Senin, 03 September 2018

Merasakan Dampak Positif Kontingen Kebaikan dan Energy of Asia

Perhelatan akbar Asian Games baru saja usai. Sayangnya, hanya suami yang berkesempatan untuk menonton gladi resik pembukaan Asian Games. 

Saya dan Nayla tidak sempat menonton satu pun pertandingan, kita kehabisan tiket yang sesuai bujet, kalau pun ada, saya dan suami  tidak tega hanya nonton berdua.

Karena pertandingan yang mau kita lihat jatuh pas hari sekolah, sementara sekolah Nayla - anak saya - tidak termasuk yang diliburkan. Tapi banyak cara kan untuk ikut menikmati keriaan Asian Games.

Salah satunya kita datang ke Festival Asian Games yang diselenggarakan di sekitar Gelora Bung Karno (GBK). Selain bisa nonton bareng pertandingan yang berlangsung di dalam melalui layar lebar yang disediakan di beberapa zona yang diberi nama maskot Asian Games, Kaka, Athung dan Bhin Bhin, juga ada tempat makan dan shalat.
Tangan kami bertiga yang montok punya
Selama Asian Games berlangsung, pemerintah memberlakukan peraturan nomer polisi ganjil genap. Kebetulan nomer polisi mobil kami genap, sementara tanggal hari itu ganjil, jadilah kami lewat belakang GBK dan parkir di hotel Fairmont.

Senang juga sih, karena bisa numpang shalat dan buang air kecil tanpa harus berdesakan dan di tempat yang mewah pula hi...hi....

Selanjutkan kami berjalan menuju pintu lima GBK. Bayangin deh kalau tidak ada acara seperti ini, mana mau saya rela jalan siang siang bolong yang panasnya minta ampun.  

Ternyata asiiik banget lo, jalanannya bersih, banyak pepohonan, kami memang memakai topi bahkan anak saya pakai payung pink Hello Kittynya, tapi begitu ada pohon rindang sepanjang jalan payung langsung disimpan.

Semula saya pikir, mungkin karena ini jalan utama ya makanya bersih, tapi semakin masuk ke pintu gerbang GBK kebersihan makin terlihat, memang sih masih ada beberapa sampah yang menumpuk tapi tim kebersihannya sigap.
Kami sempat menonton bareng dengan pengunjung lain, melalui layar lebar, pertadingan sepak takraw yang akhirnya berbuah medali emas bagi tim Indonesia. 

Selama menonton pertandingan beberapa petugas kebersihan membersihkan  tumpahan bekas makanan.
Sepertinya tim Kontingen kebaikan selama Asian Games berjalan dengan baik nih kata suami saya, Nayla yang duduk di sampingnya langsung bertanya  deh, "kontingen kebaikan itu apa pa?".

Sekilas Tentang Kontingen Kebaikan
💙💚💛💜    💙💚💛💜
Ada belasan ribu anak muda (2.000 relawan berada di Jakabaring Palembang,  sisanya 11.000 di GBK Jakarta) ikut serta meramaikan ajang olah raga bangsa Asia yang berlangsung dari tanggal 18 Agustus - 2 September ini. 

Mereka tergabung di tim relawan #Kontingenkebaikan Danone-Aqua, melakukan tugas mulia, memunguti sampah yang ada di luar dan di dalam arena pertandingan. 

Menurut salah satu situs online, Kontingen Kebaikan Danone Aqua merupakan gerakan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia melakukan tindakan kebaikan yang menjadi warisan nilai-nilai budaya Indonesia seperti ramah tamah, gotong royong dan tolong menolong, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa di mata dunia sebagai tuan rumah yang baik. 

Para  relawan turun dan mengedukasi publik agar menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat sekaligus memastikan kebersihan venue. 
Mobil keren ini yang keliling menyapu jalanan aspal di luar arena
Selama penyelenggaraan Asian Games 2018, #KontingenKebaikan melakukan berbagai aktivitas di empat area penyelenggaraan di Jakarta, yaitu Jakarta (GBK, Kemayoran), Bogor (Stadion Pakan Sari), dan Palembang (Jakabaring).

Di stand Danone Aqua #KontingenKebaikan melakukan kegiatan seperti edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah serta daur ulang sampah. 

Saya di rumah maupun di jalan minumnya pasti Aqua, jadi tambah senang deh minuman kesayangan ini melakukan kebaikan demi lancarnya perhelatan akbar ini, apalagi Danone-Aqua sebagai sponsor resmi Asian Games
Ketika kami kesana 1 September 2018 lalu, saya melihat masyarakat yang hadir (mungkin) karena melihat tempatnya bersih apalagi setiap ada sampah pasti ada petugas yang mungutin, otomatis mereka jadi sadar sendiri untuk mendekati petugas untuk memberikan langsung sampahnya.
Aaaah senangnya, semoga kebiasaan ini tetap berlangsung walaupun acara sudah berakhir ya.

Saya sempat ngobrol nih sama beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat beramai-ramai sambil memegang kantong plastik besar untuk tempat sampah. 
Mereka berasal dari Politeknik STMI dan Politeknik APP yang berada di bawah Kementerian Perindustrian yang diberi izin untuk jadi relawan selama Asian Games 2018.

Menurut dua cowok yang ketawa seru ketika saya ajak ngobrol, bernama Aldi dan Kresna, mereka bagian dari 210 orang mahasiswa baru dan lama, yang diberi kesempatan sama kampusnya untuk bergabung jadi tim relawan.
Nih si Aldi dan Kresna
Dengan bahagianya mereka bercerita, kalau mereka senang dan bangga jadi tim relawan Asian Games 2018. Jangan tanya serius soal bayarannya,  karena mereka dibayar seikhlasnya, dapat konsumsi dan diantar jemput dari kampus ke lokasi, tapi pengalaman yang mereka dapat tidak ternilai harganya.

Asik ya, saya bilang sama Nayla, nanti kalau Indonesia disetujui untuk jadi tuan rumah pesta olah raga dunia  Olympiade 2032, kamu harus ikut jadi bagian itu, sebagai salah satu sumbangan untuk bangsa dan negara.

Indonesia di Mata Nenek Sepuh
💙💚💛💜
Saat berada di arena festival Asian Games, saya tidak melewatkan untuk ikutan antri masuk ke super store  tempat penjualan pernak pernik Asian Games.

Kebetulan suami saya kan jurnalis, saat kita antre dia melihat ada seorang ibu yang sudah sepuh duduk di samping antrean, jadilah suami saya menemani ngobrol sang nenek yang tengah menanti cucunya yang lagi antre tiket.

"Indonesia hebat, bisa jadi tuan rumah Asian Games lagi," kata nenek yang duduk di samping Doddy, suami saya. 
Nenek Emmy Setyawati
"Waktu Indonesia jadi tuan rumah Asian Games tahun 1962, saya juga nonton di GBK. Tapi jauh banget bedanya dibandingkan GBK saat ini," ujar sang nenek, yang nama lengkapnya Emmy Setyawati.

Nenek Emmy kemudian bertanya kepada suami saya, sudah berapa jumlah medali emas yang didapat kontingen Indonesia.
"Sudah 31 emas, Oma. Indonesia sekarang di posisi empat di bawah China, Jepang dan Korea,". "Wah, hebat yah Indonesia," balas Nenek Emmy antusias.

Suami saya pun penasaran, Nenek Emmy datang ke GBK mau nonton cabang olahraga apa. "Saya gak tahu, diajak cucu ke sini, saya mau aja. Cucu saya lagi antre tiket dan saya disuruh tunggu di sini," katanya.

Tak lama kemudian, ada seorang pria yang menggendong anak batita mendekati sang nenek, memberikan sebotol minuman dingin, sambil berkata, "Oma tunggu di sini dulu yah, saya antre tiket dulu."

Usai pria itu pergi, suami saya langsung bertanya," Itu anak atau cucu Oma?". "Oh itu cucu saya nomor dua. Saya punya 15 cucu dan 20 buyut dari 5 anak," jelasnya.

"Umur Oma berapa sekarang?"
"Coba tebak berapa umur Oma?" Kata sang nenek.
"70 tahun?" tebak suami saya.
"Umur saya sekarang 89 tahun," jawab Nenek Emmy.

Suami saya kaget karena sang nenek masih bisa diajak ngobrol dan pendengarannya juga masih bagus. "Apa resepnya, Oma, masih sehat di umur 89 tahun," tanyanya.

"Resepnya gampang kok, Nak, saya sama suami senang bercanda. Kalau suami saya bercerita sesuatu yang lucu, saya bisa tertawa ngakak. Tertawa itu bisa bikin hidup sehat," jelas sang Nenek.

"Apalagi kalau Natal, semua kumpul di rumah saya di Pondok Indah, rame, saya senang kalau semua keluarga kumpul. Saya merasa muda lagi," kata Nenek Emmy sambil tertawa.

Percakapan terpaksa berakhir karena antrean mulai bergerak."Saya pamit dulu Oma, semoga Oma selalu diberi kesehatan sama Tuhan," kata suami saya. Nenek Emmy kembali tersenyum. 

Selama mereka bercakap-cakap saya yang berdiri di antrian mengabadikan mereka berdua, sementara anak saya melihat momen asik untuk mewarnai kuku papanya (dia bawa cat kuku yang bisa dikelupas miliknya hi...hi....) bahkan nenek Emmy memberi tips cara mewarnai kuku yang benar ahaaaay.

Semangat nenek Emmy  untuk datang ke GBK, sepertinya cocok dengan tema Asian Games 2018, yaitu Energy of Asia. Di usia 89 Tahun, nenek Emmy masih enerjik dan semangat untuk mendukung kontingen Indonesia. 

Bonus nih, Tips Antre Yang Nyaman ala Saya
💙💚💛💜💙💚💛💜
Nah kalau ini sih tips ala ala saya saja, setelah kemarin antre kurang lebih 4 jam, tapi tetap kehabisan boneka maskot Asian Games, sedih banget kan ya.
Tips buat yang masih nekat untuk antre berjam-jam di toko oleh-oleh yang hanya  ada satu (untuk ajang sekelas Asian Games), karena rencananya akan diperpanjangan hingga minggu depan, kalau bisa sih berdua atau bertiga, jadi bisa gantian buat beli minum, shalat, atau jalan keliling lihat seseruan di GBK.

Hafalin orang yang antre di depan sama belakang kita, karena suka ada yang sok pasang muka lempeng ikut antre disebelah kita, nyebelin kan, karena dia motong 2-3 jam antrean yg sudah kita kerjakan.

Kalau disuruh minggir gak mau, minta tolong sama babang Brimob yang pakai masker dan bawa senjata dijamin kabur wkwkwkwkw.
Babang Brimob
Sambil antre pikirin baik baik barang yang mau diambil, kalau maunya boneka maskot Asian Games langsung masukin keranjang, plus semua barang printilan yang kira kira menarik, habis itu berdiri di antrian kasir sambil lihat barang di keranjang, kalau gak penting atau sudah melewati budget, minta pasangannya buat balikin.
Hasilnya ya seperti yang saya beli, setelah menyortir barang di keranjang yang ternyata banyak yang gak urgent plus haus dan kaki sudah mati rasa😁😁😁😁. 
Apalagi masih harus jalan ke hotel Fairmont, tempat kami parkir mobil. Cape, lelah, kaki menjerit minta diurut, tapi hati bahagia karena bisa ikut merasakan euforia Asian Games walaupun dari luar arena. 

Siapa kitaaaaa....... Indonesia.💙💚💛💜

2 komentar:

  1. Bagus ya niatnya. Kalau diperhatikan, festival lebih nyaman bila menontonnya pagi dan di hari aktif

    BalasHapus
  2. ternyata bangga ya kita menjadi indonesia, perhelatan asian agmes begitu megah

    BalasHapus

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...