Jumat, 06 April 2018

Tambal Gigi Pakai BPJS, Kenapa Enggak

Kartu peserta BPJS (badan penyelenggara kesehatan negara) kesehatan, sepertinya sudah hampir dimiliki oleh semua orang, karena memang iuran perbulannya cukup terjangkau.

Nah kebetulan kami sekeluarga punya kartu BPJS selain Asuransi swasta. Pernah dipakai? ehmmm maaf tidak pernah, karena kan katanya harus ke puskesmas dulu, baru nanti dirujuk ke rumah sakit bila tidak bisa diobati.
Selain itu saya kalau sakit biasanya sudah malam, dan langsung pakai asuransi swasta demi praktis saja sih, soalnya suami tidak bisa  ke puskesmas keesokan harinya untuk meminta surat pengantar dari Puskesmas sebagai salah satu sarat memakai BPJS.

Apalagi saya pernah berobat di puskesmas untuk gejala types dan astma, obatnya tidak cocok atau tidak mempan, mungkin karena dosisnya rendah. Jadi ketika sadar gejalanya sama dengan penyakit itu saya langsung pergi ke rumah sakit, berobat dengan asuransi swasta.

Padahal seperti yang saya baca di tulisan Neti Suriana tentang BPJS, prosesnya mudah dan petugasnya membantu pasien dan keluarganya dengan baik, ketika adiknya mau operasi usus buntu memakai BPJS. 

Silahkan baca pengalaman Neti Suriana di link berikut ini Pengalaman pasien BPJS 

Tapi akhirnya ketika saya punya waktu luang, kepingin juga nyobain tambal gigi pakai BPJS, kebetulan puskesmas di daerah Jakarta Timur ini dekat rumah, bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Seperti berobat di Puskesmas pada umumnya, pagi-pagi saya harus antri dengan mendaftar dan mengambil nomer plus menaruh kartu BPJS saya, habis itu balik lagi deh, pengobatan baru dimulai jam 9 pagi, untung dekat kalau jauh mungkin saya terpaksa menunggu disana.

Begitu balik lagi kesana, sudah banyak yang datang, dan banyak yang jualan makanan, ini salah satu keseruan berobat di puskesmas ya hi...hi...

Begitu saya dapat giliran, saya masuk ke ruangan yang kecil dan sederhana, tapi ada perlengkapan untuk periksa gigi pada umumnya, dokternya juga baik.

Begitu kelar dokter berpesan untuk balik lagi minggu depan, mengganti tambalan gigi sementara,  dengan tambalan yang permanen. Nah ini bedanya dengan tambal gigi di dokter gigi swasta, di sana kalau tambal gigi sekali datang langsung beres.

Karena bahan tambalan gigi dan warnanya juga beda, kalau di puskesmas warnanya abu-abu, sedangkan yang sekali jadi warnanya putih. Ada harga ada rupa, beda dong ya pastinya.

Sejauh ini untuk pengobatan masalah gigi, puskesmas sudah bagus kok, tidak kalah mutunya, karena jauh sebelum ada BPJS dan saya masih bekerja full (belum menikah dengan Doddy Rosadi dan belum ada Nayla yihaaaa), pernah bikin gigi palsu, gara-gara pakai kawat gigi, gigi saya satu ada yang patah. 

Hasilnya bagus kok, gak kalah dengan yang saya buat di dokter gigi swasta, bedanya dasar gigi dari dokkter gigi swasta warnanya transparan, hanya itu bedanya, eh tapi ini tidak di cover asuransi manapun karena termasuk kecantikan katanya eeeaaa😆.

Dokter di puskesmas juga mengingatkan saya, untuk menggunakan fasilitas membersihkan karang gigi setahun satu sekali dari BPJS, wooooow boleh juga, kapan-kapan mau coba ah.  


#KEBloggingCollab - Grup ke 15 Yohana Susana

1 komentar:

  1. pengalaman pertama nambal gigi di Puskesmas ya mbak?
    untuk nambal gigi sekali datang langsung tambal permanen nggak tergantung dari berobat di mana

    dilihat dari dalamnya lubang gigi mak, kalau lubangnya dangkal di Puskesmas pun bisa langsung tambal permanen kok

    BalasHapus

Cinta Terencana Resep Jitu Keluarga Berkualitas

M asih ingat kah ketika kecil dulu kita punya impian untuk sekolah apa atau kerja dimana? saya masih ingat sedikit, jadi dokter atau pram...