Jumat, 08 November 2019

Parkinson Bisa Sembuh jika Terdeteksi Sejak Dini

Hi Mom...
Kali ini kita ngobrol tentang parkinson yuuk, soalnya beberapa hari lalu saya di undang untuk menghadiri vlogger dan blogger gathering dengan tema mengenal lebih jauh tentang parkinson.
Acara yang dihadiri sekitar 70 orang vlogger dan blogger ini atas  undangan rumah sakit Premier Jatinegara yang terletak di Jakarta Timur. Mereka memperkenalkan produk baru  berupa "Klinik Parkinson dan Gangguan Gerak" yang di komandoi dr. Sukono Djojoatmodjo Sp.S (spesialis syaraf).
Apa itu Parkinson?
Parkinson biasanya ditandai dengan tremor di satu tangan, ini hasil gugling di internet sama dengan dengan penjelasan dari dr. Sukono (ya iyalah masa beda). Penderita biasanya menyembunyikan satu tangannya yang tremor di kantong celana agar tidak terlihat. 

Tapi menurut dr. Sukono ternyata banyak gejala lain yang non motorik tidak di sadari sebagai gejala dari parkinson. 

Seperti misalnya jalannya lambat banget yang menurut istilah dr. Sukono jalannya timi timi alias langkah kakinya seperti tersendat sendat. Selain itu terjadi juga kekakuan di beberapa bagian tubuh dan sering kehilangan keseimbangan.
Untuk mudahnya saya sarikan beberapa gejala parkinson  yang jarang terdeteksi oleh orang awam. 
Otot: otot kaku, gerakan tak disadari, gerakan tubuh lambat, kesulitan berdiri, kesulitan berjalan, kesulitan dalam gerakan tubuh, kontraksi otot ritmik, koordinasi bermasalah atau jalan seok dan lambat
Tidur: bangun tidur lebih awal, gangguan tidur, mengantuk di siang hari, mimpi buruk atau tidur tidak nyenyak. 
Seluruh tubuh: kelelahan, gelisah, keseimbangan buruk atau pusing. 
Kognitif: amnesia, kebingungan di malam hari, demensia atau kesulitan berpikir dan memahami.
Ucapan: kesulitan berbicara, kotak suara kejang, suara terganggu atau ucapan lemah.
Hidung: berkurangnya kemampuan penciuman atau indera penciuman yang terdistorsi.
Kemih: air seni keluar tanpa dapat ditahan atau air seni menetes.
Suasana hati: apati atau kegelisahan. 
Perawatan wajah: berkurangnya ekspresi wajah atau rahang kaku.
Juga umum: depresi, gemetaran, kehilangan sensitivitas kontras, kekakuan leher, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, menggeliat secara tidak sengaja, penurunan berat badan, sembelit, takut jatuh, tatapan kosong, terjatuh atau tulisan tangan berukuran kecil.

Kalau melihat gejala seperti ini pada anggota keluarga, sebaiknya segera diperiksa kepada dokter ahlinya, jangan mendiagnosa dan mengobati sendiri.
Parkinson Penyakit Degeneratif
Artinya penyakit ini termasuk penyakit usia lanjut (60 tahun ke atas) namun belum diketahui penyebab pastinya, biasanya menyerang otak. 

Ingat Muhammad Ali petinju legendaris yang tiada duanya itu? hayuuuuk pasti deh pura pura lupa biar gak dianggap tuakan hi...hi... nah karena hantaman dan benturan keras terus menerus di kepala karena olahraga tinju menjadi pemicu penyakit parkinson pada dirinya.

Tapi benturan di kepala tidak selalu menyebabkan Parkinson ya, hanya jika mengenai bagian otak yang mengganggu produksi dopamin. Dopamin itu apa sih? dopamin itu hormon yang menghambat pelepasan prolaktin dan hipofisis.

Duh istilahnya ilmiah banget ya, tapi  yang jelas dopamin ini berperan penting di tubuh kita. Kalau dopamin berlebihan bisa menyebabkan skizofrenia, dan sebaliknya kalau kurang menyebabkan parkinson, jadi si D ini harusnya jumlahnya sedang sedang saja.

Menurut dr. Sukono penyebab lainnya untuk penyakit parkinson, tubuh kita telah terpapar banyak polusi pestisida. Ini kita dapatkan dari makanan yang ternyata proses penanamannya memakai pestisida untuk menghilangkan hama tanaman.

Yang aman ya makan makanan organik yang murni tanpa pestisida atau bahan kimia lainnya, mahal memang tapi kalau dibandingkan dengan harga kesehatan kita sepertinya sepadan. 

Seperti juga penyakit kanker atau astma, parkinson juga bisa dipicu adanya faktor genetik, yaitu ada keturunan yang menderita parkinson.

Teknik Pengobatan Parkinson di Rs Premier
Mereka memakai teknik pengobatan dengan obat oral, pemberian obat melalui infus dan melalui operasi. Saya dan teman teman melihat video beberapa pasien parkinson yang berhasil di sembuhkan Rs Premier Jatinegara.

Biaya pengobatan di sini selain di cover asuransi swasta, ternyata mereka juga menerima BPJS. Pesan dr. Sukono jangan ragu untuk membawa anggota keluarga yang memiliki gejala parkinson untuk berobat dan berkonsultasi dengan dirinya di rs Premier Jakarta.

Dia menambahkan pentingnya untuk  hidup sehat sejak usia muda, caranya dengan makan makanan yg fresh kalau perlu kurangi makanan siap saji. Jangan lupa olahraga yang teratur, sehingga memiliki berat badan ideal kalau sudah seperti ini penyakit apapun susah buat masuk ke tubuh kita.

Di akhir acara seperti biasa ada dong pembagian doorprize untuk lebih dari 20 orang peserta. Saya juga dapat ternyata padahal ya nothing to loose lah wong jarang dapat, dan sudah ke sesi hadiah utama pula.

Makanya ketika nomer urut absensi kita di putar dengan komputer saya malah sibuk bikin konten dan posting di sosmed. Eh malah nama saya disebut sebagai salah satu yang menerima voucher medical check up di rs Premier Jakarta yaaaaaay makasih ya. 
Ternyata selain bisa reunian dengan teman teman blogger yang jarang saya temui, lebih sering jumpanya di sosmed dan grup Whatsapp dapat rizky juga untuk cek kesehatan menyeluruh Aamiin.

Kumplit sudah cerita tentang keseruan gathering kemarin, semoga tulisan ini juga berguna ya mom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Misteri Proposal di Tong Sampah

Hi Mom... Senang rasanya ketika anak abege gw telfon dari sekolah nada suaranya riang gitu. Biasanya suaranya terdengar lelah dan nada n...