Sabtu, 23 Desember 2017

Indonesia Poverty Outlook 2018

Klaster mandiri menjadi program andalan dari dompet dhuafa, yaitu sebuah program yang terintegrasi  di wilayah pedesaan.

Menurut Imam Rulyawan, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, saat seminar Indonesia poverty Outlook 2018 bertema "Pembangunan Infrastruktur untuk si Miskin", Dompet Dhuafa punya konsep yaitu setiap program pemberdayaan harus bisa menguatkan ekonomi rumah tangga dan memperluas akses ke pasar.
Imam Rulyawan Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi
Melalui program ini Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, agama, dan ekonomi secara terintegrasi, tujuannya sih agar masyarakat desa sebagai unit-unit produksi bisa mandiri.

Dari seminar ini saya jadi tahu kalau  kota-kota yang menghadapi kemiskinan kota paling berat didominasi kota besar di sumatera, Jawa, Medan, Palembang, Surabaya, Tanggerang dan Bekasi.

Penyebabnya besarnya jumlah penduduk miskin, tingginya kepadatan penduduk miskin dan tingginya biaya hidup minimum. Jadi terlihat kalau pembangunan perkotaan di kota kota tersebut gagal menghasilkan pertumbuhan yang merata.

Karenanya Dompet Dhuafa akan tetap fokus dalam pemberdayaan wilayah desa, terluar, termiskin, terbelakang dengan menargetkan 100 desa di wilayah Indonesia dengan memakai indikator keberhasilan Desa Development (DD) index yang sedang dalam pengembangan.

Apa dan Siapa Dompet Dhuafa 

DD adalah organisasi nirlaba yang didirikan di Indonesia pada bulan Juli 1993, milik masyarakat global yang berusaha untuk pemberdayaan sosial global.

Mereka juga mempunyai filosofi filantropi Islam seperti Zakat, Infaq/sadaqa, wagqah dan dana halal berasal dari donor individu.

Selain mempunyai cabang di seluruh dunia seperti, China (Hongkong), Jepang, Amerika Serikat dan Australia, perwakilan Mesir dan Korea selatan, kini juga memperluas jaringannya di 21 Provinsi di Indonesia.

Semua kegiatan dapat dilakukan berkat dukungan 60.000 donor yang secara ekonomi mapan, dan profesional.

Sementara IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies) sebagai salah satu mitra Dompet Dhuafa yang melakukan penelitian dan kajian kebijakan publik, serta menyalurkan hasil penelitian kepada pembuat kebijakan publik di Indonesia. 

Menurut Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS, penurunan kemiskinan pada tahun 2018 hanya akan berjalan konservatif, karena menjelang tahun politik kemiskinan menjadi fokus politik, dan perubahan iklim yang ekstrim jadi tantangan yang berat untuk stabilitas harga pangan.
Dokumentasi IDEAS
Lain lagi yang diungkapkan Marsudi Nur Wahid, Pemimpin Redaksi Jawa Pos pada seminar hari itu, program sejuta rumah yang dicanangkan sejak tahun 2015-2017 belum mencapai sejuta rumah pertahun.
Marsudi Nur wahid berbaju batik
Tetapi walaupun belum tercapai, minimal sudah tersedia rumah bagi sebagian besar masyarakat yang tidak mampu, dan menggerakan sektor ekonomi, yaitu adanya pembangunan perumahan, penjualan makanan dan minuman di sekitar pembangunan.

Semoga penyediaan infrastruktur dasar untuk kelompok yang tidak mampu memiliki peran dalam meningkatkan kualitas modal manusia yang diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan.

Dipenghujung acara kami dipersilahkan mencicipi buah Naga merah salah satu hasil petani buah yang dibantu Dompet Dhuafa, rasanya enak dan manis, biasanya anak saya makannya pakai susu cair putih yang rasanya flat.
Dokumentasi Dompet Dhuafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kota Bertabur Cahaya Ala Signify City of Light

Hi Mom.... Pernah gak membayangkan kamar tidur kita memiliki pencahayaan sesuai mood yang kita rasakan?, misalnya kalau lagi happy kep...