Selasa, 24 November 2020

Sarapan Bergizi ala KOKO KRUNCH Nutrismarta

Hi Mom...

Sarapan pagi sudah jadi tradisi di keluarga kecil kita. Gw sih yang menularkan kebiasaan ini ke Nayla dan suami yang kebetulan di rumahnya gak terbiasa sarapan pagi, semua di rapel pukul 10 atau 11 sekalian makan siang.

Biasa sarapan pagi bermula saat masih kerja dan belum menikah. Gw di diagnosa radang usus, jadi gak boleh telat makan, gak boleh lagi minum minuman bersoda kecuali perut sudah terisi.

Yang sulit kalau harus liputan pagi dan malas banget makan nasi. Untung selalu nyetok Koko Krunch dan susu cair putih, pagi hari jadi lebih berenergi setelah sarapan.

Sereal yang paling lama hadir di rumah ya si sereal berbentuk kepala koala ini. Dari jaman gw masih kinyis kinyis sampai akhirnya menikah dan punya anak, makanan ini kerap hadir saat sarapan.

Sedangkan Nayla  sudah terbiasa dari kecil bangun pagi selalu minta sarapan.  Awalnya sih dia tertarik sama bentuk serealnya, begitu dia coba langsung suka.

Pada dasarnya rasa coklat itu memang mudah untuk disukai semua orang termasuk anak anak. Apalagi sereal ini terbuat dari gandum utuh jadi bahan utama dari sereal ini  dikombinasikan dengan vitamin B, zat besi dan kalsium.

Gak salah kan kalau gw sudah mengenalkan sereal ini ke Nayla dari dia masih kecil. Sedangkan saat mengenal sufor, gw kenalin hanya hanya susu flat alias yang putih aja.

Jadilah dia hanya makan sereal ini hanya dengan susu cair putih (mau dingin atau enggak gak masalah).

KOKO KRUNCH Nutrismarta

Selama pandemi covid-19 (sudah mau masuk bulan ke 9 nih) Nayla belajar jarak jauh alias belajar dari rumah. Jenuh bete garing sudah pasti itu, bayangin aja kemana mana dibatasin dan musti mikir panjang penting gak sih keluar, kalaupun harus keluar pakai masker ...gooooss.

Sebagai orang tua gimana caranya bikin mereka betah untuk 24 jam keruntelan sama orang tuanya. Apalagi sejak sekolah dari rumah, dia kadang telat sarapan padahal dulu sebelum pandemi pukul 5.30 pasti sedang sarapan.

Kalau gak dipaksa dan dibawakan makanan, Nayla pasti akan melewatkan sarapannya. Dia bisa berjam jam di depan laptop untuk zoom atau mengerjakan tugas dari sekolah.

Tapi kalau sarapannya KOKO KRUNCH Nutrismarta dari Nestle Breakfast Cereal (NBC), tanpa disuruhpun dia pasti langsung tuang ke dalam mangkuk terus  diguyur dengan susu cair putih yang dingin.

Makanya kita nyetok banyak nih si Koko biar semangat belajarnya. Biar dia gak bosen makannya pakai tambahan pisang, kiwi, strawberry atau buah buahan kering.

Sarapan Yang benar Dengan Gizi Seimbang

Kebetulan nih minggu lalu, tepatnya kamis 19 November 2020 bersama awak media dan teman teman blogger kita ikut acara daring peluncuran Nestle KOKO KRUNCH Nutrismarta.

Kita nge zoom nih

Ki-ka: Dr. Rita Ramayulis (ahli gizi), Liena Desbi (Brand manager Nestle), Dona Agnesia (celebrity mom)

Menurut Dr Rita Ramayulis (ahli gizi),  selama kita tidur banyak energi yang dikeluarkan  misal untuk pembentukan hormon pertumbuhan. 

Gula darah juga turun drastis setelah tidak makan dan minum dalam waktu sedikitnya 5 jam. Kebayang kan kalau gak sarapan, gak semangat buat belajar atau beraktivitas apapun.

Lebih parah lagi kalau malas sarapan bersiko mengalami anemia, kurang gizi atau bahkan beresiko kelebihan berat badan.

Kok bisa? bisa dong karena telat makan, makanan yang kita konsumsi jadi berlebihan. Ini juga pengalaman gw, yang tadinya makan siang hanya cukup dengan nasi satu centong karena telat makan perut masih terasa lapar baru stop setelah ditambah lagi karbo yang lain.

Beda kalau paginya sudah sarapan, pasti makan siang dan malamnya dengan porsi sewajarnya. Biar otak kita bisa bekerja dan fokus mengikuti pelajaran, dibutuhkan energi yang cukup. 

Untuk mengangkut oksigen dan gizi ke otak dibutuhkan glukosa dari koarbohidrat, vitamin B1, B2, B4, B6 dan B9 (asam folat).

Sedangkan Zat besi dibutuhkan untuk mengangkut oksigen dalam darah. Makanya harus memilih karbohidrat  yang baik misalnya serelia utuh seperti gandum utuh yang masih memiliki lapisan luar, dimana kandungan gizinya belum berkurang.

Gak usah repot semuanya ada di KOKO KRUNCH Nutrismarta yang dibuat dari gandum utuh, kombinasi vitamin B dan zat besi. Tapi pola makan juga harus seimbang,  misalnya harus ada buah, sayur, ikan, telur dan daging.

Jangan Lupa Olah Raga

Ini penting banget, karena ruang lingkup kegiatan terbatas selama pandemi, kadang jadi lupa bahkan malas bergerak. Pusingkan lihat jarum timbangan makin lama makin ke kanan ... hadeeeuh.

Apalagi nih menurut Dr Rita, aktivitas fisik membantu aktivitas saluran pencernaan. Kalau metabolisme tubuh baik meningkatkan hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati kita.

Nayla biasanya di sela belajar daringnya, gowes sepeda statis di balkon biar sekalian dia berjemur. Atau kalau mau joget atau dance bareng mamanya Nayla ngikutin gerakan KOKO Dance (klik ini ya).

Jadi makin tahu kan betapa pentingnya sarapan pagi. Kalau belum terbiasa, belum terlambat kok kita bisa mulai besok ya mom. Jangan lupa olah raga dan nge dance biar sehat jiwa raga. 

Semoga kita semua sehat sehat dan bahagia ya biarpun hanya di rumah aja selama pandemi.

Jumat, 20 November 2020

Yuuk Ajak Balita Kita Seseruan di Ancol

Hi Mom...

Setiap kali menulis blog saat pandemi begini gw pasti akan bilang, gimana sehat sehat kan? masih betah di rumah?😁. Gw sih gak betah, cuma mau gimana lagi.

Kangen rekreasi di tempat yang luas, kangen ke pantai. Kemana lagi kalau bukan ke Ancol, terakhir ke sana akhir tahun lalu sudah lama banget kan.

Rasa kangen kayaknya akan segera terobati, karena Ancol sudah mulai dibuka lagi yaaaaay. Bisa main lagi ke pantai, Dufan, Faunaland, Sea World dan Ocean Dream Samudra.

Seperti yang berlaku dimana mana saat pandemi, Ancol juga menaati yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Penerapan 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

Protokol Kesehatan 3M

Penerapan prokes 3M ini tidak hanya harus dipatuhi pengunjung tapi juga  staf yang bertugas juga diwajibkan mematuhi aturan tersebut.

Pasti penasaran Komitmen protokol kesehatannya kayak apa sih?. Sebelum memasuki arena permainan yang sudah disemprot disinfektan secara berkala, kita harus mencuci tangan di wastafel yang disediakan dan memakai hand  santizer (walaupun sudah memakai dan membawa dari rumah).

Selanjutnya cek suhu tubuh pastinya, mau di shoot di jidat di tangan monggo, bebaaas😂.  Kalau semua mengikuti prokes bikin nyaman kan, lihat deh di foto foto berikut ini.

Apa saja kebiasaan menonton atraksi yang dihilangkan?

Yang sedikit berbeda saat atraksi memberikan makanan ikan atau feeding main tank di aquarium raksasa di Sea World ( dilakukan dua orang divers), biasanyakan pada lesehan tuh di area depan yang ada karpetnya.

Sekarang sudah gak bisa seperti itu, karena harus tetap mengikuti prokes pengunjung hanya bisa menonton sambil duduk di bangku yang sudah diberi jarak 1,5 - 2 meter.

Begitupun saat yang paling disukai anak anak memberikan makanan untuk penyu di kolam touch pool juga ditiadakan, maaf ya kiddos.

Hal serupa juga diberlakukan di Ocean Dream Samudra. Saat menonton aksi lumba lumba, tribun bangku penonton diberi signage untuk menandakan jarak antar penonton.

Selain itu untuk meminimalisir kontak langsung dengan hewan atau biota,  aktivitas berenang bersama lumba lumba juga ditiadakan.

Anak Di Bawah Usia 9 Tahun Bisa Ke Ancol

Nah ini juga kabar gembira buat gw  dan kita semua, anak bawah usia 9 tahun bahkan bayi  juga sudah diizinkan untuk datang ke Ancol, asalkan dengan pendamping. Kalau sudah keluar izin seperti ini pastinya Ancol sudah menerapkan prokes yang benar.

Nayla memang sudah di atas 10 tahun, tapi dia punya punya 9 orang sepupu yang masih berusia di bawah 9 tahun yang lagi senang senangnya pelihara ikan cupang hi...hi..

Kebayang reaksi mereka nanti, lihat ikan cupang warna warni saja mereka teriak kegirangan apalagi lihat ikan ikan besar seliweran di samping kanan kiri dan di atas kepala mereka. Teriakannya pasti seruu.

Beli Tiket Secara Daring

Sekarang segalanya (kalau bisa) dilakukan secara online atau daring, termasuk beli tiket. Termasuk beli tiket untuk masuk ke wahana wahana yang ada di Ancol, nantinya kita diberi e-ticket yang tinggal kita tap di pintu masuk saat berkunjung. 

Tiket daring ini untuk meminimalisir kontak dan menjaga kapasitas area sebesar 50% dari kapasitas normal agar tetap bisa menerapkan physical distancing atau jaga jarak di kawasan rekreasi.

Kemana belinya? klik Beli Tiket Ancol Di Sini . Kalau mau tetap update dengan info terkini tentang Ocean Dream Samudra dan Sea world follow saja akun Instagram Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra .

Tips sedikit nih walaupun sekarang setiap hari serasa akhir pekan, sebaiknya berkunjung saat hari kerja Senin-Jumat biar gak terlalu penuh  (walaupun sudah dibatasin jumlah pengunjung per hari).

Yang penting  jangan lupa protokol kesehatan ingat pesan ibu taati 3M dan tapi jangan lupa untuk bahagia ya, selamat rekreasi.

Ceki ceki hastag ini juga...

#mainlagikeSamudra

#thinkfishSahabatLaut

#oceandreamsamudra
#seaworldancol

Rabu, 18 November 2020

Persiapan Rawat Inap Saat Pandemi

Hi Mom...

Kali ini gw mau bagikan pengalaman rawat inap di rumah sakit saat pandemi. Gw juga mau bilang covid bukan rekayasa politik buktinya rumah sakit rujukan covid full dimana mana. 

Bukan karena dokter memaksa semua orang sakit tanda tangan untuk mengaku covid ya, tapi syarat untuk rawat inap ya harus rapid dan rontgen thorax.

Biasanya hanya perlu 30 menit hasil rapid sudah keluar. Nah kan kita punya otak dan mulut untuk minta lihat hasil tes rapid, kalau memang dinyatakan reaktif atau positif.

Selain itu sebaiknya telfon dulu rumah sakit pilihan untuk mengetahui apakah petugas rapid dan rontgen thorax masih ada di tempat jadi gak bolak balik, karena sakit tidak mengenal waktu (minimal kalau kita mau kesana petugas bisa menunggu hingga kita datang atau cari rumah sakit lain).

Kembaran Nayla Tumbang

Sakit saat pandemi adalah hal yang paling bikin parno. Otomatis kalau demam atau pusing langsung ngecek masuk gak ke dalam gejala gejala covid, walaupun gak masuk tetap kepikiran kan.

Makanya ketika suami gw yang punya panggilan kesayangan pop mengalami pusing dan demam setelah 5 hari menginap di hotel untuk urusan kerja langsung berobat online plus berdoa semoga bukan covid. Untungnya gak pakai mual dan penciuman gak hilang, hanya tenggorokan pahit gak nafsu makan.

Pas hari ketiga karena panas masih naik turun kita berencana untuk tes darah. Berdasarkan pertimbangan berdua kita memilih cek darah di rumah sakit rujukan covid dan di cover asuransi kita (sebelumnya sudah dua rumah sakit langganan kita hubungin semuanya bukan temasuk rujukan covid).

Alasannya sih kalau covid gak usah pindah pindah rumah sakit, karena suami gak kuat bawa kendaraan kita naik gocar. Agak riskan kalau ternyata ada covid pindah rumah sakit pindah lagi pakai gocar kan kasihan supirnya, kalau di cover asuransi sukur sukur bisa pakai ambulance. 

Dan untuk pertama kalinya gw naik gocar setelah 8 bulan pandemi gak berani naik transportasi umum kecuali diantar suami, dan sekarang pop sakit dan gw gak berani nyetir di jalan raya. 

Yang bikin hati tenang ada cover pelastik tinggi di belakang bangku supir, jadi para supir online ini pasti sudah siap mental ketika ambil penumpang dari dan ke rumah sakit.

Di rumah sakit rujukan (OMNI Pulomas) langsung masuk UGD dan cek darah. Dokter juga menanyakan hal hal yang sama ke semua pasien, apakah pusing, mual, pilek, sesak nafas dan hilang penciuman. Sampai hafal gw 😊 

Syukurlah pop hanya pusing itupun sudah sedikit berkurang, begitupun ketika diperiksa dengan stetoskop dan diminta untuk menarik nafas panjang hasilnya suara paru paru bersih apalagi dia baru seminggu lalu melakukan tes Serologi yang hasilnya non reaktif. 

Setelah menunggu dua jam hasil tes darah  gak bisa langsung dibacain dokter, karena dokternya sibuuuuuk, pasien UGD banyak banget. Walhasil ketika sudah pukul 20.30 baru kita tahu kalau Thypes dan DBD negatif tapi infeksi bakterinya positif.

Salah satu penyebabnya dari makanan, karena memang selama 5 hari kalau malam suami selalu makan di luar hotel (sepi katanya) tapi karena dia capek dan ngedrop dapat makanan gak higienis langsung tepar. Tahun lalu pernah ngalamin juga setelah makan sate di kantor bedanya dulu dia menolak di rawat inap.

Gagal Rawat Inap Karena...

Karena penyebab sakitnya sudah pasti kami memilih untuk dirawat inap di rumah sakit dekat rumah. Selain itu kamar juga full di OMNI dan gw lebih nyaman kalau suami di rawat di rumah sakit yang bukan rujukan covid, artinya gak ada pasien covid di sana.

Ternyata ada satu hal yang terlupakan yaitu telfon rumah sakit selanjutnya, dengan style yakin langsung meluncur ke UGD RS Dharma Nugraha Rawamangun. 

Kita lupa semua rumah sakit kalau memang sudah dipastikan untuk rawat inap harus tes covid dan rontgen thorax dan taraaaa... petugas untuk rontgen thorax sudah pulang.

Mau pindah rumah sakit lain yang juga masuk di list asuransi kita, suami gw sudah capek dia pingin buru buru ke tempat tidur, lagian gw suka rumah sakit ini walaupun full (sebelum pandemi) ruang tunggunya gak ramai banget trus kamarnya juga luas. 

Jadi kita putuskan untuk pulang dan kembali lagi besoknya. Sempat sedih ketika pop bilang kalau dari awal dia maunya di Dharma Nugraha iiiih padahal dia yang memutuskan biar gak bolak balik sebaiknya di OMNI aja, tapi melihat gw nangis kita saling minta maaf.

Namanya orang lagi sakit ya pasti  lupa apa yang diusulkan, apalagi pas lihat dia langsung tertidur kelelahan di mobil dalam perjalanan menuju rumah. Malam ini dia akan menghabiskan sisa obat dari dokter online dulu.

Akhirnya...

Karena Kemarin kami sudah bawa perlengkapan menginap kumplit (bed cover, bantal hingga 3 buah buku Theodore Boone yang belum sempat dibaca), besoknya ketika berangkat ke Dharma Nugraha gak perlu packing packing lagi.

Singkatnya hasil dari rapid non reaktif, rontgen thorax dan cek jantung hasilnya bagus jadi bisa segera masuk kamar untuk rawat inap karena infeksi bakteri.  Selama menunggu hasil rapid dan cek jantung, pop di IGD sudah diinfus dengan sanmol dan obat mual.

Dia bahkan sudah bisa bercanda, "gimana kalau pulang aja, udah enakan nih" iiih jangan dong. Pasien boleh ditungguin sama satu orang tapi harus tes rapid juga, sayangnya gw gak bisa dan gak boleh nungguin sama suami karena selain ada Nayla di rumah, gw juga ada astma yang rentan sama covid karena ada komorbid atau penyakit penyerta ini.

Pop juga gak mau ngerepotin orang lain, Reza adik bungsunya sudah menawarkan diri untuk nemenin di rumah apalagi dia sudah tes swab di kantor, dia tolak juga. Untunglah gw sudah bawakan kaos dan bawahan, baju dalam yang banyak, bed cover serta bantal dan cemilan.

Dengan berat hati setelah membereskan semua perlengkapan menginap dan menungguinya makan malam, gw pulang. Kali ini gw lebih tenang di gocar karena sudah pasrah mau gak mau naik moda online, gw juga sudah tenang suami sudah ditangani dokter.
Hari kedua karena mendengar pop sudah gak dinfus dan cek darah lagi, gw semangat 45 dong buat jemput. Ternyata masih tinggi infeksinya masih ada peradangan.

Batas ambang badan manusia untuk menerima bakteri gak baik itu di angka 5, sementara suami gw di angka 106 makanya harus di rawat inap. Tapi setelah dua hari ternyata hanya turun jadi 96, lemes dong suami gw.

Pupil matanya mendadak mengecil dan berwarna abu abu (sebelumnya bersinar sinar gitu),  satu tangannya langsung ditaro di atas jidatnya terus langsung diam seribu bahasa. 

Aduuuh sedih gw  melihat adegan kayak gini, apalagi pas susternya bilang mulai malam ini harus puasa buat tes besok, karena mau dilihat peradangannya ada di bagian mana.

Sambil beresin lagi barang barang ke lemari yang sebelumnya sudah rapi di packing pop, gw bilang jangan stress ya yang penting sehat gak usah pikirin kantor dulu. Daripada nekat minta pulang karena merasa badan sudah oke, padahal dalamnya masih ada yang gak beres.

Malam itu gw pulang cukup malam, karena nungguin pop makan dan sholat Isya. Pikiran gw bercabang mikirin Nayla  di apartemen untungnya sekarang dia sudah lebih berani ditinggal sendirian.

Besok paginya pop telfon gw (nada suaranya kayaknya sudah kembali normal) karena semalam dokter Rusli yang incharge selama ini bilang hanya perlu istirahat tambahan dua hari  pakai infus antibiotik.

Mungkin karena gak perlu tes apa apa dan hanya perlu istirahat beberapa hari lagi di rumah sakit bikin stressnya hilang. 

Pulaaaaang...

Hari ke 5 hasil tes darah infeksi bakterinya sudah turun jadi di angka 46 yang selanjutnya bisa di lanjutkan dengan rawat jalan dan minum antibiotik tablet aja untuk 3 hari, Alhamdullilah. 

Sehat sehat terus ya pop, rajinin minum vitamin  dong biar gak langsung tepar gara gara makanan  jorse alias sedikit gak higienis😂.

Minggu, 11 Oktober 2020

Ultah ke 14 Nayla Rasa Pandemi

Hi Mom....

Gak terasa Nayla 12 Oktober 2020 ini 14 tahun umurnya. Bayi mungil yang ketika lahir nyaris berat badannya kurang  (karena gw darting, jadi gak banyak asupan makanan yang masuk 2-3 bulan menjelang kelahirannya) sudah tumbuh dewasa bahkan sudah datang bulan 2 bulan lalu. (Baby girl kami sudah akil baliq-yaaaaay)

Biasanya kalau ngomongin bayi mungil kita terjadi percakapan percakapan yang absurd sedikit bucin antara Doddy suami gw yang biasa dipanggil pop dengan gw yang punya panggilan Mom😀.

P :   "Mom bisa juga ya besarin anak,".
M : "kita kan besarin berdua". 
P : "Tapi mom yang 24 jam sama Nayla (di luar jam sekolah ya). 
M (dengan malu malu): "Besarin  ala kadarnya".

Obrolan ini biasanya berlanjut dengan protes suami sama jawaban gw, "Ah masa ala kadarnya, Nay bisa masak nasi goreng sama jahit bajunya sendiri yang sobek atau buat baju boneka dari dia kecil karena dia melihat mom."

Ooh oke oke sebelum yang baca pada mual karena pujian suami buat istrinya tersayang wkwkwkwkwk, bisa baca baca ini dulu (Masak ala Nayla) sama yang ini (Kostum Unlimited Mba Barbie).

Fisik boleh berubah tapi satu hal yang gak berubah dari anak ini adalah, Nayla anak yang sederhana. Tabiat kek gini turun dari kembarannya alias suami tersayang yang gak merasa penting dengan merek, yang penting itu  enak dipakai dan nyaman, sedangkan kalau makanan yang penting enak dan murmer.

Kalau akhirnya mereka berdua punya barang bermerek ya karena gw yg milihin, setengah maksa untungnya mereka suka. Atau karena gak ada pilihan lain yang mereka mau hanya merek tertentu.

Gw gak merk minded  cuma simple aja pingin sesekali pakai yang bermerk (alasan yang gak penting banget kan) tapi harga kadang gak bohong ya, selain bagus awet pulak. Bukan berarti yg murmer gak bagus ya, yuuk balik lagi tentang betapa sederhananya anak abg gw ini.

Untuk cake ultahnya dia sudah wanti wanti ke kita, gak minta yang mahal atau ada mereknya yang penting red velvet. Bahkan satu slice seperti saat dia ultah ke 13 di Singapore juga gak papa (Happy 13th Merlion birthday Nayla ),

Ya gimana dong gw mau ngumpetin cake kejutan yang  segede gaban di kulkas hotel. Pilihannya beli satu slice (lilin sih bawa dari Jakarta, gw mah gitu😋) belinya aja ngumpet ngumpet, cake  ditutupi makanan lain di pelastik belanjaan.

Tahun ini  kita gak bisa ngajak dia nginep atau makan di luar, lagi pandemi cuy mana PSBB walaupun pas dia ultah sudah masuk masa transisi. Kalau kek gini  gak tega ngasih dia cuma satu slice apalagi gw pecinta berat cake kan pingin juga.

Kita ... tepatnya gw sudah memutuskan beli di Harvest toko cake favorit gw. Sebelumnya iseng gw tanya ke Nayla lebih cantik mana cake  red velvet yang berbentuk letter cake dengan hiasan cantik di atasnya atau yang luar dalam warnanya merah merona khas red velvet.

Ternyata dia lebih suka yang merah merona, fixed beli yang di Harvest aja.
Kadonya apa?
Kado bukan sebuah keharusan tapi gw sudah terbiasa ultah di rayakan dan ada kado. Masih ingat sering banget ngerayain ultah tanpa mami sama bapak karena mereka bekerja, tapi mami sudah menyiapkan makanan, cake dll.

Jadi kebiasaan ini gw lakukan ke Nayla. Kali ini dia mau camera Mirorrless, karena hampir setahun terakhir pas kelas 7 dia ambil ekskul fotografi.  Bahkan saking pinginnya dia bilang kalau perlu dia mau tebok celengan😀.

Selama ini pop selalu transfer uang bulanan ke rekeningnya, gak besar sih hanya 100 ribu sejak dia kelas 7.

Kadang uang di ATM itu dia pakai beli sesuatu pas belajar kelompok di mal atau di rumah temannya. Sejak pandemi gak pernah terpakai pastinya, apalagi uang jajan tetap pop transfer

Jajan Nayla gak gede loh untuk ukuran anak kelas 7 sehari hanya 10 rb plus bawa bekal nasi sama minum, ya gitu deh ni anak kan gak neko neko. Paling kalau emaknya sesekali jemput dia minta makanan kesukaanya di mal.

Uang tabungan seuprit ini yang Nayla minta tambahin buat beli si kamera. Gw dong ya langsung  gercep nyari rekomendasi camera di google.

Rasanya udah pingin langsung mesen aja, untung pop ngasih pencerahan (buat gw sama Nayla), kata pop rasanya gimanaaaa gitu ngeluarin uang di atas 5 juta untuk sesuatu yang gak terlalu urgent pas pandemi.

Selama di rumah aja foto foto pakai kamera (apalagi pakai kamera hape pop yang kinclong) rasanya masih cukup. 

Gw janji sama Nayla   kapanpun dia kembali sekolah offline (berharapnya sih sampai vaksinnya ketemu #hilangkeknya) langsung beli. 

Tapi selama masih di rumah aja, gw minta tabungan dia sampai tahun depan jangan dipakai, biar dia ikut melakukan usaha sedikit untuk dapetin sesuatu jadi gak cuma tinggal minta.

Eh ternyata dia setuju loh nah kan jadi enteng pikiran gw. Cuma kalau ultah gw kan udah biasa ngasih kado, jadi ya pingin tetap ngasih hadiah yang gak mahal banget tapi dia suka.

Tapiiii anak ini kalau ditanya kado galau seperti biasanya. Banyak yang dia suka kayak Harry Potter (khususnya Slytherin) plus pingin jubah hitamnya, K-pop teteup, dan yang paling baru kartun anime Haikyuu!! (nulisnya memang begini), bahkan dia bikin sendiri patung patung mereka dari kertas dan kardus.

Pas gw tunjukin mau kaos kartun anime Haikyuu!! dengan gambar karakter siapa, eh dia bingung lagi😂. Akhirnya gw tunjukin tote bag sama kaos warna hijau tulisan Slytherin dia bilang boleh deh tapi katanya gak asik kalau hanya tulisan doang di kausnya.

Setelah tahu apa yang dia mau, gw bilang dong kayaknya semua barang itu tokonya di LN males pesan ah ongkirnya pasti mahal, kayaknya sih dia percaya.

Padahal di belakang dia, gw diskusi panjang kali lebar sama yang design kaos buat nentuin gambarnya sambil berharap dia suka. Selain itu  tote bag sama masker Slytherin PO nya juga lama kurleb 4 minggu.

Untunglah ketika memasuki bulan Oktober satu satu kado ini sampai di rumah. Gw punya waktu untuk cuci kaos dan masker Slytherin (gw juga beli buat gw sama pop, gak peduli logo asrama apa di Harpott yang penting warna kesukaan wkwkwkwk), kalau tote bag cukup gw semprot hand sanitizer bolak balik luar dalam.
Sudah Cukup Kadonya?
Ternyata seminggu sebelum Nayla Ultah, kok tetiba gw pingin ngasih sesuatu lagi. Habis kayaknya ini anak sudah dua mingguan nonton Haikyuu!! lagu soundtracknya Nekoma ... Nekoma ... dia setel bolak balik, sampai nempel di kepala kita berdua.

Gw jelasin dikit apa itu kartun anime Haikyuu!!. Ini cerita tentang siswa sekolah yang ingin mengikuti kejuaraan nasional bola voli antar-SMA di Jepang. 

Salah satu SMAnya itu bernama Nekoma yang terkenal dengan permainan defensenya yang luar biasa. Nekoma ini favoritnya Nayla. ( Nekoma...Nekoma...)

Gw cemas dong, takut kado yang bertema Harry Potter gak berkenan padahal sudah kelar di bungkus. Apalagi dia tiba tiba bilang minta beliin tote bag polos buat diwarnai (walah kan gw udah beliin tote bag Harpott).

Pas gw tanya harganya  bikin gw kaget masak cuma 7 ribu, malah ongkirnya yang mahal 10 ribu karena toko onlinenya di Bandung. Gw sampai ngakak, beli dua lah kalau murce gitu.

Iseng gw bilang gimana kadonya itu aja, eh dia bilang boleh mom dengan muka berseri seri ya Allah anak gw gampang banget sih dibikin bahagia. Dan seperti biasanya dia berubah lagi, karena kepincut sama jaket klub bola voli Nekoma dan kalungnya Haikyuu!!.

Nayla (N): "Tuker ya mom kadonya, gak usah jaket mahal,  kalung Haikyuu!! aja ya".
M: "Ya udah pesen deh, berapa harganya?".
N: "30 ribu mom (gubraaak😂) tapi PO nya baru tanggal 10 Oktober."
M: "Gak pas ultah kamu dong datangnya".
N: "Gpp mom".

Mungkin karena dari kecil gw gak pernah larang dia beli apapun asal harganya gak lebih dari 5 angka, kalau lebih angkanya dan  misal dia maksa  sampai guling guling kita gak akan kabulkan. 

Yang ada setiap ada mainan yang dia suka dia selalu bilang "Mainin di sana aja deh gak usah beli, angkanya lebih dari 5." hi...hi...karena dia hafal banget mamanya kalau dipaksa pasti bergeming.

Karena gak pernah maksa ini emaknya jadi kepikiran si jaket Nekoma ini. Seminggu sebelum ultah gw bertanya ala tricknya detective Conan gitu deh.
M: "Kamu udah gak suka Harpot ya, soalnya udah sebulan gak nonton filmnya?" (emaknya cemas).
N: "Masih lah, kan filmnya sudah Nayla tonton semua mom bolak balik, sekarang lagi suka Haikyuu!!".
M: "Terus jaket yang kamu mau itu yang kayak gini (sambil nunjukin jaket warna merah tulisan Nekoma dibelakang punggungnya)?".
N: "Iya, gak usah deh kalung aja".

Malam itu setelah pura pura mau jahit jaket dengan bahan pemberian omanya Nayla, gw bisa ukur badan dia, trus langsung deh pesan jaket itu di online (setelah lihat semua komen pembelinya bagus bagus).  

Suami gw dong ngakak ngeliat gw mendadak pesan online lagi. "Sayang ya sama Nayla?" katanya, hi...hi.... iyalah walaupun sering diajakin debat debatan yang berujung banting pintu😎.

Untungnya hari ketiga jaketnya datang. Malam malam pas Nayla sudah bobo di kamarnya, jaketnya gw cuci dan sekarang sudah rapi jali masuk bungkusan kado. Sampai hari H anak ini taunya hanya kado kalung Haikyuu!! yang 30 ribu itu. 
Ajaib sih ini anak Kado yang sudah gw taro di bawah meja gak bikin dia bertanya tanya padahal dia lihat pas sholat Shubuh di ruang tamu. Makanya dia kaget pas habis potong cake diminta ambil kado😂.
Semoga kami bisa mendampingi kamu lama ya nak, minimal sampai kamu punya anak deh, Aamiin. Baca dan ingat ingat pesan kita berdua di kartu ucapan ya, yang paling penting sih sehat sehat dan bahagia selalu.

Nekoma... Nekoma...

Hi Mom ...

Gimana masih betahkan di rumah aja, sama dong kita. Popnya Nayla selama WFH malah sibuk banget,  rapat online bisa berlangsung on off sampai malam dan sesekali ke kantor. Jadi ya nikmati dulu keruntelan di rumah.

Untung Nayla gak merengek rengek minta keluar, paling sesekali kita ke Gramed gak lebih dari 2 jam habis itu balik.

Kemarin nih dia minta kardus bekas bawa barang belanjaan jangan di buang. Dia belum tahu mau bikin apa karena kardusnya kecil gw gak buang, gw biarkan nangkring di pojokan ruang tamu.

Gak taunya dia mau bikin kartun figure nya anime Haikyuu!! (nulisnya memang harus gini). Sudah sebulanan ini tiap hari dia nonton kartun ini bahkan tampilan password laptop dia ganti pakai kartun ini.

Nay dan Hinata

Kadang kalau lagi belajar online dan lagi ngerjain tugas sekolah dia setel tuh soundtracknya ...Nekoma...Nekoma.... bolak balik. Hadeh sampai hafal dan nempel di kepala kita berdua😂.

Apa sih Haikyuu!! dan Nekoma. Ini cerita siswa sekolah yang ingin mengikuti kejuaraan nasional bola voli antar SMA di jepang. Salah satu SMAnya bernama Nekoma.

Nekoma yang jadi favorit Nayla ini terkenal dengan permainan defensenya yang luar biasa. Gw juga gak tau kenapa Nayla dan teman temannya suka kartun ini.

Mungkin nih selain anggotanya unyu unyu, di fim ini gak ada jurus jurus yang berlebihan. Natural seperti permainan bola voli di dunia nyata.

Tapi gw gak mau ngulik ngulik Haikyuu!! terlalu dalam, biar diserahkan sama ahlinya aja. Cuma mau curcol kalau anak cewek ini bisa ngisi waktunya dengan kardus bekas hi...hi...

Bikin kartun figurenya sederhana banget kok, cuma bermodalkan print out gambar gambar anggota pemain bola voli dari SMA Nekoma dan SMA lain, kardus bekas, lem kertas, cutter, gunting sama selotip.

Kalau sudah kumplit, gunting deh gambarnya tempel di kardus terus gunting lagi sesuai gambarnya. Biar bisa berdiri dia kasih penopang dari kardus terus di selotip double double, sudah sesimple itu but dia happy.

KenMa
Dia jejerin tuh di lemari pialanya (yang sebagian pialanya dia keluarin demi kartun figure Haikyuu!!) patung patung para pemain bola voli ini berikut komik komik Haikyuu!!.

Nah kan jadi pe-er buat kita dimana sebagian piala piala mau diletakkan, karena sekarang berjejalan di meja belajar dia.

Biarin deh yang penting anteng di rumah, keluar rumah cuma seperlunya itu juga bareng ortunya. Dia juga gak merengek rengek minta ngetrip atau makan di luar.

Kalau males sepedaan di luar ya gowes sepeda statis sambil nonton atau main hape, pelan pelan  belajar untuk berdamai dengan keinginan keinginan keluar rumah dan bertemu orang banyak.

Semoga Nayla (dan kita semua) bisa mempertahankan kewarasannya karena 90 persen berada di rumah. Gak kebayang kalau harus berpisah karena di rawat di wisma atlet, jangan sampai ya.

Sarapan Bergizi ala KOKO KRUNCH Nutrismarta

Hi Mom... Sarapan pagi sudah jadi tradisi di keluarga kecil kita. Gw sih yang menularkan kebiasaan ini ke Nayla dan suami yang kebetulan di ...