lihat status gw di WA dan status pop di Fb (lah kok banyak juga).

Jadi gini (tariiik nafas panjang), awalnya ketika Kamis siang 22 Agustus 2019, gw merasa ada benjolan kecil di payudara kiri. Pas gw lihat kayak bisul atau jerawat tapi gak ada matanya dan gak terasa sakit sama sekali.

Deg deg-an pastinya, karena sehari sebelumnya gw baru nengokin adek ipar yang habis angkat tumor jinak dari payudara untuk yang ketiga kalinya. Parno dong gw, walaupun gak ada sejarah kanker payudara di keluarga dan menyusui Nayla kumplit sampai dua tahun.

Sedangkan adek ipar, ada riwayat keluarga tumor payudara dan menyusui ketiga anaknya hanya beberapa bulan. Agak tenang sedikit tapi ketika telfon pop, dia minta gw cek di rumah sakit terdekat buat bikin janji untuk periksa benjolan tersebut.

Gw gak punya nyali untuk periksa sendirian, jadi gw putusin Sabtu aja minta anterin pop. Sebelumnya gw sempat gugling kalo benjolan mirip punya gw ini kista, biasanya ada di usia 35 tahun ke atas. Kebayang kan dua hari menuju hari sabtu gw resaaah, makan gak enak tidur gak nyenyak (eh tapi kok ndut).
Tapi ternyata oh ternyata hari Sabtu tidak ada jadwal  dokter yang dimaksud, baru ada Senin sore ooowwwww mau gak mau pergi sendiri juga Senin nanti.

Akhirnya Senin setelah menunggu lama hasil USG Mame, gw sedikit lega hasilnya negatif bukan tumor, karena benjolan hanya ada di kulit luar bukan di jaringan otot. Tapi karena masih belum yakin dokter menganjurkan untuk Mammografi di rumah sakit lain (di rs ini mereka gak punya alatnya).

Setelah menimbang selama dua hari akhirnya gw telfon rs Dharma Nugraha untuk bikin janji pada Kamis  sore 29 Agustus 2019, dengan dokter Onkologi dr. Didid Tjindarbumi, untungnya kali ini keponakan gw Laras bisa nemenin gw. 
Dokternya baik banget dan nenangin, secara sudah opa opa, sebelum mamo dia ukur dan cek benjolan gw, ukurannya 2 cm gitu kurang lebih dan dia mastiin ini kista. 

Kata dr Didid kalau dadakan nongol kayak gw ini, sepertinya karena gw terlalu banyak makan daging merah (teringat 3 bulan terakhir berburu All You Can Eat hiks). Hormon gw juga kacau, karena sudah 1-2 tahun  datang bulan  gak teratur.

Singkatnya hasil dari Mammo (gak sakit sama sekali ya gaeees, cuma di rontgen payudara kita plus ketiaknya) ternyata hasilnya bagus, negatif bukan tumor atau kanker. Begitu juga dengan hasil rekam jantung, thorax dan air seni.

Tapiiiiiii..... nah ini yang deg deg-an, dr Didid bilang kista model gw ini (maaf gw lupa nanya model kek apa) dalam waktu singkat (bisa besok, bulan depan atau tahun depan) dapat berkembang jadi tumor karena pola makan, hormon, stress endebrai endebrei.

Jadi walaupun gw menyusui sampai dua tahun, gak ada riwayat kanker payudara di keluarga ternyata bisa juga mengalami itu walaupun risiko kemungkinannya kecil. Untuk tahu apa penyebab pastinya hanya lewat pemeriksaan lab, artinya si kista harus dikeluarin dong ya.

Kalau dengar harus operasi gw takut banget, soalnya operasi usus buntu sama Cesar kan udah lama banget kurang lebih 13 tahun lalu tapi gw lebih takut lagi kalau kista ini jadi tumor.

Jadi gw ambil keputusan cepat hari itu juga, "operasi aja deh dok Sabtu ini pas suami saya libur". Karena gw ada riwayat darah tinggi harus rawat inap dulu mulai Jumat sore biar tenang, baru deh habis itu ngasih tahu pop.

Persiapan Operasi 31 Agustus 2019
Persiapan buat rawat inap kayak mau kemping, bawa bed cover, sleeping bag, bantal, perlengkapan sholat etc. Maklum pop sama Nayla ikut nginep.
Ada kejadian lucu, pas Sabtu pagi habis mandi tanpa sarapan karena gw masih puasa sejak semalam, ada teman kuliah namanya Dini, nanya resep sop Salmon gw lewat WA, senang dong ada yang ngeces lihat masakan gw.

Makanya biarpun deg deg-an karena lagi nunggu dijemput buat ke kamar operasi, gw dengan senang hati ngetik resepnya. Gak sia-sia loh, Dini bilang (seminggu kemudian) sampai tiga kali dia masak sop Salmon pakai resep ini.

Kejadian ini sedikit mengalihkan rasa takut gw, thanks ya  mak Din. Tibalah saatnya gw harus ke lantai dua untuk siap-siap operasi, pop sama Nayla ikut juga pastinya cuma karena Nay rempong sama sepatunya, pop minta gw masuk duluan ke ruang operasi.
Whaaat, kan mereka gak bisa ikut masuk, gak sempat salim sama pop tapi ya udah deh Lillahi Taala. Untung sudah pesan pesan, gw pingin pop ada pas gw sadar (Nay kebetulan ada tugas kelompok di sekolah) dan jangan foto atau posting foto gw pas masih pengsan๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹ malesin.

Di ruang operasi sebelum pengsan dengan sukses gw masih sempat nanya, kok meja operasinya kecil banget cuma seukuran badan, kata dokternya, harus kecil dong kalau besar tangan dokternya gak nyampe, apalagi kalo gw tidurnya di pojokan wkwkwkwkk.

Habis itu gw zikir sampai  otak gw gak bisa mikir dan mata semakin berat, begitu tersadar gw sudah pakai hijab sesuai yang gw minta dan sudah pakai baju kamar operasi lagi.

Gw dengar suara suster Tuti, siapa yang nungguin? gw sotoy buat jawab, aaadaaaa suuuamiiiii saaaaayaaaaa, ya iyalah gw masih setengah sadar kepala pusing muter muter, ngomongnya kayak slow motion, gw yakin gak pake suara kebayang kan gw kayak ikan megap megap yang jatuh di lantai๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Masih sempat pula gw kesel karena pop malah ke atas tapi begitu gw dipindahkan ke tempat tidur, tentunya pake acara mual dan mau muntah segala pop muncul sambil setengah berlari ternyata dia habis antar Nayla naik gojek dari lobby rumah sakit aaah senangnya.

Ternyata ketika Nayla naik lagi untuk mandi karena mau ke ekskul, pop masih nungguin di luar ruang operasi sambil pegang jaket dan sepatu gw. Bahkan dia sempat foto kista yang sudah berhasil dikeluarkan sebelum dibawa ke lab (karena gemetar fotonya agak blur).
Selesai operasi gw cuma pingin tidur sama muntah mual banget, makanya gw minta pop beliin cake kesukaan di HB, sebelum akhirnya gw tepar dengan perut kosong karena masih puasa dan mual.

Begitu tersadar lagi dan mualnya sudah berkurang, ada teman pop yang nganterin dimsum ginuk ginuk dan endul. Cake dan dimsum ini yang pertama kali gw cemilin.

Selama hampir dua minggu gw pakai stagen lilit yang bisa di cuci ulang sebagai pengganti bra, sampai punya 4 buah. Kecuali kalau mau ngemal, gw pakai stagen kain yang ukurannya gak terlalu panjang biar kalau pakai bra gak bikin kesempitan.
Makasih ya buat yang sudah kirim doa lewat Fb dan WA serta nengokin gw di rs maupun di rumah. Kalian orang baik yang gak cuma berinteraksi kala senang juga kala gw susah juga (eh bukan susah ding tapi lagi disayang Allah)๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™.
Kontrol sekalian buka jahitan operasi
Gw beruntung selama kontrol (pop ke kantornya siang demi nemenin gw, walaupun dia hanya di ruang tunggu), di tempat tidur terpisah dengan pasien lain yang rata rata buka jahitan di payudara.

Kenapa beruntung? karena selama menunggu giliran, gw dengar percakapan yang bikin gw mewek. Ada yang ditanya kulit paha sama perutnya kenapa?, oo ini diambil buat nutupin payudara karena sudah diangkat, dada gw sesak aaah seandainya pop ada di ruangan ini.

Terus ada lagi yang nanya, dok obat saya diganti atau kemo?, dokternya jawab Kemo aja ya obatnya sudah gak mempan. Oke dok, ya botak lagi dong, nadanya riang, pasrah, dan air mata gw mengalir dengan sukses.

Gw merasa beruntung, saat gw mewek mereka gak lihat, gw merasa beruntung ternyata sakit gw gak lebih berat dari mereka, tapi sedihnya kok minta ampun. Gw merasa beruntung bisa menyerap semua obrolan itu  tanpa harus ikut dikepoin.

Akhirnya tiba juga giliran gw, susternya ngeluarin selang kecil yang selama ini dimasukkan kedalam jahitan operasi, tujuannya buat negeluarin sisa darah atau cairan. Tapi ternyata panjaaaang banget, gak nyangka sepanjang itu ngilu deh lihatnya.

Buka jahitan operasi juga gak kalah bikin ngilu karena walau pun gw memalingkan muka, bunyi gunting dan benang yang dibukakan dekat dengan telinga ctut....ctut....ctut. Begitu dikasih tau sudah selesai, gw otomatis langsung lihat lah kok masih ada benangnya susteeerrrr.

Ya iyalah bu, kalo dibuka sekaligus terus ada kebocoran atau apa ibu mau di operasi lagi kata suster Tuti. Enggak mau, makasih deh, artinya ada satu kali pertemuan lagi dong buat buka jahitan, hiiks.

Buka jahitan terakhir
Rabu sebelum arisan, gw ditemenin pop buat kontrol lagi untuk buka jahitan terakhir dan dapat hasil lab.

Pas lagi buka jahitan, gw nanya sama suster Tuti kok jahitannya harus dibuka sih. Kenapa gak seperti jahitan cesar yang gak harus dibuka, dikasih plester anti air dan bisa mandi dengan bebas habis operasi.

Ternyata nih, kalau cesar kan mau ngeluarin bayi bukan penyakit jadi setelah urusan selesai.  Jahitannya luar dalam, jahit jelujur istilahnya gak harus dibuka lagi.

Sedangkan untuk operasi kista dan usus buntu yang pernah gw alami, harus buka jahitan dan kontrol beberapa kali. Jahitannya model kayak tulang ikan gitu, karena harus mengeluarkan sisa cairan dan darah.

Bekas jahitan kista gw katanya sih bagus, sudah kering dan sudah bisa kena air. Malam hari harus di oles krim Dermatix biar gak keloid. 

Untuk makanan, dr Didid membolehkan gw makan apapun tapi jangan berlebihan. Harus selang seling antara daging, ayam dan ikan, kalau sayuran hampir semuanya gw suka.

Hasil Lab
Ternyata kista gw sudah infeksi gaeees, gw bacanya sambil gemetaran. Kebayang deh kalau gw menunda apa jadinya, karena memang si kista ini gak sakit sama sekali.
Intinya kalau merasa ada yang beda di tubuh kita sebaiknya cari tahu. Kalau perlu periksa ke dokter, sebelum telanjur menjadi penyakit yang lebih serius lagi.

Kemarin gw  tidak memakai BPJS tapi pakai asuransi swasta dari kantor pop, maklum kami ini males ngurusin surat rujukan dari puskesmas (tolong jangan ditiru). Selanjutnya sebulan lagi gw harus kontrol kembali, semoga hasilnya bagus.

Dukungan 100 persen dari Pop
Sebetulnya ini operasi ringan tapi berhubung gw ada sakit maag dan gak kuat sama obat bius serta obat yang diberikan setelah operasi. Akibatnya gw selama seminggu lebih gak kuat bangun lama lama, pusing dan mual (obat akhirnya di stop sebelum habis).

Makanya pop minta masakin mama ayam goreng dicabeinnya yang ueeenak banget selama 2 minggu. Pop juga bantuin cuci piring (selama ini juga begitu) tapi ini lebih sering lagi plus nyuciin baju dalam dan perintilan perintilan yang gak mau dicuciin sama si mba.

Sedangkan bantuan Nayla  sesuai yang dia bisa, cuci piring habis dia makan, cuci baju dalam sehabis mandi dan beliin gw cemilan yang enak di sekolah pakai uang dia sampai rumah tetap minta ganti๐Ÿ˜‚.

Bahkan pernah dia pingin minta buatin sambal ayam geprek, gw menolak. Aduh Nay mom belum kuat ngulek nanti jahitannya lepas iiiiiih manja kelewatan emaknya ini, minta dihempaskan keknya๐Ÿ˜‹.

Akhirnya dia buat sendiri sambalnya karena pernah lihat si ibu kantin sekolahan buat ayam geprek. Kalau ayamnya kita ada ayam kampung goreng tepung yang enaaak banget dari sahabat pop.

Buat menebus kemanjaan gw, besoknya Nay gw buatin sambal ayam geprek ala gw yang gak kalah dari buatan Bensu atau ibu kantin. Ini kata Nay lo ya, minimal bisa menebus penolakan gw sebelumnya. Dan jahitan gw nyatanya gak terlepas tuh๐Ÿ˜Ž.
Sebagai penutup gw sih cuma mau bilang peduli sama kondisi badan kita ya. Apalagi kalau sudah berkeluarga dan punya anak, hidup sehat, makan apapun jangan berlebihan, jangan lupa bahagia yaaaa.

Selasa, 20 Agustus 2019

Yaaaaay Nayla Kelas 7 Nih

Hi Mom...

Lagi bahagia dan berbunga bunga nih, soalnya Nayla (kalau di sekolah dipanggilnya Alanis, sesuai nama depannya, karena ada beberapa nama Nayla di sekolahnya dulu) sudah masuk Sekolah menengah pertama SMP alias kelas 7. 
Gak nyangka bayi yang dulunya plontos dengan  bola mata hitam yang jernih, dan pipi bulat penuh  ini sudah sekolah di kelas 7, dan masuk di kelas unggulan pula.

Memang sih ada tes untuk masuk di kelas unggulan (ada 2 kelas unggulan dari 7 kelas yang ada), tapi Kita gak mau membebani dia untuk masuk kelas tersebut, apalagi buku buku pelajaran SD sudah dihibahkan semua, tepat 3 hari sebelum sekolah dimulai.

Coba ibu macam apa ini hi...hi..., waktu beberes sih berdua Nayla, dan kita berdua mikirnya kan sudah diterima di sekolah impian (kok impian, nanti kita bahas, wkwkwkwkw gayanya... kayak ada yang penasaran gitu), paling juga diambil dari NEM yang paling tinggi.

Begitu tahu ada tes lagi, kita berdua ngakak deh, ngakak stress, lah mau belajar pakai apa, tersisa hanya kamus dan buku pintar, apalagi sudah dua bulan libur, ya libur juga pegang buku dong, paling juga belajar sama si mbah, mbah google.

Pesan kita ke Nayla, gak terpilih masuk kelas unggulan gak apa apa kok, yang penting sudah belajar dan berusaha, sisanya serahin ke Allah (kek mamah Dedeh gitu deh kalo udah urusan nyemangatin dia belajar).

Jawaban Nayla simple, oke mom, Nayla yang penting pisah kelas sama teman SD-nya yang annoying banget, eh ternyata dikabulkan, dua hari kemudian dikasih tahu kalau kelas unggulan di SMP 92 Rawamangun, angkatan 22 ada di kelas B dan C, dan unyil kita ada di kelas B yaaaaaaay.

Ternyata dari 9 orang teman SD-nya yang diterima di SMP ini, hanya Nayla yang masuk kelas unggulan, bangga? iyalah karena apapun yang dia lakukan kami bangga, bahkan bila gak masuk kelas unggulan sekalipun, kami tetap bangga sama unyil ini.

Bedanya apa sih dengan kelas biasa? kalau dulu sih kelasnya beda sendiri, bawa laptop setiap hari, guru bahasa Inggrisnya bulelebong, nah kalau sekarang katanya gak boleh lagi ada kelas khusus kek gitu.

Jadi sekarang apa dong bedanya? guru gurunya sama, pelajarannya sama, tapi nilai Kriteria ketuntasan Minimal atau KKMnya lebih tinggi ketimbang kelas biasa (dilarang nanya KKM itu apa, mumet jelasinnya, gugling aja please), anak anak ini juga harus bisa presentasi beberapa pelajaran ke kelas lain, apa Nayla bisa? yang jelas setiap kali ditunjuk dadakan, dia maju ke depan (pastinya dong ya ke depan๐Ÿ˜‹) dan bisa menjelaskan.

Apa hanya ini, pastinya banyak yang lainnya tapi cerita lengkapnya nanti saja kalau kelas sudah berjalan yaaa, ini baru Juga sebulan sekolahnya.

Kok Nayla ngebet milih sekolah ini?

Karena teman teman main dia di SD Kuda Laut banyak yang memilih sekolah ini, walaupun ada juga yang dari awal kepingin masuk di SMP 99 Pulomas, Nayla juga pastinya, bahkan dia sudah menghitung harga gojek kesana.

Kata dia hanya beda 3 ribu lebih mahal wkwkwkwkwk, padahal kalau dilihat dari jarak jauuuuuh banget dari rumah, makanya dengan berat hati kami menolak permintaan dia, realistis sajalah mau se favorit apapun kalau jauh, makasih deh, masa habis sholat shubuh harus jalan, gak enjoy lagi dong sekolahnya.

Sementara SMP 92 di Rawamangun ini termasuk sekolah favorit juga loh, tapi buat kita, sekolah ini masuk jalur non zonasi, sementara untuk tahun 2019 ini peraturan pendaftaran sekolah dimulai dari jalur zonasi.

Nah karena Nayla ini dari awal ngebet sekolah ini, walaupun dia ngebet juga dengan salah satu sekolah yang ada di zonasi kita di Duren Sawit, makanya biar bisa ikut non zonasi, sengaja deh pas daftar zonasi pilihannya cuma satu, kita pilih yang NEMnya tinggi tinggi setinggi alaihim (anak anak ini pasti bakar bukunya dan abunya di minum makanya NEM nyaris sempurna๐Ÿ˜Ž), biar langsung terpental hi...hi....

Begitu mendaftar yang non zonasi, SMP 92 jadi urutan pertama sisanya SMP favorit yang masuk zonasi kita. Yakin sih NEMnya masuk di tiga sekolah itu, tapi sport jantung euy. 

Nasehatin anaknya sih paling pinter, sudah serahkan saja sama Allah, karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali bertarung dengan NEM-NEM yang masuk, tapi tetap saja suliiiiiiit buat tenang selama 3 hari pendaftaran. 

Hati baru tenang setelah hari ke 3 di Jam 15, yang artinya pendaftaran sudah di tutup dan nama Nayla tetap ada di daftar tersebut, serta kelar daftar ulang di sekolah idaman, Nayla berulang ulang bilang yaaaay masuk 92.
Sementara teman teman dekatnya yang lain, sekolahnya mencar mencar deh, terjungkal ke sekolah lain. Semoga tambah rajin ya, persaingan lebih ketat, kita berdua tetap seperti dulu, enggak pernah meminta kamu juara kelas, yang penting kamu ngerti sama pelajarannya.

Jadi anak yang baik, rajin sholat, lebih sabar (ini sih seperti pesan buat diri sendiri hi...hi...), dan lebih singset ha...ha... maaf ya, kamu kan masih masa pertumbuhan, libur dua bulan kemarin memang maha dasyat  ya dampaknya, Love you Nayla.

Minggu, 18 Agustus 2019

Berburu Sirih Kuning

Hi Mom...
Anaknya yang sekolah negeri atau masih TK di DKI Jakarta, beberapa hari menjelang 17 Agustus kemarin, disuruh bawa tanaman tertentu gak untuk di tanam di sekolah?.

Karena adanya anjuran dari Gubernur DKI, Anis Baswedan yang tumben kali ini lumayan bagus, yaitu seluruh anak SMP Negeri (mungkin SD dan SMA juga) di DKI diminta untuk membawa tanaman Sansivera dan Sirih Kuning seikhlasnya.

Memang sih gak harus bawa dua duanya, bisa pilih salah satu, biar adil di kelas Nayla ditentukan, yang absennya genap bawa Sansivera, yang ganjil Sirih Kuning, Nayla kebagian bawa Sirih kuning karena absennya di nomer ganjil.

Tahu kan akibatnya, tanaman yang biasanya bertebaran jadi langka, siapa cepat dia dapat wkwkwkwkkw, paniang pala ambo, sampai akhirnya ketemu juga di sekitar kantor Walikota Jakarta Timur yang lokasinya di Cakung.

Lah kok jauh amat, rumah dimana, ketemu tanamannya dimana hiiiks. Memang kebetulan kita mau ke Aeon Cakung,  tapi kaaan mau jalan jalan .... sebelumnya kita sudah muter muter di sekitar RS Persahabatan, kok ya yang biasanya ada penjualan tanaman, lokasi trotoarnya bersih dan jalanannya jadi tempat parkir, bagooos pas bangetkan.


Akhirnya seperti rencana semula kita tetap ke Aeon, sambil berharap ada tukang tanaman, mata jelalatan kanan kiri eeeh ternyata ada loh satu yang buka,  ini sih rezeki si Nayla๐Ÿ˜€.

Si Ibu penjual tanaman bilang dari pagi banyak yang borong Sansivera sama Sirih Kuning buat di bawa ke sekolah, whoaaaa eke banyak saingan, padahal ini jauuuh loh dari rumah kita, untung masih sisa satu.
Cuma kok Sirih Kuning atau Sirih Gadingnya gak koneng koneng amat, tapi ya biarpun gak yakin mau gak mau nurut sama yang jual, karena yakin dan percaya hanya sama Allah eeeaaaaa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š 

Rabu, 14 Agustus 2019

Merencanakan Masa Depan dengan Asuransi Pendidikan

Hi Mom...

Ada yang punya cerita sama dengan saya?, punya anak semata wayang, yang mulai masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Juli 2019.

Banyak yang beranggapan biaya yang kami keluarkan untuk Nayla pasti gak seberapa apalagi sekolahnya juga di sekolah negeri. Tapi nyatanya, baju seragam, perlengkapan sekolah serta pengeluaran dadakan sejak sekolah dimulai juga lumayan besar. 
Bagaimana kalau dia SMA dan kuliah nanti? Sudah saatnya kami memikirkan untuk mulai menambah asuransi pendidikan. Sebelumnya suami saya sudah punya asuransi jiwa dan kesehatan.

Tentu saya berharap suami saya tetap sehat sehingga bisa melihat anak kami lulus kuliah, bekerja dan menikah. Namun, keberadaan asuransi jiwa memberikan rasa aman apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap suami saya.
Tapi asuransi pendidikan untuk anak juga tidak kalah pentingnya, seperti manfaat yang dirasakan suami saya ketika memiliki asuransi pendidikan sejak dia kecil. 

Pengalaman Suami Dengan Asuransi Pendidikan 
Saat ayah dari suami saya meninggal pada 1990, Ketika itu, suami saya masih kelas 3 SMP dan masih punya dua adik yang duduk di bangku SD.

Kematian ayahanda membuat suami saya dan dua adik-adiknya terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan. Karena ibu suami saya tidak bekerja. Tapi, beruntung almarhum ayah suami saya sudah mengasuransikan tiga orang anaknya.

Ketika itu, asuransi yang dipilih adalah asuransi pendidikan. Suami saya bisa melanjutkan ke bangku universitas dengan menggunakan asuransi pendidikan. Begitu juga dengan dua orang adiknya. 

Ketika krisis moneter dan keuangan melanda Indonesia pada 1999, uang tanggungan dari asuransi menjadi naik berlipat-lipat. Karena, ketika itu yang dipakai adalah asuransi pendidikan dengan mata uang dolar. 

Akibatnya, uang yang diterima dari asuransi pendidikan yang ketika itu nominalnya sekitar 5 ribu dolar atau 10  juta rupiah, melonjak jadi hampir 30 juta rupiah karena pelemahan mata uang rupiah.

Mungkin masih banyak yang belum sadar kalau asuransi itu sebenarnya bagian dari perencanaan masa depan. Ayah dari suami saya adalah  bukti nyata tentang perencanaan masa depan.

Andaikan tiga orang anaknya tidak diasuransikan pendidikannya, tentu akan sulit untuk bisa menjadi orang seperti sekarang.

Asuransi Pendidikan Untuk Nayla
Kebetulan nih kita berdua tertarik dengan asuransi pendidikan dari Sequis. Terus terang karena perusahaan asuransi yang terkenal dengan tagline Your Better Tomorrow ini bisa kita lihat iklannya di mana-mana. 
Begitu kita buka halaman Asuransi Pendidikan, ada tiga pilihan asuransi pendidikan yang menurut saya terjangkau preminya.

Salah satunya yang menarik hati saya adalah Asuransi Sequis Eduplan. Karena uang pertanggungan yang diberikan lebih besar, yaitu 150% dan 200% untuk ahli waris yang ditinggalkan yang kecelakaan maupun yang bukan disebabkan kecelakaan.

Keunggulan lainnya selain dana tunai yang akan disetorkan pada nasabah sebesar 150% sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, biaya preminya mulai dari 8.900 rupiah per hari, penasaran klik saja link asuransi Sequis Eduplan yang di atas ya.
Tidak ada yang pernah tahu kapan ajal menjemput. Asuransi akan membantu Anda untuk menjaga masa depan anak, istri atau suami Anda bisa tetap berjalan ketika Malaikat Maut datang menjemput terlebih dahulu. 

Pada dasarnya, mimpi tidak boleh pupus hanya karena Anda atau pasangan Anda meninggal terlebih dulu. Asuransi adalah salah satu alat untuk menjaga mimpi Anda dan pasangan Anda bisa tetap hidup sampai kapan pun.

Minggu, 11 Agustus 2019

Athe, Husnul Khotimah Buatmu

Nayla belum genap 2 tahun (2008) ketika Athe nengokin dan sempat menginap semalam di rumah kami, serta bawain oleh oleh yang banyak. 
Ada mukena dan baju mandi warna pink untuk Nayla kumplit dengan bordiran nama di bajunya, pin up dan manset buat gw karena gw cerita kalo nanti berhijab baju tangan pendek pingin tetap dipakai, sementara pop kebagian cemilan makaroni pedas buatan athe.
Athe yang dulunya kontributor KBR 68H ini memang perhatian dengan semua orang, dia sempat kami kunjungi ketika sakit di Sukabumi, kami masih ada kontak di fb pada tahun 2016, tapi tapi sayang gw lupa simpen nomer WA nya, sedih banget pas lihat lagi balesannya.
Habis itu kami hilang kontak (karena gw lupa dengan nomer WA dia yang dia kasih pas komen di fb) walaupun sempat nginbox dan komen di sosmed miliknya, tapi tidak ada balasan, karena sejak 2016 fb nya  sudah tidak aktif.

Aaaah usaha kami kurang keras untuk mencarimu te, hingga akhirnya kemarin kami melihat postingan pusara Athe yang meninggal bersama baby di dalam perutnya, surga terindah pasti untukmu Yanti Rosdiana Parta, maafkan kami ya sayang.
Nomer WA mu gw simpen, gak tau buat apa..... Husnul Khotimah ya Te.

Kamis, 08 Agustus 2019

Bye Koko

Gak sanggup buka blog kali ini,  tapi untungnya gw sempat menulis status di fb, jadi tinggal dipindahin di sini. 

Gw gak sanggup karena karena sahabat terbaik gw sama pop, Ervan Handoko atau biasa dipanggil Koko, akhirnya meninggal dunia 8 agustus 2019, setelah bolak balik cuci darah dan ICU sejak Desember 2018 karena gagal ginjal.

Pagi ini gw nangis menggerung-gerung seperti ada batu menimpa dada gw pas angkat telfon dari Ivone istrinya Koko, yang ngabarin kalau koko pergi setelah sekian lama berjuang cuci darah dan keluar masuk ICU.
Padahal hari minggu lalu, melalui hape istri tercinta koko video call sama pop,  mereka masih sempat ngobrol tentang bola tapi kasihan gak bisa lama lama dia bicara terengah engah dengan mengguna masker pernafasan, gw hanya ikutan dadah dadah dengan tangan karena lagi gak pakai hijab.

Ada kalimatnya yang bikin kita sedih "doain gw ya Dod", ternyata koko mau pamitan sama kita hiks, pop rencananya jumat 9 Agustus 2019 mau berangkat ke solo buat nengokin dia, malah gw sama Nay pingin ikut, tapi Allah punya rencana lain.

Selamat jalan koko semoga sakitmu menghapus dosa dosamu ya, kamu salah satu orang baik dan sahabat terbaik yang kita punya, Insya Allah Ivone dan Vinko kami jaga.
Masih teringat banget, gw yang kebingungan karena mau pindah kos dekat kantor, bingung karena siapa yang mau bersihin kamar mandi dalam kamar, sementara gw harus beberes kasur dan lemari, ternyata koko bersedia bantuin untuk beberes kamar mandi.

Koko juga satu-satunya teman satu angkatan di radio yang boleh langsung siaran sama mazz Eko mbantul, yang lain harus dipoles dan latihan dulu termasuk gw walaupun pas kuliah jadi anggota paduan suara (gak ngaruh ternyata ya hi..hi...), ya iyalah koko kan bekas anak radio Sonora, tapi memang suaranya bagus, empuk, enak dengerinnya.

Koko juga satu-satunya yang diturunkan jabatannya dari redaksi ke bagian umum, kok bisaaaaaa....? ya bisalah, apalagi angkatan kami terkenal sebagai angkatan pemberontak, dikit dikit protes kalau ada hal yang gak berkenan.

Nah Koko ini sekali waktu kena jegal, karena sikap frontalnya sampai harus melempar penghapus ke papan tulis ketika sedang rapat, karena jengkel dengan ucapan salah satu atasannya (setelah sebelumnya juga ada tuduhan  yang konyol dan mengada-ada dari atasan lain).

Sialnya yang dilempar penghapus adalah pacar salah satu redaktur, tau dong reaksi mereka.

Sedih, jengkel, dan marah terhadap sikap mereka, hanya karena gak mau mengeluarkan uang pesangon karena harus memecat Koko (itu yang kami rasakan), Koko akhirnya diperbantukan di bagian umum, jadinya seperti main tahan-tahanan, kalau kuat bertahan, gak nyaman ya mengundurkan diri, sesimple dan sengehe itu. 

Kejadian ini yang bikin gw mbrebes mili kalau lagi sholat pas dia sudah meninggal, karena ratusan ucapan belasungkawa di sosmed semuanya mengenangnya sebagai orang yang lucu, menyenangkan, membuat suasana ceria, dan pintar. 

Bahkan suami gw, yang gw anggap bahasa Inggrisnya jago (padahal gak pernah pamer dan bicara ala ala cinca loura๐Ÿ˜‹), menganggap Koko pintar sekali ketika menerjemahkan berita dari Inggris ke Indonesia, menjadi sebuah berita yang enak dibaca dan gak bikin kening berkerut (gak semua orang bisa itu) dan kebetulan Koko memang lulusan sastra Inggris. 

Bayangin semua orang menghargai, sayang, salut sama kerja kerasnya tapi ada satu kantor (the one and only) yang melepehkan dia sampai ke titik nadir. Kamu sudah buktikan Ko' kalau kamu lebih baik dari mereka.

Disaat lagi hancur-hancuran begitu, koko masih mau bantuin masalah gw, masalah percintaan remaja remaji yang gak jelas. 

Karena mantan pacar gw sebelum sama pop (dan mantan pacar ini juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu hadeeh sedih gini) susah dihubungi karena kita lagi berantem, koko dengan sukarela nganterin gw ke kantornya, padahal lokasinya jauh banget ... aaah mewek lagi jadinya.

Sekali waktu dia pernah bilang dengan suara lirih (waktu itu dia sudah pindah ke Tribun Kaltim, (yup akhirnya dia bisa bebas dari tempat itu) dan sedang main ke Jakarta, "Hance, gw selama di Jakarta belum pernah ke Dufan".

Ngakak dong ya dengan jeritan hatinya, langsung deh ngasih tau pop yang waktu itu statusnya masih pacar, kita aturlah dengan beberapa teman buat halan halan ke Dufan, senang lihat dia menikmati Dufan seperti anak kecil yang dapat sekantong coklat.
Epilog
Ada dua hal yang kita berdua sesali, yang pertama, kita tidak bisa memenuhi ajakan dia untuk jalan dan nginep bareng di Bandung, sebelum dia pindah tugas ke Solo bersama keluarganya, karena pop sudah ambil cuti untuk ke Bandung juga tapi untuk dua bulan ke depan setelah dia berangkat dan gak mungkin ambil cuti lagi karena cuti pop sudah habis.

Yang kedua, pop gak ngasih tahu gw kalau Koko dan Ivone, ngajak ketemu sehari sebelum dia berangkat ke Solo, dia hanya bilang gak bisa karena ada rapat sampai malam, coba kalau gw dikasih tau, gw sama Nayla langsung meluncur buat ketemu mereka walau tanpa pop.

Ah sudahlah yang penting kamu sudah gak sesak nafas dan cuci darah lagi ya Ko, baik baik di sana, bye Koko.
Tulisan ini tidak bermaksud memojokkan siapapun, hanya untuk melepaskan satu ganjalan di hati, dan gw bisa lebih paham kenapa selalu menangis mengingat semua ini, semoga bisa melupakan, seperti yang dibilang sahabat gw Ucu Agustin "Lupakan Hance, dan jangan terulang". Aamiin semoga. 

Hi Mom... Liburan itu enaknya pakai travel atau jalan sendiri? kalau gw sih enaknya jalan sendiri. karena selain lebih murah, waktu da...