Sabtu, 28 Desember 2019

Sin Lie Seng, Toko Sepatu Kesayangan Almarhum Bapak

Hi Mom...
Kenal dengan toko sepatu Sin Lie Seng yang berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat? buat generasi milenial mungkin namanya sedikit asing karena mereka pasti lebih sering membeli sepatu di mal.

Tapi buat generasi 80 an, apalagi kalau punya orang tua yang sering belanja keperluan sepatu untuk keluarganya pasti ingat toko yang sudah berdiri sejak tahun 1943 ini.

Gw contohnya, alm. bapak pelanggan tetap toko ini sampai beliau meninggal tahun 1999. 

Makanya pas libur natal kemarin begitu tahu Suami gw mau ngajak mama mertua dan adik ipar makan soto St. Mangkuto di Pasar Baru, gw minta buat mampir karena tahun lalu gagal buat mampir.

Kali ini pun nyaris gagal, karena habis makan mama minta sholat Dhuhur di masjid Istiqlal sayang gak bisa ke sana karena parkiran penuh sama yang mau ikut misa natal di gereja Khatedral.

Karena bawa mama mertua yang pasti bete kalau sholat dhuhurnya ditunda, pupus sudah harapan buat lewat ke dalam area toko sepatu. 

Ternyata ban mobil kempes, jadi mau gak mau kita cari dong tukang tambal ban.

Suami saya yang baik hati sengaja nyari putaran buat ke tukang tambal ban lewat ke dalam Pasar Baru. "kok lewat sini?" tanya gw. "loh katanya mau lihat toko sepatu bapak", katanya. Ah bahagianya. 

Gemetar euy pas masuk, ini toko sepatu kulit langganan alm. bapak di Pasar Baru. Bertahun tahun dia selalu pesan sepatu di sini.
Sejak bapak meninggal tahun 1999, praktis kita gak pernah kesini lagi.

Bapak suka beli di sini karena buatannya rapi dan awet. Tapi dia gak suka model sepatu yang ada di toko, jadi dia minta dibuatkan model khusus yang simple dan warnanya hitam.

Sepatu yang dijual di sini memang ada yang dari distributor dan buatan sendiri dengan merk Sin Lie Sheng. Kata bapak sih dia bisa minta model sendiri yang dia mau.
Biasanya  bapak sekali pesan sepatu buatan tangan ini dua buah, iyalah namanya juga model spesial. Gw pernah beberapa kali nemenin bapak ambil sepatu.

Bapak juga pernah beliin sepatu pantovel di Sin Lie Seng, mungkin dia lihat gw gak punya sepatu cewe kemana mana pakai kets.
Suatu sore dia telfon ke rumah mastiin nomer sepatu yg gw pakai, kayaknya bapak lagi di toko langganannya ini.

Waduh pasti mau beliin sepatu, deg deg-an juga nungguin bapak pulang takut modelnya gak cocok. Tapi ternyata bapak kenal banget selera gw.

Dia beli pantovel merk Trisset di toko langganannya ini, heelsnya 4 centi kurleb warnanya coklat dengan ujung agak kotak, cucok.

Sejak itu, gw mulai sikat sepatu seperti yang selama ini bapak lakukan pakai semir sepatu merk Kiwi dengan dua sikat.

Sikat pertama untuk mengoles sepatu dengan semir kemudian di jemur sebentar, habis itu di sikat sampai mengkilat dengan sikat kedua, sentuhan terakhir dengan lap sepatu.

Ribet tapi hasilnya sepadan sepatu kinclong berhari-hari. Kebiasaan ini tetap gw lakukan untuk merawat sepatu kulit, ah jadi kangen banget sama bapak...kapan kapan pingin mampir lagi dan beli sepatu di sana

Selasa, 24 Desember 2019

Petualangan Seru Nayla di World of Imagination

Hi Mom...

Libur panjang sudah tiba yaaaay, siap siap keluar biaya ekstra untuk liburan. Harus putar otak juga biar selama liburan Nayla gak hanya makan, tidur sampai siang dan main hape terus.

Kebetulan sehari menjelang hari ibu tepatnya tanggal 21 Desember saya sama Nayla dapat medali, bukan dari lomba lari tapi hasil bermain bersama keluarga kecil tersayang di acara Nivea bertema World of Imagination yang berlokasi di Allianz Ecopark Ancol.
Sebuah taman bermain interaktif yang menggabungkan imajinasi dan seni digital menjadi nyata. Semua bentuk permainannya lebih asik kalau dilakukan berpasangan, misalnya antara anak dengan salah satu orang tuanya. 

Karena saya datang bertiga bersama suami dan Nayla, suami saya mempersilahkan di beberapa permainan saya dan Nayla yang bermain, karena dia tahu saya pasti gak mau jagain tas dan hampers hi...hi....

World of Imagination
Permainannya simple, sebagai awalan kita diajak untuk mengunjungi museum Fairy Tales Legend and Myths. Walaupun namanya museum tapi karena ini dunia peri yang penuh imajinasi semuanya ditampilkan dalam bentuk cerita digital.

Cerita tentang sejarah dan legenda ibu semesta dan World of Imagination yang sedang dilanda kekeringan. Biar dunia imajinasi ini ceria kembali kita diminta untuk mengumpulkan 4 buah stiker medali dari 4 dunia agar selamat dari bencana kekeringan.

Yuuuk mulai bermain dan menjelajah, yang terdekat dengan museum adalah Dunia Hutan. layar digital yang menampilkan dunia hutan yang meriah dengan warna yang temaram seakan akan kita sedang berada di hutan.
Sayangnya Nayla sudah 13 tahun jadi gak terlalu tertarik untuk berhayal hayal lewat layar digital seolah olah sedang di hutan, dia maunya di hutan beneran. Permainan ini sepertinya cocok untuk anak anak yang umurnya di bawah dia.
Untungnya ada hal menarik di Dunia hutan imajinasi, langit langit dipenuhi dengan sulur akar hijau yang penuh misteri dan menyimpan mantra untuk memanggil makhluk hutan. Kalau sudah ketemu bisa menari bersama dan dapat deh satu stiker.
Kelar dapat stiker dari dunia hutan kita jalan keluar menuju lapangan rumput yang luas. Sebelumnya saya dan Nayla mengoleskan pelembab dari Nivea ke muka dan tangan biar gak gosong banget panas panasan, apalagi kita dapat banyak dari hampers dan tas goodybag 
Di luar kita memilih untuk mendapatkan stiker di Dunia Angin. Nayla diberi pelindung tangan, kaki dan helm, biar aman kalau mau turun lewat seluncuran setelah mendapatkan stiker yang tergantung di atas pohon. 

Tapi sebelum naik menuju pohon yang ada di atas panggung tangan kita berdua ceritanya diikat satu sama lain dengan gelang kertas, biar kompak kerjasamanya dan jadi makin dekat. 
Beneran loh Nayla megang tangan saya erat erat biar kita gak gagal dan merobek gelang kertasnya. Begitu kita mau turun lewat seluncuran popnya Nayla sudah siap dengan kamera video, jadilah punya kenang kenangan main seluncuran berdua Nayla.
Sambil menunggu antrian permainan lainnya kita jajan dulu dong ya. Ada ice cream, octopus bakar dan nasi goreng kambing nyaaaaaaam. 

Setelah perut terganjal sedikit, kita main lagi kali ini kita pilih Dunia Pasir. Dunia Air biar dimainkan terakhir, jadi kalau harus berbasah basah gak masalah.

Nah di Dunia Pasir ini setelah kita menghalau monster pasir yang ada di labirin dengan mantra Simplicity, kita harus mencari stiker yang ada dalam tabung yang diletakkan dalam pasir, seruuuu main pasir di tengah hari bolong.
Terakhir barulah kita main di Dunia Air. sebelum bermain kita menitipkan sepatu dan mendapatkan jas hujan serta senapan air.

Untuk mendapatkan stiker kita harus melewati halangan rintangan yang aduhai bikin ambo nyerah. Biar nayla aja yang manjat dan turun lewat tambang  sampai dua kali sebelum akhirnya meluncur untuk mendapatkan bendera, emaknya jadi tim penyemangat saja, maaf  ya Nay mom skip deh buat yang beginian.
Saya lihat Kebiasaan Nayla sejak dia masih bayi, gak gampang nyerah buat mencoba menegakkan kepalanya ketika dia belajar tengkurep atau mencoba turun dari tempat tidur yang tinggi tanpa jatuh.

Kali ini dia gak menyerah untuk naik lewat tambang yang bikin tangan dia sakit, padahal masih ada dua kali lagi tangga tambang ke atas yang harus dia lalui. Saya sudah membuka pintu samping biar dia keluar dan skip permainan itu untuk langsung ambil bendera seperti yang saya lakukan.

Tapi ternyata dia menolak, "kemarin outbond OSIS lebih seram mom, bawahnya air lumpur, ini lantai balon tiup," oooo oke nak, lanjutkan sampai selesai jangan tiru mamamu yang cemen ini.

Akhirnya dia dapat bendera juga yaaaaay, mom bangga banget euy. Sebagai penutup kita masuk ke dalam perahu untuk perang air dengan bajak laut, basah dong pastinya. Imbalannya pas mau keluar kita dapat stiker yang ke empat.

Kalau semua stiker sudah kumplit kita kembali ke museum untuk mendapat medali. Karena kita dapat buku untuk menempel stikernya dua buah, medalinya dua juga yipiiiiii.
Pas ke parkiran mobil, saya sempat nanya ke Nayla "Senang gak nak", dia bilang "Senang dong". Ah bahagianya walaupun tangannya pegel banget katanya.

Sebagai hadiah kita ajak makan siang (lagi) dan main di Ancol Beach City yang pasirnya putih. Kita biarin dia puas puasin main pasir dan berbasah basah dengan air laut, sementara mama papanya gantian naik sepeda yang kita bawa dari rumah (niat banget kan).
Kegembiraan hari itu kita tutup dengan makan malam di sate padang di pinggir jalan yang enaaaaak banget, sate padang Mak Ajat Gunung Sahari nyaaaaaaam.
Habis ini mau kemana lagi kita mom, liburan sampai tahun depan nih. Liburan hanya di rumah juga oke, yang penting jangan lupa bahagia ya.

Jumat, 06 Desember 2019

Ketagihan Naik Mola Mola Jet Spinner

Hi Mom...
Anniversary tahun ini saya dikasih kado ditemenin ke Ancol sama suami, untuk me time naik roller coaster bareng teman teman blogger. Tapi sebetulnya sih karena nomer polisi kendaraan dengan tanggalnya matching sama sama genap hi...hi...

Apapun alasannya  setelah beberapa purnama terlewati saya berani lagi naik roller coaster eeeitt bukan yang ekstrem ya, roller coaster ini tingginya hanya 8,5 meter. 
Gak tinggi bangetkan makanya saya penasaran kepingin naik bersama puluhan blogger dan awak media yang mendapat kesempatan mencoba Mola Mola Jet Spinner, wahana permainan baru dari Ocean Dream Samudra  Ancol  4 Desember lalu.  
Wahana yang  dipersiapkan untuk menyambut liburan akhir tahun ini  bisa berputar 360 derajat. Tapi sebaiknya jangan duduk sendiri di kereta (satu kereta berisi 4 bangku punggung punggungan). 

Karena kereta akan berputar terus menerus dengan cepat maklum bebannyakan kurang. Ini sempat kejadian ketika kami ingin mencoba naik untuk yang kedua kalinya. 

Saya duduk dengan Laras keponakan saya sedangkan Doddy suami saya duduk sendiri di bangku kereta yang depan, sepertinya memang tidak ada lagi penumpang yang naik.
Dari awal perjalanan, saya lihat kereta suami berputar 360 derajat, kita sih ketawa ketiwi melihatnya. Tapi begitu naik dan menukik keretanya  berputar lebih kencang, kereta kita juga berputar tapi tidak sekencang itu karena ada 4 orang yang duduk depan belakang.

Bahkan hingga kita sudah berhenti kereta masih berputar, akibatnya suami saya pusing deh wkwkwkwk. Untungnya dengan istirahat sebentar bahkan  sempat tertidur sambil duduk karena nungguin saya dan keponakan antri nonton film 5D, suami saya sudah bugar lagi. 

Kejadian begini gak bikin kapok dong, karena kami berencana mengajak Nayla yang terpaksa tidak ikut karena sedang ujian penilaian akhir semester, untuk liburan akhir tahun di Ocean Dream Samudra naik Mola Mola Jet Spinner tentunya.
Asal mula nama Mola Mola 
Menurut Bapak Rika Sudranto (Vice President Sea World Ancol - Ocean Dream Samudra), nama yang unik ini terinspirasi dari nama ikan yang bisa dilihat di Indonesia bagian timur yaitu mola mola yang berkerabat dengan ikan buntal makanya bentuknya mirip mirip ya.
Rika Sudranto (Vice President Sea World Ancol - Ocean Dream Samudra)
Ikan ini  tangguh banget ternyata karena biasa mencari makan hingga kedalaman 198 meter. Mola mola atau Sunfish ini  disukai parasit, makanya mereka suka berjemur pagi pagi di permukaan laut untuk menarik perharian burung laut untuk memakan dan membersihkan parasit yang nempel di badannya.

Susah susah gampang untuk melihat ikan ini, karena kita harus bangun jam 3 dini hari untuk naik perahu atau biasa disebut jukung ke tengah laut untuk melihat ikan ini muncul ke permukaan. Prosesnya persis sama ketika saya dan suami ingin melihat lumba lumba di pantai Lovina Bali.
Mola Mola Jet Spinner
Kerenkan ikon wahana yang memiliki kapasitas 20 orang terdiri dari 5 rangkaian kereta berisi masing masing 4 tempat duduk. Butuh waktu 1 tahun untuk memesan alat permainan ini dari Itali.

Sedangkan untuk pembangunan dan pemasangan alat permainan yang mempunyai kecepatan 5-9 meter per detik di Ocean Samudra dilakukan selama 3 bulan yaaaay kecepatan seperti itu lumayan menantang buat saya. 

Mola Mola  dirancang untuk anak anak tapi orang dewasa tetap bisa menaiki roller coaster ini. Yang penting tinggi badan tidak kurang dari 95 cm dengan tinggi maksimal 190 cm, khusus untuk anak anak tetap harus didampingi orang dewasa ya.
Untuk warnanya Mola Mola menggunakan warna kuning dan ungu dengan nuansa negeri 1001 malam, karena ternyata nih sebagai wahana biota laut Ocean Dream Samudra Ancol mempunyai tema besar bergaya negara Timur Tengah.
Harga Tiket Ocean Dream Samudra Ancol
Sekarang kita intip yuk untuk harga tiketnya, untuk weekday 95 ribu/per orang (jam 9.00-17.00 wib) sedangkan weekend 115/per orang (jam 9.00-17.00 wib). 

Mau main setiap hari sampai bosan selama setahun dengan harga 195 ribu/per orang? bikin Annual Pass saja, seperti yang saya lakukan waktu itu. 
Penasaran ada apa saja bisa lihat di Instagramnya @oceandreamsamudra. Atau kalau mau lebih kumplit klik www.ancol.com tinggal cari bagian info tiket masuk wahana pilihan.

Karena mikirin Nayla anak saya yang lagi ujian dan makan siang sendirian di rumah, saya sama keponakan hanya sempat ngintip pertunjukan pinguin, naik balon udara dan menonton film 5D. 
Kereeeeen dengan kacamata khusus semua isi di film seperti ada di depan mata bahkan lewat di atas kepala. Selain itu ada hembusan angin di bawah kaki dan semburan halus air dari belakang bangku di depan kita.

Sebetulnya saya pingin banget lihat pertunjukkan lumba lumba mamalia favorit saya (lihat ini dong Cincin pernikahan bentuk lumba lumba). Sayang pertunjukkan kedua jam 16.00, kasihan Nayla nungguin kita pulang.

O iyaaaa tadi tuh habis naik Mola Mola saya dan Laras Keponakan saya sempat di wawancarai TV. Saya hanya di wawancara satu tv, sedang si keponakan centil sama 3 TV uwooow warbiasaaah.

Silahkan lihat ya, tapi dilarang muntah wkwkwkwkwkw. Video ada yang dari youtube dan saya rekam dari depan TV.
Ah Gak sabar nih pingin balik ke Ancol lagi, karena mereka mau meluncurkan wahana baru seperti Kereta Misteri di Dunia Fantasi. 

Juga ada revitalisasi  kawasan rekreasi di tepi pantai Symphony of The Sea, hohooo mudah mudahan saya diajak lagi buat jadi salah satu orang pertama yang nyobain yaaaaay.

#oceandreamsamudra
#molamola
#liburanakhirtahun

Rabu, 04 Desember 2019

Kosongin yuuuk Ransel Emosinya agar Bahagia

Hi Mom...
Mau mereview buku nih ceritanya, Anger Management (The Life Skill) yang ditulis oleh pasutri, Dandi birdy dan Diah Mahmudah. 

Mereka berpengalaman menangani masalah parenting, pernikahan dan pengembangan sumber daya manusia di perusahaan.

Buku ini ditawarkan di grup untuk di review. Melihat judulnya  saya langsung mengajukan diri untuk menjadi salah satu blogger yang kebagian buku ini.
Sebelumnya saya mau curcol alasan kenapa saya butuh sangat dengan buku ini. Ada beberapa bagian yang saya sensor karena  akan menghabiskan ribuan halaman blog (halah lebay ini sih) lagian aib jangan terlalu diumbar umbarkan.

Saya takut dengan pernikahan
Dari saya masih sekolah menengah pertama, saya bertekad untuk gak bakal nikah. Karena saya melihat tante dari mami saya bercerai, dengan cara yang heboh dan penuh huru hara drama banget deh pokoknya.

Drama kayak gini juga ada di rumah saya (mohon maaf dengan Almarhum bapak tersayang), piring tiba tiba mendadak bisa terbang dari meja makan saat orang tua kami bertengkar. 

Dan kalau kita nakal (ketika masih kecil dulu) mau cowok atau cewek pasti kena sabet tali pinggang kulit punya bapak hiiiiks. Sedih dan perih kalau ingat ini semua, walaupun setelah dewasa (SMA) hingga akhir hayatnya bapak adalah sahabat terbaik saya di dunia.

Singkatnya hal hal seperti ini yang bikin saya gak pingin nikah. Saya takut dengan semua yang pernah saya alami di rumah dulu, saya takut  akan kasar juga dengan anak nanti.

Akhirnya berani nikah juga
Yup ... setelah melalui macam macam gelombang kehidupan, saya bertemu dengan pasangan yang namanya sama dengan bapak, tapi kesukaannya bertolak belakang dia gak suka merokok dan minum kopi.

Suami saya ini yang membalikkan dunia saya bahwa pernikahan bukanlah mimpi buruk. Dia pintar dan sabaaaaaaar banget, dia sahabat terbaik setelah bapak.

Sampai akhirnya ketika kami punya anak, mimpi buruk ini datang lagi. Mimpi buruk yang saya lihat di kehidupan rumah tangga kakak dan adik saya (yang menikah lebih dulu).

Kakak perempuan saya bisa dengan tiba tiba teriak memarahi anaknya di depan orang banyak atau adik saya yang ringaaaaaaaan tangan banget sama anak dan istrinya (aaaaah maaaf saya terus terang sedikit dengan hidup saya).

Ternyata nih saya juga begitu, saya bisa marah dengan hebat melihat anak mengotori rumah bedanya saya jaim depan orang. Eh ini gak sekonyong konyong marah ya tapi setelah beberapa kali Nayla gak mau menuruti apa mau saya.

Puncaknya (puncak ini berkali kali muncul di kehidupan saya) saya bertengkar hebat dengan Nayla. Biasanya kalau sudah seperti ini  suami saya yang jadi penengah, kami harus berbaikan sayang sayangan lagi hari itu juga.

Ransel Emosi (hal 26)
Sepertinya hidup saya gak santai ya emosian, tapi sebetulnya gak juga. Suami saya yang mengajarkan untuk meminta maaf kalau salah, jangan gengsi walaupun itu ke Nayla apalagi kalau ke suami ya.
Hanya saya merasa ada yang salah dengan perilaku saya yang kadang berlebihan kalau marah untuk hal hal yang sepele. Bahkan pernah saya meminta suami saya untuk mencari psikiater untuk saya.

Sampai segitunya ya, cuma belum terlaksana sampai sekarang. Terlupakan karena keadaan membaik dan penuh kasih sayang lagi.

Ternyata hal seperti ini gak baik, menunda nunda untuk menyelesaikan masalah. Dari buku Anger Management, hal kayak gini ibaratnya  lagi membawa bom waktu, setiap saat bisa meledak.

Saya sedang membawa ransel emosi yang full, jadi beratnya ampun ampunan di pundak saya. Dari buku ini saya tahu ransel emosi yang pastinya tidak kasat mata antara lain berasal dari rasa duka yang belum tuntas yang berasal dari masa lalu.

Katanya sih pengasuhan dan pendidikannya fokus pada pengasahan kognisi, bukan pengasahan emosional juga spiritual.

Mungkin ini ada benarnya, walaupun mereka memanggil guru ngaji ke rumah. Tapi karena kedua orang tua bekerja dan hanya ada pembantu rumah tangga yang menjaga kami jadinya ya gitu deh.

Kosongkan Ransel Emosi (hal 121)
Terus gimana dong kalau begini terus, apa yang harus saya lakukan dengan ransel emosi ini. Padahal saya bahagia lo sekarang walaupun gak berkelimpahan harta seperti Syahrini, karena Syahrini belum memiliki harta yang tidak bisa dimiliki kecuali seizin Allah, yaitu seorang Anak ... eeeaaaaa...
Pinginnya sayang sayangan saja sama anak dan suami, gak pingin gampang emosi. Saran dari buku ini selain dimulai dengan Lillahi Taala, diri kita sebaiknya menyadari dan mengakui kalau terluka dan sedang tidak baik baik saja.

Kepingin juga mencoba Self Healing Therapy. Karena ada efek penyembuhan, sayang belum terwujud karena saya baru bisa tidur di atas jam 11 malam, Insya Allah kalau sudah memperbaiki pola tidur mau coba terapi ini.

Sementara saya mencoba saran dari suami seperti yang selalu suami bilang ke saya (hampir tiap hari), kalau lagi marah sama Nayla ingat  aja lucu lucunya Nay. 

Apalagi mengingat hanya dua bulan menikah, saya langsung hamil anak perempuan pula seperti yang saya mau. Padahal banyak yang belum punya anak setelah bertahun tahun menikah. Saya diingatkan terus untuk bersyukur untuk yang satu ini. 

Pluuuuus diingatkan karena saya punya darah tinggi yang ketahuan sejak saya bekerja (sebelum menikah), untuk jaga emosi biar gak kena stroke. Yup suami saya bilang begitu, tentunya dengan rasa sayang, "kan kita berdua mau melihat Nayla kuliah kerja dan menikah".

Semoga ya dengan baca buku ini dan menerapkan anjurannya bisa meringankan ransel emosi yang ada bahkan mungkin hilang sama sekali ya, Aamiin.
Ada sedikit pesan untuk para penulis tersayang Mas Dani dan Mba Diah, sampul bukunya pinginnya jangan warna hitam (gambar apinya jadi terlihat jelas sih) bikin saya maju mundur bacanya hi...hi.... ini sih masalah pribadi saja gak nyaman dengan warna ini. 

Kalau hitam untuk warna baju saya suka, aaaah gak sabar ingin baca lanjutan buku iniπŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’—

Selasa, 03 Desember 2019

14 Tahun Nih, Jangan Bosen yaaaaaa

Hi Mom...

Mau nge share postingan suami tersayang dan tercinta di sosmed ketika kita Anniv ke 14 tahun. Popnya Nayla memang selalu bikin seperti ini disetiap anniv kita.

Kayaknya kapan kapan gw pingin print dan laminating deh biar Nayla tahu betapa romantis popnya. Walaupun bukan intan berlian yang dikasih, ini saja sudah bikin meleleh.

Etapi kalo dikasih intan berlian yaaaa mau lah ya wkwkwkw dijamin lebih meleleh... lumeeeerr. 
We've only just begun to live
Before the rising sun we fly
So many roads to choose
We start out walking and learn to run

Sharing horizons that are new to us
Watching the signs along the way
And when the evening comes we smile
So much of life ahead
We'll find a place where there's room to grow

If my gray hair shows, I'll be fine
If my waistline grows, I'll be fine
Even when time takes its toll
I'll stay young for the rest of my life
With you, I'll stay young for the rest of my life

I know there's only one like you
There's no way they could have made two
Your love I'll keep forevermore
You're the first, you're the last, and you’re my everything

Happy 14th wedding anniversary, my dear Hanny Nursanti

Kamis, 21 November 2019

Misteri Proposal di Tong Sampah

Hi Mom...
Senang rasanya ketika anak abege gw telfon dari sekolah nada suaranya riang gitu. Biasanya suaranya terdengar lelah dan nada ngomongnya gak sabaran, "pesenin gojek sekarang mom".
Tapi kali ini nadanya riang banget, "Mom pesenin gojeknya nanti aja ya, disuruh kumpul dulu semua calon OSIS lainnya". Sebelum telfon Nayla memang WA gw, dia kasih foto nama nama calon OSIS, artinya .... dia terpilih dong ya yaaaaay. 
Kalau rezeki pasti gak kemana walaupun pakai acara proposal sebagai syarat tes kedua jadi pengurus OSIS di SMP, dibuang ke tong sampah.

Yup tong sampah, jadi begini ceritanya suatu malam pop cerita kalau Nayla minta kirimin pakai gosend print out sekaligus di jilid proposal acara untuk syarat jadi pengurus OSIS yang ada di laptop papanya. Ternyata harus bikin 3 jilid, padahal yang dia bawa ke sekolah hanya 1 jilid.

Gw pikir masalahnya sudah kelar dong ya, tapi pas gw tanya ketika Nay lagi sarapan dan siap siap sekolah jawabannya jutek banget. "Nanti aja deh mom ceritanya", oo okeeee nak.

Pulang sekolah barulah dia tumpahin semua ke gw. Jadi karena dia gak sabar nunggu gosend tiba, dia ikutan fotocopy dan jilid lagi proposalnya di tempat fotocopy dekat sekolah.

Kebetulan ada temannya yang sudah kelar duluan, Nayla titip pesan untuk lihat di pos satpam apa ada titipan dari papanya. Kalau ada dia minta dikasih tau, biar gak usah fotocopy. 

Karena temannya gak balik lagi, dia berasumsi kiriman pop belum sampai, jadi antri fotocopy tetap lanjut. Namun apa daya waktu untuk mengumpulkan proposal sudah lewat 5 menit dari waktu yang ditentukan, proposalnya di tolak cuy. 

Maklum Nay darah Sumatera😎 begitu tahu proposal yang sudah dia buat mati matian selama 3 hari ditolak karena telat langsung deh itu proposal melayang semua ke tong sampah.

Denger cerita kek gini, gw sempat marahin sedikit. Kenapa proposal dibuang kenapa gak dibawa pulang saja bikinnya sudah susah payah, pakai uang juga buat foto copy dan jilidnya kan.

Apalagi Nay berniat marahin temannya yang gak bilang kalau proposal dari pop sebetulnya sudah ada di pos satpam. Gw bilang  dia mau menjegal biar Nay gak bisa ikut tes OSIS atau apapun namanya itu sudah jalan dari Allah jadi gak perlu marahin teman juga.

Coba kalau dia mendengarkan dengan utuh tugas yang dikasih, pasti gak perlu ngerepotin pop untuk kirim proposal tambahan. Coba si kembar ini ngasih tau gw, pasti gw akan koordinasi dengan pak Amin satpam sekolah bla...bla....yang jelas nasi sudah jadi bubur ye kan.

Proposal yang ada di pak Amin gw suruh bawa pulang, buat kenang kenangan. Kalau dia masih minat, Nay bisa coba lagi pas kelas delapan nanti. 
Gak taunya cerita soal ini belum berakhir walaupun anaknya sudah sedikit melupakan. Lebih dari sebulan kemudian Nay dijemput di kelas sama OSIS katanya buat ikut tes susulan, sssst... ini tes endebrai endebrei semuanya rahasia ortu gak boleh tahu kata Nay. 

Padahal masih ada juga yang belum tes, aaah yang penting dapat kesempatan kedua. Senang campur bingung apalagi pas di ruangan lain kakak OSISnya bilang "ini kok proposalnya kotor begini". 

Waaaaaks itu kan proposal yang dia buang di tong sampah depan kelas yang pasti disinggahi sama miki dan minikan😁Mungkin itu sebabnya dia dijemput ya.

Nay gak bilang dong kalau itu dia buang ke tong sampah dengan sengaja karena kesal. Dia bilang karena ditolak proposal dia taro di laci meja, gak taunya pas besok mau dibawa pulang sudah hilang hi...hi... boleh juga jawabannya. 

Pastilah ada mimi peri yang mungut dari tong sampah waktu itu dan mengirim proposalnya ke ruang OSIS. Kapan kapan gw akan cari OB yang bersihin sampah di sekolah Nay, mau bilang makasih.

Yang pasti Allah dan alam semesta memang sayang sama anak ini, Alhamdullilah.

Rejeki memang gak kemana ya. Mau jadi ketua OSIS atau enggak yang penting sudah masuk lingkaran itu ya nak. Bisa nari Saman dong ya, karena hanya anggota OSIS (harus malah) yang latihan tari tersebut.

Sebagai penutup, kita memang selalu ngajarin Nayla uber deh keinginan yang dia mau, kalau gagal ya sudah gak papa yang penting sudah berusaha. Selamat ya cayangku my baby bala bala.

Senin, 18 November 2019

Menulislah dengan Bahagia

Hi Mom...
Kali ini gw mau nulis yang ringan ringan aja ah (lah biasanya nulis oragnik di blog ini kan memang ringan). Mau cerita awal mula gw mulai menulis blog ini. 

Dulu nih pas masih kuliah gw rajin banget nulis diary di komputer (belum punya laptop) pakai disket, hadeeeeeh jaman jebot banget pas kuda masih gigit besi ini mah.
Tapi kegiatan menyenangkan ini stop dengan sendirinya ketika gw mulai kerja jadi jurnalis. Gak ada waktunya boooo bahkan untuk baca buku novel aja harus nyempet nyempetin banget.

Memang sih ketika nulis berita apalagi kalau itu temanya profil, jalan jalan atau makanan gw enjoy sangat nulisnya gak pake kening berkerut tapi kan itu tetap saja bukan diary. 

Apalagi sebagai jurnalis ibaratnya  kita ini harus stand by siang dan malam, menyenangkan sih tapi cape cuy, sssst kerja memang cape kan #ralat.

Singkat cerita, gw menikah dengan teman curhat di kantor sekaligus atasan gw (lelaki sabar dan baik hati ini karirnya lebih melesat dari gw wkwkwkwkwk). Ketika hamil dan akhirnya terpaksa berhenti kerja barulah terbesit untuk  nulis diary lagi khusus buat Nayla. 

Waktu itu langganan internet per bulan muahaaaaaal banget (buat kita lo ya) jadi nulis sesempatnya di word laptop. Kalau ada wifi gratis kita uber buat nongkrong dan coba coba bikin blog.

Sampai akhirnya bisa langganan speedy, sayangnya lemoooooot banget apalagi colokan internet hanya ada di kamar tidur, jadi hanya bisa ngetik di sana. Sedih? sedikit hi...hi...tapi gw tetap merasa beruntung kan gak harus nguber wifi di tempat lain.

Jadi karena internet lemoooot kadang hanya masukin tulisan aja, foto menyusul itu juga kalau inget. Blog yang gw dedikasikan untuk Nayla ini isinya memang melulu tentang dia dan keluarga kecil kita.

Di otak banyak banget yang pingin di tulis, entah lagi di jalan, mau tidur atau lagi liburan. Sayangnya gw moody-an jadi kalau ada kejadian yang bikin perasaan gak asik akhirnya males ngapa-ngapain, akibatnya tulisan banyak hanya sekedar angan angan.

Tapi biar begitu gw sempat bikin 2 blog lagi, blog masakan (yang sebelumnya gw gabung di blognya Nayla) sama blog jualan online. Wah dari blog jualan online yang jatuh bangun ini, gw tahu kalau gw ini orang baik dan bertanggung jawab eeeeaaaa.

Selain gw dapat uang jajan tambahan, dapat kepercayaan orang juga karena biarpun barangnya kadang lebih mahal tapi eke orangnya jujur dan tanggung jawab. Jadi kalau ada barang yang rusak atau bahkan gak sesuai dengan foto (maklum gw cuma reseller waktu itu) gw balikin uangnya.  

Blog jualan ini akhirnya terbengkalai karena hape tiba tiba mati minta di lembiru, akibatnya nomer nomer reseller tempat gw ambil barang hilang semua hiks.

Mulai Gabung komunitas Blogger
Gw lupa bulannya   yang jelas tahun 2017 coba coba gabung di komunitas blogger yang banyak betebaran di FB, pas Nayla sekolah sudah full alias pulang jam 1.30. 

Itu juga kadang pakai perjanjian suami gw pulang cepat atau gw bilang ke Nayla untuk usahain pulang lebih cepat dari dia, jadi gw ambil acara yang gak seharian.

Acara pertama yang gw ikutin lokasinya di MPR yaaaaay akyu kangen tempat liputan ini brooo. Semuanya gak berubah padahal sudah gak dikunjungi selama 12 tahunan kurang lebih. (klik ini yang mau nostalgia Seseruan di MPR )
Sejak masuk komunitas blogger dua tahun  lalu gw nambah teman banyaaaaaaaak banget, bahagia euy.

Gw yang rindu masa masa liputan dulu sedikit terobati kala di undang ke acara acara yang kliennya minta  acaranya di tulis di blog. Biasanya sih gw daftar ke acara yang berbau bau parenting atau ke acara yang beda topik tapi gw suka temanya. 

Sampai akhirnya 2018 pop pasang wifi di apartemen kita (2016 kita beli apartemen di Jakarta). Dia kasihan sejak Bolt hilang gw harus thetring dari hape dan selalu khawatir kuotanya habis.

Kalau ngandelin wifi gretong dari apartemen gw suka rebutan duduk di taman atau di gazebo depan kolam renang dengan para perokok.(baca ini juga dong Maaaacih mood booster sayaaaaang).

Di tahun yang sama pop tercinta juga daftarin blog gretong gw jadi blog berbayar yaaaaaay, gak pakai blogspot lagi dong belakang blognya.

Kadang "Gw" Kadang "Saya", Gak Konsisten iiih
Nah ini gw alami ketika ikut salah satu gathering blogger dengan penulis buku, namanya Dini Fitria. Dia bilang tulisan gw gak konsisten menyebut diri sendiri di blog, kadang pakai gw kadang pakai saya.

Gw kasih alasannya  kalau nulis organik ya pakai Gw, feelnya lebih keluar pas nulis. Tapi kalau pakai kata ganti Saya berarti itu blog berbayar dan kata Dini jangan seperti itu tetapkan saja pakai yang mana, biar pembaca gak bingung.

Sampai rumah gw fikirin dong ya, sampai akhirnya untuk selanjutnya gw pakai kata ganti "Saya". Ya gimana dong gw gak sreg nulis buat klien (eeecieee klien) pakai gw, kayaknya gak sopan gitu hi...hi...

Awalnya sih biasa saja ber saya saya di blog organik, tapi lama lama eke resah dan gelisah pada semut meraaah, aiiiih stop.. jadul amat itu lagu.
Rasanya itu gak gw banget, apalagi ada blogger kondyaaaang (lupa namanya) dia bilang hi you menulislah di blog sesuai keinginan. Mau pakai gw boleh saya boleh aku boleh, atau campur sak kerepmu dewe lah wong itu blog mu demikian kurang lebih kalimatnya begitu.

Happy dong baca kalimat itu, sampai akhirnya curcol sama pop. Gw minta pendapat pop tentang keinginan gw kembali ke kebiasaan lama untuk ber gw gw di blog organik, karena gw merasa jadi ada yang membatasi kesukaan gw bermain di blog.

Pop : "Bikin blog biar ada orang yang baca atau buat kenang kenangan Nayla dewasa?".
Gw : '"Buat Nayla tapi kalau ada yang baca ya senanglah".
Pop : "Pas gak pakai gw lagi, ada yang baca gak?".
Gw  : "Sama aja sih, kadang banyak kadang  sedikit".
Pop : "Senang gak?".
Gw : "Lebih senang kalau nulisnya pakai gw sih, jadi minimal pas nulis happpyyyy".
Pop : "Ya udah nulis aja sesuai maunya mom kan ini blog mom yang penting happy kan untuk Nayla, plusss nulisnya yang rapi perhatiin tanda baca dll.  
Akhirnya setelah konsultasi sama pop plus semedi di kamar semalamanπŸ˜‹ Agustus 2009  nulis blog organik alias blog pribadi alias blog suka suka kembali ber gw-gw yaaaay.

DA - PA versus Usia Muda - Follower 10K
Gw tahu beginian pas ikut komunitas blogger. Penjelasan singkatnya DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) itu sebuah indikator yang menunjukkan kualitas authority halaman website dan domain kita di mesin pencari.

Bisa di pastikan kalau ada undangan sebuah acara mereka minta DA / PA yang tinggi, eke pasti gak terpilih.  Bukannya gak berusaha untuk meningkatkan, tapi gw jadi terpaku lama depan laptop untuk mencari kata atau kalimat yang bakalan nantinya paling dicari di mesin pencari.

Akhirnya ya pasrah, yang penting nulis sesuai keinginan, minimal enak di baca syukur syukur ada yang komen. Keliatannya seperti gw seenaknya tenaaaang bro and sist, blog ini dibuat dengan sepenuh hati dan cinta.

Bisa dibilang gw  menulis di blog ini sesuai passion gw aja. Bahkan kalau untuk klien kadang gw gak peduli dengan bayarannya atau hanya sekadar review produk, asalkan gw suka dengan produk dan temanya pas dengan blog plus bisa ngasih sedikit warna lain dari blog ini, ai sabet.

Sedangkan untuk persyaratan sosmed biasanya yang paling banyak diminta Instagram dan Twitter. Gw lihat di grup syarat yang diminta, usia semakin muda muda 30 tahun ke bawah wkwkwkwkwkwk bingung juga gw apakah usia di atas itu dianggap tidak bisa menjalankan tugas yang mereka minta?.

Begitupun dengan jumlah follower yang diminta 5K -10K, wahai klien tahukah kalian mencari follower yang benar benar manusia yang berinteraksi dengan kita susah banget. Makanya kadang banyak yang kalap beli follower wkwkwkwkwk.

Gw gak mau ah kayak gitu selain sayang uangnya ngapain sih harus bohong bohong begitu, rezeki yang halal bisa dari mana aja kok datangnya.

Jadi Insya Allah sampai hari ini gw gak panik, kalau ada acara yang temanya pas cuuus daftar kalau gak dapat ya sudah berarti belum rezeki. Apalagi kalau pakai nulis blog segala, seandainya gw gak mood atau lagi ada kegiatan di sekolah Nayla ya gw gak daftarlah.

Memang blog ini gw dedikasiin buat Nayla, tapi kalau seandainya ada job berbayar gw gak menolak selama gw enjoy dan ada waktunya untuk datang dan menulis acaranya.

Sebisa mungkin eh harus malah kalau sudah daftar acara dan terpilih gw pantang batalin karena acara lain, kecuali sakit atau urusan anak (baru dua kali batalin karena gw sakit diare dan Nayla ada acara di luar yang harus gw dampingi).

Patuh sama tenggat waktu untuk job berbayar... yup ini gw pegang banget karena ini juga berurusan dengan bayar berbayar. Semakin kita telat semakin lama fee yang akan dibayar ke kita makanya suka sebel kalo ada yang nulis lewat dari tenggat waktu, kacian yang lain.

Ah sementara ini dulu deh .... curcol yang lebih ditujukan untuk diri sendiri sebenarnya. Makasih buat yang sudah mampir, semoga isi blognya bermanfaat ya..

Percaya Deh Allah Tahu Yang Kita Mau

Hi Mom... Cuma mau curcol receh, beberapa bulan ini gw lagi naksir  produk di sosmed sebutlah inisialnya produknya Idekuhandmade wkwkwkwkw. ...