Kota Bertabur Cahaya ala Signify City of Light

Hi Mom....

Pernah gak membayangkan kamar tidur kita memiliki pencahayaan sesuai mood yang kita rasakan?, misalnya kalau lagi happy kepingin langit langit kamar cahayanya berwarna kuning, lagi pingin santai warnanya biru.

Atau menyalakan lampu di lantai kamar yang bisa menuntun kita ke menuju kamar mandi misalnya, hanya dengan sentuhan kaki di lantai?. 
"Acara Philips.jpeg"
ketika tidur kita biasanya kan mematikan lampu kamar, karena memang tidur yang sehat dan benar itu dengan cahaya seminim mungkin atau dimatikan sama sekali. Pastinya tengah malam ketika terbangun ingin ke kamar mandi, kita harus meraba raba tembok untuk mencari stop kontak dengan mata setengah mengantuk. 

Dengan sistem pencahayaan melalui koneksi interact yang menghubungkan pencahayaan ke data atau Internet of Things (IoT), kita cukup meletakan kaki di lantai, lampu yg ada di lantai akan menyala dan menunjukkan arah ke kamar mandi, whuiiiii kereeeen.

Seandainya punya fasilitas dan teknologi ini pasti nayla anak saya, akan matiin lampu pas dia tidur di kamarnya sendiri. Karena biarpun sudah 12 tahun dia, kalau mau ke kamar mandi tengah malam pasti mengetuk pintu kamar minta ditemenin ke kamar mandi.

Apa hanya ini keunggulannya? enggak dong untuk di kamar saja, dengan satu sentuhan  di satu tombol, kita bisa mengatur lampu langit langit, lantai hingga alarm (biasanya kita pakai alarm dari jam kecil atau pakai hape kan).

Kecanggihan teknologi ini saya saksikan bersama para blogger dan media  pada tanggal 3 Desember 2018 (uwooow pas anipersery akyu nihπŸ’™πŸ˜Š) acara peluncuran  Signify City of Light  di Main Atrium Senayan City, yaitu pameran dari produk Philips  yang selalu ada inovasi inovasi baru.

Sementara Signify ini menjadi nama perusahaan baru  dari Philips Lghting sejak 16 Mei 2018, nama legal dari Signify baru akan diterapkan di Indonesia pada awal 2019.

Nah untuk melihat pertunjukan cahaya yang spektakuler ini, kita bisa main main ke Senayan City dari tanggal 1 Desember 2018 -13 Januari 2019.

Disana kita bisa melihat ikonik "Gaze of Light" menara setinggi 16 meter yang akan memproyeksikan  pertunjukan cahaya dekoratif oleh Signify.
Bareng Mba Indri dan Mba Ria (pakai kamera Mba Ria)
Selain memberikan pengalaman yang menyenagkan bagi pengunjung, masih banyak inovasi lainnya, salah satunya seperti yang saya ceritakan di awal tulisan, pencahayaan di dalam kamar, walaupun baru di terapkan nantinya di kamar kamar hotel, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan di rumah kita.
Untuk sistem pencahayaan rumah kita, ada sistem pencahayaan rumah pintar atau Philips Hue. Yaitu mematikan semua lampu dengan satu sentuhan, bahkan bisa mengubah suasana ruang tamu menjadi bioskop rumah (wah ini keren nih, kita biasanya seminggu sekali nonton bareng di rumah biar bonding kita makin kuat).

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah dan hotel, sistem pencahayaan pintar ini juga bisa diterapkan di kantor di industri, yang membantu karyawan menemukan ruang ruang pertemuan atau ruang kerja yang kosong dan adanya manajemen pencahayaan terpusat mengurangi  biaya operasional.
Rami Hajjar, Country Leader untuk Signify Indonesia
Yang paling menarik sistem pencahayaan yang disebut Light Fidelity (LIFI), sebuah teknologi pencahayaan LED berkualitas tinggi yang juga menyediakan koneksi sambungan internet pita lebar (broadband) mirip dengan WIFI, tetapi menggunakan gelombang cahaya.
Wiiih keren nih, pas banget untuk  di gunakan di tempat-tempat di mana frekuensi radio dapat mengganggu peralatan, seperti rumah sakit atau ketika sinyal WIFI tidak dapat mencapai area kita.

Caranya gampang, penjelasan sederhananya, kita masukkan password kita melalui perangkat LIFI, terus berdiri deh di bawah lampu yang terkoneksi dengan LIFI. Karena kan sambungan internetnya ada di lampu itu.
Nah silahkan pakai sambungan internet di bawah lampu ini
Kebayang deh, ketika Nayla dewasa nanti dunia ini sudah canggih luar biasa, semua bisa dikerjakan cukup dengan sekali sentuh, asalkan tidak membuat manusia menjadi malas bergerak karena sudah capek berfikir, obesitas euy.

Apapun hasilnya saya senang masih menikmati semua kecanggihan teknologi ini.
Kamera Mb Indri
Kamera Mba Sadewi
Kamera Mba Ria

Komentar