Senin, 21 Desember 2020

Jangan Lupa Bahagia Walau Masih Di Rumah Aja

Hi Mom...

Gak terasa ya sudah masuk bulan ke 9 pandemi virus corona  melanda dunia termasuk Indonesia. Masih betah kan kerja dan sekolah dari rumah?, gw sih betah kapan lagi tiap hari makan siang bareng suami dan anak.

Biasanya kan mereka makan siang di kantor dan rumah. Paling angka timbangan yang makin ke kanan yang bikin bete hi...hi...

Selama ini Nayla sekolah praktis selalu dari rumah, kalaupun ada kegiatan OSIS yang mengharuskan dia ke sekolah, kita larang biar anak lain aja deh. Dia cukup lewat zoom aja dulu buat bersosialisasi.

Bukan parno ya, tapi sebisa mungkin kalau gak penting jangan deh keluar, masih banyak yang gak jaga jarak dan gak pakai masker.

Apalagi pandemi di Indonesia, Jakarta khususnya belum melandai malah makin tinggi, gara gara masih banyak yang liburan keluar kota. Makanya tahun ini gak ada lagi libur panjang jelang natal dan tahun baru.

Memang sih sedang dilakukan percepatan pengembangan Vaksin Virus Corona tapi kan rangkaian uji klinis vaksin butuh waktu yang panjang dan lama.

Tahap uji coba klinis ini diperlukan karena untuk memastikan vaksin cukup efektif dan aman, sebelum akhirnya disebar ke masyarakat. Itu juga kayaknya akan diberikan berdasarkan urutan siapa  yang paling memerlukan vaksin.

Jadi buat gw yang punya komorbid (penyakit penyerta) astma, Nayla yang masih bisa memilih untuk sekolah dari rumah sama oma dan nenek Nayla yang menjelang sepuh harus menahan diri untuk tetap sebisa mungkin di rumah dan gak mendekati kerumunan. 

Kalaupun sesekali keluar rumah untuk ikut pop ke supermarket yang sebelumnya kita lihat gak terlalu ramai, kita tetap pakai protokol kesehatan. 

Hand sanitizer, Masker kain 3 lapis kalau perlu dilapis masker kesehatan, bahkan kalau perlu pakai face shield itu perlengkapan yang sekarang kita selalu bawa kemana mana kalau harus keluar rumah.

Perlengkapan lenong kalau keluar rumah
Makanya sekarang selama di rumah hampir semua orang tiba tiba jadi suka bercocok tanam dan memelihara ikan, termasuk gw. Apapun dilakukan deh di rumah yang bisa bikin bahagia dan betah.

Pop Tumbang ...
Semua aturan protokol sudah dijalankan tetap semua Allah yang menentukan. Nayla sama gw memang jarang ke luar rumah, sedang kan suami pop kesayangan Nayla ini masih sesekali ke kantor karena memang ada kerjaan yang gak bisa di handle dari rumah.

Hingga akhirnya jeng...jeng... pop sakit, dia  merasa gak enak badan setelah pulang dari acara kantor, yang mengharuskan dia menginap selama 3 hari disebuah hotel.

Kebiasaan kita dari sebelum pandemi, biasanya sebelum ke rumah sakit, konsultasi dulu lewat Halodoc. Milih Halodoc juga gak sengaja, tapi langsung cocok karena selain dokternya banyak bisa memilih dokter laki laki atau perempuan, biaya kosultasinya juga murah.

Biasanya kalau habis konsultasi kita dikasih resep yang bisa sekalian langsung dipesan di apotik terdekat  terus dikirim deh ke rumah.

Sesimple itu makanya pas pop sakit langsung konsultasi dan diberi pertanyaan standart, seperti ada rasa mual gak, pusing, penciuman hilang, demam dan tenggorokan sakit.

Dari semua pertanyaan itu hanya pusing dan demam yang dirasa sama pop, sama mulut pahit ding😋. Makannya timi timi, mungkin kalau nasi padang berselera ya hi...hi... untungnya sisa cake keju yang di kulkas dia makan habis.

Akhirnya dipesankan obat demam dan sakit kepala, dengan catatan kalau masih demam harus tetap ke rumah sakit buat cek darah. 

Hari ketiga sudah enakan bahkan sudah mandi, pusing hanya sesekali tapi demam masih naik turun. Untuk mencegah hil hil yang mustahal (srimulat banget gak sih) dengan memantapkan hati dan jiwa kita ke rumah sakit.

Ketakutan gw naik moda transportasi online selama pandemi harus dihilangkan demi mengantarkan suami ke rumah sakit, karena dia gak kuat untuk mengemudi saat itu. 

Tapi bukan itu yang horor, gak dapat rumah sakit selama pandemi itu yang paling horor, gak percaya klik aja ini (Susahnya Cari Rumah Sakit).

Jadi kalau sudah begini pilihan tetap berkegiatan dan olah raga di rumah aja sudah pasti pilihan paling tepat. Gak perlu maskeran juga,  hidup jadi lebih nyaman.

Buat yang masih harus sesekali keluar rumah bekerja di kantor seperti pop, jaga kesehatan ya. Berdoa yang banyak semoga vaksin corona  tahun depan sudah bisa didistribusikan dan ampuh.

Kangen banget keluar rumah tanpa rasa takut, kangen browsing hotel sama cari tiket pesawat, kangen bebas cium tangan mami dan mama mertua.

Pastinya semua kejadian ada hikmah baiknya, kita jadi hidup lebih sehat. Gak gampang batuk dan pilek sekarang ini karena rajin cuci tangan, pakai masker kemana mana ya kan😍.

Jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia ya ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gagal Divaksin Covid-19

Hi Mom... Setelah penantian panjang akhirnya dapat juga jadwal untuk divaksin Covid-19. Maklum gw kan sekarang sudah gak bekerja, bukan gur...