Sabtu, 09 November 2019

Jaga Ketahanan Pangan Nasional Kuuuuy ....

Hi Mom...

kali ini saya mau bahasa masalah yang agak serius tapi tetap dong serius versi saya ya. Karena masalah domestik di rumah tangga dengan segala pernak perniknya sudah bikin emak emak jungkir balik, termasuk soal makan.

Ketahanan Pangan Itu Apa?
Nah ngomongin soal makan ternyata sebuah rumah dianggap memiliki ketahahan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.

Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hal hal keren kayak gini saya ketahui lebih dalam ketika hadir di acara Rakornas Agribisnis Kadin 2019 di Hotel Kempinski 5 November 2019 lalu.

Acara yang dihadiri Menristekdikti Bambang Brodjonegoro ini bertema "Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan" tujuannya untuk memberi masukan dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian dan industri makanan.
Tidak hanya itu, mereka juga mengkoordinasikan program kerja untuk 2020 pada Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan (APK) dan Bidang Pengolahan Makanan dan  Industri Peternakan (PMIP).

Waktu itu saya langsung mikir musti sarapan yang benar nih, biar bisa ngikutin  maklum sudah lama gak liputan diskusi kayak gini. Apalagi ngobrolin ketahanan pangan Indonesia pastinya selalu seru karena hal ini masih menjadi fokus utama pemerintah (bukannya memang harusnya begitu ya).
Karena saya sih merasanya selama saya menjadi anak kemudian menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga belum pernah mengalami ancaman kelaparan. Paling telat makan, dulu banget kalau saya pulang sekolah dan ibu saya lupa masakin nasi pas dia berangkat kerja hi...hi...

Terus bagaimana dengan orang orang yang tinggal di gerobak sampah dan parkir tidurnya di pinggir kali dekat dengan lokasi rumah saya, apakah mereka tidak memiliki ketahanan pangan?.

Indeks Ketahanan Pangan Mengalami Kenaikan
Saking pentingnya masalah pangan sebagai kebutuhan dasar manusia dan pemenuhannya jadi hak asasi rakyat Indonesia, pemerintah membuat Undang-Undang No. 18/2012 tentang Pangan.

Berikut beberapa data The Economist Intelligence Unit tahun 2014-2018, kalau indeks ketahanan pangan di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2014, indeks ketahanan pangan di Indonesia mencapai 46,5 indeks dan di tahun 2018 mencapai 54,8 indeks.

Bahkan, menurut data dari Global Food Security Index (GFSI), Indonesia berada pada peringkat ke-65 dunia dan peringkat ke-5 di ASEAN.

Senang dong saya dengar berita ini walaupun gak terlalu tahu pengaruhnya sebesar apa di kehidupan masyarakat kita, yang penting judulnya naik alias meningkat terus. 

Usaha pemerintah melalui Kementerian Pertanian patut diapresiasi pastinya. Karena capaian indeks ketahanan pangan tersebut bisa dilakukan meskipun laju pertumbuhan penduduk tiap tahunnya selalu meningkat.

Coba bayangkan mom..tahun 2045 (eh saya masih ada gak ya😍), jumlah populasi dunia diperkirakan akan menembus 9 miliar jiwa. Sementara populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa.

Itu memang baru sebuah prediksi tapi semua pihak harus bekerja keras agar produksi pangan meningkat secara signifikan dan berkelanjutan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional dan global.

Masalahnya peningkatan produksi membutuhkan bibit tanaman pangan yang unggul atau berproduksi tinggi. Selain itu juga harus harus didukung oleh ketersediaan serta penggunaan pupuk yang berimbang dan melibatkan sumber daya manusia yang terlatih dan berkualitas.

Kalau semua itu sudah dilakukan, maka perlu juga adanya lembaga yang menjamin penyerapan atau pembelian hasil panen dan dukungan sistem pendanaan yang terbuka berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan, ada tiga  hal yang akan menjadi fokus pembahasan.
Waketum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja
foto: Team Creative dan Production Sinar Mas

Tiga hal tersebut adalah peningkatan produktivitas melalui penyediaan lahan, bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.


Penting sih membahas perubahan iklim karena selain menyebabkan kenaikan suhu dan penyimpangan cuaca, juga meningkatkan potensi serangan hama tanaman. Imbasnya, gagal panen.
Agar hal ini terwujud banyak pihak yang dilibatkan kurang lebih ada 200 peserta dari sektor agribisnis, asosiasi petani, perbankan, dll.

Ini saya sarikan tiga strategi kebijakan yang menjadi bahan diskusi.
  • Dari sektor Ketersediaan, Strategi kebijakannya: Meningkatkan produksi komoditi pangan kebutuhan pokok secara berkelanjutan, dan kebijakan pengadaan pangan pokok.
  • Dari sektor Aksesibilitas, Strategi Kebijakannya: Menjaga kecukupan pangan nasional untuk menjamin ketersediaan dan aksesibilitas pangan seluruh wilayah Indonesia, yang dapat terjangkau dan aman dikonsumsi masyarakat luas, serta pengembangan sistem logistik.  
  • Dari sektor Stabilitas, Strategi kebijakannya: Melakukan upaya stabilisasi harga yang efektif dan berimbang dengan memperhatikan kepentingan petani/produsen serta keterjangkauan harga bagi konsumen.
Menristekdikti Bambang Brodjonegoro yang saat itu menyerahkan Road Map agribisnis, pangan dan kehutanan dari Waketum Kadin (bidang pengolahan makanan dan industri peternakan) Juan P. Adoe mengingatkan jangan ada dikotomi antara pengusaha pertanian dan petani.
Menristekdikti Bambang  Brodjonegoro dan Waketum KADIN Juan P.Adoe
foto: Team Creative dan Production Sinar Mas
Kenapa begitu? karena sesungguhnya pengusaha pertanian adalah juga seorang petani, sedangkan petani bisa menjadi pengusaha pertanian. 

Caranya dengan mengangkat para petani menjadi pengusaha pertanian melalui level mikro, menengah dan bisa jadi nantinya jadi pengusaha besar. Yuuk Aamiinkan harapan Bapak Menrisktek semoga terwujud.

Acara diskusi yang berlangsung hingga sore ini, juga punya pembahasan lain yaitu “Ekosistem Investasi Ketahanan Pangan dan Daya Saing Ekspor.”

Ini juga topik penting karena sektor makanan menjadi penyumbang utama penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai 7,1 triliun rupiah, dan kedua terbesar penanaman modal asing (PMA) senilai US$376 juta pada kuartal I/2019.

Topik diskusi panel ketiga juga yang lumayan seru: “Access to Finance”. Membahas tentang peran fintech bagi petani, akses pembiayaan petani memang masih menjadi masalah utama dalam mewujudkan program-program ketahanan pangan oleh Pemerintah, terutama para petani yang berada di daerah terpencil.

Harapannya memang dengan semakin banyaknya bermunculan perusahaan fintech, bisa menjadi solusi layanan keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke institusi perbankan.

Lalu, apa output dari kegiatan Rakornas Agribisnis Kadin 2019 ini?  untuk merumuskan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian dan industri makanan.

Semoga rekomendasi dan masukan ini diterima pemerintah, karena nantinya generasi anak saya Nayla yang akan mengalami semua hasilnya apakah semakin membaik atau  malah memburuk. Harapan saya pastinya semakin dong ya mom, Aamiin.

Makasih yang sudah mampir, jangan berkerut lagi keningnya karena tulisan kali ini  agak series 😍 jangan lupa makan dan bahagiaaaaa.
foto: Team Creative dan Production Sinar Mas

Jumat, 08 November 2019

Parkinson Bisa Sembuh jika Terdeteksi Sejak Dini

Hi Mom...
Kali ini kita ngobrol tentang parkinson yuuk, soalnya beberapa hari lalu saya di undang untuk menghadiri vlogger dan blogger gathering dengan tema mengenal lebih jauh tentang parkinson.
Acara yang dihadiri sekitar 70 orang vlogger dan blogger ini atas  undangan rumah sakit Premier Jatinegara yang terletak di Jakarta Timur. Mereka memperkenalkan produk baru  berupa "Klinik Parkinson dan Gangguan Gerak" yang di komandoi dr. Sukono Djojoatmodjo Sp.S (spesialis syaraf).
Apa itu Parkinson?
Parkinson biasanya ditandai dengan tremor di satu tangan, ini hasil gugling di internet sama dengan dengan penjelasan dari dr. Sukono (ya iyalah masa beda). Penderita biasanya menyembunyikan satu tangannya yang tremor di kantong celana agar tidak terlihat. 

Tapi menurut dr. Sukono ternyata banyak gejala lain yang non motorik tidak di sadari sebagai gejala dari parkinson. 

Seperti misalnya jalannya lambat banget yang menurut istilah dr. Sukono jalannya timi timi alias langkah kakinya seperti tersendat sendat. Selain itu terjadi juga kekakuan di beberapa bagian tubuh dan sering kehilangan keseimbangan.
Untuk mudahnya saya sarikan beberapa gejala parkinson  yang jarang terdeteksi oleh orang awam. 
Otot: otot kaku, gerakan tak disadari, gerakan tubuh lambat, kesulitan berdiri, kesulitan berjalan, kesulitan dalam gerakan tubuh, kontraksi otot ritmik, koordinasi bermasalah atau jalan seok dan lambat
Tidur: bangun tidur lebih awal, gangguan tidur, mengantuk di siang hari, mimpi buruk atau tidur tidak nyenyak. 
Seluruh tubuh: kelelahan, gelisah, keseimbangan buruk atau pusing. 
Kognitif: amnesia, kebingungan di malam hari, demensia atau kesulitan berpikir dan memahami.
Ucapan: kesulitan berbicara, kotak suara kejang, suara terganggu atau ucapan lemah.
Hidung: berkurangnya kemampuan penciuman atau indera penciuman yang terdistorsi.
Kemih: air seni keluar tanpa dapat ditahan atau air seni menetes.
Suasana hati: apati atau kegelisahan. 
Perawatan wajah: berkurangnya ekspresi wajah atau rahang kaku.
Juga umum: depresi, gemetaran, kehilangan sensitivitas kontras, kekakuan leher, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, menggeliat secara tidak sengaja, penurunan berat badan, sembelit, takut jatuh, tatapan kosong, terjatuh atau tulisan tangan berukuran kecil.

Kalau melihat gejala seperti ini pada anggota keluarga, sebaiknya segera diperiksa kepada dokter ahlinya, jangan mendiagnosa dan mengobati sendiri.
Parkinson Penyakit Degeneratif
Artinya penyakit ini termasuk penyakit usia lanjut (60 tahun ke atas) namun belum diketahui penyebab pastinya, biasanya menyerang otak. 

Ingat Muhammad Ali petinju legendaris yang tiada duanya itu? hayuuuuk pasti deh pura pura lupa biar gak dianggap tuakan hi...hi... nah karena hantaman dan benturan keras terus menerus di kepala karena olahraga tinju menjadi pemicu penyakit parkinson pada dirinya.

Tapi benturan di kepala tidak selalu menyebabkan Parkinson ya, hanya jika mengenai bagian otak yang mengganggu produksi dopamin. Dopamin itu apa sih? dopamin itu hormon yang menghambat pelepasan prolaktin dan hipofisis.

Duh istilahnya ilmiah banget ya, tapi  yang jelas dopamin ini berperan penting di tubuh kita. Kalau dopamin berlebihan bisa menyebabkan skizofrenia, dan sebaliknya kalau kurang menyebabkan parkinson, jadi si D ini harusnya jumlahnya sedang sedang saja.

Menurut dr. Sukono penyebab lainnya untuk penyakit parkinson, tubuh kita telah terpapar banyak polusi pestisida. Ini kita dapatkan dari makanan yang ternyata proses penanamannya memakai pestisida untuk menghilangkan hama tanaman.

Yang aman ya makan makanan organik yang murni tanpa pestisida atau bahan kimia lainnya, mahal memang tapi kalau dibandingkan dengan harga kesehatan kita sepertinya sepadan. 

Seperti juga penyakit kanker atau astma, parkinson juga bisa dipicu adanya faktor genetik, yaitu ada keturunan yang menderita parkinson.

Teknik Pengobatan Parkinson di Rs Premier
Mereka memakai teknik pengobatan dengan obat oral, pemberian obat melalui infus dan melalui operasi. Saya dan teman teman melihat video beberapa pasien parkinson yang berhasil di sembuhkan Rs Premier Jatinegara.

Biaya pengobatan di sini selain di cover asuransi swasta, ternyata mereka juga menerima BPJS. Pesan dr. Sukono jangan ragu untuk membawa anggota keluarga yang memiliki gejala parkinson untuk berobat dan berkonsultasi dengan dirinya di rs Premier Jakarta.

Dia menambahkan pentingnya untuk  hidup sehat sejak usia muda, caranya dengan makan makanan yg fresh kalau perlu kurangi makanan siap saji. Jangan lupa olahraga yang teratur, sehingga memiliki berat badan ideal kalau sudah seperti ini penyakit apapun susah buat masuk ke tubuh kita.

Di akhir acara seperti biasa ada dong pembagian doorprize untuk lebih dari 20 orang peserta. Saya juga dapat ternyata padahal ya nothing to loose lah wong jarang dapat, dan sudah ke sesi hadiah utama pula.

Makanya ketika nomer urut absensi kita di putar dengan komputer saya malah sibuk bikin konten dan posting di sosmed. Eh malah nama saya disebut sebagai salah satu yang menerima voucher medical check up di rs Premier Jakarta yaaaaaay makasih ya. 
Ternyata selain bisa reunian dengan teman teman blogger yang jarang saya temui, lebih sering jumpanya di sosmed dan grup Whatsapp dapat rizky juga untuk cek kesehatan menyeluruh Aamiin.

Kumplit sudah cerita tentang keseruan gathering kemarin, semoga tulisan ini juga berguna ya mom.

Selasa, 29 Oktober 2019

Beberes Rumah Gak Pakai Drama dengan Go-Clean

Hi Mom...
Sebagai ibu rumah tangga buat saya beberes rumah jadi salah satu hal yang wajib gak wajib, kenapa bisa gitu?. Iyalah tergantung penghuninya ada yang maunya rapi bersih setiap saat, ada yang seadanya ada  juga yang kalau sempat baru dibersihkan.

Kalau saya termasuk yang pingin setiap saat bersih namun apa daya sejak tinggal di apartemen si mba asisten gak bisa lagi bantuin kita dia takut naik lift, karena  dia trauma pernah terjebak di lift.

Jadilah kita mengerjakan sendiri semuanya, untungnya cuci dan setrika  bisa titip di mama mertua karena kalau cuci sendiri saya nyerah walaupun pakai mesin cuci. Sebisa mungkin gak ke laundry kiloan ya wassalam deh diantar kotor, dipulangin wangi bubble gum tapi masih kotor.

Sedangkan urusan bebersih rumah, saya dong yang ngerjain kalau enggak tambah ndut wkwkwkwkwk. Sayangnya saya yang paling rewel untuk urusan kamar mandi maunya kinclong dan harum terus, gak tegaan kalau harus ngosek toilet sama lantai kamar mandi.

Biasanya sih minta tolong suami bersihin kalau akhir pekan, tapi lama lama kasihan euy. Akhirnya saya melirik juga jasa bebersih rumah dari Go-Clean.

Go-Clean Itu Apa Sih
Pasti semua sudah tahu dengan aplikasi Go-Jek nah Go-Life merupakan salah satu bagian dari platform jasa layanan online tersebut. 

Di dalam Go-Life ada jasa layanan namanya Go-Clean, yang bisa bantuin kita untuk bersih bersih rumah apartemen atau tempat indekos biar gak pinisirin baca ini dulu ya (Review GoClean)

Menarikkan karena selain harganya terjangkau dengan kisaran harga mulai dari 60 ribu rupiah,  kita bisa memilih mau petugasnya laki laki atau perempuan. Begitu juga durasi waktunya bisa kita pilih tergantung ruangan yang akan dibersihkan.

Hanya untuk mendapat petugas yang bisa membersihkan dengan benar sesuai standart gak gampang, sampai 3-4 kali memesan saya belum puas dengan kinerja mereka.

Maklumlah namanya juga manusia tidak ada yang sempurna, biarpun sudah mendapat latihan dari Go-Clean ketika di lapangan kadang ada yang kerjanya seadanya mungkin dia lelah ya.

Biasanya  saya  memesan  pakai peralatan mereka karena pasti dong lebih lengkap, tapi ada saja yang lupa mereka bawa seperti sarung tangan misalnya.

Mana saya sedia sarung tangan pelastik, bahkan ada juga yang lupa bawa sikat alasannya ketinggalan di tempat dia cuci kamar mandi sebelumnya dan beberapa hasil kerjanya gak terlalu bersih. 

Sebel sih pingin ngasih bintang empat cuma gak tega separah apapun saya usahakan enggak lagi ngurangin bintang, cuma saya berharap gak dapat mereka lagi.

Bertemu Petugas Go-Clean yang Klik
Saya lupa kapan tepatnya mba Rusyanti mengambil pesanan saya. Dari pertama dia datang saya langsung sreg, orangnya bersih cantik berkaca mata dan gak banyak omong.
Ternyata hasil kerjanya bersih banget kamar mandi wangi dan kinclong, dia mengerjakan sesuai standart  Go-Clean. Untungnya Mba Rus ngasih tahu kalau kita bisa memasukkan namanya ke bagian penyedia jasa favorit jadi lain kali bisa pesan dia lagi untuk selanjutnya.

Biasanya  nih saya janjian dulu  sama mba Rus, dia bisa enggak di hari dan jam yang saya mau, kalau enggak bisa saya biasanya yang menyesuaikan dengan waktunya. Kebanyakan sih waktu dan jam kita klop.  
Whuiiih asik  gak harus nebak nebak buah manggis lagi kalau pesan Go-Clean. Sebelum saya kasih tau step by step cara pemesanannya, unduh dulu aplikasi Go-Life ya, untuk caranya bisa lihat foto di bawah ini.

Cara Memesan Go-Clean 
Kalau sudah klik Go-life, mom bisa lihat ada macam macam layanan di sana yang menyenangkan hati. Bagaimana tidak ada layanan pijat, massage, meni pedi wuidiiiiih stop stop ayo kita fokus di Go-Clean😋.
Di Go-Clean mom bisa pilih reguler kalau hanya ingin membersihkan beberapa bagian rumah, kamar mandi misalnya. Mom juga bisa memilih ingin pakai peralatan Go-Clean atau pribadi.
Setelah itu mom perkirakan berapa kamar mandi yang ingin dibersihkan, kalau saya biasanya pilih 1 jam karena hanya ada satu kamar mandi yang ukurannya sedang. Jangan lupa pilih petugasnya wanita atau pria.
Kalau baru pertama kali memesan Go-Clean, mom tinggal tunggu siapapun yang ambil pesanan. Tapi kalau sudah punya penyedia jasa favorit biasanya fotonya langsung muncul dan langsung pilih.
Kalau sudah dapat mom tentukan tanggal dan jam berapa Go-Clean harus datang. Saya biasanya menentukan tanggal dan jamnya setelah janjian dulu dengan petugas favorit saya.
Nah kalau rumah mom sudah bersih dan kinclong, sama seperti aplikasi lainnya silahkan beri bintang  serta pilih alasannya dan berikan ucapan terima kasih. 

Untuk mba Rus saya selalu kasih bintang lima dong muaaaach.
Tuh asik banget kan, kemudahan aplikasi ini lebih saya rasakan saat sakit bulan lalu ketika salah satu tangan saya tiba tiba gak bisa digerakkan. Atau pas saya habis operasi kecil yang perlu waktu dua minggu untuk pulih. 

Otomatis mba Rus gak hanya membersihkan kamar mandi  tapi juga  membersihkan seluruh ruangan di apartemen. Begitu apartemen kinclong dan harum seketika hilang stress saya, karena melihat rumah yang di beresin dan di sapu ala ala sama duo kesayangan di rumah Nayla dan Pop. 

Mereka bantuin cuci piring dan masak nasi aja deh, ngepel dan sikat sikat rumah gak pakai drama urusan mba Rus saja.

Mau sampai kapan pakai Go-Clean? seterusnya dong selama kita tidak bisa mendapatkan orang yang mau bantuin beberes di apartemen. Daaaaaan kalau bisa nih harganya jangan naik terus yaaa, soalnya kemarin baru saja naik.

Memang sih mereka suka ada promo dan  ngasih voucher, tapi saya bayar ke mba Rus tetap dengan harga normal. Gak tega, walaupun dia pasti dapat sisa harganya dari Go-Clean.

Yang penting mba Rus sehat jadi bisa bantuin saya terus ya Aamiin. Apalagi dia sudah bilang lebaran gak pulang kampung yaaaaay... happy banget kan hati ini.

Senin, 21 Oktober 2019

Happy 13th Merlion Birthday Nayla

Hi Mom...
Liburan itu enaknya pakai travel atau jalan sendiri? kalau gw sih enaknya jalan sendiri. karena selain lebih murah, waktu dan tempat yang mau didatangi bisa diatur sesuai mood. 

Apalagi kalau perginya cuma beberapa hari, harus pintar pintar bagi waktu. Ini kita lakukan ketika Nayla mau ulang tahun ke 13, 12 oktober 2019 lalu.

Izin dari sekolah hanya boleh sehari, kecuali umroh boleh 10-12 hari. Pop juga sama nasibnya, kerjaan lagi padat jadilah kita pilih merayakan ultah Nayla di Singapore saja selama 3 hari 2 malam.
Singapore jadi pilihan karena waktu kami ke Malaysia Februari lalu, gak sempat nyebrang karena gw batuk. Parah gak parah sih batuknya tapi bikin gak doyan makan, gak kuat jalan jauh rewel dan bawel gitu deh padahal changi lagi cantik banget dihias sama pernak pernik Harry Potter. 

Lets go lah mari kita pesan tiket pesawat lagi sama teman baik yang gw kenal di Fb, namanya Kiki Aurora. Tiket Lion Air untuk tanggal 11-13 Oktober seharga 4,5 juta PP untuk kita bertiga sudah dapat, jam keberangkatannya asik 8.20 wib sedangkan pulangnya 14.20 waktu singapore yang beda hanya 1 jam dengan Jakarta.

Kalau hotel eke dong yang cari sesuai budget, tapi tetap harus nyaman. Pastinya hotel harus dekat kemana mana dan kebetulan Singapore negara kecil, begitupun dengan kamar tidur dan mandi juga harus nyaman.

Pertimbangan lokasi dan harga (1 dollar Singapore = 10 ribu) yang bikin gw puyeng wkwkwkwk, karena sesungguhnya gw gak bisa nginap di hostel yang tidurnya rame rame bareng orang lain. 

Bukan karena pakai hijab, gw gak bisa berbagi kamar mandi dengan orang lain (yang gak dikenal) kalau lagi nginap di hotel. 

Kalau malam eke bisa bolak balik ke kamar mandi, bisa terganggu yang lain. Pingin bebas juga di kamar, pakai kaos pop aja apalagi kami selalu bersama Nayla dan pingin ngasih surprise tengah malam.

Akhirnya hotel 81 Dickson di Little Indian jadi pemenangnya. Gw share harganya ya mom buat jadi pertimbangan ikutan pilih atau enggak, harganya 900 ribu rupiah permalam (sudah pajak) bisa dibayar 1 minggu sebelum keberangkatan.

Hotel sama tiket beres, tinggal siapin koper dan ransel. kita memang dapat gratis bagasi masing masing 7 kg tapi gw cuma mau bawa koper satu, ransel 2 dan tas jalan buat dibawa masing masing.

Selain itu sepatu yang nyaman untuk jalan (Singapore kecil dan banyak area yang bisa dilihat dengan jalan kaki) payung lipet, topi, kacamata hitam, kipas dan botol air minum. Obat astma dan perintilan perintilannya serta peralatan lenong dan mandi juga gw siapin.

Itinerari gw simple kok, buat waktu yang singkat kita gak mau ngoyo namanya juga liburan ya harus santai. 

Hadiah buat Nayla sudah gw beli di Jakarta bahkan lilin ultah dan korek api juga gw bawa  (lah ini yang Padang sapose...), pop kan gak merokok ribet nanti cari pinjaman korek api tengah malam
Day 1
Rencananya maksi dan explore bandara Changi sedapatnya, segempornya kaki.  Ke hotel trus menyambangi Bugis Junction dan Mustapha
Pukul 5 habis subuhan lewat sedikit kita sudah pesan Grabcar buat langsung ke bandara Soeta. kita dapat pengemudi yang enak, ramah dan orang media juga namanya pak Amin (081311022578). 

Sila kalau ada yang mau pesan dadakan kemanapun bisa WA dulu nanti pas ketemu di lokasi bisa pesan lewat aplikasi, aseeek kalimatnya be-rima geneeee.
Tiba di Bandara Soeta sekitar pukul 6.20an di terminal 2F, Langsung cek in dan siap siap boarding. Kebetulan pesawat Lion Air kita parkirnya jauh jadi kita nyamperin pakai bis bandara, ngebut boook supirnya kek kebelet pipis, tenang aja cuy satu pesawat pan di bis ini masa ketinggalan pesawat.

Anyway setelah tertidur di pesawat selama lebih dari 2 jam, kita sampai di terminal 3 Changi dan pingin nyobain maksi di staf kantin yang beken itu gw sampai simpen video menuju lokasinya biar gak nyasar. 

Sayang si Nayla rewel udah laper bahkan diminta sholat Dhuhur dulu gak mau saking laparnya hi...hi.... Akhirnya maksi yang ada depan mata aja Burger King.


Kelar makan dan sholat, kita bertiga nyamperin Butterfly Garden yang ada di terminal 3. Seru loh banyak banget kupu kupunya, ada air terjun mini buatan dengan aroma udaranya yang manis karena ada beberapa buah seperti nanas yang sengaja diletakkan untuk jadi camilan para kupu kupu.

Habis itu kita jalan lagi nyamperin kereta gratis yang bisa antar kita ke terminal 1, maklum ya Changi yang 7 tahun berturut turut jadi bandara terbaik di dunia versi Skytrax itu luaaaas banget. Maaf gak mampir ke terminal 2, udah menjelang sore gak sabar pingin lihat Jewel. 

Jewel ini destinasi baru di Changi tepatnya dibuka 17 april 2019, salah satu atraksi utamanya taman dalam ruangan empat lantai yang namanya Forest Valley isinya ribuan pohon, tanaman dan bunga.


Selain itu, nah ini dia jeng...jeng.... Rain Vortex air terjun setinggi 40 meter, air terjun ini nih katanya menjadi air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia. 

Untuk melihat ini kita keluar dulu melalui bagian imigrasi, kelar cek dokumentasi dan isi formulir kita ke pintu keluar menuju Jewel.

Tuh kan seru dan menggetarkan ya, katanya kalau malam hari air terjun ini lebih cantik karena ada cahaya warna warni di air terjunnya. Kita cukup lihat yang siang aja deh, karena harus segera cek in ke hotel.

Di Changi tepatnya dekat Jewel terminal 1, Pop beli kartu Internet sebesar 100 Gb (gak ada yang lebih kecil) seharga 32 dollar untuk tetring bertiga. 
Pop juga beli 3 kartu untuk naik MRT LRT dan Bus, isinya masing masing @5 dollar, sedangkan kartunya seharga 2 dollar kalo gak salah.
Dari Changi kita naik MRT ke Bugis Junction (pindah halte 2 kali), habis itu lanjut naik Grab car ke hotel 81 Dickson di Little India.


Kebetulan mas resepsionis hotel baik banget kita dikasih kamar yang ada jendelanya menghadap jalan, maklum harga promo di hotel ini dikasih yang gak ada jendela serasa di penjara kan ya. 

Kelar cek in, kita siap siap mau beli oleh oleh dan makan malam di Bugis Junction, Karena sudah malam ke Bugis Junction kita naik Grab car. 
Kelar maksi kita belanja oleh oleh di Bugis Food Street yang letaknya ada di seberang Bugis Junction.

Rekap hari pertama, yang gak kesampaian hanya menyambangi Mustapha karena cape dan malam. Tapi sudah dapat oleh oleh tentunya dan cemilan kita plus cake 1 slice buat ultahnya Nayla, kalau beli yang besar ketahuan deh sama dia.


Cuma nih karena sampai hotel sudah malam lebih dari pukul 22, si unyil ini gak mau bobo malah pingin nunggu pukul 00, hadeeeh. Surprise harus jalan terus dong yaaaa.

Day 2

Rencananya ke Universal, Merlion dan sekitarnya, Orchard Road dan Garden By The Bay
Jam 10 waktu Singapore kita cuuus sama Grab car ke Vivo City Mal, pingin menghemat waktu aja sih pakai transportasi online dan harganya masih terjangkau.


Sampai di Vivo City Mal, muter muter sebentar di malnya baru ke lantai paling atas untuk beli tiket monorel ke Universal. Tiket seharga 4 dollar atau 40 ribu pp per orang, ini akan mengantar kita  ke beberapa stasiun di Sentosa Island bolak balik sampai tepar.

Karena kita fokusnya USS (Universal Studio Singapore), ehm maksudnya gw yang pingin foto di depan USS, kita turun di Universal. Gak bakal nyasar deh bola dunia dengan tulisan universal Studio yang berputar tanpa lelah terlihat dari dalam monorel.

Kami gak beli tiket masuknya, karena dari Jakarta bahkan hingga di Singapura Nayla sudah bilang gak mau , maunya ke Disneyland hadeeeh. Tapi jangan salah, banyak tempat di luar yang bisa dilihat dan free.


Bahkan karena iseng, pas pulang setelah kita maksi di Universal kita naik monorel ke Vivo City Mal tapi pop ngajak kita masuk monorel lagi naik ke arah Universal, pingin nyobain sampai stasiun terakhir.

Gak sia sia sih kita dari dalam monorel bisa lihat biangnya Merlion Guedeeee banget. Di stasiun terakhir ternyata banyak wahana seperti Singapore Cable Car dan Vertical sky Walk plus pantai Siloso Beach Resort Santosa, yang pasirnya putih banget sayangnya panas euy, payung kita berguna banget di sini.
Habis itu kita  balik ke Vivo City Mal dan naik monorel lagi menuju Clarke Quay. Menurut info dari sana tinggal jalan kaki atau pakai kendaraan menuju Merlion, Marina Bay Sand, Singapore Flyer dll.

Sempat salah jalan, tapi malah beruntung karena bisa duduk duduk menikmati sore sambil lihat Singapore River Cruise dan beberapa berang berang yang berenang di air kali yang bersih.
Lanjut jalan kaki ke arah  The Fullerton Hotel wah ini sih lebih asik lagi banyak tempat untuk jalan kaki, sepedaan sambil lihat gedung gedung tinggi di seberang sungai yang jernih banget.
Daaaaan ketika ada beberapa gagak yang terbang dan bersuara kencang kita berdua gw sama Nayla, langsung nyanyi dan pake gerakan tangan yang lagi hits, entaaaah apaaa yang merasukimuuuuuu wkwkwkwkwkwkwk, sudah merasuk ke dalam darah dan daging itu lagu.

Akhirnya menjelang senja sampai juga kita melihat ikon ikon Singapore. Ribuan orang di sana pop cape jadi cuma foto di depan Merlion kecil, hanya gw dan Nayla yang sibuk ambil foto foto sampai akhirnya Nayla moody karena cape dan lapar untung gak tantrum sambil guling guling hi...hi....
Kita balik lagi ke Bugis Junction dengan Grabcar untuk makan malam dan beli beberapa oleh oleh tambahan trus balik ke hotel, penat sangat.

Rekap hari kedua yang gak sempat di datangi, Garden by The Bay sama Orchard Road, tapi dapat pantai Siloso dan menikmati sore di pinggir Sungai Clarke Quay.
Day 3
Rencananya ..... pulang dong😋, pinginnya bisa jalan jalan sebentar di Changi karena pesawat 14.20 waktu Singapore.
Karena tidur kita sudah larut banget, habis sholat shubuh Nayla tidur lagi (hadeh udah kayak di rumah aja). Pop kepingin jalan pagi menyusuri sekitar hotel di jalan Little India, sayang gw gak bisa ikut tuan putri masih bobo di kamar gak tega ditinggal sendiri.

Pulang jalan pop bawa sarapan nasi lemak 3 bungkus (dua pakai telur dicabein, satu pakai terong dan sayur kacang panjang). Harganya sebungkus @3 dollar alias 30 rebong wadadidaaaaw, padahal lauknya sederhana.

Yo wees kan sudah tahu dari dulu Singapore tingkat ekonominya paling tinggi di dunia, yang murah pasti adalah. Kalau waktunya lebih lama buat belusukan pasti ketemu yang murce murce.

Ke Changi kita pesan Grabcar lagi, perjalanan lancar tapi ada kendala sedikit ketika di imigrasi. Pasport Nayla delay gak langsung nongol di layar, akibatnya dia harus antri cek dari awal. 
Kasihan sih lihatnya dia harus mundur dan putar balik ke antrian cek manual. Gpp deh biar mandiri, kita tungguin dia di luar antrian gak lupa selalu melambaikan tangan setiap kali dia cari muka kita biar dia tenang.

Sayang makan siangnya kelamaan terus  lanjut sholat, jadi gak sempat keliling Changi. Habis itu kita lihat banyak yang lari lari otomatis dong kita ikut lari menuju tempat boarding yang lumayan jauuuuuh saking luasnya.

Pemeriksaan bagasi  kali ini lumayan lama, karena selain lebih teliti bongkar bongkar koper segala yang ngantri juga panjang banget.

Sampai di Soekarno Hatta lagi, Nayla kepingin nyobain pulangnya naik Damri. Akhirnya kita antri tiga tiket Damri jurusan Rawmangun @40 ribu.

Makan malam dulu di sate padang depan pasar pagi Rawamangun, baru deh pesan Gocar untuk menuju rumah.

Biarpun saya jatuh cinta dengan Singapore tapi buat kita gak ada yang senyaman rumah deh.

Jaga Ketahanan Pangan Nasional Kuuuuy ....

Hi Mom... kali ini saya mau bahasa masalah yang agak serius tapi tetap dong serius versi saya ya. Karena masalah domestik di rumah tan...