Sabtu, 28 Oktober 2017

Ubah Pola Makan YuK

Bertanam itu tidak harus di tanah yang subur, di tanah yang kering kerontang juga bisa bercocok tanam, gak percaya?.

Awalnya saya juga meyakini hanya tanah subur yang bisa dipakai bercocok tanam, ternyata tanaman seperti oyong, ketimun, ubi, singkong, wortel dan kedelai, bisa tumbuh subuh di musim kemarau dan tanah kering.

Pengetahuan ini saya dapat dari Helianti Hilman pebisnis yang selama 12 tahun ini giat menggali rahasia warisan pangan Indonesia.

Katanya para petani ini rata rata sehat dan kaya nutrisi. Karena mereka memakan makanan sehat tanpa pengawet langsung dari lahan yang mereka tanam atau dari tanaman liar.

Soal Tanaman liar dia punya pengalaman menarik, ketika pergi ke pedalaman Papua. Mereka bepergian masuk hutan, tidak membawa bekal makanan.

Alasannya banyak tanaman liar yang bisa dimakan, dan untuk memberi rasa pada masakannya, ada sejenis nipah yang bila dimasukkan ke dalam masakan, akan memberikan rasa asin Alami. Wuiiiih gak bikin tensi naik nih kalau rasa asin makanan berasal dari tanaman.

Pasti kepingin tahu kan, kenapa Helianti Hilman ini semangat sekali berbicara soal keanekaragaman  tanaman pangan liar.

Dia senang, akhirnya pemerintah Indonesia peduli untuk memikirkan masalah pangan khususnya untuk Asia Pasific. 

Karena Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki raport merah untuk penyelesaian masalah kesehatan, sistem pangan dan lingkungan hidup.
Forum yang baru pertama diadakan di kawasan Asia Pasific, akan dilaksanakan di Jakarta pada 30-31 Oktober 2017.
Sebelah Kiri: Helianti Hilman CEO Javara
Pantas saja Helianti Hilman semangat banget diundang untuk ikut forum ini. Karena ilmu makanan liar dan sehat terputus akibat gaya hidup makanan yang datang dari luar, seperti makanan makanan yang banyak memakai pengawet, dan pemanis buatan.

Kearifan lokal untuk memakan makanan memakai intuisi sekarang ini sudah hilang, yaitu kebiasaan untuk membaca tubuh lagi butuh apa untuk memberi nutrisi badannya, sekarang orang lebih banyak memakan makanan yang membuatnya kenyang dan cepat saji.
Ahhh rasanya tidak sabar melihat melihat perubahan pola makanan kita, karena memang rasanya ada yang keliru pada kebiasan makan, dan pangan yang dikonsumsi.

Seperti yang dibilang Dian Saminarsih staf ahli menteri kesehatan bidang kemitraan. Kalau pola dan tren makanan seperti saat ini terus berlanjut, maka bumi perlu memproduksi 50 persen makanan lebih banyak.
Dian Saminarsih sebelah kanan berbaju putih
Waah banyak juga ya, karena  produksi makanan sehat dari bumi itu untuk memberikan asupan pangan bagi  9 milyar penduduk bumi hingga tahun 2050. 

Aaaah masih adakah saya tahun segitu? yang jelas generasi anak saya yang akan merasakan dampak dari hasil yang kita kerjakan sekarang. 


#kemenkes_ri

Jumat, 27 Oktober 2017

Stop Napza Dari Rumah

Kalau Lihat iklan stop Narkoba, saya jadi ingat anggota keluarga saya dulu pernah coba-coba pakai barang haram ini.

Anak mudakan katanya suka coba-coba ya, nah adik saya termasuk yang senang coba-coba, penasaran terus kecemplung.

Menyebalkan melihatnya, tidak mau sekolah, marah-marah tidak jelas, penampilan layu dan kusut masai.

Untunglah cepat ketahuan dan bisa segera di sembuhkan. Karena pada dasarnya adik saya ini anak baik (eh maaf ya adikku kejadianmu jadi inspirasi tulisan ini, LOve u).
Foto dari Google
Selain itu orang tua saya cepat tanggap, ketika melihat gelagat yang tidak beres, serta melihat kejadian langsung ketika dia bikin ulah.

Semua tidak akan berhasil kalau tidak ada kerjasama semua pihak. Adik saya biar lambat tapi bertekad buat sembuh. Dan sekarang malah sudah jadi bapak rumah tangga yang baik, dan sayang sama keluarganya.
Lalu bagaimana dengan saya, ikut-ikutan penasaran gak sih? enggaklah, bukan apa-apa sejak awal saya tersiksa dengan bau asap rokok. Ujung-ujungnya ketahuan kalau saya mengidap Asthma.

Ini bukan penyakit menular ya, ini penyakit yang diturunkan oleh salah satu orang tua kita, keduanya atau  dari salah satu garis keluarganya, yang kebetulan saya tahu sepupu saya dari garis ibu mengidap asthma.

Penyakit ini kadang membuat saya susah tidur, terus kenapa juga harus pakai narkoba kalau hasilnya sama, pusing, susah tidur, gak mau makan, marah-marah gak jelas.

Untuk sekolah, kerja dan berkarya itu kan lebih asik bila pikiran jernih, tidur cukup, makan makanan yang sehat, saya lihat langsung kok hasilnya di adik saya.

Dan ketika dia sudah terbebas dan sehat, banyak hal yang bisa dia kerjakan. Bahkan ketika dia sudah berkeluarga, banyak uang bisa disimpan ketika dia menyetop semua zat-zat buruk masuk ke badannya yang kala itu masih dia lakukan, seperti merokok.

Pengalaman di keluarga saya dulu, jadi pembelajaran yang berguna sekali ketika saya akhirnya memutuskan menikah dan punya anak.

Saya dan suami yang kebetulan tidak merokok dan minum kopi (kata mami saya, suami bisa irit banyak nih hi...hi....) selalu bilang ke Nayla anak saya, jangan merokok atau coba coba pakai narkoba, sayangi badan kamu, sama orang tua kamu ya.

Apalagi dia pernah membaca zat yang terkandung di Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif berbahaya) atau dikenal dengan narkoba (narkotika dan obat obatan terlarang)  anak saya bergidik.

Biar lebih mengerti,  saya minta dia baca baca di http://www.stopnarkoba.com/  Supaya tambah paham dan tahu bahayanya seperti apa.
foto dari Google
Puncaknya ketika melihat di televisi, ada anak-anak yang berbuat hal-hal yang tidak masuk akal gara-gara menelan obat terlarang.

Kami hanya bilang kalau badan sehat, rajin berolahraga kamu bisa bermain, nari balet, sekolah dan main dengan gembira.
Contoh anak sehat hi...hi....
Cari teman-teman yang baik (kalau sekarang sih karena masih kecil, cari teman yang gak nyebelin😄), rajin sholat, tidur cukup dan makan makanan yang sehat.

Lumayan didengar sih sepertinya, karena dia juga melihat kami tidak ada yang merokok, bahkan tidak menyediakan asbak rokok di rumah, jadi kalau ada tamu yang sakau ingin merokok silahkan di luar rumah.

Tapi yang paling penting sih anak saya, saya bebaskan untuk bercerita apa saja dengan kami.

Karena dengan perkembangan dunia digital yang canggih saat ini, ketika sesorang bisa membuat akun sosial media dengan sekali klik, kami khawatir dia akan lari mencari solusi ke tempat lain ketika dia mengalami masalah.

Apalagi anak saya yang masih piyik ini nantinya akan menjadi salah satu penerus generasi kami-kami ini di jaman yang super duper modern, yang kemungkinan si Narkoba ini lebih canggih lagi bentuknya.

Semoga ya pemerintah semakin giat memberantas narkoba, dan lebih ketat lagi memeriksa orang dan barang yang masuk ke Indonesia.  

#GenerasiDigital
#NetizenBerkaryaTanpaNarkoba
#StopNarkoba 

Kamis, 12 Oktober 2017

Melihat Keajaiban Setiap Hari

Ini surat cinta pop buat bidadari kecilnya di Facebook, penuh cinta dan sayang #ehmmaudongdikasihsuratcincauehcintrong

11 tahun lalu, kamu lahir ke dunia ini. Sulit untuk melukiskan kegembiraan Papa dan Mama, saat pertama kali melihatmu. Saking “happy” nya, Papa sampai lupa melantunkan adzan di kedua telingamu. Untung, Oma mengingatkan....
Alanis Nayla Ramadhani, nama itu pilihan kami berdua. Alanis diambi dari nama penyanyi Alanis Morisette. Kenapa, karena kami berdua fans beratnya. Nayla pilihan Mama. Kata Mama, artinya semoga semua yang kamu inginkan akan dikabulkan. Ramadhani dipilih karena kamu lahir pada bulan Ramadhan.
Papa dan Mama sama sekali tidak tahu cara membesarkan anak. Karena itu, kami langganan tabloid “Nakita” dari sebelum kamu lahir. Kalau kami kebingungan, tinggal tanya Oma atau Nenek, atau pakai cara kami sendiri.

Melihat perkembanganmu sejak lahir sampai sekarang,kami berdua takjub. Dari bayi yang beratnya hanya 2,4 kilogram, sekarang kamu sudah bukan lagi anak-anak, tetapi sudah seperti anak gadis. Dari anak balita yang selalu minta dipasangin celana, sekarang kamu sudah tidur sendiri, di kamar sendiri.
Papa terharu ketika mengantar kamu untuk pertama kali ikut PAUD. Ketika anak-anak lain ditemani oleh salah satu orang tuanya di dalam kelas, kamu malah mengusir kami berdua.

“Papa sama Mama nunggu di luar aja,” ujarmu ketika itu.

Tak lama, kami berdua mendengar suara yang tak asing lagi dari dalam kelas. Ternyata, kamu – yang masih berstatus murid baru – dengan percaya diri maju untuk bernyanyi di depan kelas. 

Setiap hari bersama kamu, seperti melihat keajaiban dari Sang Maha Pencipta. Proses belajar balik badan, berjalan hingga berbicara, peristiwa yang tidak akan pernah bisa diulangi lagi. Menyenangkan melihat itu semua.

Kamu itu gak ada malunya. Kalau disuruh joget di depan orang, pasti langsung dilakuin. Itu yang bikin kamu terpilih jadi model Pampers, di umur 2 tahun 2 bulan. Hadiahnya lumayan, duit sama Pampers segambreng, semua tetangga kebagian wkwkwkwkwkwkw.
https://diarynayla.blogspot.co.id/2008/?m=1

Lewat kamu, Papa sama Mama belajar sabar. Karena, seperti anak kecil lainnya, kamu juga bandel, nakal, gak bisa dikasih tahu dan banyak lagi yang negatif. Tetapi, bagaimana pun, kamu kan anak kami, jadi yah harus sabar buat menghadapi semua itu.

Yang paling bikin kita sedih adalah ketika kamu sakit. Kamu sama sekali gak rewel kalau lagi sakit, tetapi justru itu yang bikin kita sedih. Dari anak kecil yang lincah dan gak bisa diam, tiba-tiba jadi pendiam. Apalagi ketika melihat kamu dirawat di rumah sakit pas umur 3 tahun. Gak tega melihat kamu menangis sat dipasang infus oleh dokter.

Tetapi, di saat sakit, kamu tetap bisa bikin kami tertawa. Ketika itu, kamu gak mau makan bubur yang disediakan oleh suster. Lalu suster tanya, kamu mau makan apa? Dengan cepat, kamu langsung jawab,” Za hut.”

Suster pun ikut tertawa, ketika kami kasih tahu kalau kamu mau makan Pizza Hut.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari ini, kamu sudah berumur 11 tahun, sudah bukan anak kecil lagi. Kamu sudah gak mau lagi Papa peluk dan cium. Padahal, kalau tidur kamu tanpa sadar selalu menjadikan Papa sebagai guling.

Alanis Nayla Ramadhani, kamu telah mengubah kehidupan kami berdua. Dulu, ada yang bilang, kalau punya anak tidak bisa bebas lagi. Ternyata, anggapan itu salah. Kamu justru sama sekali tidak membuat kehidupan kami menjadi terbatas.

Kamu tetap anak yang asik untuk diajak nonton ke bioskop, jalan-jalan ke mal, atau naik angkutan umum, angkot, ojek, bajaj, kereta api dan TransJakarta.......


Kami baru merasa, kamu telah membuat kehidupan kami menjadi jauh lebih berarti. Kami berterima kasih karena Allah SWT telah menitipkan kamu kepada kami berdua.

Suatu saat nanti, kamu akan hidup mandiri, mungkin kami berdua tidak akan ada lagi disampingmu. Tetapi, kami yakin, kamu bisa mengarungi samudera kehidupan ini dengan gagah berani, seperti yang sudah kamu perlihatkan kepada kami sejak kecil.

Selamat ulang tahun, Alanis Nayla Ramadhani. Semoga semua keinginanmu bisa tercapai, sesuai dengan nama yang diberikan Mama kepadamu. Amin Ya Rabbal Alamin. Terakhir, terima kasih buat Ragil Wikaningtyas buat cake excellent cookies yang enak. 
Kamu yg dulunya tergila-gila sama FROZEN, sama mama dipesenin cake ultah tema itu, Sekarang karena kamu lagi suka  sama Naruto dan istrinya Hinata Hyuga, mama repot repot pesan cake tema Hinata.

Love Nayla, Jakarta 12 Oktober 2017

Senin, 09 Oktober 2017

Kembali Sekolah, Bye Bye Kebodohan

Pasti banyak yang tidak tahu kalau permasalahan anak-anak putus sekolah paling banyak ada di pulau Jawa.

Bukan main-main, sekitar 60 persen dari kasus yang ada di Indonesia berserakan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Menurut Suhaeni Kudus atau biasa disapa Eni dari UNICEF Indonesia bidang education specialist ini, Brebes, Jawa Tengah jadi pilihan  karena kebetulan bekerja sama dengan pemda setempat untuk mengadvokasi data tentang anak-anak yang putus sekolah.
Suhaeni Kudus Educatin Specialist UNICEF  Indonesia
Selain Brebes,  program pendanaan lanjutan dari UNICEF "Kembali Ke Sekolah" memilih Mamuju, Sulawesi Barat, yang besar kemungkinan nantinya diperluas ke Bone dan Takalar, Sulawesi Selatan.

Rencananya  akan dibantu sekitar 5000 anak usia sekolah untuk mendaftar ulang atau mendaftar untuk pertama kalinya agar bisa tetap sekolah.

Hai hai tunggu dulu, sebelum berpanjang lebar, kegiatan UNICEF ini didukung penuh oleh Philips Lighting. 
Tanggal 3 oktober 2017 kemarin Philips Lighting sebagai pemimpin dunia dibidang pencahayaan, melanjutkan komitmennya untuk melanjutkan kemitraan multi tahun untuk anak-anak dengan UNICEF dalam mendukung pendidikan di Indonesia.
Ki-Ka: Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia Lim Sau Hong, Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar, Deputy Representative UNICEF Indonesia Lauren Rumble dan Chief of Partnership UNICEF Indonesia Gregor Henneka
Masih menurut Eni, Kenapa sih UNICEF masih mau repot-repot dan fokus soal pendidikan, karena Indonesia nomer 4 terbesar untuk sistem pendidikan di dunia.

Kendalanya, orang tua sang anak belum merasa ada manfaat pendidikan untuk jangka panjang, kurang motivasi dan perlu ekstra keras untuk meyakinkan mereka bahwa sekolah itu penting.

Hal senada juga dikatakan praktisi pendidikan dari Kampus Biru Cikal, Bukik Setiawan, banyak orang tua yang berpendapat tidak perlu sekolah, yang penting bisa kerja dan bantu orang tua.

Jadi untuk mereka efek jangka panjang tidak kelihatan langsung. Ibarat berenang mereka hanya bisa mengambang di air tapi tidak bisa menyeberang lautan.

Dan dengan adanya program Back To School UNICEF terlihat 75 persen sekolah tidak memenuhi standart pendidikan. 
Praktisi pendidikan Bukik Setiawan
Menanggapi dua  pembicara diatas, Lauren Rumble, Deputy Representative UNICEF Indonesia mengatakan, dukungan Philips Lighting untuk program “Kembali ke Sekolah” akan membantu menyediakan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak.

Bantuan ini nantinya akan meningkatkan peluang mereka untuk lepas dari kemiskinan, memperoleh pekerjaan, tetap sehat, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat di masa depan. Sektor swasta dapat membuat perubahan nyata dalam kehidupan anak-anak ini.
Lauren Rumble, Deputy Representative UNICEF Indonesia
Philips Lighting yang sejak lama punya program pengentasan kemiskinan lewat pendidikan menyambut baik ajakan UNICEF.

Seperti yang dikatakan Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia, Philips Lighting percaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan kontribusi sosial Philips kepada masyarakat. 

Tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia adalah tanggung jawab kita semua, dan hanya dengan bekerja sama, kita dapat membuat perubahan.
Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia
Untuk itu sebagai bagian dari kampanye Terangi Masa Depan, Philips Lighting Indonesia menargetkan untuk dapat mengumpulkan dua miliar rupiah dari penjualan paket Philips LED khusus berlogo UNICEF mulai bulan Oktober 2017 hingga Maret 2018. 

Philips Lighting Indonesia akan menyisihkan 2.000 rupiah dari setiap pembelian paket bohlam LED “Beli 3 Gratis 1” berlogo UNICEF. 

Jumlah uang yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk melanjutkan pendanaan program UNICEF "Kembali ke Sekolah" di kabupaten Brebes (Jawa Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat), serta diperluas ke Bone dan Takalar (Sulawesi Selatan).

Yuuk sebagai konsumen kita dukung program UNICEF "Kembali Ke Sekolah" dengan ikut membeli dan memakai paket bohlam LED lampu Phillips berlogo UNICEFF. Lampunya selain tahan lama, tidak membuat mata kita lelah.

Rabu, 04 Oktober 2017

Putri Matahari Favorit Kita Berdua

Hai hai sayangku, kali ini kamu pentas jadi bunga matahari ya. Kostumnya pasti Kuning, ngecrong dong. 

Namarina memang minimal 1 kali pentas dalam setahun.  Rempongnya sama dengan dulu, tidak boleh bolos lesnya, latihan gabungan di  cabang sekolah balet Namarina lainnya.

Plus juga latihan bersama di gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan. Nayla sih senang-senang saja porsi latihannya ditambah apalagi disana ada yang jual  sosis dan kentang yang katanya super duper uenaaaak.

Berbeda denga tahun lalu, kali ini Nayla dan 3 teman lainnya yang sama-sama di grade satu, terpilih untuk menari juga di finale alias ikutan balet di  penutup pertunjukan.

Karena 4 anak ini memang pada saat bersamaan dengan pentas, juga mengikuti ujian kenaikan tingkat menjadi Grade 2, jadi kesibukan dan lelahnya dua kali lipat.

Gimana dong dengan emak bapaknya? Kita juga cape juga dong ya hi…hi… tapi mengingat anak-anak ini lebih cape tapi tetap semangat ya kita juga semangka…. Semangat kakaaaaa.

Latihan tiap minggu, latihan gabungan, sampai akhirnya gladi kotor tanggal 16 september2017,  Ketika baju pentas di bagikan.
Seminggu kemudian, tepatnya hari sabtu tanggal 23 September 2017, kita Gladi resik di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Mardjuki TIM.

Gladi resiknya saja sudah heboh, walaupun yang boleh masuk hanya satu orang, pop yang memilih untuk menunggu diluar.
Dan lebih serunya lagi gw ketemu Bonny yang baru beberapa hari lalu pulang dari naik haji, Danila anaknya kebagian gladi resik dan pentas jam 2 siang.
And D dayyyyyy 24 september 2017, kali ini mereka sudah gak boleh lagi salah di panggung, karena kita para orang tua, sudah kumplit hadir untuk melihat mereka menari balet.

Begitu masuk gw baru tahu ternyata kita dapat bangku paling depan, yaaaaay gak perlu kacamata ini sih. 
Pas  pentas di hari H-nyanti kita dilarang untuk foto-foto (nanti kita bisa beli video pentasnya kumplit di Namarina).  Sukses deh anak-anak ini menghibur orang tuanya selama 1 jam 10 menit.

Seminggu kemudianNayla menerima sertifikat kelulusannya dia dari grade 1 ke Grade 2, yaaaay, selamat ya nak. Semangat terus latihan.

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...