Rabu, 26 Juli 2017

Nyaman Berhijab Bikin Kece

Siapa bilang berhijab gak bisa kece dan gak nyaman. Di hijab fashion clinic 26 Juli lalu, jadi lebih tau bagaimana berhijab yang fashionable dan sehat.









Gak Nyaman jadi pertanyaan pertama ketika terfikir mau pakai hijab dua tahun lalu.

Ternyata banyak banget produk-produk shampoo yang bikin rambut tetap nyaman ketika berhijab.

Dulu cara pakai hijab, jadi masalah paling besar juga. Kadang anak sama suami gw bisa nungguin gw hampir setengah jam, gara-gara hijab yg dipakai dibongkar ulang😀

Pingin gaya-gaya-an ngikutin tutorial pakai hijab yang banyak betebaran di sosmed, padahal masih baru tapi pingin makai cara yang belibet.

Akhirnya suami minta gw beli juga hijab yang gak pake marah hi...hi... alias hijab instan, yang sekarang banyak banget yang jual.  

Cukup pakai Ninja di dalamnya (buat nutupin jenong), terus langsung pakai deh si hijab Instan, gak perlu pakai bingung dan peniti.

Biasanya sih gw cuci hijab-hijab ini manual alias dengan tangan karena bahannya halus.

Tapi sekarang sudah ada lo mesin cuci yang bisa mencuci hijab tanpa bikin rusak dan kusut. 

Mesin cuci merk AQUA (sebelumnya bernama SANYO. Brand dari jepang ini sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2016), memang didesain khusus salah satunya untuk mencuci hijab dan baju-baju muslim yang halus.
Mesin cuci AQUA
Eh si AQUA ini mengeluarkan kulkas juga yang di dalamnya ada tempat khusus buat tempat krim muka, mata atau obat-obatan.
Kulkas Merk AQUA
Jadi teringat selama ini lupa menyimpan krim malam, pagi dan mata di kulkas, padahal kalau dingin kan enak banget pas mau dipakai..nyeeeeeesssss gitu.
#kepingindapatdoorprize  😀
#AQUAJapan #HijabFashionClinic #KnowYouBetter #blogger #KEB @aquajapanid

Rabu, 12 Juli 2017

Seseruan di MPR

Menginjakkan kaki lagi setelah hampir 12 tahun berlalu saat masih liputan itu, kayak dejavu (sst jangan kayak anak gw ya nanya dejavu itu apa, sila gugling :)).

Katanya sih Ketua MPR Zulkifli Hassan suka banget sama Blogger. Twittan blogger tentang acara di MPR sering kali jadi trending topic.

Kebetulan 12 Juli kemarin, melalui Mba Mira Sahid Ownernya Kumpulan emak-emak blogger, blogger diundang lagi untuk hadir  pada acara simposium ekonomi di MPR, yang nantinya akan dibuka oleh wakil presiden Jusuf Kala.
Undangan online
Cuuus langsung daftar deh, sambil harap-harap cemas bisa terpilih. Keinginan itu terwujud akhirnya, dan dari mba Mira gw tau, gw termasuk salah satu dari 50 blogger yang terpilih. 

Gak perlu gw ceritain isi simposiumnya, karena hari itu setiap menit,  pasti ada yang twitt (termasuk gw) bahkan jadi trending topic. 

Undangan sih jam 10, tapi seperti biasa gw berangkat lebih cepat, takut macet plus karena ada Wapres pasti penjagaan lebih ketat.

Untunglah cukup dengan foto undangan tadi, gw gak perlu meninggalkan tanda pengenal dan bisa langsung masuk. 
Ternyata MPR ditinggalkan selama 12 tahun tidak berubah banyak. Minimal eke gak tersasar di dalam. Karena kepagian kebagian absen nomer urut 1.
Tuh kan :)
Maafken pak jadi bluur, grogi:)
bersama mak Mutia, Dewi dan Tanti
Serulah Simposiumnya. Di sana kami belajar bareng sesuatu hal yang baru dan bersenang-senang, salah satunya lewat futu-futu pastinya

Senin, 03 Juli 2017

Bandung Lagi....Gak Pernah Bosan

Perjalanan ke Bandung, satu minggu setelah lebaran (3 Juli 2017), ternyata lancar banget. 

Dusun Bambu jadi tujuan pertama kita, karena Nayla ngiri sama gw yang kesana 3 bulan yang lalu bareng sahabat-sahabat gw di IISIP.
https://diarynayla.blogspot.co.id/2017/07/kendies-after-20something-years.html 

Doddy suami gw, memilih lewat setiabudi ketimbang Padalarang, alasannya lebih kenal sama jalannya. 
Rutenya sih lumayan gampang, dari terminal Ledeng, ambil jalan ke kiri (ada cafe brick and breckel kalau gak salah), masuk lewat jalan itu tinggal lurus aja ke jalan sersan Badjuri (kita juga paka Waze).

Karena kita jalan santai dari Jakarta sekitar pukul 6 pagi (mampir dulu di rest area untuk sarapan), kira-kira jam 10 pagi sampai juga di dusun bambu.

Selama perjalanan menuju Dusun Bambu, kita buka jendela mobil, tanpa AC karena udara dingin dan sejuk. Lumayanlah bisa menghirup udara segar.
Dua kali ke Dusun Bambu, gw tetap pilih sate susu, yang terbuat dari mimiknya sapi hi...hi...kenyil-kenyil gt, dengan sambel kacang, lumayan enaklah.
Sate mimik sapi
Kelar dari Dusun Bambu rencananya mau melipir ke Farm House, tapi papanya Nayla mendadak demam dan pusing lagi. 

Sebetulnya dua hari sebelum berangkat, dia sudah batuk dan demam, tapi setelah minum obat yang biasa di  minum, demam dan pusingnya berkurang.

Kami putuskan untuk cek in ke Summer Hills. 

Akhirnya rencana ke esokan harinya untuk ke Maribaya Lodge pun batal, karena doddy masih pusing sedikit. Kesana bisa kapan-kapan yang penting pop sehat.

Kami putuskan hari kedua untuk wisata kuliner dan ketemu dengan Sahabat kami Mas Bayu dan mba wi yang sudah satu tahun ini tinggal di Bandung, Plus ketemuan sama kaka sepupu Mas Hari.
di wisma  The Navigator dgn mba Dwi dan mas Bayu
Maksi dengan Mas hari di Ciwalk
Atas rekomendasi mba dwi kita nyobain Bakso Boedjangan. Di Jakarta males banget liat antriannya yang mengular dan komentar-komentar miring seperti kuahnya dingin, pelayanannya lelet dll.

Eh tapi di Ciwalk, selain gak ngantri, rasanya enak dan yang penting kuahnya panas. kita pesan bakso pedas, mozarella dan wagyu.
Pas makan di Ampera Ciwalk, di sebelahnya ada toko cake yang antriannya panjang bener, pas gw liat ternyata cakenya Syahrini yang memang pingin gw coba. Cuuuuus ... ikutan ngantri:).
Gak lupa dong untuk tetap mampir ke Rumah Mode:) dan nonton premierenya Spiderman homecoming.
Rainbow dash
XOXO

Hidup Sehat Yang Menghasilkan Uang

Hi Mom... Kemarin  nih di acara pemberian penghargaan member USANA di Grand Ballroom Pantai Indah Kapuk Avenue, 10 November 2012, saya ...