Kamis, 18 Januari 2018

Waspada Hiperandrogen pada Wanita

Selama ini saya tahunya hormon androgen itu hanya ada di laki laki, ternyata perempuan juga memproduksi dan memiliki hormon ini dalam tubuhnya, gunanya untuk menumbuhkan sel telur dan rambut.

Keberadaan hormon androgen ini yang menjadi pembeda perempuan dan laki laki. Perempuan bisa hamil dan memiliki rambut (jarang kan lihat perempuan botak kecuali dia sengaja).

Jumlah hormon androgen bebas  ini hanya ada 1 persen didalam tubuh perempuan, sisanya 99 persen diikat oleh protein pengikat. 

Nah kalau androgen yang hanya satu persen itu meningkat maka berpotensi menjadi kelainan hormon atau hiperandrogen.

Menurut dokter Haekal Anshari seorang dokter ahli estetika wajah dan anti aging, pada acara talkshow bertajuk "waspadai hyperandrogen! penyebab jerawat membandel pada wanita", makanya kadang perempuan ada yang berkumis atau jerawatan parah.
flyer undangan talkshow di FB
"Kalau menurut anak jaman now, kalau kamu kumisan dan jerawatan, kelar hidup lo", kata dokter haekal, hi...hi... lucu juga si pak dokter ini ya.

Selain jerawatan dan kumisan, kelainan hormon ini menyebabkan peradangan kulit bagian atas (seborrhea) serta kebotakan yang diawali dengan rambut rontok (alopecia).
dr. Haekal Yassier Anshari
Sementara itu untuk masalah jerawatnya sendiri yang disertai dengan peradangan atau yang disebut nodul biasanya karena hormon androgen yang berlebih sehingga kulit perempuan memproduksi sebum atau minyak yang berlebih.
Ini baru hanya masalah yang tampak di bagian luar tubuh wanita. Dampak negatif lainnya pada kesehatan dan kesuburan wanita yaitu menstruasi yang tidak teratur.

Menurut dokter Haekal, waspada jika menstruasi tidak teratur setelah menstruasi pertama kali, biasanya banyak ditemui di usia produktif 15-35 tahun. Keluhan ini dikenal dengan sindrom ovarium polikistik (PCO).

Untuk gejala seperti jerawat berlebihan dan menstruasi tidak teratur karena hiperandrogen, Bayer sudah mengeluarkan obat bernama Diane 35.
from google
Obat ini mengandung hormon progesteron dan estrogen, sedangkan obat kontrasepsi selama ini hanya mengandung salah satu dari hormon tersebut.

Akibatnya bila obat kontrasepsi hanya mengandung hormon estrogen, pemakainya menjadi gemuk, karena hormon ini sifatnya menahan air. Sebaliknya bila hanya mengandung hormon progesteron, ibu ibu akan terlihat kurus.

Dokter Haekal mengingatkan, obat ini tidak dijual bebas. Harus berdasarkan resep dokter. Dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang menyusui dan sedang hamil.
Yuk mom kalau  punya masalah seperti diatas, kita coba konsultasi dengan dokter kandungan apakah obat Diane 35 ini bisa mengatasi masalah jerawat berlebihan dan menstruasi tidak teratur karena hiperandrogen.

Selamat mencoba ya mom.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MNC Vision Makin Kece Dengan Dolby Stereo

Libur sudah usai nih, tapi saya mau b erbagi oleh - oleh tur menjelajahi kantor MN C Vision Tower di J akarta Barat , pada S abtu 7 Juli ...