Sabtu, 28 Desember 2019

Sin Lie Seng, Toko Sepatu Kesayangan Almarhum Bapak

Hi Mom...
Kenal dengan toko sepatu Sin Lie Seng yang berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat? buat generasi milenial mungkin namanya sedikit asing karena mereka pasti lebih sering membeli sepatu di mal.

Tapi buat generasi 80 an, apalagi kalau punya orang tua yang sering belanja keperluan sepatu untuk keluarganya pasti ingat toko yang sudah berdiri sejak tahun 1943 ini.

Gw contohnya, alm. bapak pelanggan tetap toko ini sampai beliau meninggal tahun 1999. 

Makanya pas libur natal kemarin begitu tahu Suami gw mau ngajak mama mertua dan adik ipar makan soto St. Mangkuto di Pasar Baru, gw minta buat mampir karena tahun lalu gagal buat mampir.

Kali ini pun nyaris gagal, karena habis makan mama minta sholat Dhuhur di masjid Istiqlal sayang gak bisa ke sana karena parkiran penuh sama yang mau ikut misa natal di gereja Khatedral.

Karena bawa mama mertua yang pasti bete kalau sholat dhuhurnya ditunda, pupus sudah harapan buat lewat ke dalam area toko sepatu. 

Ternyata ban mobil kempes, jadi mau gak mau kita cari dong tukang tambal ban.

Suami saya yang baik hati sengaja nyari putaran buat ke tukang tambal ban lewat ke dalam Pasar Baru. "kok lewat sini?" tanya gw. "loh katanya mau lihat toko sepatu bapak", katanya. Ah bahagianya. 

Gemetar euy pas masuk, ini toko sepatu kulit langganan alm. bapak di Pasar Baru. Bertahun tahun dia selalu pesan sepatu di sini.
Sejak bapak meninggal tahun 1999, praktis kita gak pernah kesini lagi.

Bapak suka beli di sini karena buatannya rapi dan awet. Tapi dia gak suka model sepatu yang ada di toko, jadi dia minta dibuatkan model khusus yang simple dan warnanya hitam.

Sepatu yang dijual di sini memang ada yang dari distributor dan buatan sendiri dengan merk Sin Lie Sheng. Kata bapak sih dia bisa minta model sendiri yang dia mau.
Biasanya  bapak sekali pesan sepatu buatan tangan ini dua buah, iyalah namanya juga model spesial. Gw pernah beberapa kali nemenin bapak ambil sepatu.

Bapak juga pernah beliin sepatu pantovel di Sin Lie Seng, mungkin dia lihat gw gak punya sepatu cewe kemana mana pakai kets.
Suatu sore dia telfon ke rumah mastiin nomer sepatu yg gw pakai, kayaknya bapak lagi di toko langganannya ini.

Waduh pasti mau beliin sepatu, deg deg-an juga nungguin bapak pulang takut modelnya gak cocok. Tapi ternyata bapak kenal banget selera gw.

Dia beli pantovel merk Trisset di toko langganannya ini, heelsnya 4 centi kurleb warnanya coklat dengan ujung agak kotak, cucok.

Sejak itu, gw mulai sikat sepatu seperti yang selama ini bapak lakukan pakai semir sepatu merk Kiwi dengan dua sikat.

Sikat pertama untuk mengoles sepatu dengan semir kemudian di jemur sebentar, habis itu di sikat sampai mengkilat dengan sikat kedua, sentuhan terakhir dengan lap sepatu.

Ribet tapi hasilnya sepadan sepatu kinclong berhari-hari. Kebiasaan ini tetap gw lakukan untuk merawat sepatu kulit, ah jadi kangen banget sama bapak...kapan kapan pingin mampir lagi dan beli sepatu di sana

Selasa, 24 Desember 2019

Petualangan Seru Nayla di World of Imagination

Hi Mom...

Libur panjang sudah tiba yaaaay, siap siap keluar biaya ekstra untuk liburan. Harus putar otak juga biar selama liburan Nayla gak hanya makan, tidur sampai siang dan main hape terus.

Kebetulan sehari menjelang hari ibu tepatnya tanggal 21 Desember saya sama Nayla dapat medali, bukan dari lomba lari tapi hasil bermain bersama keluarga kecil tersayang di acara Nivea bertema World of Imagination yang berlokasi di Allianz Ecopark Ancol.
Sebuah taman bermain interaktif yang menggabungkan imajinasi dan seni digital menjadi nyata. Semua bentuk permainannya lebih asik kalau dilakukan berpasangan, misalnya antara anak dengan salah satu orang tuanya. 

Karena saya datang bertiga bersama suami dan Nayla, suami saya mempersilahkan di beberapa permainan saya dan Nayla yang bermain, karena dia tahu saya pasti gak mau jagain tas dan hampers hi...hi....

World of Imagination
Permainannya simple, sebagai awalan kita diajak untuk mengunjungi museum Fairy Tales Legend and Myths. Walaupun namanya museum tapi karena ini dunia peri yang penuh imajinasi semuanya ditampilkan dalam bentuk cerita digital.

Cerita tentang sejarah dan legenda ibu semesta dan World of Imagination yang sedang dilanda kekeringan. Biar dunia imajinasi ini ceria kembali kita diminta untuk mengumpulkan 4 buah stiker medali dari 4 dunia agar selamat dari bencana kekeringan.

Yuuuk mulai bermain dan menjelajah, yang terdekat dengan museum adalah Dunia Hutan. layar digital yang menampilkan dunia hutan yang meriah dengan warna yang temaram seakan akan kita sedang berada di hutan.
Sayangnya Nayla sudah 13 tahun jadi gak terlalu tertarik untuk berhayal hayal lewat layar digital seolah olah sedang di hutan, dia maunya di hutan beneran. Permainan ini sepertinya cocok untuk anak anak yang umurnya di bawah dia.
Untungnya ada hal menarik di Dunia hutan imajinasi, langit langit dipenuhi dengan sulur akar hijau yang penuh misteri dan menyimpan mantra untuk memanggil makhluk hutan. Kalau sudah ketemu bisa menari bersama dan dapat deh satu stiker.
Kelar dapat stiker dari dunia hutan kita jalan keluar menuju lapangan rumput yang luas. Sebelumnya saya dan Nayla mengoleskan pelembab dari Nivea ke muka dan tangan biar gak gosong banget panas panasan, apalagi kita dapat banyak dari hampers dan tas goodybag 
Di luar kita memilih untuk mendapatkan stiker di Dunia Angin. Nayla diberi pelindung tangan, kaki dan helm, biar aman kalau mau turun lewat seluncuran setelah mendapatkan stiker yang tergantung di atas pohon. 

Tapi sebelum naik menuju pohon yang ada di atas panggung tangan kita berdua ceritanya diikat satu sama lain dengan gelang kertas, biar kompak kerjasamanya dan jadi makin dekat. 
Beneran loh Nayla megang tangan saya erat erat biar kita gak gagal dan merobek gelang kertasnya. Begitu kita mau turun lewat seluncuran popnya Nayla sudah siap dengan kamera video, jadilah punya kenang kenangan main seluncuran berdua Nayla.
Sambil menunggu antrian permainan lainnya kita jajan dulu dong ya. Ada ice cream, octopus bakar dan nasi goreng kambing nyaaaaaaam. 

Setelah perut terganjal sedikit, kita main lagi kali ini kita pilih Dunia Pasir. Dunia Air biar dimainkan terakhir, jadi kalau harus berbasah basah gak masalah.

Nah di Dunia Pasir ini setelah kita menghalau monster pasir yang ada di labirin dengan mantra Simplicity, kita harus mencari stiker yang ada dalam tabung yang diletakkan dalam pasir, seruuuu main pasir di tengah hari bolong.
Terakhir barulah kita main di Dunia Air. sebelum bermain kita menitipkan sepatu dan mendapatkan jas hujan serta senapan air.

Untuk mendapatkan stiker kita harus melewati halangan rintangan yang aduhai bikin ambo nyerah. Biar nayla aja yang manjat dan turun lewat tambang  sampai dua kali sebelum akhirnya meluncur untuk mendapatkan bendera, emaknya jadi tim penyemangat saja, maaf  ya Nay mom skip deh buat yang beginian.
Saya lihat Kebiasaan Nayla sejak dia masih bayi, gak gampang nyerah buat mencoba menegakkan kepalanya ketika dia belajar tengkurep atau mencoba turun dari tempat tidur yang tinggi tanpa jatuh.

Kali ini dia gak menyerah untuk naik lewat tambang yang bikin tangan dia sakit, padahal masih ada dua kali lagi tangga tambang ke atas yang harus dia lalui. Saya sudah membuka pintu samping biar dia keluar dan skip permainan itu untuk langsung ambil bendera seperti yang saya lakukan.

Tapi ternyata dia menolak, "kemarin outbond OSIS lebih seram mom, bawahnya air lumpur, ini lantai balon tiup," oooo oke nak, lanjutkan sampai selesai jangan tiru mamamu yang cemen ini.

Akhirnya dia dapat bendera juga yaaaaay, mom bangga banget euy. Sebagai penutup kita masuk ke dalam perahu untuk perang air dengan bajak laut, basah dong pastinya. Imbalannya pas mau keluar kita dapat stiker yang ke empat.

Kalau semua stiker sudah kumplit kita kembali ke museum untuk mendapat medali. Karena kita dapat buku untuk menempel stikernya dua buah, medalinya dua juga yipiiiiii.
Pas ke parkiran mobil, saya sempat nanya ke Nayla "Senang gak nak", dia bilang "Senang dong". Ah bahagianya walaupun tangannya pegel banget katanya.

Sebagai hadiah kita ajak makan siang (lagi) dan main di Ancol Beach City yang pasirnya putih. Kita biarin dia puas puasin main pasir dan berbasah basah dengan air laut, sementara mama papanya gantian naik sepeda yang kita bawa dari rumah (niat banget kan).
Kegembiraan hari itu kita tutup dengan makan malam di sate padang di pinggir jalan yang enaaaaak banget, sate padang Mak Ajat Gunung Sahari nyaaaaaaam.
Habis ini mau kemana lagi kita mom, liburan sampai tahun depan nih. Liburan hanya di rumah juga oke, yang penting jangan lupa bahagia ya.

Jumat, 06 Desember 2019

Ketagihan Naik Mola Mola Jet Spinner

Hi Mom...
Anniversary tahun ini saya dikasih kado ditemenin ke Ancol sama suami, untuk me time naik roller coaster bareng teman teman blogger. Tapi sebetulnya sih karena nomer polisi kendaraan dengan tanggalnya matching sama sama genap hi...hi...

Apapun alasannya  setelah beberapa purnama terlewati saya berani lagi naik roller coaster eeeitt bukan yang ekstrem ya, roller coaster ini tingginya hanya 8,5 meter. 
Gak tinggi bangetkan makanya saya penasaran kepingin naik bersama puluhan blogger dan awak media yang mendapat kesempatan mencoba Mola Mola Jet Spinner, wahana permainan baru dari Ocean Dream Samudra  Ancol  4 Desember lalu.  
Wahana yang  dipersiapkan untuk menyambut liburan akhir tahun ini  bisa berputar 360 derajat. Tapi sebaiknya jangan duduk sendiri di kereta (satu kereta berisi 4 bangku punggung punggungan). 

Karena kereta akan berputar terus menerus dengan cepat maklum bebannyakan kurang. Ini sempat kejadian ketika kami ingin mencoba naik untuk yang kedua kalinya. 

Saya duduk dengan Laras keponakan saya sedangkan Doddy suami saya duduk sendiri di bangku kereta yang depan, sepertinya memang tidak ada lagi penumpang yang naik.
Dari awal perjalanan, saya lihat kereta suami berputar 360 derajat, kita sih ketawa ketiwi melihatnya. Tapi begitu naik dan menukik keretanya  berputar lebih kencang, kereta kita juga berputar tapi tidak sekencang itu karena ada 4 orang yang duduk depan belakang.

Bahkan hingga kita sudah berhenti kereta masih berputar, akibatnya suami saya pusing deh wkwkwkwk. Untungnya dengan istirahat sebentar bahkan  sempat tertidur sambil duduk karena nungguin saya dan keponakan antri nonton film 5D, suami saya sudah bugar lagi. 

Kejadian begini gak bikin kapok dong, karena kami berencana mengajak Nayla yang terpaksa tidak ikut karena sedang ujian penilaian akhir semester, untuk liburan akhir tahun di Ocean Dream Samudra naik Mola Mola Jet Spinner tentunya.
Asal mula nama Mola Mola 
Menurut Bapak Rika Sudranto (Vice President Sea World Ancol - Ocean Dream Samudra), nama yang unik ini terinspirasi dari nama ikan yang bisa dilihat di Indonesia bagian timur yaitu mola mola yang berkerabat dengan ikan buntal makanya bentuknya mirip mirip ya.
Rika Sudranto (Vice President Sea World Ancol - Ocean Dream Samudra)
Ikan ini  tangguh banget ternyata karena biasa mencari makan hingga kedalaman 198 meter. Mola mola atau Sunfish ini  disukai parasit, makanya mereka suka berjemur pagi pagi di permukaan laut untuk menarik perharian burung laut untuk memakan dan membersihkan parasit yang nempel di badannya.

Susah susah gampang untuk melihat ikan ini, karena kita harus bangun jam 3 dini hari untuk naik perahu atau biasa disebut jukung ke tengah laut untuk melihat ikan ini muncul ke permukaan. Prosesnya persis sama ketika saya dan suami ingin melihat lumba lumba di pantai Lovina Bali.
Mola Mola Jet Spinner
Kerenkan ikon wahana yang memiliki kapasitas 20 orang terdiri dari 5 rangkaian kereta berisi masing masing 4 tempat duduk. Butuh waktu 1 tahun untuk memesan alat permainan ini dari Itali.

Sedangkan untuk pembangunan dan pemasangan alat permainan yang mempunyai kecepatan 5-9 meter per detik di Ocean Samudra dilakukan selama 3 bulan yaaaay kecepatan seperti itu lumayan menantang buat saya. 

Mola Mola  dirancang untuk anak anak tapi orang dewasa tetap bisa menaiki roller coaster ini. Yang penting tinggi badan tidak kurang dari 95 cm dengan tinggi maksimal 190 cm, khusus untuk anak anak tetap harus didampingi orang dewasa ya.
Untuk warnanya Mola Mola menggunakan warna kuning dan ungu dengan nuansa negeri 1001 malam, karena ternyata nih sebagai wahana biota laut Ocean Dream Samudra Ancol mempunyai tema besar bergaya negara Timur Tengah.
Harga Tiket Ocean Dream Samudra Ancol
Sekarang kita intip yuk untuk harga tiketnya, untuk weekday 95 ribu/per orang (jam 9.00-17.00 wib) sedangkan weekend 115/per orang (jam 9.00-17.00 wib). 

Mau main setiap hari sampai bosan selama setahun dengan harga 195 ribu/per orang? bikin Annual Pass saja, seperti yang saya lakukan waktu itu. 
Penasaran ada apa saja bisa lihat di Instagramnya @oceandreamsamudra. Atau kalau mau lebih kumplit klik www.ancol.com tinggal cari bagian info tiket masuk wahana pilihan.

Karena mikirin Nayla anak saya yang lagi ujian dan makan siang sendirian di rumah, saya sama keponakan hanya sempat ngintip pertunjukan pinguin, naik balon udara dan menonton film 5D. 
Kereeeeen dengan kacamata khusus semua isi di film seperti ada di depan mata bahkan lewat di atas kepala. Selain itu ada hembusan angin di bawah kaki dan semburan halus air dari belakang bangku di depan kita.

Sebetulnya saya pingin banget lihat pertunjukkan lumba lumba mamalia favorit saya (lihat ini dong Cincin pernikahan bentuk lumba lumba). Sayang pertunjukkan kedua jam 16.00, kasihan Nayla nungguin kita pulang.

O iyaaaa tadi tuh habis naik Mola Mola saya dan Laras Keponakan saya sempat di wawancarai TV. Saya hanya di wawancara satu tv, sedang si keponakan centil sama 3 TV uwooow warbiasaaah.

Silahkan lihat ya, tapi dilarang muntah wkwkwkwkwkw. Video ada yang dari youtube dan saya rekam dari depan TV.
Ah Gak sabar nih pingin balik ke Ancol lagi, karena mereka mau meluncurkan wahana baru seperti Kereta Misteri di Dunia Fantasi. 

Juga ada revitalisasi  kawasan rekreasi di tepi pantai Symphony of The Sea, hohooo mudah mudahan saya diajak lagi buat jadi salah satu orang pertama yang nyobain yaaaaay.

#oceandreamsamudra
#molamola
#liburanakhirtahun

Rabu, 04 Desember 2019

Kosongin yuuuk Ransel Emosinya agar Bahagia

Hi Mom...
Mau mereview buku nih ceritanya, Anger Management (The Life Skill) yang ditulis oleh pasutri, Dandi birdy dan Diah Mahmudah. 

Mereka berpengalaman menangani masalah parenting, pernikahan dan pengembangan sumber daya manusia di perusahaan.

Buku ini ditawarkan di grup untuk di review. Melihat judulnya  saya langsung mengajukan diri untuk menjadi salah satu blogger yang kebagian buku ini.
Sebelumnya saya mau curcol alasan kenapa saya butuh sangat dengan buku ini. Ada beberapa bagian yang saya sensor karena  akan menghabiskan ribuan halaman blog (halah lebay ini sih) lagian aib jangan terlalu diumbar umbarkan.

Saya takut dengan pernikahan
Dari saya masih sekolah menengah pertama, saya bertekad untuk gak bakal nikah. Karena saya melihat tante dari mami saya bercerai, dengan cara yang heboh dan penuh huru hara drama banget deh pokoknya.

Drama kayak gini juga ada di rumah saya (mohon maaf dengan Almarhum bapak tersayang), piring tiba tiba mendadak bisa terbang dari meja makan saat orang tua kami bertengkar. 

Dan kalau kita nakal (ketika masih kecil dulu) mau cowok atau cewek pasti kena sabet tali pinggang kulit punya bapak hiiiiks. Sedih dan perih kalau ingat ini semua, walaupun setelah dewasa (SMA) hingga akhir hayatnya bapak adalah sahabat terbaik saya di dunia.

Singkatnya hal hal seperti ini yang bikin saya gak pingin nikah. Saya takut dengan semua yang pernah saya alami di rumah dulu, saya takut  akan kasar juga dengan anak nanti.

Akhirnya berani nikah juga
Yup ... setelah melalui macam macam gelombang kehidupan, saya bertemu dengan pasangan yang namanya sama dengan bapak, tapi kesukaannya bertolak belakang dia gak suka merokok dan minum kopi.

Suami saya ini yang membalikkan dunia saya bahwa pernikahan bukanlah mimpi buruk. Dia pintar dan sabaaaaaaar banget, dia sahabat terbaik setelah bapak.

Sampai akhirnya ketika kami punya anak, mimpi buruk ini datang lagi. Mimpi buruk yang saya lihat di kehidupan rumah tangga kakak dan adik saya (yang menikah lebih dulu).

Kakak perempuan saya bisa dengan tiba tiba teriak memarahi anaknya di depan orang banyak atau adik saya yang ringaaaaaaaan tangan banget sama anak dan istrinya (aaaaah maaaf saya terus terang sedikit dengan hidup saya).

Ternyata nih saya juga begitu, saya bisa marah dengan hebat melihat anak mengotori rumah bedanya saya jaim depan orang. Eh ini gak sekonyong konyong marah ya tapi setelah beberapa kali Nayla gak mau menuruti apa mau saya.

Puncaknya (puncak ini berkali kali muncul di kehidupan saya) saya bertengkar hebat dengan Nayla. Biasanya kalau sudah seperti ini  suami saya yang jadi penengah, kami harus berbaikan sayang sayangan lagi hari itu juga.

Ransel Emosi (hal 26)
Sepertinya hidup saya gak santai ya emosian, tapi sebetulnya gak juga. Suami saya yang mengajarkan untuk meminta maaf kalau salah, jangan gengsi walaupun itu ke Nayla apalagi kalau ke suami ya.
Hanya saya merasa ada yang salah dengan perilaku saya yang kadang berlebihan kalau marah untuk hal hal yang sepele. Bahkan pernah saya meminta suami saya untuk mencari psikiater untuk saya.

Sampai segitunya ya, cuma belum terlaksana sampai sekarang. Terlupakan karena keadaan membaik dan penuh kasih sayang lagi.

Ternyata hal seperti ini gak baik, menunda nunda untuk menyelesaikan masalah. Dari buku Anger Management, hal kayak gini ibaratnya  lagi membawa bom waktu, setiap saat bisa meledak.

Saya sedang membawa ransel emosi yang full, jadi beratnya ampun ampunan di pundak saya. Dari buku ini saya tahu ransel emosi yang pastinya tidak kasat mata antara lain berasal dari rasa duka yang belum tuntas yang berasal dari masa lalu.

Katanya sih pengasuhan dan pendidikannya fokus pada pengasahan kognisi, bukan pengasahan emosional juga spiritual.

Mungkin ini ada benarnya, walaupun mereka memanggil guru ngaji ke rumah. Tapi karena kedua orang tua bekerja dan hanya ada pembantu rumah tangga yang menjaga kami jadinya ya gitu deh.

Kosongkan Ransel Emosi (hal 121)
Terus gimana dong kalau begini terus, apa yang harus saya lakukan dengan ransel emosi ini. Padahal saya bahagia lo sekarang walaupun gak berkelimpahan harta seperti Syahrini, karena Syahrini belum memiliki harta yang tidak bisa dimiliki kecuali seizin Allah, yaitu seorang Anak ... eeeaaaaa...
Pinginnya sayang sayangan saja sama anak dan suami, gak pingin gampang emosi. Saran dari buku ini selain dimulai dengan Lillahi Taala, diri kita sebaiknya menyadari dan mengakui kalau terluka dan sedang tidak baik baik saja.

Kepingin juga mencoba Self Healing Therapy. Karena ada efek penyembuhan, sayang belum terwujud karena saya baru bisa tidur di atas jam 11 malam, Insya Allah kalau sudah memperbaiki pola tidur mau coba terapi ini.

Sementara saya mencoba saran dari suami seperti yang selalu suami bilang ke saya (hampir tiap hari), kalau lagi marah sama Nayla ingat  aja lucu lucunya Nay. 

Apalagi mengingat hanya dua bulan menikah, saya langsung hamil anak perempuan pula seperti yang saya mau. Padahal banyak yang belum punya anak setelah bertahun tahun menikah. Saya diingatkan terus untuk bersyukur untuk yang satu ini. 

Pluuuuus diingatkan karena saya punya darah tinggi yang ketahuan sejak saya bekerja (sebelum menikah), untuk jaga emosi biar gak kena stroke. Yup suami saya bilang begitu, tentunya dengan rasa sayang, "kan kita berdua mau melihat Nayla kuliah kerja dan menikah".

Semoga ya dengan baca buku ini dan menerapkan anjurannya bisa meringankan ransel emosi yang ada bahkan mungkin hilang sama sekali ya, Aamiin.
Ada sedikit pesan untuk para penulis tersayang Mas Dani dan Mba Diah, sampul bukunya pinginnya jangan warna hitam (gambar apinya jadi terlihat jelas sih) bikin saya maju mundur bacanya hi...hi.... ini sih masalah pribadi saja gak nyaman dengan warna ini. 

Kalau hitam untuk warna baju saya suka, aaaah gak sabar ingin baca lanjutan buku iniπŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’—

Selasa, 03 Desember 2019

14 Tahun Nih, Jangan Bosen yaaaaaa

Hi Mom...

Mau nge share postingan suami tersayang dan tercinta di sosmed ketika kita Anniv ke 14 tahun. Popnya Nayla memang selalu bikin seperti ini disetiap anniv kita.

Kayaknya kapan kapan gw pingin print dan laminating deh biar Nayla tahu betapa romantis popnya. Walaupun bukan intan berlian yang dikasih, ini saja sudah bikin meleleh.

Etapi kalo dikasih intan berlian yaaaa mau lah ya wkwkwkw dijamin lebih meleleh... lumeeeerr. 
We've only just begun to live
Before the rising sun we fly
So many roads to choose
We start out walking and learn to run

Sharing horizons that are new to us
Watching the signs along the way
And when the evening comes we smile
So much of life ahead
We'll find a place where there's room to grow

If my gray hair shows, I'll be fine
If my waistline grows, I'll be fine
Even when time takes its toll
I'll stay young for the rest of my life
With you, I'll stay young for the rest of my life

I know there's only one like you
There's no way they could have made two
Your love I'll keep forevermore
You're the first, you're the last, and you’re my everything

Happy 14th wedding anniversary, my dear Hanny Nursanti

Ultah ke 14 Nayla Rasa Pandemi

Hi Mom.... Gak terasa Nayla 12 Oktober 2020 ini 14 tahun umurnya. Bayi mungil yang ketika lahir nyaris berat badannya kurang  (karena gw dar...