Minggu, 28 Oktober 2018

Semua Doa Terbaik Untuk Nayla

Hai Mom 

Kepingin curcol deh, sebetulnya sudah sering curcol begini kepada suamiku tercinta yang paling sabar sedunia. Soal sabar ini juga ada kaitan dengan yang mau saya curhatin.

Dari sebelum menikah saya sadar, saya bukan orang yang sabaran cenderung tempramental, walaupun mudah sekali terharu dan kalau sudah merasa sayang sama seseorang pasti puuol sayangnya (widiiih kepribadian apa sih ini).

Apalagi kalau sama anak kecil, tidak setiap anak kecil bikin saya menengok atau tergerak untuk menatap atau menegurnya, beda dengan suami saya setiap ada anak kecil (bahkan ada yang dekil dan ingusan) kalau ada yang mendekat pasti langsung dipeluk atau digendong.

Makanya rasanya gak pantes ya jadi ibu. Perasaan keibuan mulai tumbuh ketika adik saya laki laki menikah duluan dan punya baby perempuan, uwooow baby ini langsung jadi matahari  dan bulan di rumah kami, membuat rumah jadi ceria dan terang benderang seperti lampu tembak di terminal.

Bahkan almarhum bapak saya tercinta yang kala itu masih sehat bugar, semangat banget tiap pagi nganterin pisang buat cucunya, dan gak sabar pulang kantor (tentunya setelah jemput saya dan kakak saya dari kantor masing masing) buat ketemu cucunya.

Alasannya cucu perempuan bernama Laras ini, menghilangkan cape dia setelah seharian di kantor. Iiiih masa segitunya ya, terus kami ini (saya dan kakak perempuan saya) gak bisa menghilangkan cape dia gitu?. 

Ya iyalah, selain dianter jemput pas kerja karena kebetulan kantor kita bertiga searah, kami juga kadang masih minta uang sama bapak, hi....hi.... cape lahir bathin keknya. 

Ketika Laras sempat tinggal di rumah kami, saya jadi tahu apa yang dimaksud bapak, sebagai obat cape. Beneran loh, saya kepingin cepat pulang kerja dan begitu melihat muka malaikatnya, langsung nyeeeees badan cape jadi segar bugar.

Laras ini yang bikin saya berani untuk menikah dan punya anak. Yup seperti yang saya bilang sebelumnya, saya ini orang yang tempramental, egois dan gak sabaran, harusnya tidak boleh memiliki anak.

Kok gitu? seperti curhatan seseorang di media cetak, kalau dia dan suaminya cenderung tempramental makanya mereka komitmen untuk tidak memiliki anak, aaaah saya tidak berani seekstrim itu, saya tetap kepingin punya anak tapi satu saja, lagi pula suami saya kan penyabar ya.

Ketika hamil doa saya hanya satu diberikan anak yang sehat dan perempuan (eh itu dua ya doanya hi..hi...). Karena bayi perempuan adalah cinta pertama saya terhadap makhluk mungil tak berdaya itu.
Makanya senang dong ketika akhirnya saya melahirkan bayi perempuan, rasanya diri ini siap banget memberikan dan mengajarkan segala hal yang terbaik buat anak.
Tapi teori berbanding jauh dengan prakteknya. Pada kenyataanya kadang Nayla anak saya ini menerima kekesalan saya, saat dia emut makanannya lamaaaaaa sekali, aduuuh rasanya berdosa banget, memarahi anak berumur 1,5 tahun ini.

Untungnya setiap kali saya ngomel ngomel, saya masih sadar untuk berhenti dan menelfon suami saya, dia menyarankan saya untuk tenang, tarik nafas, minum dan kalau belum sholat, sholat dulu deh biar adem.

Bener lo setelah adem, hati tenang saya bisa melihat jelas kalau Nayla ngemut makanan untuk makanan yang berserat seperti dada ayam, beda dengan ayam bagian paha bawah, ceker, cumi atau udang langsung lep..lep... dikunyah sebentar terus ditelan.

Ketika dia mulai bersekolah beda lagi ceritanya. Nayla ini anak yang slebor suka meletakkan barang sembarangan, susah bangun subuh tapi paling suka sekolah (bertentangan kan hi..hi...) atau kadang lalai isi air minum di kulkas.

Seperti biasa kalau saya bertanduk untuk hal hal yang sepele menurut orang lain (tapi hal penting buat saya dong ya), suami saya akan bilang, Jangan cape ya nasehatin Nayla, kalau besok dia ulangin lagi, ya kita nasehatin lagi.

Terus kalau saya jawab, "Masa begitu terus sih pop", dengan pelan suami saya akan bilang, "Kalau mama cape nasehatin biar pop yang nasehatin," duuuuuuh untung suami saya sabar ya, coba kalau dua duanya cepat menyerah dan baperan apa jadinya Nayla.

Selain itu menurut suami saya, kenakalan Nayla kan masih kenakalan anak anak biasa, bukan karena dia merokok, mencuri atau kenakalan yang perlu penanganan khusus, iya juga sih cuma kok ya saya ini cepet banget naik darah iiih.

Dia juga mengingatkan saya, kalau saya kepingin anak perempuan karena kepingin dia dapat kasih sayang, didikan dan pegajaran yang lebih baik dari yang saya dapat dulu di rumah. 

Karenakan nantinya dia akan jadi seorang ibu yang akan pastinya jadi orang yang paling banyak berperan dalam mendidik anaknya selain ayahnya tentunya.

"Mama ingat kan selalu bilang semoga Nayla nantinya jadi perempuan dan ibu yang lebih baik dari mama, yang bisa mengajarkan anaknya lebih baik dari kita," Kuncinya sih, kalau lagi kesal, ingat aja lucu lucunya Nayla pasti deh kesalnya hilang, ternyata benar juga.
Dari suami saya juga saya belajar minta maaf ke Nayla, suami saya atau siapapun kalau ada salah, soalnya di rumah saya dulu gak dibiasakan seperti itu, jadi kalau berantem habis itu ngobrol lagi ya dianggap sudah damai.

Kalau sekarang gak bisa seperti itu, saya harus mengajarkan hal yang tidak saya dapat dahulu, plus mengingatkan dia, jangan meniru yang jelek jelek dari mama, saya sebutin deh yang jelek jeleknya apa, yang bagus dari kita berdua juga saya sebutin dong.

Karena nantinya kalau kami tidak ada, Nayla harus bisa lebih mandiri tanpa  bergantung sama orang lain (iiih mikir seperti ini kok saya sedih ya), impian saya sederhana kok, semoga kami bisa lama mendampingi kamu, kami berdua kepingin lihat kamu kuliah, kerja, menikah dan punya anak, beri mama kesabaran ya nak ....Aamiin.    

The Power of Istri ala Film 3 Dara 2

Selamat siang menjelang sore........

Akhir pekan biasanya saya dan suami mengajak anak saya untuk nonton film, tapi karena kemarin dia ikut acara Outbond terpaksa deh minggu ini absen nonton film.

Kemarin saya dapat undangan untuk mereview salah satu film nasional yang sedang main, 3 Dara 2, kebetulan dulu saya nonton 3 dara 1. Kita seseruan bareng teman teman Blogger ISB (Indonesian Social Blogpreneur) di studi 2 XXI Blok M Square.
Asiknya lagi ketika kelar nonton, Adipati Dolken, Tanta Ginting dan Ovi Dian menyerbu masuk studio. Kejutan yang menyenangkan kita foto foto bareng juga, sayang Tora Sudironya berhalangan hadir.
Foto milik MNC
Jadi teringat deh, dulu saya nontonnya bareng Nayla setelah dia pulang sekolah. Kita berdua ketawa ngakak bareng sampai perut dan pipi sakit hi...hi....

Soalnya 3 Dara 1 kan ceritanya Affandy (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan  Richard (Tanta Ginting) kena kutuk berubah kelakuannya jadi Wanita, gara gara si Richard ini menggoda pramusaji di sebuah cafe sampai nangis dan dipecat dari pekerjaanya.

Ketika mereka merasakan hal hal sepele yng bikin perempuan baper ini yang bikin saya dan Nayla ketawa ngakak. Terus  bagaimana dengan 3 Dara 2?

Pastinya lanjutan yang pertama dong ya namanya juga ada embel embel angka 2. Di film ini awalnya sepertinya happy ya, karena Jay sudah punya anak 1 laki laki yang lucu, dan Richard akhirnya dapat restu untuk menikahi anaknya Affandy, happy kan ya.
Tapi ternyata hidup mereka jadi amburadul dan bangkrut habis habisan karena uang yang diberikan kepada pengusaha yang diperankan Dwi Sasono untuk investasi. Tapi nyatanya itu investasi bodong alias fiktif.

Hilang lenyap dong semua uang mereka bertiga, termasuk tabungan,  rumah dan kendaraan pribadi mereka. Akhirnya untuk sementara mereka tinggal di rumah mertuanya Affandi atau orang tua istrinya Aniek (Fanny Fabriana) yang besar, asri dan bentuknya seperti villa.
Mertua Affandi yang biasa dipanggil eyang putri ini diperankan oleh Cut Mini Teo. Lumayan judes dengan menantunya hi...hi...

Lantas apakah hutang mereka beres hanya dengan tinggal di rumah eyang, enggak dong pastinya. Makanya Istri istri mereka yang selain di perankan Fanny Fabriana, juga ada pemain Ovi Dian (sebagai Grace istri dari jay), dan Rania Putri (sebagai kasih istri dari Richard), berinisiatif untuk bekerja.

Kalau mereka bekerja otomatis suami suami yang mendadak jadi pengangguran ini yang bekerja di rumah dan mengambil alih pekerjaan istrinya, seperti, masak, nyuci dan ngepel.

Kelucuan kelucuan ketiga mereka menggantikan pekerjaan istrinya dengan canggung serta upaya mereka untuk terus mencari orang yang membawa kabur uang puluhan milyar milik mereka ini yang bikin kita tertawa ramai ramai kemarin di bioskop.

Seru deh, pemain cowoknya masih yg lama, pemeran wanitanya blaaaas ganti semua, kecuali Rianty Cartwright sebagai Bambang, loh kok, hi... Hi... penasaran jadinya kan.
Yuuk mumpung baru main dan masih akhir pekan nonton film ini ramai ramai, kita dukung film nasional, kalau bukan kita siapa lagi ya kan....

Rabu, 24 Oktober 2018

Gak Pernah Bosan Bermimpi di KidZania

Hi Mom .....Apa yang terbayang kalau kita dengar nama KidZania, yup pastinya yang terbayang hal yang seru seru ya, karena KidZania sebuah tempat bagi anak anak untuk mewujudkan semua mimpinya untuk menjadi apa saja, seperti  pilot, model, wartawan bahkan menjadi seorang chef.

Uniknya semua anak anak kecil dari umur 2-16 tahun itu dipanggil bapak dan ibu, katanya biar kedudukan setara nih, karena mereka sedang memainkan pekerjaan yang dilakukan orang dewasa.

Keunikan lainnya, ucapan salam di setiap tempat permainan biasanya adalah selamat malam, kenapa malam? padahal kan permainan sesi pertama dimulai dari pukul 9 pagi, alasannya, karena ini tempat bermain di dunia mimpi, mimpi identik dengan kejadian ketika kita tidur di malam hari.

Khusus untuk bulan Oktober ini Nayla seperti dapat kado tambahan untuk ulang tahunnya yang kebetulan jatuh di tanggal 12 Oktober, karena  bisa main main lagi ke KidZania untuk yang ke 4 kalinya.

Kado tambahan ini berasal dari Allianz yang merayakan hari Asuransi pada tanggal 18 Oktober. Aaaah semoga tahun depan dirayakan lagi dengan kado yang asik juga. 

Berhubung ini sudah yang ke 4 kalinya Nayla kesini, saya menyarankan dia untuk coba main ke permainan yang belum pernah dia coba, maklum tempat ini luaaaaaaas banget,ada lebih dari 100 permainan lo.

Meskipun  sudah 3 kali kesini, ada saja permainan yang belum sempat dicoba, karena waktu 6 jam rasanya tidak cukup untuk mencoba semua permainan, karena ngantrinya lumayan panjang.

Selesai menukarkan uang untuk memulai permainan di bank BRI, Nayla melihat tempat permainan baru yang bernama Allianz Building Climbing.
"Mom kayaknya bulan puasa  kemarin,  permainan panjat tebing ini sudah ada ya"
"Iya nih, coba  nanti mama tanya, kok bisa disebut permainan baru".kata saya.

Ternyata nih, pas bulan puasa tahun lalu Nayla main disini memang wahana Building Climbing ini sudah ada, tapi dengan brand berbeda, kebetulan kontraknya habis dilanjutkan dengan Allianz.

Waktu itu sih Nayla gak nyoba, selain bulan puasa dia juga pakai baju rok hi...hi... Mumpung kali ini pakai celana panjang, dia mau coba, seru kayaknya.

Seperti biasa antri dong ya, tapi gak panjang kok, karena tempat ini khusus di booking sama Allianz untuk anak anak yatim piatu, para blogger bloger kece dan anak anaknya.
Setelah diberi pemahaman sebentar apa itu Building Climbing, bagaimana melakukan permainannya dan apa saja bahaya kalau melakukan pendakian tanpa alat pengaman, mereka (kebetulan Nayla bareng sama anak cewek yang lebih kecil tapi gak bisa diem kayak ulet keket wkwkwk ulet kok gak bisa diem ya) langsung dipakein baju dan alat pengaman.
Selanjutnya mereka melakukan pemanasan dulu selama 5 menit. Nah pas bagian manjat ini yang paling seru, karena licin Nayla sempat dua kali turun, hingga akhirnya dia  mogok gak mau naik lagi padahal si ulet keket sudah sampai puncak dan mencet bel.
Yo wis gapapa nak, lain kali kita coba lagi ya, semangaaaaat, kan masih ada permainan yang lain ya. 

Permainan kedua adalah Allianz Secret Agent, sayangnya belum sempat dicoba karena permainan baru dimulai, 20 menit kedepan baru kelar. Padahal Nayla pingin banget, secara dia suka banget nonton Mission Impossible atau James Bond 007.
Wahana ini memang menantang anak anak untuk memecahkan teka teki untuk menjadi agen rahasia terbaik di KidZania. Nantinya para peserta akan dberikan Allianz Blue Card sebagai tanda keanggotaan.

Istimewanya dengan memiliki kartu ini para orang tua bisa mendapatkan promo khusus dari Allianz. Wah next kalau datang lagi harus coba wahana ini.

Kelar dari wahana terbaru dari Allianz, saya dan Nayla menuju tempat membuat nugget dari Belfood. Wah jadi nostalgia ketika Nayla berumur 8 tahun dia pernah mencoba tempat ini, dan dia gak bosen untuk mencoba bikin nugget dari awal. Main di KidZania yang Ke dua kali 
Kemarin Nayla juga berhasil saya bujuk untuk bikin SIM mobil lagi, soalnya yang dulu pas bikin kan masih piyik, kali ini dia juga sekalian bikin SIM motor, ah keren deh, jadi nambah lagi koleksi kartunya.
Pas lagi nemenin Nayla bikin SIM saya lihat postingan salah satu teman blogger yang bermain di wahana cat Dulux (salah satu merek cat ternama). 

Asiknya dia bisa bermain dengan anaknya, uwooow saya harus kesitu nih, kapan lagi saya bisa ikutan masuk, masa cuma ngintip dari luar terus ya kan.

Akhirnya setelah sabar menanti saya dan Nayla masuk dengan beberapa anak kecil dari Panti Asuhan yang menjadi tamu undangan khusus dari Allianz. 

Ada yang lucu deh salah satu anak perempuan ada yang nanya ke saya, "Tante mamanya ya", katanya sambil nunjuk ke Nayla. Soalnya saya waktu itu ikutan baris juga untuk bikin ID ha...ha.... 
Yaaay eke punya ID juga dari kiZania
Di wahana Dulux ini kita dikasih tahu cara mencampur warna cat yang kita mau dan dijelaskan mengenai cat tembok anti kotor nih, karena coretan coretan yang ada di tembok bisa dihapus, asalkan gak lewat dari dua jam, karena lebih dari dua jam, coretan yang berasal dari apapun akan meresap juga di cat tembok tersebut.
Habis dari Dulux kita meluruskan kaki dulu sambil makan siang. Nah kebetulan kita makan dekat wahana cara menghadapi gempa bumi, wah seru nih, selesai makan Nayla langsung antri disana.

Dari layar monitor saya melihat mereka merasakan getaran gempa, karena terlihat mereka berjongkok ketika ruangan tersebut bergetar hebat, keren lah pokoknya.
Habis merasakan gempa, Nayla kepingin bikin pizza. Tapi sayang gak se asik dulu, karena kali ini kita harus bayar pakai uang beneran, paling murah harga pizzanya 111 ribu kalau gak salah.

Memang sih pizzanya kita yang buat sendiri tapi kan masa harus bayar pakai uang beneran sih, ah gak asik kamyu pizza. Untung deh dulu Nayla pernah ngerasain bikin pizza disana.

Bahkan dulu bikin pizza bisa berdua dengan mamanya (tapi kami gak sempat nyobain kalau yang berdua). ibu dan anak bisa main bareng di KidZania 

Bikin pizza batal, ke Sari Roti aja deh. Sayang informasi sebagai penjual roti keliling baru didapat setelah dia duduk sebagai pembuat roti,  dia lebih tertarik buat jadi penjual ternyata, karena sebelumnya dia mencoba untuk kedua kalinya bekerja di wahana Indomart, noted, next ya nak. 

Sebagai penutup Nayla kembali nyobain jadi reporter koran kompas, tahun lalu sudah nyobain tapi gak ada bukti print out dari korannya karena kayaknya mesinnya rusak. Kali ini enggak rusak dong, di koran terpampang wajah Nayla dengan manager dari hotel KidZania yang dia wawancarai tadi.
Hari itu lelah tapi bahagia, biasanya sih begitu kalau kelar dari bermain di KidZania. Kali ini Nayla menukarkan hampir sebagian besar sisa uangnya kurang lebih 300 Kidzos, ditukar dengan ...... taraaaaaa gantungan kunci anggur hiks, uang mainan sebanyak itu yang di dapat dengan kerja keras hanya dapat itu. 
Gak papa deh, kan judulnya senang senang seharian di dunia mimpi, KidZania. 
    Sampai Jumpa lagi yaaaaa.......

Hidup Sehat Yang Menghasilkan Uang

Hi Mom... Kemarin  nih di acara pemberian penghargaan member USANA di Grand Ballroom Pantai Indah Kapuk Avenue, 10 November 2012, saya ...