Senin, 29 April 2019

Belajar Lebih Efektif & Fokus Dengan AJT CogTest

Hi Mom...
Saya lagi mencari tempat nih untuk psikotes yang tepat untuk Nayla, karena makin lama makin berat kayaknya pelajaran anak zaman sekarang, apalagi kalau kebetulan dapat pengajar di sekolah yang kurang mengerti tentang psikologi anak.
Tapi sebelumnya saya mau curcol sedikit, memiliki anak semata wayang buat saya dan suami ketika ingin menikah tentunya sudah dipikirkan matang matang.

Saya yang berasal dari keluarga besar, terdiri dari enam bersaudara, gak pingin lagi mengalami keriuhan di rumah, rasanya saya gak sekuat dan sehandal mami saya, yang bekerja kantoran tapi masih bisa mengurus ke enam anaknya.

Selain itu saya menderita Astma dan punya riwayat darah tinggi, ini saya ketahui ketika saya masih bekerja, mengalami gangguan penyakit ini.

Apalagi saya melihat  kakak saya harus terkurung di rumah sakit selama 10 hari karena habis melahirkan dan darah tingginya  naik, tekat saya makin bulat kalau diizinkan hanya pingin satu anak saja, perempuan kalau bisa ( lah ini ngelunjak banget ya hi...hi...).

Untungnya calon suami saya setuju, kalau dia sih pertimbangannya selain faktor resiko kesehatan, juga biar fokus bisa menyekolahkan anak sampai keluar negeri, Aamiin. Maka menikahlah kami dan taraaaa.... kami dikaruniai anak perempuan sesuai yang kami inginkan.

Ketika Nayla Mengenal Sekolah
💙💚💛💜💗
Perkenalan dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) ini juga gak sengaja, karena sering kami lewati kalau mau ke pasar kaget (pasar yang hanya ada sampai pukul 12 siang, yang datang kesiangan bakalan kaget pasarnya menghilang), Nayla biasanya minta berhenti untuk melihat anak anak yang sedang berolahraga di samping kantor kelurahan. 

Kami putuskan untuk masuk PAUD tersebut, saat dia berusia 3,5 tahun, dan sedang dikontrak sebuah merek diapers ternama selama dua tahun, jadi malu malu tidak ada dalam kamus Nayla, dan kami berharap dia bisa mendapat banyak teman dan belajar berbagi.
Pas jadi Bintang iklan ceritanya
Ketika akhirnya setahun kemudian dia pindah ke TK B, semata mata saya kepingin dia bisa bermain dan berkreasi di tempat luar yang ada ayunannya, jungkat jungkit dan taman, bisa dibilang kami membayar untuk taman bermainnya.
Kenapa langsung TK B, karena ternyata di PAUD dia sudah bisa baca tulis dan bernyanyi dengan benar. Makanya pas lulus TK Nayla baru berumur 5 tahun lebih beberapa bulan.

Saya  yang dulunya kelas 1 SD saat berumur 5 tahun (tanpa TK, biar yang antar jemput saya dan kakak  bisa sekalian jalan), pastinya pingin Nayla langsung masuk SD.

Tapi suami saya punya rencana lain dia ingin Nayla menikmati masa kecilnya dengan bermain, karena nantinya dia akan sekolah dan kuliah hingga umur 20-an. Akhirnya kami sepakat untuk menuakan umurnya satu tahun di rumah.
Ada tiga teman dekatnya melakukan hal yang sama, jadilah hari hari mereka diisi dengan les santai membaca dan menulis serta bermain, plus Nayla les balet juga (balet jalan terus hingga 6 tahun lamanya di Namarina).
Saat itu, saya sempat mendaftarkan Nayla ikut psikotes melalui jari tangan, dari sana saya tahu kenapa Nayla memiliki kebiasaan untuk gak mau langsung percaya dengan apa yang dikatakan saya seperti kalau bola itu bundar dan bisa mantul, sebelum dia pegang dan melemparkan bola untuk melihat mantul apa enggak. 

Selebihnya saya merasa tesnya gak efektif banget. Itu kan enam tahun yang lalu, sekarang ini Nayla sedang siap siap menjadi siswa sekolah menengah pertama, saya kepingin  dia ikut psikotes lagi, karena kebetulan pas kelas enam ini dia dapat guru yang bisa dibilang pasif, jadi anak anak ini termasuk Nayla harus cari tambahan pelajaran di luar sekolah.

Nayla ini bisa ngikutin pelajaran bahkan pernah dapat ranking, tapi pas kelas 6, pelajaran matematikanya anjlok. Dia sebetulnya bisa, teori dan jalannya sudah benar, tapi dihasil akhir, kadang salah karena angkanya suka ketukar, beda dengan pelajaran lain dia bisa fokus mengingat pelajarannya.
Kalau belajar bareng papanya lancar jaya, cuma Nayla suka moody karena harus buru buru tidur, maklum suami saya baru sampai rumah pukul 20.00 wib. 
Begitupun kalau lagi les, kakak pengajarnya bilang Nayla bisa ngikutin mata pelajaran matematika, bahkan aktif buat bertanya atau menjawab pertanyaan, tapi kenapa kalau di sekolah, berbanding terbalik.

Kami bingung deh pasti ada yang salah dengan sistem pengajaran di sekolah, deg deg an juga untuk hasil UN nya nanti, walaupun Nayla bilang ujiannya lebih gampang Mam, tapi ada satu  nomer yang ragu ragu dan satunya lagi nebak karena angkanya enggak ada dipilihan.... gubraaaak...., tapi mama percaya Insya Allah bagus ya nak.

Makanya pas libur menjelang puasa, atau setelah dapat sekolah yang diidam idamkan kepingin deh Nayla ikut tes psikotes tapi benar benar yang bisa mengerti kesulitan dan keinginan dia.

Kebetulan nih saya dapat link dari teman, http://melintascakrawala.id sebuah lembaga psikotes yang menyediakan tes kelas dunia, yang bisa mendiagnosis dan memahami kekuatan dan kelemahan belajar yang unik pada siswa di Indonesia.

Wiiih jarang jarang nih ada yang seperti ini yang mengerti tentang keunikan pada cara belajar siswa di Indonesia, tahu kan Mom, kalau di Indonesia itu semuaaaa harus dipelajari, dan tiap ganti menteri Pendidikan, kurikulum juga ganti😁 

#YukKenaliAnakKita
💙💚💛💜💗
Melalui tes yang dilakukan PT Melintas Cakrawala Indonesia bisa diketahui potensi kecerdasan anak secara pasti, dan mudah dipahami melalui inovasi tes kecerdasan terbaru bernama #AJTCogTest atau #TesKognitifAJT, yaitu tes kognitif yang sudah disesuaikan dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia.
2 Foto ini Dokumentasi MCI
Hasilnya nanti akan membantu orang tua dan guru untuk lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah. 

Idealnya nanti nih saya dan suami bisa lebih membantu dan memahami cara belajarnya Nayla, karena rekomendasi dari psikolog bisa memberikan kami cara yang tepat untuk membantu anak kami bagaimana belajar yang lebih efektif.

Bahagia gak sih mengetahui hal seperti ini, karena kami berdua belum menemukan rumus yang tepat buat membantu Nayla belajar karena kadang menurut kami sudah simple tapi buat Nayla yang beranjak abege cara yang kami berikan ribet banget wkkwkwkwkwk.

Dan ternyata nih dari link ini saya tahu usia 5-18 tahun, merupakan masa penting dimana orang tua dan guru harus mengetahui profil kognitif anak, gunanya agar dapat memotivasi anak dengan tepat dan efektif.

Jenis Paket Tes Kognitif AJT
💙💚💛💜💗
Tes kognitif di AJT saya lihat ada dua macam dengan harga cukup terjangkau.
1. AJT CogTest Full Scale 
Mengidentifikasi 8 kemampuan  kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak. Biayanya Rp 760.000,-.

2. AJT CogTest Comprehensive
Untuk anak yang memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes. Biayanya Rp 1.200.000,-.

Nah tunggu apa lagi mom untuk mencoba AJT Cog Test, karena dalam proses pengembangannya melibatkan 250 psikolog dan 5.000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes berkelas dunia tapi dengan norma dan karakteristik Indonesia. 

Mereka mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5-18 tahun sehingga kekuatan dan kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar teridentifikasi secara lengkap dan jelas.

Yang mau kepoin seperti apa psikotes ini, selain dari link yang saya kasih di atas, bisa ngintip di instagramnya @melintascakrawalaid, mau ngobrol langsung dengan CS nya juga bisa di nomer WA 087883258354.

Ah gak sabar untuk menantikan hasi Ujian Nasional Nayla, gak sabar untuk tahu dia bisa dapat enggak ya sekolah yang dia inginkan, gak sabar untuk mencoba tes ini, semoga Allah dan semesta melancarkan semuanya Aamiin.

Senin, 15 April 2019

Kostum Unlimited Mba Barbie

Hi Mom....
Sebelum bercerita panjang lebar saya pingin bilang, Nayla bikinin boneka Barbienya celana joging dari bahan celana olah raga  yang sudah gak dia pakai, sama rok mini dari sisa bahan baju saya.
Belum terlalu rapi, lah wong cuma dia jahit dengan tangan, dengan pola seadanya tapi semangat dan keinginan dia untuk bikin sesuatu bikin saya meleleh, apalagi saya sendiri cuma bisa reparasi alias benerin kancing sama jahit baju yang sobek bukan bikin baju.

Saya  percaya bahwa kebiasaan kita mau jelek atau bagus sedikit banyak akan dilihat dan ditiru sama anak kita. Kali ini sih saya gak mau cerita yang jeleknya, maluuuuuuuu jelek banget deeeh.

Yang bagus aja ya, jadi gini  Nayla ini memang dari dia kecil (nanti saya cari fotonya) sudah jahit menjahit baju boneka atau bajunya sendiri yang sobek, tentunya jauh dari rapi, tapi saya amaze ngeliatnya. 

Dibawah ini foto foto yang saya ambil di tanggal 8 agustus 2014 ketika dia berumur 8 tahun, kadang dia pakai lampu belajar dia biar kelihatan pas jahit malam malam.
Tapi saya sadar sih ini karena dia sering lihat saya benerin segala hal yang ada di rumah, masang paku atau ngencengin apapun yang kendor di rumah wkwkkwkwkw, bersihin kipas angin, benerin rumah boneka sampai baju sobek atau kancing lepas, ibaratnya saya si Handy Manny yang siap benerin apapun sebisa saya (kalau susah mau gak mau lambaikan tangan ke suami minta tolong buangin ke tong sampah atau manggil tukang).

Kebiasaan saya benerin apapun yang sobek mungkin karena melihat kebiasaan mami saya, beliau malah lebih hebat, bisa jahit baju dengan mencontoh pola baju dari majalah (saya gak ngerti yang beginian), dan kami kebetulan dulu punya mesin jahit merek Singer.

Masih ingat banget, saya dulu dibikinin baju pergi sama mami, sayang karena anak banyak dan sering berpindah tempat ibu saya gak pernah koleksi baju baju kecil anaknya, apalagi adik  saya laki laki semua, kelar sudah baju saya dan kakak perempuan dilungsurin ke orang lain.

Anyway balik lagi ke Nayla, dia  ini tahu saya punya kotak jahit andalan dari bekas kaleng biskuit, yang isinya macammacam benang (untuk segala macam warna baju) dan jarum.
Saya bebasin dia buat pakai juga, walaupun sering saya teriakin karena sembarangan dan berantakan gak pernah beresin seperti semula, jadi giliran saya mau pakai jarum kesukaan saya, suka ngilang (jarum dengan lobang yang besar wkwkwkwk).

Nah malam itu setelah cukup lama dia gak ngacak ngacak alat jahit saya karena sibuk ujian kenaikan klas 6, saya lihat dia sibuk gunting gunting sisa bahan kain saya sama celana olahraga dia yang sudah kekecilan.
Tuh celana olga Nayla yg sudah kekecilan
Pastinya mau bikin sesuatu, tapi saya gak tahu dia mau bikin apa, karena saya juga lagi nge draft tulisan di blog, paling sesekali saya keluar untuk minum, nyuri nyuri foto dia, sambil ngingetin untuk beres beres keperluan sekolah besok.

Paginya ketika mau bangunin Nayla, saya lihat sesuatu yang beda dari boneka  Barbienya, ternyata mereka dapat kostum baru dari Nayla, celana jogging dan rok pesta.

Rasanya saya mau nangis deh, dan beneran mengalir air mata saya, setengah berbisik saya bilang ke suami saya "lihat deh dia jahit ini semalam".

Kata suami saya, Nayla itu persis saya kalau penasaran dan pingin langsung dieksekusi secepatnya, kalau enggak pasti terbayang bayang, kepikiran terus, hasilnya bagus atau enggak itu urusan nanti.
hanya roknya yang buatan nayla, atasan koleksi pribadi mba Barbie
hanya celananya yang buatan nayla, atasan koleksi pribadi mba Barbie
pakai kostum asli
Pakai kostum asli
Setelah saya posting di sosmed, banyak yang nyaranin, arahin ke bidang design aja, gak tau deh, Nayla sama dengan anak lain yang belum bisa menentukan apa yang dia mau, masaih galau hi..hi...dari Barney beralih ke Frozen bertahun tahun, lanjut my Little Pony, Naruto sekarang KPop.

Tapi yang tidak berubah, dia masih suka gambar, dari kecil memang menggambar bikin dia anteng jadi kemana mana pasti ngantongin kertas dan pinsil warna atau spidol, aaah jadi pingin nulis cerita tentang ini.

Selain itu dia juga suka mewarnai, dan jahit menjahit ala ala, plus bikin tirai pintu kamar dari benang wool (oooh saya pusing lihat dia mengerjakan ini karena kalau benangnya belibet dia bete dan berantakan pastinya, padahal kan beli yang sudah jadi, juga ada😁😁).

Tapi Nayla memang begitu, ngerjain pernak pernik seperti ini, salah satu cara dia buat Me Time, ngilangin stress, dia sehari hari hanya berdua dengan saya, gak punya adik atau kakak, jadi ini juga cara dia mengisi waktu.

Saya dan suami senang senang saja memenuhi hobby Nayla, lah wong kadang murah meriah juga, pokoknya kami padamu ya Nayla, love you so much, mau jadi apapun bebas, yang penting happy💙💙💙💙💙💙💙💙 

Selasa, 02 April 2019

Lactacyd: Ketika Air Saja Tidak Cukup Untuk Miss V

Hi Mom....
Sama gak sih kayak saya yang kalau ke toilet umum gak pingin deh nempel didudukkannya (saya punya triknya😀 yang gak harus duduk tapi gak perlu nangkring  juga dong ya di dudukannya).

Hal ini juga saya ajarkan ke anak perempuan saya, tapi kalau terpaksa harus duduk karena BAB (mau gak mau) saya sudah siapkan tisue khusus untuk diletakkan di dudukan toilet umum.

Untuk pakaian dalam, sehari minimal dua kali ganti, se parno itu deh saya sama kuman di toilet, karena kan organ intim wanita atau biasa disebut miss V itu bisa langsung terpapar kuman, beda dengan organ intim laki laki. 

Makanya saya juga pakai pembersih area  V, yang baru saya mulai sejak menikah (telat gak sih?). Saya pakai Lactacyd, karena tahu dari iklan dan tidak punya sama sekali referensi atau pembanding dari orang lain.

Untungnya nih nyaman dan cocok, dan akhir pekan lalu saya baru tahu nih air dan sabun bukan pembersih miss V yang tepat, bahkan bisa membunuh kuman baik yang ada di organ intim kita, whaaaaat.

Acara bertajuk Share Your Power bersama Lactacyd yang di produksi oleh Sanofi ini berlangsung akhir pekan lalu, yang dimulai dari pagi pukul 7 wib, hingga pukul 16 wib, di lapangan parkir Carrefour Lebak bulus, Sabtu 30 Maret 2019.

Kami para blogger heits  ini diundang untuk mengikuti kegiatan zumba dan yoga di pagi hari lanjut dengan talk show dengan beberapa tamu undangan seperti Dr. Riana Nirmala Wijaya – Medical Manager Sanofi dan Jehezkiel Martua – Product Marketing Consultant – Sanofi .
Menurut Dr. Riana Nirmala Wijaya Medical Manager  Sanofi (brand yang membuat Lactacyd), karena area miss V kita itu sensitif seperti perasaan saya eh kulit bayi😀. Salah penanganan sedikit bisa alergi, gatal hingga keputihan.
Dr. Riana Nirmala Wijaya – Medical Manager (no.2 dari kiri. Foto: Monica Angen)
Ada kuman di daerah miss V  yang bernama Lactobasillus (jadi ingat minuman Y^k^^ kan, yang baik untuk pencernaan karena mengandung kuman ini), nah   kuman  ini yang menjaga PH vagina tetap asam.

Selain itu ada pula zat penekan pertumbuhan mikroorganisme patologis lain seperti hidrogen peroksida, bakteriosins, dan asam laktat yang dihasilkan laktobasillus.

Tapi semua bentuk proteksi dari asam pelindung vagina tidak akan berguna jika melemah sehingga rentan terhadap infeksi. Penyebab melemahnya macam macam, vagina dibiarkan lembab, dicuci dengan sabun mandi yang tidak cocok dengan PH ke asaman vagina.

Bahkan ternyata air pun bisa jadi salah satu penyebab melemahnya asam pelindung vagina, karena bisa jadi airnya kotor, atau untuk melakukan disinfeksi air ditambahin kaporit yang berbahaya untuk penggunaan jangka panjang.

Itu baru sedikit dari banyak hal yang bisa mengganggu organ kewanitaan, rempong ya, tapi menurut Riana gak usah terlalu khawatir sekarang sudah ada Lactacyd pembersih yang aman yang akan menjaga keasaman PH miss V kita.

Pembersih ini kebetulan sudah saya pakai tapi gak rutin, masih on off belinya, kalau ingat beli kalau enggak ya pakai sabun cair yang di rumah.

Tapi sekarang ya gak bisa begitu lagi apalagi setelah mendengar manfaatnya. Dan sekarang variannya juga banyak, ada yang mengandung daun sirih, ada yang bisa memutihkan area luar sekitar area V, dan ada yang hanya mengandung susu.
Khusus untuk yang mengandung susu, ternyata bisa loh digunakan sama anak perempuan saya yang masih berumur 12 tahun, dengan catatan dia sudah akil balig atau yang sudah mengalami menstruasi.

Mumpung masih di sana dan lagi banyak promo sekalian deh saya beli dua varian yang mengandung daun sirih dan susu.
Acara yang berlangsung sehari ini memang sengaja dirancang untuk perempuan karena kebetulan masih dalam suasana hari perempuan Internasional yang jatuh tanggal 8 Maret 2019 lalu.

Makanya ada beberapa undangan talkshow yang semuanya perempuan selain dokter Riana, yaitu:
- Adisti Nirmala – Head of Marketing – Sanofi
- Ibu Rohika Kurniadi Sari, Assisten Deputy Pemenuhan Hak Anak, Deputy Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Ibu Rohika Kurniadi Sari - Assisten Deputy Pemenuhan Hak Anak, Deputy Tumbuh Kembang AnakKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Ada kalimat Rohika yang menarik buat saya, Pembangunan negara yang nantinya akan dibangun oleh anak anak Indonesia itu dimulai dari perempuan  atau ibu yang sehat, percaya diri, dan berpikiran maju yang bisa menjadi kekuatan keluarganya dan yang akan mengawal perkembangan pertumbuhan anak anaknya.

Serta Misiyah, Pendiri dan  Direktur Institut KAPAL Perempuan (sebuah organisasi sosial yang bekerja dan memberikan perhatian khusus pada kelompok-kelompok terpinggirkan terutama perempuan dan minoritas di berbagai wilayah terpencil di Indonesia).
Ibu Misiyah – Pendiri dan Direktur Institut KAPAL Perempuan (foto: Echi Mustika)
Kenapa dinamakan Kapal Perempuan?, karena negara kita ini negara maritim atau kelautan yang semuanya bisa dihubungkan dengan sebuah kapal, jadi wadah ini ibaratnya seperti kapal yang bisa menjangkau seluruh perempuan di Indonesia.

Organisasi yang paling banyak menangani masalah KDRT pada perempuan ini, punya program untuk mengubah cara pandang dan berpikir para perempuan agar bisa melakukan perubahan, menumbuhkan rasa empati dan saling membantu.

Misiyah menambahkan sesuai tema Lactacyd, share  your power itu bisa atau  ada di tangan, kaki dan semangat kita. Nah Kemarin Lactacyd memberikan donasi sebesar 50 Juta rupiah untuk Kapal Perempuan, agar tambah banyak lagi perempuan perempuan di Indonesia yang bisa mereka bantu.
Foto: Liswanti Pertiwi
Wah kumplit deh hari itu, selain nambah ilmu dapat bertemu perempuan perempuan hebat seperti mereka, bertemu juga dengan teman teman sesama blogger yang selama ini kebanyakan saya kenal di sosial media dan grup Whatsapp, plus pulangnya dihadiahi kerudung pinky yang cantik.

Happy 💙💚💛💜💓   

Yaaaaay Nayla Kelas 7 Nih

Hi Mom... Lagi bahagia dan berbunga bunga nih, soalnya Nayla (kalau di sekolah dipanggilnya Alanis, sesuai nama depannya,  karena ada be...