Senin, 29 Agustus 2022

Kulit Ekstra Lembut Dengan Happy Body Cream Scarlett

Hi Mom...

Seperti janji gw di blog sebelumnya, tulisan kali ini  untuk pamer😚sekaligus ngasih tahu keunggulan Happy Fragrance  Body Cream. 

"Happy Body Cream  Scarlett 1.jpeg"
Sama seperti produknya Scarlett yang ini juga sudah terdaftar di BPOM, halal dan aman untuk anak usia 13 tahun. Sudah pasti aman juga untuk busui dan bumil ya. 

Gak ada juga tuh kandungan Mercury dan Hydroquinone dua zat yang berbahaya bagi kulit. Makanya aman-aman aja mau pakai varian apapun.

Happy Fragrance  Body Cream 300ml

Waktu di blog sebelumnya kan gw cerita keunggulan Happy Body Serum   untuk kulit kering dan pecah-pecah di tangan dan kaki, nah yang ini  gw aplikasikan di atas body serum biar hasilnya lebih mantap.

"Happy Body Cream  Scarlett 2.jpeg"
Karena Happy Body Cream ini 4 kali lebih  melembapkan kulit, pastinya lebih moist gitu. Kita kulik kandungannya apa aja ya.
  • Hyaluronic Acid
  • 5 Phyto Oil
  • Shea Butter
  • Aloe vera Extract
  • Niaciamide
  • Glutathione
  • Titanium Dioxide
"Happy Body Cream  Scarlett 3.jpeg"
"Happy Body Cream Scarlett 4.jpeg"
Dengan kandungan seperti ini gak heran kulit jadi ekstra lembab dan terjaga elastisitasnya. Kandungan ekstrak bunganya juga sama dengan Body Serum aroma floral amber musky yang berasal dari ekstrak Orange Mandarin, Jasmine, Musk, Amber dan Vanilla    jadi wanginya gak tabrakan.

Cara pakai Happy Body Cream 
Body Cream yang bisa dibeli di Shopee ini mudah banget cara pakainya, cukup dioles ke bagian kulit yang kasar atau pecah-pecah. Tapi kalau gw sih biasanya dioles ke seluruh tangan sama kaki.
"Happy Body Cream Scarlett 5.jpeg"
"Happy Body Cream Scarlett 6.jpeg"
"Happy Body Cream Scarlett 7.jpeg"
"Happy Body Cream Scarlett 8.jpeg"
Segampang itu bikin kulit tangan kaki kita happy, biasanya kalau sudah selesai mengoleskan ke seluruh kaki dan tangan sambil mencium aromanya yang wangi bawaannya jadi happy juga seharian.

Kemasan Body Cream
Dengan berat 300ml memang gak praktis dibawa ke mal (kecuali dipindahkan ke tempat yang lebih kecil), tapi oke banget kalau mau dibawa travelling atau staycation.

Botolnya yang berbentuk botol pump aman gak bakal tumpah karena gak sengaja tertekan  misalnya. Kerena dibagian lehernya ada penjepit yang bisa dilepas dengan mudah.

Buat yang sudah teracuni dan kepingin nyobain, beli online aja tinggal klik ke link yang aku kasih di atas ya.

Makasih loh buat yang sudah mampir di blog ini, gak ada ruginya untuk tetap melakukan protokol kesehatan  setiap hari. Tapi jangan lupa untuk tetap bahagia byeeee....
"Happy Body Cream & Body Serum Scarlett .jpeg"

Happy Body Serum Scarlett Bikin Kulit Happy

Hi Mom...

Bulan Agustus identik dengan keriaan pesta 17 Agustus, masih kebayang sama anak kecil yang bernyanyi di depan Presiden Joko Widodo kereeen bangetkan.

Sayangnya Nayla tahun ini gak bisa ikut upacara kemerdekaan Indonesia di sekolah. Dia lagi isoman di kamarnya selama 2 minggu karena tertular dari teman sekelasnya.

Untung paket-paket yang dia pesan secara online salah satunya produk Scarlett Whitening sudah datang. Dia keracunan produk Scarlett karena ikutan pakai punya gw.

Seperti yang sudah sering gw tulis di blog, produk dari Scarlett Whitening ini selain sudah terdaftar di BPOM, halal, aman untuk busui dan bumil juga bisa dipakai anak abege usia 13 tahun. 

Gak heran Nayla bisa ikutan pakai, untungnya Pop juga cocok jadi gak perlu beli beda-beda merk. Apalagi kandungannya bebas dari Mercury dan Hydroquinone zat yang berbahaya bagi kulit.

Makanya begitu Scarlett Whitening mengeluarkan seri Scarlett Happy langsung cuuus nyobain. Ternyata gw suka banget sama body cream dan body serumnya.

"Happy Body Serum  Scarlett 1.jpeg"
Wah apalagi nih serum buat badan?, perasaan selama ini makai serum hanya untuk muka. Penasaran dong sama seri Happy ini, biar makin penasaran gw review di dua blog ya, biar lebih mantap jelasinnya.

"Happy Body Serum  Scarlett 2.jpeg"
Happy Body Serum Cerathione Hyalu 250ml

Body serum yang Brand Ambassadornya masih dipegang sama Oppa Song Jong Ki ini diklaim 3 kali lebih mencerahkan kulit dari produk yang sudah ada. 

Mungkin karena ada serum dan kandungan tambahan lainnya, seperti:

  • Vitamin E
  • Glutathione
  • Niacinamide
  • Glycolic Acid
  • Ceramide 2
  • Hyaluronic Acid
  • Shea Butter
  • Titanium Dioxide

"Happy Body Serum Scarlett 3.jpeg"
"Happy Body Serum Scarlett 4.jpeg"
Manfaat dari semua kandungan yang banyak banget ini bisa mencerahkan, meratakan warna kulit dan mampu menyamarkan hiperpigmentasi. Juga merawat kekencangan dan keremajaan kulit.

Setelah 2 minggu...

Seperti halnya serum untuk muka, Happy Body Serum yang kemasannya tinggi langsing ini gw pakai setelah mandi. Khusus dioles ke tangan dan kaki, jangan lupa oles siku dan tumit juga.

"Happy Body Serum  Scarlett 5.jpeg"
Karena bagian ini yang paling sering kering dan terlihat pecah pecah gitu, pokoknya enggak enak banget ngeliatnya.

Beda dengan body lotion Scarlett yang agak berat teksturnya, body cream ini ringan dan kangsung meresap ke dalam kulit. 

Cara pakainya biasa aja, dioles ke tangan dan kaki secara dan gosok atau usap dengan lembut. Lebih afdol kalau dipakai setiap hari.

"Happy Body Serum Scarlett 6.jpeg"
"Happy Body Serum Scarlett 7.jpeg"
Pertama kali oles aja sudah bikin happy seperti namanya, karena tumit dan punggung tangan (ini yang paling bermasalah di badan gw) langsung terasa halus. 

Tumit retak-retaknya dan kulit tangan yang kering memang gak langsung hilang, tapi setelah dua minggu mulai berkurang banyak dong dan terlihat lebih halus. 

Selain itu wanginya gw suka, aromanya segar dan gak terlalu wangi. Gimana enggak, aromanya floral amber musky berasal dari ekstrak Orange Mandarin, Jasmine, Musk, Amber dan Vanilla.

Biar lebih mantap (menurut gw ya) sebaiknya pakai Happy Fragrance Body Cream karena cream ini mempercepat kulit lebih halus dan sehat. Gw ulas di blog ke dua, sila klik blog ini Happy Body Cream Scarlett

Mau dong, belinya dimana?...

Sebaiknya beli di tempat yang resmi. Beli online aja gak usah ribet  tinggal duduk manis terus tinggal klik  aja Shopee.

Harganya sih kalau menurut gw masih terjangkau, kalau beli banyak atau bundling dengan jenis lain kadang bisa dapat harga promo dan gratis ongkir. Gw sesekali suka mantengin Live Scarlett Whitening di Tiktok banyak discountnya euy.

Makasih juga buat yang sudah mampir di blog ini. Protokol kesehatan tetap dijalankan karena WHO belum mengesahkan kalau sekarang sudah menuju pandemi.

Walau pakai masker setiap hari, harus tetap bahagia ya byeeee...

Kamis, 25 Agustus 2022

Kisah Ojol dan Mobil Tua

Hi Mom...
Curcolan kali ini sebetulnya pengalaman suami gw, tapi karena ceritanya bikin haru dan nyerempet nyerempet ke gw juga sayang banget kalau gak ditulis.

Mas Ojol yang baik hati...
Jadi ceritanya di suatu pagi yang rempong, karena Pop ada acara kantor yang berlangsung dari pagi sampai malam.

Kebetulan tanggal genap sesuai nopol mobilnya, Pop bawa kendaraan karena pulangnya pasti malam banget. Tiba tiba di jalan mobil seperti gak bertenaga, langsung lemah lunglai dan metong di jalan Sudirman.

Saat itu gak hanya sekali bahkan sampai dua kali mati mesinnya. Yang ke dua kalinya mati di depan sebuah hotel, dengan bantuan security  menyetop kendaraan yang lewat Pop bisa markir mobilnya di pinggir jalan dengan aman.

Sambil menunggu driver kantor datang ke lokasi, Pop buka kap mobil yang berasap dan mesinnya panas. 

Banyak kendaraan yang lewat motor dan mobil, gak ada yang berhenti. Kebanyakan hanya menoleh sambil berlalu, maklumlah itu kan hari kerja.
"Avanza 1.jpeg"
Sampai akhirnya ada pengemudi ojol dari Gojek yang berhenti dan nyamperin suami gw yang lagi ngeliatin mesin mobil. Singkat cerita si mas ini yang ternyata ngerti mesin mobil, tau penyebabnya.

Dia minta suami gw buat isi air radiator, kebetulan selalu sedia air satu liter di mobil. Ternyata gak cukup, spontan si mas ini menuangkan semua air dari botol minumnya.

Ternyata ini gak cukup juga, untung dekat situ ada tukang penjual tanaman yang sedang nyiramin tanamannya. Pop kesana untuk minta air. 

Uppertank radiatornya ternyata bocor dan sudah berkarat, maklum dari mobil pertama beli 17 tahun yang lalu belum pernah diganti. Si mas ojolnya bilang, mobil bisa dipakai jalan sampai kantor pop yang lokasinya di Blok M Plaza, dengan catatan kalau temperaturnya panas ya berhenti dulu.

Untungnya Pop pegang uang receh 50 ribu di dompet buat ngasih si mas yang baik hati ini. Karena perlu hati yang besar untuk berhenti pas melihat kendaraan orang mogok di jalan.

Sayangnya Pop lupa nanya nama masnya, maklum acara kantor sudah hampir mulai sementara narasumber yang dia undang semua telfon Pop karena lokasi acara pindah dadakan gara-gara si komo lewat wkwkwkwk (biar rahasia kantor Pop jadi ghibahan kita aja di rumah).

Kebayang kan rempongnya urusan kantor sama urusan mobil, gak heran  Pop jadi lupa nanya nama si mas Ojol. Apalagi disela-sela acara dia harus ngurusin mobilnya yang lagi dibenerin sama mekanik di tempat parkir.

Orang baik kedua adalah driver kantor Pop namanya mas Wahyudi, yang bantuin nyari dan jemput mekanik ke lokasi kantor. Akhirnya mobil beres setelah alat di mesinnya ganti yang baru.

Pesan gw ke pop, jangan sungkan untuk berhenti kalau melihat ada motor atau mobil yang mogok. Gak bisa bantu tenaga gpp, gak ngerti motor juga gpp yang penting support sama perhatian buat yang lagi mogok penting banget kan dia sudah merasakan.

Ganti mobil dong...
"Avanza 2.jpeg"
Beres urusan mobil, di kantor dia dibecandain. mereka bilang Ganti mobil dong, cat ulang dong mobilnya  etc...etc...

Maklum mobil umurnya sudah 17 tahun, dibeli hanya beberapa bulan sebelum kami menikah. Kalau usia manusia, ini usia lagi mekar mekarnya ye kan tapi kalo untuk mobil ya udah tuir.

Idealnya setiap 5 tahun ganti mobil baru, tapi buat kita ya gak bisa gitu ada sekala prioritas ada antrian lain yang harus didahulukan. Kayak punya rumah sama nabung untuk sekolah dan kuliah Nayla, Alhamdullilah dari 7 tahun lalu kita sudah punya hunian apartemen dua kamar.

Begitu jawaban ini dilontarkan, langsung deh reaksi mereka sama "istri lo kerja gak". Ehmmmmm.... gw juga reaksinya gitu sih kalau melihat teman-teman gw atau Pop sering gonta ganti mobil atau apalah, pasti bakalan bilang "suami istri pasti kerja atau punya warisan" ha....ha....

Kita tahu semakin tua umur mobil jajannya pasti lebih banyak. Jadi untuk sementara kita akan bertahan dengan si Silver yang sudah berjasa nganterin kita kemana-mana selama 17 tahun lebih, dengan mengganti onderdilnya secara bertahap.

Nanti kalau biaya kuliah Nayla sudah aman atau dapat warisan kita ganti mobil deh hi...hi...

Gw si Jurnalis Hankam dan Istana

Yup ini dua tempat liputan favorit yang dulu jadi lokasi penugasan dari kantor. Teman kerja Pop yang kenal gw pasti taulah kalau  dulu sebelum menikah kerja jadi jurnalis (kondyaaang😋) bahkan ketemu sama Pop juga karena kita satu kantor dulunya.

Sesudah menikah juga niatnya tetap kerja karena gw cinta banget sama kerjaan gw. Cuma karena terjadi sesuatu sama Nayla saat dia masih umur 2 bulan (dia hampir disusui orang lain, karena gw tinggal belanja bulanan sebentar dan mbak yang jaga males ngangetin ASI peras di freezer).

Masalah Nayla ini (kayaknya gw pingin tulis nanti deh di blog), akhirnya bikin kita berdua trauma dan memutuskan salah satu dari kita harus berhenti kerja apalagi gak ada keluarga dekat yang tinggal dekat kita.

Sudah pasti gw yang harus berhenti, lah wong Nayla masih ASI ekslusif pulak. Jadi sejak itu ya gw berhenti kerja, jadi ibu rumah tangga yang ternyata gw nikmatin banget.

Karena gak mau punya mbak PRT yang nginep, Nayla gak bisa ditinggal. Kebetulan juga gw gak mau ninggal anak, jadi kalau ada acara offline untuk blogger (kegiatan gw ngeblog aja sejak Nayla masih dalam perut) dan gak bisa bawa anak ya gak jadi daftar.

Sudah deh segini aja curcol recehnya 😁makasih buat yang sudah baca dan mampir di blog ini. Jaga kesehatan ya tapi jangan lupa untuk bahagia byeee...

Jumat, 19 Agustus 2022

Omicron Oh Omicron

Hi Mom...

Minggu Malam 2 minggu lalu (7 Agustus 2022) Nayla bilang kalau dia gak bisa nyium. Kalimat ini Nayla lontarkan dari dalam kamar, Pop jawab dengan santai ya udah biar kita aja yang nyium kamu 😂😂.

"Nayla.jpeg"
Ini apa urusannya sama cium mencium sih, jadi ceritanya hari itu Qodarulloh Nayla terdeteksi Covid-19 juga. Padahal baru dua hari sebelumnya dia ngasih tahu kalau teman sekelasnya ada yang positif Covid-19.

Itupun ngasih tahu kita di mobil pas mau sampai di sekolah, karena dia habis WA teman sekolahnya yang sudah seminggu gak masuk  ternyata lagi isoman di rumah.

Panik dong gw karena gak ada kabar di grup kelas (yang belakangan gw baru tahu orangtua murid ini hanya japri wali kelasnya, dan dua duanya lupa untuk info ke grup kelas).

Langsung gw tanya ke wali kelas lewat WA, tindakan apa yang mau diambil sekolah. Jawabannya bikin senewen karena beliau menunggu arahan dari Kepala sekolah.

Tambah senewen lagi pas baca chatt grup kelas Nayla, pagi itu ada lima orang yang gak masuk karena demam tinggi.... my goodness. Untungnya hari itu ( hari Jumat ) anak-anak pulang cepat karena guru-guru ada rapat, feeling gw sudah gak enak.

Akhirnya....

Sabtunya kita sudah berencana untuk nonton Pengabdi Setan 2, selama di bioskop Nayla gelisah. Alasannya selain filmnya serem, bioskopnya dingin (kebetulan dia lupa bawa jaket) jadinya sepanjang film dia gw peluk-peluk.

Habis nonton pindah Mal karena gw mau beli pembersih sepatu, kita lihat gelagat Nayla kayak enggan buat pindah Mal. Dan benar ini anak tiba-tiba kayak gak enak badan, gak selera banget diajak masuk ke tempat sepatu atau Miniso.

Bahkan ada moment dia telungkup di meja, akhirnya kita putuskan untuk pulang aja deh. Untungnya hari itu dapat parkir pas pintu masuk Mal Kelapa Gading yang ada di lantai dua.

Sampai rumah penderitaan ini anak bertambah, selain badanya panas dan kepalanya pusing jadi tambah bete setelah berdebat sama gw soal urusan sikat gigi atau apalah. 

Yang akhirnya dia tidur di kamar dengan lampu mati, padahal tadi di bioskop dia bilang malam ini gak mau matiin lampu takut katanya.

Untungnya pas mau sholat shubuh dia nyamperin gw di kamar, dia bilang semalam dia menggigil dan tulangnya sakit semua. Ya Allah gemetar gw, ini persis yang gw dan pop rasa dulu pas Terpapar Covid-19.

Kalau dulu kita berdua terkena varian Delta (Nayla Negatif waktu itu), Nayla sepertinya kena varian Omicron karena gejalanya persis. Kita berusaha tenang gw bilang nanti siang kita ke UGD aja, kalau hasil swabnya positif atau enggak biar dapat obat sekalian.

Sebetulnya saat Nayla menggigil, pusing dan tulangny semalam, gw juga mengalami hal tersebut. Maklum gw kan peluk-peluk dan cium Nayla, mungkin karena gw sudah booster paginya semua gejala tersebut sudah berkurang.

Di UGD

Karena demamnya gak turun dan ditambah batuk yang bikin tenggorokan perih, siangnya kita langsung bawa ke UGD buat sekalian swab antigen dan dapat obat. 

Setelah makan siang di mobil, kita kembali lagi ke rumah sakit buat ambil hasil swab antigen. Ternyata  info dari PeduliLindungi lebih cepat dari hasil lab rumah sakit, Nayla langsung bilang kalau dia positif.

"Hasil Swab Nayla 1.jpeg"
Saat itu dia lagi duduk sambil nyender di pundak gw, langsung gw peluk i feel you nak. Kita bilang sama dokter jaga di UGD, kalau Nayla isoman aja di rumah dengan pengawasan kita.

"Hasil Swab Nayla 2.jpeg"
Kita berdua sengaja gak swab karena merasa baik baik aja. Seperti saat kita isoman tahun lalu, kita akan jalankan protokol kesehatan ketat saat isoman di rumah.

Kayak pakai masker di rumah, kita masuk kamar pas Nayla mau ke kamar mandi atau nonton di ruang tamu. Semua yang tersentuh sama Nayla di kamar mandi, ruang tamu dll kita semprot.

Sementara untuk urusan antar makanan dan minum, Cuci peralatan makan dan bajunya Nayla, Pop yang cuci. Alasan dia walaupun sudah booster gw ada komorbid,  dia tahu efeknya parah ke gw. Makasih ya Pop💓.

Untungnya Nayla ini seperti Pop, tekadnya buat sembuh tinggi banget. Jadi dia tetap makan dengan lancar walaupun gak ada rasanya,  kalau kita tahu dia kita beliin atau ada yang ngirim makanan yang dia suka pasti langsung mau coba.

Makasih ya buat sahabat-sahabat gw, teman-teman kantor Pop yang kirim makanan enak untuk Nayla. Semoga kalian semua sehat-sehat ya bestie.

Kita gak kasih obat macam-macam, berdasarkan pengalaman kita dulu cukup kasih obat pereda panas, tablet obat batuk (yang hanya untuk 3 hari aja), dan minum vitamin. 

Selain itu berjemur dan tidur yang cukup, makan buah yang banyak bisa bikin badan cepat pulih. Apalagi Nay mau maksain makan jadi hari ke lima sepertinya sudah pulih, hanya masih ada sisa-sisa batuk. 

Makanya dia rewel banget minta swab antigen karena pingin buru-buru sekolah. Dilema  buat gw, apalagi pop support banget dia secepatnya sekolah hadeeeeeh gw masih belum rela dia sekolah buru-buru karena sekolah juga belum melaksanakan PJJ.

Doa gw kenceng banget semoga apapun izin yang keluar dari mulut gw sudah seizin Allah deh. Makanya minggu pagi tanggal 14 Agustus Nayla merengek lagi minta diantigen, reflek aja gw bilang ya udah Senin aja antigen jadi Selasa bisa sekolah.

Senin siang kita bertiga swab antigen, Alhamdullilah kita bertiga negatif. Lega dong gw kita berhasil menjalankan isoman di rumah dengan benar, gak tertular Nayla.

Akhirnya PJJ Juga...

Hari itu kita dapat kabar Sekolah Nayla di swab antigen sama Puskesmas setempat. Hasilnya ada 11 orang OTG yang positif di kelas Nayla, sedih deh.

Karena sudah lebih dari 5 persen yang kena di kelas Nayla, Puskemas meminta satu kelas Nayla PJJ sampai akhir bulan Agustus. Sedangkan kelas lain karena hanya 1-2 yang terpapar cukup anak itu saja yang isoman, sisanya tetap sekolah.

Lega dong gw Nayla bisa nyembuhin sisa sisa sakitnya, Allah maha baik banget. Semoga teman teman Nayla bisa lekas pulih Aamiin.

Makasih buat yang sudah mampir di blog ini, jaga kesehatan dan tetap melaksana prokes ketat. Tapi jangan lupa untuk bahagia ya, byeeee.

Rabu, 17 Agustus 2022

Selamat Jalan Mami Tercinta

Hi Mom...

Akhir Juli  atau tepatnya 29 Juli 2022 pas setahun mami tercinta meninggalkan kita semua. Gw mencoba untuk menuliskan kenangan tentang mami tapi gak bisa, terlalu banyak kenangan manis tentang Mami.

Tapi harus gw tulis buat jadi pengingat Nayla kalau dia punya Oma dan Opa yang hebat.

"Mami Hanna 1.jpeg"
Mami versus Banjir

Selama ini kalau rumah Mami kebanjiran atau  sakit, biasanya sebagai pertolongan pertama selalu di bawa ke rumah Elly kakak gw setelah itu biasanya baru deh gw jemput. Rumah kakak  memang  satu komplek dengan Mami di Pondok gede, hanya beda gang.

Sebetulnya ada tiga orang adik laki-laki yang juga tinggal di komplek yang sama, bahkan ada yaang satu rumah dengan mami. Kebetulan setelah bercerai adik nomer satu gw, tinggal sama mami.

Sedih melihat adik gw bercerai, tapi gw  melihatnya ini jalan terbaik yang diberikan Allah, dia bisa menemani Mami di rumah. Karena sejak adik bungsu menikah, Mami tinggal sendiri. 

Sayang rumah Mami dan rumah dua adik cowok gw juga selalu kebanjiran, Jadilah setiap banjir atau sakit Mami selalu menginap di rumah kakak perempuan. Lokasi rumahnya  lebih tinggi jadi rumahnya relatif aman.

Saat banjir hebat yang airnya sampai seleher orang dewasa bulan Februari 2021 lalu, Mami tiba-tiba sakit kita menduga mami mungkin shock melihat rumah masa kecil kami hampir tenggelam untuk ke sekian kalinya.

Padahal saat itu Covid-19 lagi tinggi-tingginya, di apartemen hampir ratusan yang terpapar yang bikin kita gak bisa nengokin mami. Akhirnya hanya kakak dan adik-adik yang merawat mami di rumah, gw sempat menemani Mami ke rumah sakit untuk di rawat inap.

Satu bulan sebelum Mami berpulang

Kenangan terakhir sebelum mami meninggalkan kita semua, mami sempat menginap selama satu minggu itu. Karena gw sama doddy mau mengantar Mami berobat ke RS Persahabatan, yang memang lebih dekat dengan rumah kita.

Sudah gw niatkan untuk bikin buburnya sendiri, jadi gw nyetok daging sapi dan ayam kampung cincang. Alhamdullilah biar lama makannya, bubur sama buahnya habis di makan Mami.

"Bubur 1.jpeg"
"Bubur 2.jpeg"
Sayangnya saat di rumah sakit gw sempat marah-marah dan gak sabaran sama mami. Gara-gara dia gak mau pakai masker, dengan begonya gw marahin mami "Mami siapa sampai gak mau pakai masker, dokter aja pake kok" ya Allah mulut gw.

Untunglah semua ketololan gw bisa di stop, pas suami gw ambil alih setelah dia selesai daftar dan antri di loket pendaftaran. Dengan takjub gw lihat suami gw sambil jongkok di pinggir kursi roda, dengan kedua tangannya dia merangkul mami.

"Mami Hanna 2.jpeg"
Mami mendadak anteng gak minta lepas maskernya, kalaupun dilepas pop dengan sabar masangin lagi. Sambil dibecandain pakai kalimat bahasa Inggris, yup selama ini suami gw teman dia berbicara dengan bahasa yang dia kuasai.

"Mami Hanna 3.jpeg"
Kalau orang melihat adegan ini, pasti mereka mengira suami gw yang anaknya Mami dan gw si mantunya yang judes. Selama ini memang suami gw  bisa mengajak bercanda dan ngobrol mami dengan akrab.

Mengingat ketidaksabaran dan kekasaran mulut gw ke Mami di rumah sakit rasanya gw mau mati aja deh, cuma masalah masker aja marah marah ke Mami padahal di rumah ada face shield kenapa Mami gak dikasih pakai itu aja.

Andai waktu bisa diputar, gw pingin lebih sabar saat menghadapi Mami sakit. Sifat gw jelek banget, kalau cemas sama seseorang karena sayang jatohnya malah jadi judes.

Maaf Mi ....

Satu lagi yang gw sesali, gak bisa lama merawat Mami pas sakit di akhir hayatnya. Selama Mami sakit di 2021 gw memang hanya bisa support dana, sesekali kalau dirasa aman gw pernah antar dan nungguin mami di rumah sakit.

Gak bisa bantu tenaga banyak karena di Apartemen masih zona merah ratusan orang kena covid. Mau keluar rumah mikir seribu kali, sampai akhirnya satu bulan sebelum Mami wafat kita beranikan diri buat ke rumah kakak.

Sampai di sana kakak minta Mami di bawa ke rumah sakit yang punya peralatan lengkap kayak Persahabatan. Kita sanggupi walaupun deg-degan karena Persahabatan juga jadi rujukan Covid.

Sayangnya kita saat itu hanya bisa merawat mami di apartemen selama seminggu. Karena satu bulan yang lalu kita sudah memesan hotel di Jakarta, biar Nayla gak stress di rumah terus.

Gw bilang gak mungkin bawa Mami menginap di hotel, karena kondisi Mami lagi gak sehat selain gak boleh juga sama pihak hotel riskan juga bawa Mami menginap di luar.

Jadi gw minta minggu depan Kakak gw yang bawa Mami kontrol kedua, setelah kami kembali ke rumah Mami akan gw bawa menginap lagi di rumah. Kenapa ya saat itu kita tetap staycation, coba kalau kita batalin kita masih punya waktu buat merawat Mami di tempat kita.

Karena ternyata pas balik ke rumah, kita Terpapar Covid-19. Gw sama suami isoman 14 hari di apartemen, pas sudah negatif kita berdua juga kontrol bolak balik ke dokter penyakit dalam khusus untuk gw ke dokter paru juga.

Makanya kita gak bisa buru buru ambil Mami karena selain kita baru sembuh dari Covid, apartemen kembali menjadi zona merah. Sampai akhirnya tanggal 29 Juli mami bahkan gak bisa kontrol ke rumah sakit lagi karena tubuhnya sudah menolak dan pergi meninggalkan kita selamanya.

Umak Ikuuuut....

Ini adalah celotehan mami, beberapa minggu sebelum meninggal. Mami memanggil ibunya Umak dan Ubak (panggilan untuk Ibu dan Bapak dalam bahasa Palembang).

Saat sakit 2 bulan sebelum meninggal (Mei - Juli 2021) mami pernah menceracau dengan bahasa Kubu sepertinya, karena kami suka dengar kalau kumpul dengan saudara saudara dari keluarga besar Mami.

Tapi saat kakak gw cerita kalau Mami mengigau memanggil ibunya (kita manggilnya bukan nenek dan kakek tapi Nyai dan Kyai) Umak ikuuut... berulang-ulang, hati gw serasa ada yang nonjok dan otomatis air mata gw mengalir.

Ya Allah mami saat sudah sedikit susah diajak bicara tapi bisa dengan jelas manggil ibunya. Padahal dia biasanya manggil nama suami kakak gw, "John tolong john Mami takut".

Gw gak mau ini jadi pertanda, tapi harus siap untuk diikhlasin. Sama seperti saat Bapak ngasih pertanda ke Gw, dia minta pulang aja dari rumah sakit. Khususke gw bapak bilang untuk beresin meja kerjanya karena abang gw bakal nulis di meja itu padahal abang gw kan jauh di Jambi.

Terus nantinya kalau sudah di rumah dia maunya tidur pakai tempat tidur gw, bingung dong gw kan Bapak punya kamar dan kasur sendiri. 

Akhirnya terjawab ketika kita datang dengan ambulance membawa Jenazah Bapak ke rumah, tempat tidur gw yang dikeluarin sama pengurus RT setempat ke ruang tamu. 

Semua keinginan Bapak untuk pulang ke rumah dan tidur dengan tempat tidur gw, termasuk kedatangan abang abang gw dari Jambi untuk duduk di meja kerja dia terkabul sudah.

Sama seperti igauan Mami kita menganggap Mami sudah siap menghadap Illahi (karena badannya sudah menolak untuk makan dan minum obat, tapi tetap aja gak ada yang kuat. Sedih kami akhirnya yatim piatu, untunglah semuanya sudah berkeluarga.

Mami sama Bapak datang dalam mimpi

Mungkin gw termasuk anak Mami sama Bapak yang didatangi orangtua setelah mereka wafat. Ada ustadz di acara religi di televisi yang bilang kalau ddatangi orang yang sudah meninggal di dalam mimpi kalau mereka tidak berbicara sudah pasti memang benar mereka.

Beda kalau mereka berbicara (kita melihat mereka berbicara) mereka pasti Jin yang menyerupai manusia.

Almarhum Bapak yang paling gw inget datang dalam mimpi saat baru melahirkan Nayla. Bapak hanya berdiri lama ngeliatin Nayla, pas bangun gw merasa Bapak bahagia sudah nengokin Nayla. 

Karena dulu kalau lagi di jalan (pas Bapak jemput gw pulang kerja) Bapak pernah bilang, "Kau kayak apo ya kalau punyo anak," dengan logat palembang. Ya Allah Bapak kayak tau ya kalau gak akan lihat gw menikah.

Bapak memang orang Jawa tapi sejak kecil tinggal di Palembang, ketemu Mami yang aseli Palembang di sana.

Makanya di rumah kita biasa pakai bahasa Indonesia logat dan dialek Palembang, Bapak baru pakai bahasa Jawa dengan fasih ketika ketemu teman atau tetangga yang aseli Jawa.  

Selanjutnya gw mimpiin Mami tanggal 17 Agustus 2021, beberapa minggu setelah Mami wafat. Jadi ceritanya di mimpi itu gw dengar ada yang lagi ngisi air dalam ember ember,  gw otomatis manggil Mami padahal saat itu gw sadar Mami sudah gak ada.

Ternyata Mami ada di belakang sedang ngisi ember dengan air, sama sekalian dia mau masak nasi juga. Gw bilang saat itu ke Mami, biar gw aja yang masak nasi sama ngisi air.

Gw gak lihat Mami ngomong tapi dalam hati gw seperti mendengar suaranya, berasnya 3 gelas aja tambahin segenggem (satu genggam pakai logat Palembang). Terus gw nanya semalam kemana kok tidur di tempat lain.

Dalam hati gw dengar Mami bilang, dia nyenyak tidur di rumah itu karena ada beberapa orang juga di sana (Mami ketika masih hidup bisa tidur  nyenyak kalau di rumah gak sendirian, ada yang nemenin). 

Mungkin karena Mami satu makam dengan Bapak dan sudah ketemu juga dengan kedua orang tua dan anak nomer duanya kakak Dewi Sartika yang wafat ketika masih berumur beberapa bulan.

"Makam Mami & Bapak.jpeg"
Terus gw bilang di mimpi itu nanti kita ubah kamar Mami kayak yang di tempat mami nginep sekarang biar bisa tidur. Ya Allah gw coba berpikir yang baik kalau  arti mimpi gw, Mami sekarang ada yang nemenin dan tempatnya nyaman serta sejuk Aamiin.

Gw gak tau ya dari semua anak orangtua kami, kenapa hanya gw yang dimimpiin sama Mami dan Bapak. Mungkin karena gw sering sakit kali ya? selama ini walau masih sering debat keras, setelah menikah gw sama mami bisa sedikit berbicara dengan mesra.

"WA Mami.jpeg"
Gak bisa lagi merasakan masakan Mami

Untunglah Mami sempat merasakan masakan gw kayak Pindang PatinLasagna Terong sama kue kue kering Nastar

Sementara gw sempat minta beberapa resep Mami Tekwan (sayang khusus yang ini belum sempat praktek bikin sendiri), sedangkan Cumi Asin Cabe IjoIkan Sepat BaladoTumis GenjerPempek Lenggang sering banget gw praktekin dan jadi favorit di rumah.

Ada untungnya gw punya blog masak dan sempat mencatat dan praktekin sebagian resep-resep Mami dan Mama mertua, kalau enggak gak bisa lagi merasakan masakan mereka ketika mereka sudah tidak ada.

Ada satu hal lagi yang patut gw syukuri karena kakak gw pernah meminta kami membawa Mami ke rumah sakit dekat rumah kita, jadi kita punya kesempatan untuk merawat mami walau hanya sebentar. 

Karena saat itu gw juga mau persiapan operasi dan banyak banget yang terpapar Covid di apartemen, jadi gak leluasa bawa atau ketemu Mami. Gw berharap Mami dan Bapak tahu gw sayang banget sama dia.

Buat yang masih punya orangtua, berbahagialah karena ladang pahala dan kunci kalian masuk Surga ada di sana. Kalau ada mereka sudah  gak ada kita hanya bisa kirim doa melalui sholat atau ibadah kita, aaaah jadi kangen sama mereka, Alfatihah.

Makasih buat yang sudah mampir di blog ini, selain jaga kesehatan  protokol kesehatan ketat tetap kita jalankan. Tapi jangan lupa untuk bahagia ya, byeeeee.

Rabu, 03 Agustus 2022

Makasih Transjakarta

Hi Mom...

Kok Makasih ya sama si Transjakarta? soalnya hari ini memberi pelajaran dan pengalaman yang berkesan untuk kami bertiga. Dulu Nayla pernah ketika masih kecil naik Transjakarta bareng kita, tapi hari ini dia untuk pertama kalinya  pulang sekolah naik Transjakarta. 
"Nayla 1.jpeg"
Kayaknya sepele ya, tapi buat kita terutama gw ini hal yang ruaaar biasa sampai bikin terhura walaupun dia naik bareng teman-temannya. Ternyata Nayla sudah mulai dewasa, sejak pakai putih abu abu di kelas 10. 

Biasanya untuk transportasi dari dia SD sampai SMP selalu diantar jemput pakai ojek langganan atau lebih sering dengan ojol. Malahan selama pandemi papanya yang antar jemput karena masih WFH.

Selain masih setengah hati membiarkan dia naik kendaraan umum, masuk sekolah pagi itu paling rempong kalau harus rebutan atau nungguin angkot lewat. Apalagi sejak ada ojol moda transportasi jadi makin mudah kan.

Memang sudah terpikir untuk ngajarin dia naik angkutan umum, tapi ya nanti kalau dia sudah mau kuliah hi...hi... Paling enggak nantinya dia harus belajar naik angkot, kereta atau busway.

Gak taunya Allah punya rencana lebih manis dan cepat ketimbang nungguin kita yang baru akan ngajarin dia 3 tahun lagi. Jadi ketika ada 4 orang temannya ngajak bareng naik feeder ketimbang naik ojol langsung dia samber.

Transjakarta sama angkot yang kecil memang lebih sering lewat di Jalan depan sekolahnya, ketimbang bus sekolah kuning yang gratis. Dari sekolah mereka harus jalan santai dulu kurang lebih 5 menit menuju jalan raya, gak papa biar sekalian olga kan.

Untung e-money Nayla masih ada isinya, gak perlu pinjam dulu sama temannya. Memang sih dia turun paling akhir dari yang lain, Nay tetap happy apalagi mobilnya pakai AC ha...ha... adem katanya.

Bangga deh sama anak ini, mama aja belum pernah naik busway sendirian (walaupun pas kerja dulu pernah ke Timtim naik Hercules). Pesan gw cuma satu belajar berani, jangan main hape di tempat umum maklum emaknya trauma sama orang orang sakit jiwa yang suka grepe grepe hiks.

Doa gw tiap hari untuk Nayla selain sehat, semoga sekolahnya jadi pilihan yang terbaik. Selalu happy di sekolahnya, bisa dapat banyak teman  dan  banyak pengalaman baru ya Nak.
"Nayla 2.jpeg"
Makasih buat yang sudah mampir baca curcolan receh emak-emak yang bangga sama anaknya. Tetap jaga protokol kesehatan, tapi jangan lupa untuk bahagia ya bubyeee....

Rabu, 06 Juli 2022

Lebaran Tanpa Oma dan Tekwan

Hi Mom...

Lebaran Idul Fitri tahun ini memang sudah lewat, tapi baru hari ini Jelang Idul Adha punya mood untuk cerita di blog. Betapa tahun ini lebarannya spesiaaaaal pakai banget bagi keluarga besar kita.

Jadi nih dari tahun 2021 lalu Mami atau Oma Hanna sudah sakit saat lebaran, Tekwan buatan oma sebagai makanan utama yang selalu dinanti sudah gak hadir.
"Almarhumah Mami tercinta 1.jpeg"
"Almarhumah Mami tercinta 2.jpeg"
Untungnya gw masih sempat minta resep tekwannya, tapi ya hanya resep aja. Karena dari sejak mami menjadikan tekwan sebagai makanan yang paling ditunggu keluarga dan semua orang, mami bikinnya saat gw gak ada di rumah.

Selalu bikinnya pas gw lagi kuliah dan main sampai malam, atau kerja sampai malam juga. Ketika pulang tekwan endeeeuuus ini sudah matang dan pastinya gak bakal tahan dong kita nunggu sampai besok, langsung ambil mangkok satu satu buat makan tekwan.

Lihat deh foto di bawah ini, ini gw ambil tanggal 1 Juni 2021 dua bulan sebelum mami wafat. Saat itu gw bawain Buku Perdana Diary Emak Pelupa dan senangnya mami masih bisa diajak berbicara, kata mami kenapa bikinnya ramai-ramai gak bikin buku sendiri aja. Doain ya Mi karena itu juga mimpi gw.
"Almarhumah Mami tercinta 3.jpeg"
Saat itulah gw minta resep tekwan fenomenalnya mami, dari rumah gw sudah bilang ke suami buat ngingetin minta resep tekwannya Mami.

Pas ngetik resepnya di hape kita berdua sempat tertawa ngakak karena mami selalu bilang takaran garam gula secukupnya (dari sini nurun ke gw kebiasaan masaknya).

Gw bilang berapa dong takaran tepatnya Mi, eh Mami jawab Mami gak tau yang penting cemplang cemplung terus cicip ha...ha... gw banget kan. Aduh Mi sambil ngetik ini mata panas banget air mata sampai ngalir di pipi....kangen banget sama Mami.


Mami memang orang Palembang tapi sebetulnya gak terlalu jago bikin tekwan dan pempek. Tapiiiiii tangannya dingin (istilah buat yang kalau mengerjakan sesuatu pasti berhasil) begitu Mami masak termasuk pempek dan tekwan ya enaaaak banget, karena gak hanya kita yang bilang gitu.
"Almarhumah Mami tercinta 4.jpeg"
Tetangga, saudara-saudara Mami pasti nanyain ini kalau datang silahturahmi saat lebaran. Makanya khusus buat gw yang selalu datang telat karena berlebaran dulu di rumah mama mertua (karena hanya sepelemparan batu jauhnya dari rumah kita), mami selalu nyimpenin di freezer tekwan dua bungkus besar.

Tahun ini keduanya benar benar sudah gak ada. Mami menyusul alm. Bapak akhirnya tanggal 29 Juli 2021, setelah melihat semua anak anaknya menikah dan memberinya 15 orang cucu.
Kami akhirnya resmi yatim piatu euy
Lebaran kedua untuk pertama kalinya walaupun gak kumplit kami bisa berkumpul di rumah alm. orang tua kami. Rumah tempat kami tinggal sejak kecil hingga sebelum menikah, mumpung belum laku terjual.
"Sebagian anak dan cucu Oma Hanna Hassan.jpeg"
Lebaran kali ini tanpa tekwan, opor ayam, kalio daging, sambal goreng ati ampela dan ketupat. Hanya pakai bakso kuah, pizza, cake coklat dan kopi kenangan.
Bagaimanapun kondisinya kami bahagia masih bisa berkumpul dan melihat anak dan keponakan keponakan tumbuh. Minal Aidzin Walfaidzin maaf lahir bathin semuanya.
"Sebagian cucu Oma Hanna Hassan.jpeg"
Makasih buat yang sudah mampir di blog ini, jaga kesehatan ya. Jangan lupa prokes tetap dijalankan tapi harus tetap bahagia, see you...

Kulit Ekstra Lembut Dengan Happy Body Cream Scarlett

Hi Mom... Seperti janji gw di blog sebelumnya, tulisan kali ini  untuk pamer😚sekaligus ngasih tahu keunggulan Happy Fragrance  Body Cream. ...