Minggu, 29 Juli 2018

Beasiswa SCG: Wujudkan Manusia Pintar dan Bermoral

Banyak anak banyak rezeki, yup kata kata ini sering saya dengar dari saya kecil. Maklum orang tua saya memiliki anak enam orang, jadi kalimat itu sering dilontarkan orang ke keluarga besar kami.

Waktu kami masih SD dan bersekolah di sekolah negeri biaya pendidikan masih murah. Tapi ketika kami satu satu harus mulai kuliah, terlihat betapa kedua orang tua kami harus salto kanan kiri, demi kami bisa kuliah di tempat yang kami mau.

Untungnya ketika saya kuliah, bapak saya masih ada, jadi beban tidak hanya di pundak mami (kami memiliki panggilan berbeda untuk orang tua kami).

Tapi ketika adik bungsu saya masih SMA, bapak saya berpulang ke Rahmatulah, otomatis ibu saya  yang berhenti bekerja saat adik bungsu saya lahir, harus menanggung sendiri biaya sekolah kami ber-enam.

Untungnya saat itu saya,  kakak perempuan, dan adik laki laki paling besar sudah bekerja, jadi bisa mengambil alih sebagian biaya adik-adik. 

Saat itu belum banyak beasiswa untuk pendidikan, kalaupun ada informasinya tidak semudah dan sebanyak sekarang.

Terbayang kalau saat itu kami belum bekerja, adik adik saya pasti banyak yang mandek sekolahnya, walaupun saya yakin, mami saya yang kuat seperti jagoan super akan mengusahakan apapun demi pendidikan anak-anaknya.

Saat ini dengan semakin mudahnya akses informasi tentang beasiswa harusnya semua anak Indonesia bisa menikmati pendidikan dan menggapai mimpi mimpinya.

Seperti yang dilakukan SCG, produsen semen asal thailand (1913), salah satu konglomerat bisnis terkemuka di ASEAN yang selalu melakukan inovasi produk yang bernilai tinggi.

Selama beroperasi lebih dari 100 tahun, SCG fokus pada konsep SD (Sustainable Development) yang mengedepankan keseimbangan antara sumber daya manusia, lingkungan, sosial dan ekonomi.

Salah satunya dengan program tahunannya yang bertajuk Sharing The Dreams. Program  yang sudah berlangsung lebih dari 5 tahun ini, memberikan beasiswa kepada pelajar yang memiliki prestasi akademik yang baik.

Nantaphong Chantrakul Country Director SCG Indonesia,  mengatakan, "tidak hanya menginginkan prestasi akademik yang baik bagi penerima beasiswanya, tapi mereka harus juga memiliki nilai nilai moral yang baik".

Nantaphong Chantrakul Country Director SCG Indonesia
Seperti apa cerita dibalik kesusksesan program ini, bisa saya dengar dan lihat langsung beberapa hari yang lalu, di acara "SCG Sharing The Dreams Blogger Gathering, di resto The Hook, Jakarta Selatan.
Beasiswa untuk Anak Tidak Mampu Tapi Berprestasi 
💙💚💜💛💗
Eits kriteria tidak mampu itu seperti apa sih?. Ketika bapak saya meninggal sementara anak anaknya masih dalam usia sekolah sementara ibu saya saat itu hanya ibu rumah tangga yang mengajar les privat bahasa Inggris di rumah, ternyata juga masuk kriteria tidak mampu.

Jadi bukan hanya keluarga yang orang tuanya tidak bekerja, tapi yang bekerja tapi dengan penghasilan minimpun masuk kategori ini. 

Apalagi saat ini biaya pendidikan negeripun, banyak printilan yang harus dikeluarkan kan?.

Untuk itu SCG memberikan beasiswa kepada masyarakat dengan memperluas dukungannya untuk siswa SMA di seluruh Jakarta, Bogor, Cileungsi, Karawang, Tangerang Selatan, Sukabumi, dan Bayah.

Uniknya para pelamar beasiswa ini disuruh membuat Esai dengan tema tertentu, dan harus ditulis tangan. 

Karena menurut Brand and Communications of SCG Indonesia, Novia Kardiyanti, "Nantinya tulisan tangan para pelamar beasiswa ini akan di periksa oleh psikolog untuk melihat dan minat dan bakat mereka,"  wiiih keren ya.

Selain itu mereka juga  turun langsung ke lapangan, menemui keluarga para penerima beasiswa. 

Novia menambahkan seringkali para orang tua anak anak ini menangis terharu, setelah diberitahu anaknya bisa melanjutkan pendidikan.

"Kata mereka, anak saya selalu menangis kalau mau sekolah, karena tidak ada uang untuk ongkos bahkan untuk makan,". 

Kunjungan ini tujuannya memang untuk mempererat dan membangun kebersamaan dengan penerima beasiswa.

Tahun Ini (2018) Ada Beasiswa Untuk Mahasiswa
💙💚💜💛💗💛
Ya... tahun ini jadi tahun yang membahagiakan, karena SCG Indonesia menambah jangkauan penerimaan beasiswa, beasiswa untuk Strata Satu. 

Syaratnya harus sudah diterima di kampus yang dituju baru bisa mengajukan permohonan beasiswa.

Bedanya menurut Novia, Esai  harus dibuat dalam bahasa Inggris. Salah satu yang beruntung menikmati fasilitas ini adalah Setiawan Novaldi atau yang biasa dipanggil Seti.

Seti si remaja pintar, (saya melihatnya dari cara dia berbicara di podium ini), merupakan alumni sharing the dream karena menerima beasiswa sejak duduk di bangku SMA.

Menurut Seti dia ditawari beasiswa untuk Sarjana S1 melalui email. Makanya ketika tahun ini dia mendaftar di ITB dan sudah diterima, dia langsung mengajukan beasiswa.

kika: Seti, tasya Kamila, Novia Kardiyanti dan MC acara SCG
"Deg deg-an, karena selain harus bikin esai dalam bahasa Inggris, dan ketika mau ngirim esai lewat kantor pos ketika bulan puasa lalu, sempat terkendala" kata Seti.

Untungnya semua jerih payahnya berbuah manis, Seti lolos seleksi untuk menerima beasiswa dan bisa mulai kulaih tahun ini. Niatnya mulia, kepingin berperan dalam pembangunan dan teknik sipil.

Seti membagikan kiat kiat keberhasilannya menjadi salah satu keberhasilannya menerima beasiswa SMA dan S1 dari SCG, selain berprestasi, harus aktif di bidang organisasi sekolah, punya prestasi ekskul dan sudah diterima di kampus yang diminati.
Bagaimana Mendapatkan Beasiswa SCG?
💙  💚 💛 💜 💓
SCG bermitra dengan Ancora Foundation untuk menyeleksi dan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar di Indonesia, yakni para pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Sejak tahun 2012, program ini memberikan beasiswa kepada siswa SMA dari Jakarta, Bogor, Cileungsi, Karawang, Tangerang Selatan, Bayah, dan Sukabumi, dan tahun 2018 mulai memberikan beasiswa untuk perguruan tinggi.

Pendaftaran memang sudah ditutup pada bulan Mei 2018, tapi semua persyaratan dan form registrasi bisa dilihat di link ini Ancora Foundation untuk persiapan tahun depan kan?.

Yuuk informasikan beasiswa SCG ke siapapun yang membutuhkan, agar mimpi tidak berhenti hanya sebatas angan tapi bisa diwujudkan menjadi kenyataan.

Apalagi pendidikan menjadi bagian yang fundamental untuk pembangunan bangsa, pendidikan yang baik bisa menciptakan manusia yang mumpuni.

Terkesan seperti basa basi ya, tapi saya percaya kok pendidikan dan budi pekerti yang baik, Insya Allah menghasilkan manusia yang berbudi ya, Aamiin.

Diskusi Kelompok
💙💚💛💜
Acara yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam, juga dihadiri Tasya Kamila, mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan lagunya pak AT Mahmud, Aku Anak Gembala.

Dia hadir untuk berbagi pengalaman sebagai penerima beasiswa di Columbia University yang berlokasi di Amerika.

Menurut Tasya, beasiswa juga bisa jadi ajang pemerataan pendidikan bagi anak-anak berprestasi, tapi kurang dalam segi materi.

Di Akhir acara kami para peserta yang berasal dari Blogger dan komunitas penerima beasiswa SCG, di bagi beberapa kelompok untuk diskusi dan mempresentasikan beberapa topik yang terkait dengan pemberian beasiswa SCG.

Saya kebagian kelompok satu dong, dengan Helenamantra, Anisa Dee, Chitra, Irvan, Leoni, Dewi, Nida, dan Atha. tema yang kita bahas "Passion For Better, in Education in Indonesia". Serulah pokoknya.
Semoga Informasi beasiswa dari SCG ini bisa memberikan semangat dan angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia.
#SCGIndonesia  
#PassionForBetter
#SCGSharingTheDream

Sabtu, 21 Juli 2018

Anak Cerdas Itu Harus Menikmati Masa Kecilnya

"Anak siapa sih pinter banget," kalimat yang sering terlontar ketika melihat anak kecil melakukan hal sepele tapi lucu.

Buat saya dan suami, ukuran anak cerdas itu juga simple,  misalnya tidak menangis ketika ketika ditinggal, dia bisa mengutarakan apa maunya, bisa menyebutkan namanya, dan gak susah kalau disuruh minum vitamin.

Sekarang banyak vitamin yang lucu lucu dan enak rasanya, seperti Cerebrofort. Biasanya Nayla anak saya mengunyah Cerebrofort Marine Gummy  rasa strawberry yang chewy banget
Mengajari Nayla ala Kita
💙 💚 💛 💜 💓
Ketika kami tinggal di lingkungan yang anak kecilnya berbicara kasar. Sempat ragu untuk membiarkannya main di luar rumah.

Tapi gak mungkin kan, dia harus bersepeda dan lari-lari dengan bebas kena matahari. Solusinya kami ngasih tahu kalau kata-kata mereka jangan ditiru.

Sementara itu seperti ibu pada umumnya, walaupun suara gak bagus, pasti deh ngajarin anaknya nyanyi, saya juga dong.

Semua perbendaharaan lagu anak-anak saya ajarkan, seperti Cicak Cicak di Dinding, Pelangi Pelangi, Balonku dan Burung Kaka Tua, sisanya saya beliin dvd lagu anak-anak.

Tapi mereka ini mirip sponge ya, padahal hanya sesekali ikut nonton televisi bareng, dia bisa menyanyikan lagu-lagu dewasa plus gerakannya walaupun sederhana.

Seperti ketika Nayla menirukan gerakan goyang dombret, ngogel-ngogel pinggangnya ke kanan ke kiri 😁. Tapi goyang dombret ini juga yang akhirnya membuat dia terpilih jadi salah satu brand ambasaddor vcd Pampers.

Suatu hari saya bilang ke Nayla, “Mau gak ikut audisi bintang Pampers”,  dia bilang mau, saat itu usianya 2 tahun.

Begitu audisi dia masuk sendiri, langsung joget sesuai arahan tanpa nangis malah tertawa gembira. Singkatnya dia jadi salah satu dari 12 anak yang terpilih untuk vcd Pampers, yang  berasal dari tiga kota besar di pulau Jawa.
Nayla Usia 3 Tahun
💙💚💛💜💦
Sejak ada bayi di rumah,  dinding kamar kami tempel gambar besar yang berisi huruf, warna, angka, nama sayuran, hewan dan lain lain, lengkap dengan keterangan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kebanyakan, hadiah dari salah satu tabloid anak.

Tujuannya sih minimal dia tertarik ketika saya membacakan dengan gaya setengah bercerita, dan nempel diingatannya.

Ketika akhirnya dia dengan pedenya mengeja tulisan Y O N G K I  K O M A L A D I dengan hasil akhir dia teriak Kotak sepatu hi...hi....

Suatu saat dia minta sekolah, kami daftarkan dia di PAUD terdekat. Kemudian lanjut di TK dekat rumah, hanya agar dia bisa main perosotan, ayunan dan gelantungan yang tidak ada di PAUD. Ketika di TK, Nayla  dan teman-temannya sempat jadi juara dua lomba menari di Ancol.
Lulus TK Tapi Masih Kecil
💙💚💛💜💓💖
Karena langsung TK B, Nayla hanya setahun disana. Saya sih kepinginnya dia langsung sekolah dasar.

Suami saya menolak, dia gak tega melihat Nayla di umurnya yang baru menuju 5 tahun 7 bulan harus serius belajar yang akan berlangsung sampai dia dewasa.

Akhirnya kita tunda dia masuk SD. Untuk mengisi waktu, saya nawarin untuk les balet, eh Nayla mau karena dia suka nonton film kartun Angelina Ballerina seekor tikus yang suka balet.

Tiga bulan les balet, sudah berani tampil solo di acara pensi  bekas TK nya dulu. Tampil solo untuk balet juga berlanjut ketika dia kelas  satu SD.

Nayla enggak pernah malu kalau disuruh tampil di depan, "Tapi deg deg-an ma". Dia tidak pernah menolak ketika ditawarin tantangan, apalagi kalau saya bilang, "Gak semua anak dapat kesempatan ini lo".

Jadi ketika ada tawaran dari kantor papanya yang meminta anak-anak mewawancarai tokok-tokoh penting di Indonesia, Nayla langsung antusias.

Dia mewawancari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise. Deg deg-an pastilah tapi anak ini terlihat pede karena kami orang tuanya memberi kepercayaan penuh padanya. 
Nayla Bosan Ma
💚💛💜💦💗
Ya anak kecil ini, memberi kejutan setelah enam tahun balet, akhirnya suatu hari dia bilang, "Mama Nayla bosan balet", sedih sih tapi akhirnya saya harus bisa menerima kenyataan ini.

Anak ini merasa sudah cukup memenuhi mimpinya balet di sekolah balet ternama di Indonesia, dan Nayla juga sudah memenuhi mimpi saya untuk melihat anak perempuan  saya kelak belajar balet dan tampil di pentas yang megah. 
Saat ini di sekolah dia sedang menikmati, latihan vokal, main angklung (juara dua untuk kelompok SD se Jawa Barat), menari (juara satu untuk kelompok SD se Jakarta Timur), Paskibra, dan main basket.

Kami tidak pernah meminta dia jadi juara kelas, walaupun selalu masuk rangking, yang penting dia mengerti, kalau nilainya jelek ya gak apa-apa, pasti ada alasannya dan kalau juara, itu sih hanya bonus.

Karena dia harus menjalani sendiri perjuangannya di sekolah, kami tidak mau membebaninya dengan target tertentu yang bikin dia gak happy sekolah.

Syukurlah sampai hari ini kami masih melihat rona bahagia ketika dia sampai di gerbang sekolah, yang dia gak suka hanya harus bangun pagi hi...hi....
 
Yuuk  mama papa jangan bebani anak kita dengan target yang muluk muluk, karena menurut versi kami #AnakCerdasItu  bisa menikmati masa kecilnya dengan bahagia  dan kita #DukungCerdasnya dengan minum vitamin setiap hari.   

Jumat, 20 Juli 2018

Menebar Optimisme di Asian Games 2018

Ajang pesta olahraga terbesar di Asia atau Asian Games 2018 sebentar lagi nih. Apakah Indonesia bisa masuk 10 besar? Optimis dong, Presiden Joko Widodo saja sudah menargetkan kontingen Indonesia meraih 20 medali emas serta masuk 10 besar di Asian Games 2018.
Sebenarnya, ada dua target yang disampaikan Presiden yaitu 20 emas dan 10 besar. Apabila bisa meraih 20 emas, sepertinya sudah pasti akan masuk 10 besar. 

Namun, negara yang ada di 10 besar belum tentu perolehan medali emasnya mencapai 20 keping.

Mungkin banyak yang menilai target tersebut terlalu berlebihan. Namun, bagi orang yang memegang prinsip optimistis di dalam hidupnya, target tersebut masih bisa dicapai.

Jangan lupa, ketika pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, Indonesia bisa meraih 11 medali emas, lima diantaranya dari cabang bulutangkis.
Markus/Kevin
Makanya setelah lebih dari setengah abad, rasanya bukan hal yang berlebihan apabila target yang disampaikan Presiden Jokowi hampir dua kali lipat dari torehan yang diraih Indonesia di era Presiden Soekarno waktu itu.

Lalu, cabang mana saja sih yang bisa menghasilkan emas? Ada sejumlah cabang unggulan yang sudah diprioritaskan untuk meraih emas. 

Bulutangkis ditargetkan mendapatkan dua medali emas lewat ganda putra, Marcus/Kevin Gideon serta ganda campuran Tontowi/Liliyana. 

Sektor ganda putri yang empat tahun lalu menyumbang emas juga masih berpeluang lewat pasangan Greysia/Apriyani.

Sektor panahan juga ditargetkan meraih emas. Pemanah putra Riau, Ega Agatha yang menumbangkan juara dunia dari Korea di Olimpiade 2016 lalu masih menjadi andalan. 

Jangan lupa atletik yang merupakan induk olahraga juga diharapkan bisa meraih emas. 

Kalau ada yang masih ingat (bisa dicari di Wikipedia sih), pada Asian Games 1962, atletik menyumbang dua emas lewat sprinter M Sarengat. 

Semoga Lalu M Zohri yang baru saja menjadi juara dunia yunior bisa mengulangi prestasi Sarengat.
Lalu M. Zohri
Sementara dari cabang boling (olahraga kesukaan saya nih) juga ditargetkan meraih emas. Cabang ini sudah pernah menyumbang emas lewat Ryan Lalisang pada Asian Games 2006, dan kini Ryan kembali diharapkan bisa meraih emas lagi.
Ryan Lalisang
Bridge yang baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games serta balap sepeda diharapkan bisa menambah empat medali emas. 

Kano dan Paralayang juga masuk daftar cabang yang diharapkan bisa meraih emas.

Buat pecinta Jetski, cabang ini   juga masuk daftar peraih emas, walaupun baru pertama kali dilombakan. 

Nah dari uraian di atas, baru 11 medali emas yang diharapkan bisa diraih kontingen Indonesia, lalu dari mana sisa 9 medali emas lagi?

Tentunya dari cabang pencak silat, olahraga yang berasal dari negeri sendiri. Cabang ini diharapkan menjadi lumbung emas kontingen Indonesia. 

Memang tidak mudah untuk bisa meraih 20 medali emas di pesta olahraga terbesar di Asia, namun bukan hal yang mustahil.
Lewat kerja keras serta perjuangan yang pantang menyerah, 20 medali emas tentunya bukan sekadar mimpi di siang bolong  ya. 

Yuk sudah saatnya nih seluruh warga Indonesia mulai menebar optimisme menjelang Asian Games 2018. Logonya saja keren dan bikin semangat kan.

Senin, 16 Juli 2018

MNC Vision Makin Kece Dengan Dolby Stereo

Libur sudah usai nih, tapi saya mau berbagi oleh-oleh tur menjelajahi kantor MNC Vision Tower di Jakarta Barat, pada Sabtu 7 Juli 2018. Judulnya Blogger Gathering " Hiburan Tanpa Batas", Turnya seru, ada sekitar 30 blogger di Jakarta yang dipilih untuk melihat langsung kinerja dari tv berbayar tersebut. 

Kebetulan saya dan beberapa blogger kebagian gabung di kelompok dua, dengan tujuan pertama Antenna Farm. Waooow sambil jalan kesana, diterik matahari, saya kok membayangkan perkebunan yang isinya antena tv semua hi...hi... 

Dan ternyata .... taraaa isinya puluhan parabola ukuran raksasa persis pohon beringin gitu. Kayaknya mereka yang membuat tv kabel berbayar ini Tahan Cuaca seekstrem apapun (kalau lihat iklannya ada hujan gledek petir, tapi tayangan tv tetap stabil dan jernih).


Para giant ini adalah antena penerima dan pemancar yang disebut ground station. Penjelasan singkatnya sih setelah menerima tayangan dari penyedia (provider) konten channel, tim MNC Vision mengolah tayangan tersebut baru deh dikirim ke satelit terus dipancarkan ke antena pelanggan di rumah.
Yang paling keren ternyata MNC Vision menggunakan satelit S Band, yang tahan terhadap cuaca seekstrem apapun. Ah itu sebabnya  dulu saya bisa menonton dengan nyaman walaupun hujan geledek petir 

Kecuali kalau ada Sun outage atau yang disebut gerhana satelit, yaitu saat matahari, bumi dan satelit berada  dalam satu garus lurus, gambar jadi terputus beberapa menit (ada infonya dilayar tv kita). 

Tapi biasanya sih hanya mengganggu beberapa channel sementara channel lain masih bisa dilihat, karena disalurkan oleh satelit yang lain yang tidak terkena gerhana satelit.

Eh tadi ada kalimat saya, saat dulu saya menonton dengan nyaman bla...bla.... Iya nih sudah tiga tahun harus berpisah dengan Indovison (nama sebelum menjadi MNC Vision) karena tinggal di Apartemen yang melarang penghuninya memakai parabola hiks.

Padahal sekarang setelah berganti nama jadi MNC Vision tampilan jadi kinclong, ngeces dan menggelegar karena memakai teknologi Dolby Audio (ini sebetulnya tahapan tur terakhir). Kita lompat ke bagian ini dulu ya, karena  sebagai pecinta film suara dolby stereo yang bikin sebuah film jadi lebih seru, bikin merinding, bikin deg-deg plas. 


Biasanya nih kepinginnya ketika nonton di rumah suaranya pingin mengglegar dan ngeceeeees seperti itu kan. Makanya kadang di rumah, perlengkapan  tv ditambah dengan sound system kece.

Tapi sekarang tidak perlu repot seperti itu, dengan berlangganan tv berbayar MNC Vision, kita bisa menikmati fasilitas ini, karena di dalam dekoder terbarunya sudah terdapat teknologi dolby stereo (suaranya jernih, ibarat kata jarum jatuh kedengaran bunyinya... cliiiiiiiing).

Channel yang sudah didukung teknologi ini antara lain HBO, Fox Movies dan tv lokal RCTI, kita bisa tahu karena ada logo Dolby di bagian channel.

Keren kan, yuuuk segera berlangganan tv berbayar ini (ini juga jadi pengingat untuk memasang ini di rumah ibu saya). Untuk bertanya apa saja tentang MNC Vision atau menambah channel sesuai pilihan kita bisa datang langsung ke Walk in Centre yang ada di area lobby MNC Vision atau klik link MNC Vision ini.#CeritaDiMNCVision
Kalau masih ragu, mereka punya pasukan petugas costumer care yang siapa melayani keluhan atau pertanyaan selama 24 jam. Bahkan saking baiknya pasukan ini, kadang ada yang telfon cuma kepingin ngobrol saja wkwkkwkw dan tetap dilayani dengan sopan. 

Kami juga diajak keruang studionya lo. Walaupun kecil tapi hasilnya keren ketika mereka membuat acara sendiri atau disewakan kepada pihak ketiga. Foto foto? pasti dong kapan lagi bisa bergaya seperti presenter atau kameramen (kalau di foto di Kidzania sudah ketuaan hi...hi...).
Terakhir kami diberi penjelasan yang singkat dan padat oleh perwakilan MNC Vision, Ibu Ramadhani (ah mirip nama anak saya nih), mengenai hadirnya MNC Play dan MNC Now, jadi kapanpun dan dimanapun kita berada bisa menonton tayangan melalui streaming video, karena jaringannya luas menjangkau berbagai daerah di Indonesia, aaaaaah makin sedih saya berpisah denganmu.


Apalagi ada fasilitas Parental Lock yang bisa membatasi atau mengunci film film yang belum pantas ditonton anak kecil, Super Budle (gabungan tv berbayar dan internet), ada panduan untuk menonton 7 hari ke depan, dan fasilitas mengakses tayangan yang sudah lewat, maksimal 7 hari ke belakang. Aduuuh ini fasilitas keterlaluan nikmatnya, tayangan kedepan atau sudah lewat tetap bisa ditonton.

Makanya gak heran pada tahun 2018 MNC Vision menerima penghargaan antara lain : Indonesia Prestige Brand Award, Indonesia Wow Brand Award dan Indonesia Most Innovative Bussines Award.

Dengan jaringan luas yang memiliki 101 cabang dengan 1.000 teknisi, MNC vision bisa menyediakan 139 channel, 24 channel-in house dan 33 channel exclusive.

Tur ditutup dengan kehadiran Khikmawan Santosa atau disapa mas Kiki dari Crossfade Erkata, studio yang mendapatkan lisensi Dolby Approved Studio dari Dolby Laboratories. 


Dari merekalah saya jadi tahu bagaimana suara suara seperti dinosaurus (padahal kita belum pernah melihat tapi percaya itu suara dinosaurus), gedung runtuh atau suara pedang di film Star Wars dibuat dengan efek-efek yang tidak diduga akan menghasilkan suara suara yang membuat penonton terpaku.

Aaah rasanya hari itu kumplit banget, bisa berkunjung ke kantor yang punya tagline "MNC Vision Bukan Yang Lain", dapat ilmu, dapat melihat langsung parabola parabola raksasa, bisa foto foto, makan siang bareng dan dapat goodybag keceh ahaaaaai, tur yang sempurna hari itu.        

Hidup Sehat Yang Menghasilkan Uang

Hi Mom... Kemarin  nih di acara pemberian penghargaan member USANA di Grand Ballroom Pantai Indah Kapuk Avenue, 10 November 2012, saya ...