Sabtu, 30 Juni 2018

Sensasi Nobar di Barons Pub

Piala Dunia bisa membuat orang yang tidak suka sepak bola menjadi tiba-tiba maniak sepak bola. Piala Dunia juga membuat sejumlah hotel, restoran, hingga pub ikut terkena euphoria pesta sepak bola terbesar di seantero jagat.

Kalau biasanya saya menyaksikan siaran langsung pertandingan Piala Dunia dari TV yang ada di kamar, kali ini saya mau mencoba sesuatu yang berbeda. Nonton di Pub di sebuah hotel. Kalau ada yang tanya kenapa harus di Pub? Saya akan jawab: Kenapa tidak?
Barons Pub termasuk tempat yang mudah dijangkau. Lokasinya di lantai dasar di Hotel Ambhara, persis di seberang pintu keluar Terminal Blok M. Suasananya memang tidak beda jauh dengan bayangan saya tentang Pub, tetapi ada sedikit modifikasi. Tentunya terkait Piala Dunia.

Sebuah proyektor besar sudah disiapkan untuk menyaksikan pertandingan. Di dekat bartender juga ada televisi layar lebar. Intinya, saya tidak akan kehilangan momen sedikit pun dari pertandingan sepak bola yang disiarkan langsung dari Rusia tersebut.
Kamis 28 Juni, saya dan teman-teman blogger memutuskan untuk menyaksikan langsung partai hidup mati antara Jepang melawan Polandia di Barons Pub. Sebagai orang Asia, saya sudah pasti mendukung Jepang. Tim Samurai Biru itu sebenarnya hanya perlu hasil imbang untuk maju ke 16 besar.

Tetapi, seperti kata pepatah lama, bola itu bundar. Jadi, hitung-hitungan di atas kertas biasanya belum tentu terealisasi di lapangan hijau.

Sebelum pertandingan dimulai pukul 22 WIB, saya dihibur oleh music hidup yang disiapkan oleh pihak Barons Pub. Bagi Anda yang senang dengan minuman alkhohol, bisa langsung memesan dengan harga khusus selama pelaksanaan Piala Dunia.
Kalau ingin minuman non alkhol tentunya juga tersedia. Oh iya, Barons Pub juga menyiapkan menu yang namanya disesuaikan dengan ajang Piala Dunia. Misalnya menu Free Kick, Ofside, Corner Kick dan juga Goal. Harganya juga relative terjangkau mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 135 ribu. 
Anda sudah bisa mendapatkan hidangan utama mulai dari Tahu Isi, Nachos hingga hidangan berat seperti Nasi Goreng atau Sandwich. Minumannya bisa Bir atau diganti dengan minuman soda biasa.
Suasana mulai hangat ketika wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai. Para pengunjung di Barons Pub secara spontan bereriak ketika tim yang didukungnya mempunyai peluang untuk mencetak gol. Saya menyaksikan babak pertama sambil mengunyah French Fries dan segelas minuman soda dingin.

Ketika babak pertama usai, tiba-tiba bartender mengumumkan ada promo diskon 50 persen untuk pemesanan Food & Beverage. Wow, sebuah kejutan yang menyenangkan bukan?

Jepang akhirnya kalah 0-1 namun tetap lolos karena aturan fair play. Meski nilai dan produktivitas gol sama dengan Senegal, jumlah kartu kuning yang diterima pemain Jepang jauh lebih sedikit dari saingannya itu.

Usai pertandingan, saya kembali dihibur oleh musik hidup. Akan tetapi, karena mata yang sudah mulai berat, saya memutuskan untuk meninggalkan Barons Pub. Saya tidak menyesal telah memutuskan untuk nonton pertandingan Piala Dunia di Barons Pub. Selain makanan dan minumannya nikmat, harganya juga tidak menghabiskan isi kantong ha ha ha ha ha ha ha…..

(ini Tulisan Suami tercinta, Doddy Rosadi, fans berat Inggris yang ikut nobar di Hotel Ambhara, sementara saya..... nemenin anak di rumah hi...hi... dan meminjamkan Blog Diary Nayla untuk share pengalaman dia).

Sabtu, 23 Juni 2018

Amara, Cat Kuku Cantik, Tanpa Ribet

Punya anak perempuan yang suka mainin alat make up ibunya? Saya punya dong satu (kebetulan anak semata wayang๐Ÿ˜), namanya Nayla. Dari bedak, lipstick sampai cat kuku punya mamanya dia coba.

Khusus untuk cat kuku saya hanya suka pakai yang transparan, itu juga kalau lagi libur sholat baru saya pakai. Karena hanya ada warna transparan, sudah lama Nayla minta dibeliin warna lain merah atau pink.

Saya pikir buat apa ya beli warna lain, toh saya juga bukan penyuka cat kuku, lagipula selain bahannya tidak aman dan ramah untuk anak kecil, pas dia mau sholat saya harus bersihin pakai aseton, aaiiiih kebayang deh repotnya.

Untungnya ketika acara buka puasa kemarin bareng Emak2 Blogger dan Bukalapak di Pulau Dua, saya dapat hampers lucu khusus untuk keluarga dari Bukalapak. Salah satunya cat kuku untuk anak-anak merek Amara.
Nayla iseng nih kukunya warna warni
Wah langsung teriak senang nayla ketika menjemput saya dan membuka hampers yang saya bawa. “Mama cat kukunya lucu deh  bisa dikupas”, saya langsung bayangin kayak ngupas mangga atau ngupas pisang ya wkwkwkwk.

Tapi memang bener deh, mengganti atau menghapus cat kuku merek Amara ini memang semudah mengupas pisang. Cat kuku ini tidak berbau, halus dan mudah kering, begitu kita bosen dan mau ganti warna tinggal dikletek atau dikelupas sedikit, langsung lepas.
Kebetulan kemarin dapat warna warna lucu seperti ungu (Princess Purple)  sama coklat (Bright Brown). Si Amara Polish dari Wink Club ini berbahan dasar air,  dibuat dengan warna yang cantik dan menarik, non toxin sehingga aman untuk digunakan anak anak diatas dua tahun.
Kalau dilihat dari deskripsi produknya sih, kutek ini juga  tidak merusak kuku dan teksturnya halus banget di permukaan kuku, dengan berat hanya 5 gram, bisa masuk tas kosmetik atau kantong celana, jadi kalau lagi jalan jalan Nayla kepingin pakai kuteks bisa langsung dipakai.

Sementara pilihan warnanya beraneka ragam:
1. Mesmerize fushcia
2. Bright brown
3. Shiny pink
4. Sparkling blue
5. Starlight yellow
6. Gorgeus green
7. Ballerina pink
8. Fairy yellow
9. Magical orange
10.Princes purple
Tuh kan namanya keren, warnanya pasti cantik cantik, saya saja jadi ikutan kepingin coba juga, soalnya gampang makainya dan kalau mau sholat tinggal dikelupas, apalagi harganya masih ramah di kantong, berkisar 21-30 ribu per botol, belinya juga gampang tersedia semua warna di Bukalapak.

Psst ..... gak ada yang menyangka kalau saya pakai cat kukunya Nayla, dan tiap hari bisa gonta ganti, yuuuk cusss segera meluncur beli online di Bukalapak๐Ÿ’—๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’œ

Selasa, 12 Juni 2018

Berkah, Bertemu Orang Orang Baik di Bulan Ramadan

Nayla calon abege kami sudah beberapa bulan ini susah banget diajak ngomong, apalagi kalau lagi dengerin lagu pakai earphone, egoisnya lagi tinggi tingginya, gak peduli sama sekelilingnya, lagi mau puber keknya ni anak hi..hi...
Akhir pekan kemarin ketika kami liburan puasa di Bandung, dia merasakan sedikit akibat kecuekannya, tasnya ketinggalan di mal. Itu juga tahunya pas sudah sampai hotel.
Setelah diingat-ingat terakhir kami mampir di Pizza yang selalu ulang tahun itu, beli pasta untuk sahur. Setelah dapat nomernya dari 108, kita coba hubungi tapi sepertinya nomernya salah, lagipula sudah malam, mungkin sudah tutup.
Besok paginya suami saya coba lagi tetap gagal total, akhirnya gw coba telfon, minta security Ciwalk Mal yang namanya Bayu, tanyain nomer gerai makanan yang bisa dihubungi. 
Eh mas Bayu dengan baik hati malah menawarkan diri untuk mengambil dan menyimpankan tas Nayla di posnya kalau memang tasnya ada disana.
Tidak sampai satu jam, ada whatsapp dari mas bayu kalau tas Nayla sudah ada di posnya. Waaaah happy dong, kalau masih rezeki dan ketemu orang-orang yang baik, barang yang hilang pasti kembali.
Apakah nyaris kehilangan tas dan akhirnya kembali, Nayla berubah jadi lebih perhatian sama sekelilingnya? berubah, sedikiiiiit sih hi...hi...
Kami sempat malam mingguan dengan ngobrol bertiga. Dan seperti biasa Popnya Nayla ngajak ngobrol plus masukin nasehat sedikit, semoga deh diserap, asal jangan cuma lewat kuping kanan keluar kuping kiri.
Musti ekstra sabaaaaaaaar, jangan bosen nasehatin Nayla, kata pop ke gw, kalau nasehatinnya pakai marah-marah dan pakai nada tinggi, dijamin gak bakal didengar sama Nayla.
Iya juga sih, kalau diajak ngomong pelan-pelan kadang anak ini malah jadi mewek dan ujung-ujungnya maaf-maafan dan berpelukan, tapi kalau dikerasin pasti selalu berakhir dengan masuk ke kamar masing masing dengan banting pintu.
Pada dasarnya anak ini baik kok, diajak sholat bareng berdua kalau lagi di rumah mau, disuruh buangin sampah sama isi air minum di kulkas dia mau, apalagi kalau diajak masak bareng, antusias banget.
Semoga deh kejadian tas nyaris hilang bikin Nayla belajar jadi anak lebih baik lagi ya. Nah kebetulan kemarin ke Bandung gak lupa dong ya beli cilok dan brownies kesukaan sekalian buat lebaran.
cilok enak pinggir jalan dekat Ciwalk Mal
Dan liburan puasa di Bandung tahun 2018 ini, tanpa macet, perjalanan pulang pergi Jakarta Bandung enak banget, mungkin belum puncak arus mudik ya.
Akhirnya sebelum lupa selamat puasa dan lebaran, Mohon maaf lahir bathin ya ๐Ÿ’™๐Ÿ’›

Hidup Sehat Yang Menghasilkan Uang

Hi Mom... Kemarin  nih di acara pemberian penghargaan member USANA di Grand Ballroom Pantai Indah Kapuk Avenue, 10 November 2012, saya ...