Sin Lie Seng, Toko Sepatu Kesayangan Almarhum Bapak

Hi Mom...
Kenal dengan toko sepatu Sin Lie Seng yang berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat? buat generasi milenial mungkin namanya sedikit asing karena mereka pasti lebih sering membeli sepatu di mal.

Tapi buat generasi 80 an, apalagi kalau punya orang tua yang sering belanja keperluan sepatu untuk keluarganya pasti ingat toko yang sudah berdiri sejak tahun 1943 ini.

Gw contohnya, alm. bapak pelanggan tetap toko ini sampai beliau meninggal tahun 1999. 

Makanya pas libur natal kemarin begitu tahu Suami gw mau ngajak mama mertua dan adik ipar makan soto St. Mangkuto di Pasar Baru, gw minta buat mampir karena tahun lalu gagal buat mampir.

Kali ini pun nyaris gagal, karena habis makan mama minta sholat Dhuhur di masjid Istiqlal sayang gak bisa ke sana karena parkiran penuh sama yang mau ikut misa natal di gereja Khatedral.

Karena bawa mama mertua yang pasti bete kalau sholat dhuhurnya ditunda, pupus sudah harapan buat lewat ke dalam area toko sepatu. 

Ternyata ban mobil kempes, jadi mau gak mau kita cari dong tukang tambal ban.

Suami saya yang baik hati sengaja nyari putaran buat ke tukang tambal ban lewat ke dalam Pasar Baru. "kok lewat sini?" tanya gw. "loh katanya mau lihat toko sepatu bapak", katanya. Ah bahagianya. 

Gemetar euy pas masuk, ini toko sepatu kulit langganan alm. bapak di Pasar Baru. Bertahun tahun dia selalu pesan sepatu di sini.
Sejak bapak meninggal tahun 1999, praktis kita gak pernah kesini lagi.

Bapak suka beli di sini karena buatannya rapi dan awet. Tapi dia gak suka model sepatu yang ada di toko, jadi dia minta dibuatkan model khusus yang simple dan warnanya hitam.

Sepatu yang dijual di sini memang ada yang dari distributor dan buatan sendiri dengan merk Sin Lie Sheng. Kata bapak sih dia bisa minta model sendiri yang dia mau.
Biasanya  bapak sekali pesan sepatu buatan tangan ini dua buah, iyalah namanya juga model spesial. Gw pernah beberapa kali nemenin bapak ambil sepatu.

Bapak juga pernah beliin sepatu pantovel di Sin Lie Seng, mungkin dia lihat gw gak punya sepatu cewe kemana mana pakai kets.
Suatu sore dia telfon ke rumah mastiin nomer sepatu yg gw pakai, kayaknya bapak lagi di toko langganannya ini.

Waduh pasti mau beliin sepatu, deg deg-an juga nungguin bapak pulang takut modelnya gak cocok. Tapi ternyata bapak kenal banget selera gw.

Dia beli pantovel merk Trisset di toko langganannya ini, heelsnya 4 centi kurleb warnanya coklat dengan ujung agak kotak, cucok.

Sejak itu, gw mulai sikat sepatu seperti yang selama ini bapak lakukan pakai semir sepatu merk Kiwi dengan dua sikat.

Sikat pertama untuk mengoles sepatu dengan semir kemudian di jemur sebentar, habis itu di sikat sampai mengkilat dengan sikat kedua, sentuhan terakhir dengan lap sepatu.

Ribet tapi hasilnya sepadan sepatu kinclong berhari-hari. Kebiasaan ini tetap gw lakukan untuk merawat sepatu kulit, ah jadi kangen banget sama bapak...kapan kapan pingin mampir lagi dan beli sepatu di sana

Komentar