Jumat, 15 Mei 2020

Me Time: Bikin Masker Kain

Hi Mom...

Gw punya cara me time sejak pandemi, bikin masker kain. Kok masker? ada pemicunya sih, sejak ada pandemi dan harus kerja dan sekolah dari rumah praktis kemana mana harus pakai masker.
Masker sekali pakai yang biasanya banyak di supermarket mendadak hilang dan muncul di tempat lain dengan harga gila-gilaan.

Gw sih gak mau beli, masa iya masker seharga oven gw sih iiiih malesin banget. Untung pop masih punya 1 masker kain andalan dan kalau hanya ke supermarket atau berjemur di depan kolam renang (kita tinggal di apartemen) gak perlu pakai masker.

Tapi peraturan berubah sejak korban makin banyak, tim satgas Covid-19 juga dibentuk di apartemen, akibatnya ada peraturan baru harus pakai masker kalau turun dari unit. Bahkan hanya ambil makanan dari ojolpun harus maskeran.

Akhirnya saya pesan masker kain dari Sritex 20 buah dengan asumsi cukuplah buat bertiga. Sayangnya masker ini indent lumayan lama sekitar 2-3 minggu, masa iya gara gara gak pakai masker eke cuma nangkring di balkon kalo berjemur.

Untung di jalan sempat ketemu penjual masker kain, harganya 15 ribu masker dua lapis sih tapi bahan kaosnya tipis. Duuuh jadi pingin bikin tapi gak tau caranya dan gak punya mesin jahit pula.

Memang sih sudah dapat tutorial bikin masker kertas dari bekar teman kantor Arin Swandari tapi gak kebagian lagi tissu yang tebal buat bahan masker di supermarket.

Akhirnya lihat tutorial di di Fbnya kak Mimi Hiljah cara bikin masker kain seperti yang diajarkan Arin. Walaupun ada bagian tutorial yang gw gak ngerti (cara masang tali untuk telinganya gimana?) ya diniatin aja untuk bikin.

Gw  merelakan kain toraja (atau motif apalah itu) yang belum sempat diapa apain, untuk dibuat masker. Langsung eksekusi, walaupun gak punya mesin jahit tapi benang aneka warna dan jarum ada dong, buat benerin kalo ada kancing baju yang lepas. 

Tapi karet untuk telinga gak punya, beli di toko buku hanya ada tali untuk name tag. Gw beli 3  warna kuning biru dan pink sesuai warna kesukaan.

Jangan lihat kualitas jahitnya, cuma di jelujur (nah istilah gini gw taunya dari mami Hanna Hassan), yang jelas rapi jali dan sesuai syarat kesehatan 3 lapis eeeaaaa.
Masker perdana berdasarkan nebak nebak hi...hi...
Masker ala ala ini ada kantong buat naro tissu, nah jadinya 3 lapis kan. Talinya sesuai warna favorit, kuning, pink sama biruπŸ’›πŸ’–πŸ’™.

Selama pakai masker dengan tali name tag ini, ada teman yang baca postingan gw di sosmed soal masker kain yang masih indent dan jahit sendiri. Dia ngirimin gw masker kain dari bahan batik 2 buah.
Thanks ya Sandra Sahelangi, akhrnya gw lihat langsung masker dua lapis yang ada kantongnya. Karena gw ini tipe yang bisa ngerti kalau lihat langsung ketimbang tutorial lewat video apalagi kalo gak kumplit penjelasannya.
Setelah 3 minggu di rumah, gw memberanikan diri untuk beli tali karet di pasar rawamangun. kebetulan tukang jahit di sana lokasinya ada di samping jadi suami gw bisa anter sampai pintunya, dia sama Nayla tetap di mobil gw lari beli karet itu terus langsung ke mobil lagi hi...hi....
Senang akhirnya walaupun masker Sritex sudah datang (gw cuma ambil 6, sisanya bagi bagi buat mama mertua, mami dan adik adik di Pondok Gede), gw tetap bikin masker kain buat di bagi bagi juga. 
Masker Sritex
Gak lama ada teman arisan Mba Nina (mama Khanisa) ngeshare di grup wa, tutorial dari mahasiswa di Amrik yang bikin masker 3 lapis praktis tanpa tambah tisu lagi. 

Widiiiih langsung mupeng bikin lagi apalagi sempat beli lagi tali karet 20 meter wkwkwkwkwk.

Sama dengan sebelumya selain bikin untuk bertiga juga untuk bagi bagi. Sampai kapalan tangan gw, tapi ternyata kalau lagi jahit masker gw bisa adeeeem  anteng darah tinggi gw turun kayaknya hi..hi...
Ini ukuran yang gw buat
masing masing gw bikin 6-10 buah
Lumayanlah gak harus spaneng lihat harga masker sekali pakai yang langka dan mahal. Karena kita sehat dan gak kemana mana tapi hanya sesekali harus keluar rumah cukup pakai masker kain (tambahin tisu dalam kantong maskernya kalau dua lapis).

Masker sekali pakai yang langka untuk paramedis dan yang sakit saja deh, lagian mihil juga. Minimal mama mertua aman ke pasar setiap akhir pekan kita juga aman kalau harus keluar unit walau hanya sebentar. 

O ya selain sempat beli masker ala ala yang ada tulisannya (gak bisa milih tulisan tapinya), kantor pop (Katadata) juga bikin masker unlimited kece banget untuk karyawannya satu keluarga dapat semua berapapun orangnya. 
Masker Unlimited Katadata
Masker lucu2an sayang bahannya kasar
Kalaupun pandemi sudah berlalu kami akan tetap pakai masker kemana mana sepertinya, untung sudah punya banyak sekarang.

Makasih ya buat yang sudah mampir dan baca curcolan gw soal masker, muaaaachhhh.

Jumat, 08 Mei 2020

Ulang Tahun Saat Pandemi Corona-19

Hi Mom...
selamat ulang tahun buat yang barengan ultahnya sama gw ya, 8 Mei. Ultah ditengah pandemi Covid-19 gini cuma dirayakan bertiga dan di rumah aja pastinya.

Cuma sehari sebelumnya kita coba keluar buat beli cake atas request yang ultah, gw wkwkwwkwkkw. pingin cheese cake dan yang dekat hanya The Harverst yang ada di Buaran.

Gak ada kado kadoan, gw cuma pingin sehat dan bisa ke rumah mami. Kado benerannya nanti aja kalo pandemi sudah berlalu.

Seperti biasa suami gw bikinin kalimat ala ala romantis gini di FB. Walaupun kali ini gw todong soalnya karena banyak kerjaan dia gak sempat bikinin.

Falling for you was the greatest good that my heart ever did me
I am so fortunate to be the one you have decided to spend the rest of your life with.
You are the real queen of my castle and you will rule in that castle till this world comes to an end

It’s amazing how after all these years of marriage, you still take my breath away like you did on the first day we met.
Happy birthday to my true life companion and the mother of my beautiful daughter
Enjoy every single moment of your Big Day
Once again, Happy Birthday…

Kamis, 16 April 2020

Hijaber Meraih Mimpi Bersama NIVEA


Hi Mom... 

Masih pada di rumah aja kan? bukan hanya mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus penularan virus covid-19, tapi karena semua diharuskan bekerja dari rumah.

Begitu Juga dengan anak anak kita juga diharuskan untuk belajar dari rumah, termasuk dengan Nayla anak saya. Sudah sebulan lebih dia keruntelan sama kita di rumah.

kebetulan ini anak sudah biasa kalau enggak ada kegiatan atau pergi liburan di luar pasti hanya di rumah bertiga. Tapi  semakin banyak pengetatan untuk keluar rumah termasuk di apartemen tempat kami tinggal bikin mati gaya juga ya mom.

Biasanya kita belanja di supermarket yang ada di apartemen, tapi kalau barang yang kita cari gak ada sesekali belanja di luar biar gak bosen juga di rumah. 

Kita keluar bertiga pakai kendaraan pribadi. Mau beli bahan makanan atau keperluan rumah tangga yang lainnya di pasar atau supermarket harus pakai strategi. 

Kalau sepi kita bertiga turun, kalau ramai bisa jadi gak jadi belanja atau hanya suami yang belanja pastinya pakai masker dan bawa hand sanitizer. Rempong banget deh ya

Makanya ketika suatu siang dapat kiriman produk pertama untuk para hijaber dari NIVEA, extra white body serum hijab cooling dan deodorant hijab fresh yang segarnya long lasting fresh plus ada logo halal MUI senang banget dong ya.
Secara punya saya sudah mau habis (walaupun sudah sebulan gak kemana mana) tapi setiap habis mandi body lotion rutin saya pakai. Sama halnya dengan deodorant kalau mau berjemur di area kolam renang dan belum mandi saya pakai deh si deodorant hi...hi...

Menurut Dokter Spesialis Kulit, dr. Listya Paramita Sp.KK “Para hijabers membutuhkan perawatan kulit ekstra untuk tetap nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan”.

Dia menyarankan untuk memilih produk perawatan yang formulanya lembut di kulit serta memiliki manfaat melembabkan dan menyejukkan.”

Tapi saya yakin deh yang gak pakai hijab juga bisa pakai produk ini harum nyaman dan adem. Contohnya Nayla ikutan pakai body serumnya. Yuuk kita kulik kulik kandungannya apa saja.

Extra white body serum hijab cooling

Seri dari Nivea ini dikeluarkan untuk memberikan kenyaman bagi pengguna hijab yang memakai pakaian tertutup.

Nayla anak saya juga ikutan pakai setiap dia habis mandi, karena tertarik pas saya bilang, adem dan harum banget body lotion hijab ini. Apalagi pakainya habis mandi, tambah segar, habis itu pakai baju tangan panjang dan hijab.

Body serum yang diformulasikan  khusus untuk wanita berhijab ini mengandung whitening UV serum dan cool tech. Itu yang bikin kulit lembut dan segar sepanjang hari juga melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari.

Selain itu diperkaya dengan 95% kemurnian vitamin c dan uv filter untuk melindungi  kulit dari efek negatif sinar matahari, akibatnya kulit saya jadi tampak cerah. Ini penting banget kan saya harus ngerem di rumah dulu saatnya mutihin kulit ya kan.

Sedangkan hijab cool tech diperkaya dengan  formula peppermint dan mentol membantu menyejukkan suhu kulit seketika. Apalagi formulanya ringan, tidak lengket dan cepat meresap ke dalam kulit dengan ekstrak bunga Lotus.

Deodorant Hijab Fresh

Tahu kan deodorant dipakai di mana? Yuup di ketiak. Produk ini dilengkapi dengan ekstrak bunga sakura yang dapat memberikan kesegaran sepanjang hari.
NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo juga mengandung Vitamin C yang dapat mencerahkan kulit ketiak serta memiliki formula yang lembut di kulit karena non alcohol.

Produk yang sudah teruji secara dermatologi ternyata bisa membuat pori ketiak tampak kecil. Ah lumayan lah ya, jadi kelihatan lebih mulus nantinya.

Kenapa NIVEA Peduli Banget sama Kenyamanan Hijaber?

Kita lihat sejarahnya dulu ya. Jadi selama lebih dari 100 tahun, NIVEA telah menjalankan komitmennya menghadirkan produk perawatan kulit yang dapat membantu konsumen di seluruh dunia dalam menampilkan versi terbaik dari diri sendiri.

Karakter dan kebutuhan kulit konsumen yang sangat beragam merupakan sumber inspirasi bagi NIVEA untuk bisa terus berinovasi. Kali ini, terinspirasi oleh para hijabers Indonesia sehingga mereka bisa lebih percaya diri dan yakin untuk melangkah menggapai mimpi-mimpi yang ingin diraih.

Holger Welters, Presiden Direktur PT Beiersdorf Indonesia mengatakan, “Sebagai perusahaan perawatan kulit kelas dunia yang berbasis teknologi, kami senang dapat mempersembahkan inovasi terbaru kami.

Hal senada juga  dikatakan Sally Marryta Diantiny (Senior Brand Manager NIVEA Indonesia), “Lebih dari 40% konsumen NIVEA Indonesia adalah wanita berhijab atau yang lebih sering dikenal dengan panggilan hijabers.

Makanya  sebagai bentuk apresiasi terhadap kepercayaan mereka, NIVEA menghadirkan dua produk terbaru yaitu NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum.

NIVEA juga mengadakan kampanye bertajuk #YakinMelangkah untuk mengapresiasi hijabers  inspiratif Indonesia yang tangguh dalam menghadapi berbagai rintangan untuk meraih mimpi-mimpinya.

Mereka adalah Hamidah Rachmayanti (influencer muda yang #YakinMelangkah menjalani usaha kopi sambil mengajak rekan hijaber lain untuk maju bersama).

Heni Sri Sundani (anak petani yang #YakinMelangkah menggapai mimpinya menempuh bangku kuliah dan membantu ribuan anak kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan yang lebih layak).

Qonitah Al Zundiah (pecinta fashion yang #YakinMelangkah menggapai mimpinya menghadirkan produk fashion ramah lingkungan meskipun pasarnya masih cukup menantang).

Terakhir Puti Karina Puar (peraih Emmy Awards untuk video perdamaian yang #YakinMelangkah menggapai mimpinya sebagai ilustrator yang menyebarkan nilai positif).

“Melalui kolaborasi dengan 4 wanita tangguh ini, NIVEA ingin menginspirasi hijabers lain di Indonesia untuk lebih percaya diri dalam menampilkan versi terbaik dari diri mereka sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang sesuai dengan keyakinannya.

Nah mom tunggu apalagi, produk ini telah tersedia di berbagai outlet, drugstore, ataupun e-commerce. NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dipasarkan dengan harga yang disarankan sebesar: Rp 10.000,- untuk roll-on ukuran 25 ml; Rp 22.400,- untuk roll-on ukuran 50 ml; dan Rp 43.400,-.

Sedangkan NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum dipasarkan dengan harga yang disarankan sebesar Rp 39.900,-. 
Gak hanya itu NIVEA ada varian Spray yang gak kalah kece. untuk spray  ukuran 150 ml.
Jadi masih betah dong ya di rumah saja, apalagi ditemenin sama NIVEA. Gak boleh kemana mana bukan berarti gak boleh merawat diri, kalau badan harum jadi lebih semangat untuk hidup lebih sehat.

Tau gak mom, selama di rumah peralatan lenong saya utuh termasuk lipstick. Ya pastilah kan kemana mana pakai masker siapa sadar dengan bibir pucat.

Semoga kita semua sehat sehat ya mom, pandemi covid-19 segera berlalu. Aamiin

Senin, 23 Maret 2020

Sinar Mas Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19


Hi Mom...

Sudah satu minggu nih sejak covid-19 jadi pandemi, Nayla dan suami di rumah. Belajar, kerja dan keruntelanlah kita bertiga, saya pribadi sih senang plus lega melihat mereka akhirnya bisa berkegiatan di rumah.

Masih teringat ketika mereka belum mendapat kepastian untuk social distancing, saya ketar ketir di rumah. Gimana enggak, Nayla bilang sabun cair di kamar mandi sekolah sudah habis.

Nayla memang saya bawain hand sanitizer tapi tetep parno dengan kesehatan dia di sekolah. Apalagi saya gak bisa membujuk suami saya buat bawa kendaraan ketimbang naik moda transportasi umum ke kantornya di Jakarta Selatan.

Setelah semuanya berkumpul, pekerjaaan rumah kita selanjutnya adalah nyari masker. Masker ini sejak bulan lalu sudah gak ada dimana mana, apalagi sekarang.

Kebayang gak bagaimana keadaan para petugas medis kalau peralatan yang melidungi mereka dari covid-19 kosong.

Kalau mereka tidak terlindungi bagaimana nasib kita?

Saya punya sepupu biasa saya panggil kak Yanti yang jadi bidan pelaksana di puskesmas Kunciran Tanggerang. Sekarang dia tiap hari pakai baju isolasi untuk para pekerja medis atau biasa disebut alat pelindung diri atau APD yang mirip kostum astronot.
kak Yanti
Baju ini mihiiil banget harganya di atas 300 ribu rupiah, jlebnya lagi selain baju ini mahal, hanya sekali pakai pula gooosssh. Saat ini persediaan baju ini katanya sudah menipis, di beberapa tempat ada yang pakai jas hujan parasut yang tipis itu, double jleb deh.

Sedih..bukan karena saya punya sepupu yang jadi bidan tapi bayangin deh kalau para pekerja medis ini terpapar siapa yang akan merawat kita nanti.  Oooooh saya gak berani bayangin, nulis ini saja saya gemetar.

Secercah Harapan Dari Sinar Mas

Untungnya ada kabar baik yang bikin lega hati, 19 Maret 2020 Sinar Mas bersama perusahaan lain di bawah naungan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggalang dana sebesar 500 miliar rupiah, uwooooow. 

Penggalangan dana ini dilakukan sebagai dukungan bagi ujung tombak penanggulangan pandemi virus corona atau covid-19.
Dok. IG Sinar mas
Menurut Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, Selain Sinar Mas ada kurang lebih 8 perusahaan  yang sudah konfirmasi akan berdonasi. Mereka masih menunggu pengusaha lain untuk kepedulian sosial ini.

Bantuan disalurkan melalui Kementrian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap para tenaga medis yang berjuang di lapangan dalam merawat para pasien yang positif corona.

Donasi yang terkumpul nantinya untuk melengkapi peralatan kesehatan bagi tenaga medis. Karena kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci memerangi pandemi covid-19.

Seperti yang dikatakan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sekaligus CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjhin selepas melakukan penyerahan simbolis kepada Ketua PBNU Bidang Kesehatan yang juga Pembina Tim COVID-19 PBNU, dr. Syahrizal Syarif di kantor Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB).

Donasi bertahap  akan berbentuk peralatan uji cepat (rapid test kit) sebanyak 1 juta buah, 20 ribu baju isolasi (coverall safety), 4 unit alat bantu pernapasan (ventilator), berikut 1 juta masker. Penyaluran bantuan berlangsung di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan BNPB.
Dok. IG Sinar Mas
Bahkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah menyerahkan bantuan berupa APD seperti baju isolasi, masker, kacamata, sarung tangan, juga ventilator bagi Kementerian Kesehatan dan beberapa rumah sakit seperti RSPAD Gatot Soebroto, RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan.
Seluruh penyaluran donasi berikut perusahaan yang berpartisipasi akan dilaporkan kepada Presiden secara berkala. Semoga makin banyak perusahaan yang ikutan ya.

Rapid Tes Kit

Semangat dan jadi lebih optimis penanganan pasien corona akan berjalan lebih baik. Karena nantinya akan ada 1 juta buah peralatan uji cepat (rapid test kit). Hanya cukup dari hasil pemeriksaan darah bisa ketahuan lebih cepat kita tertular virus corona atau tidak.

Rapid test memiliki alat pemeriksaan bawaan untuk mencegah hasil tes positif atau negatif yang palsu serta memiliki akurasi yang sangat tinggi.

Yang melegakannya lagi pasien pada tahap awal infeksi dapat diindentifikasi lebih cepat dan berpotensi membantu mengurangi penyebaran virus corona.

Beda dengan yang dilakukan sebelumnya dengan metode swab. Yaitu mengambil sampel dari lendir dan saluran pernafasan. Caranya dengan mengusap menggunakan alat khusus di mulut dan hidung.

Umumnya hasil tes corona dengan cara ini gak langsung  keluar hasilnya. Nah kemungkinan orang yang melakukan ini sambil menunggu dia bisa saja bosen terus jalan deh kemana saja yang berpotensi menyebarkan virus (kalau ternyata dia terpapar).

APD Alat Pelindung Diri

Baju isolasi untuk para pekerja medis yang masuk sebagai alat pelindung diri atau APD ini mirip kostum astronot. kebayang kan panasnya pakai baju seperti ini seharian, acung jempol untuk mereka ya mom.

Nah baju ini seperti yang saya bilang sebelumnya selain mahal sudah mulai jarang di pasaran. Padahal baju ini hanya sekali pakai alias langsung buang setelah dikenakan seharian.

Pada akhirnya ketika baju ini habis dan tidak ada cukup dana untuk membeli APD, ada yang menggunakan jas hujan untuk melindungi dirinya ketika mengurus pasien. 

Miris kan  kala melihat mereka memakai jas hujan yang tipis dan gak ada pelindung yang bisa melindunginya dari terpaparnya virus pasien corona.

Yuuuk kita sebagai masayarakat awam melakukan apa yang kita bisa, patuhi anjuran untuk bekerja dan belajar di rumah, hidup sehat dan jangan lupa untuk bahagia.

Berdiam di rumah bisa menyetop penyebaran covid-19, dokter gak kewalahan terima pasien. Semoga kehidupan  dan perekonomian secepatnya kembali normal ya mom.

Jumat, 13 Maret 2020

Sensasi Mandi Parfum Vitalis Body Wash Setiap Hari

Hi Mom....

Virus korona bikin cemas ya, ikut berburu segala macam bahan makanan gak mom? untungnya saya gak termasuk yang ikut ikutan nyetok segala macam makanan. 

Bukan apa apa selain gak ada tempatnya, dua supermarket dan tempat belanja sayur mayur di apartemen tempat saya tinggal gak ikut ikutan huru hara.

Paling hanya kesulitan saja untuk mendapatkan masker karena kebetulan anak saya Nayla yang baru saja sembuh dari radang tenggorokan, sudah beberapa hari ini batuk.

Terbangun tengah malam karena sesekali batuk dan ngambilin air minum hangat buat Nayla bikin jam tidur berkurang. Gitu deh kalau anak sakit kan ya mom.

Biasanya kalau kalau suami dan anak saya sudah berangkat ke kantor dan sekolah, saya bukannya mandi malah nyolong tidur beberapa jam sebelum sholat Dhuha. 

Gak sengaja sebelum tiduran saya membuka tutup sabun Vitalis yang ada di meja kamar saya. Warna botol botolnya menarik mata dan lux plus baunya haruuum.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body wash  
πŸ’™πŸ’—πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’“
Kebetulan ada 3 varian Vitalis di rumah. Varian White Glow wanginya segar banget, warnanya juga  pinky gitu. Aromanya bikin saya jadi pingin mandi, setelah berhenti kerja saya kan jarang jarang mandi pagi kalau bukan karena mau pergi hi...hi...

Dan bener loh begitu badan kena sabun ini rasanya semua stress hilang, kulit lebih kinclong (ehhmmm) nyaman banget. Aromanya manis seperti bau baunya permen, jadi pingin mandi berlama lama deh rasanya.

Ternyata sabun cair ini mengandung ekstrak licorice, aroma cerry, rasphberry dan susu. Pantas wangi aroma parfumnya glamor dan tahan lama.
Sedangkan licorice adalah tanaman herbal yang akarnya biasa disebut akar wangi memiliki cita rasa manis, makanya suka jadi bahan campuran untuk permen dan minuman.
Sabun ini juga jadi pilihan Nayla nih yang suka banget sama warna pink apalagi ada kandungan susunya bikin kulitnya lebih cerah. 
Sorenya saya coba sabun yang kedua yang botolnya warna hijau  bikin kulit lebih segar, gimana gak segar kandungan Vitalis fresh dazzle (skin refreshing) itu ekstrak jeruk yuju dan teh hijau. 

Begitu kelar mandi sore langsung kepingin duduk duduk manja berdua Nayla di gazebo depan kolam renang di lantai bawah. Sayang kan badan sudah segar tapi hanya nongkrong dalam rumah.

Nah yang ketiga warna ungu Soft Beauty (skin nourishing) kandungan ekstraknya lebih asik lagi, alpukat dan vitamin e. Alpukat selain enak dibikin jus atau alpukat kocok nyaaaam...nyaaam (jadi kepingin) juga melembabkan dan melembutkan kulit. 
Setali tiga uang dengan alpukat, vitamin e kandungannya bagus untuk menutrisi kulit sehingga menjadi lebih kenyal dan lembab.

Jadi kalau sudah banyak varian sabun dengan parfum mewah yang banyak manfaatnya untuk kulit kayak gini, gak mungkin deh bikin malas mandi. Apalagi saya, suami dan Nayla bisa bergantian nyobain macam macam varian sabun Vitalis.

Kalau rajin mandi badan jadi bersih dan harum, kuman dan virus Insya Allah malas nemplok di badan ya mom. Penasaran sama vitalis kece ini klik link Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Bagaimana dengan harganya? tenang mom masih terjangkau dengan uang belanja kita. Mungkin harga beda  beda sedikit tergantung lokasi dan faktor tertentu, tapi percaya deh terjangkau banget.

  • Vitalis Body Wash bottle 100 ml : Rp 9.700,-
  • Vitalis Body Wash bottle 200 ml : Rp 18.000,-
  • Vitalis Body Wash pouch 250 ml : Rp 14.700,-
  • Vitalis Body Wash pouch 450 ml : Rp 25.000,-
Sabun cair dengan harum parfum dan mewah begini ternyata ada logo halal dari MUI pula, bikin hati jadi tenang dong. Kuuylah buat beli  di supermarket terdekat.

Selasa, 21 Januari 2020

Mengenang Alm. Ging Ginanjar

Hi Mom....
Ada beberapa orang dalam kehidupan gw yang bisa gw tulis di sosmed atau blog kalau dia punya kesan yang cukup bikin hidup gw berwarna salah satu Almarhum Ging Ginanjar.
Yup dia sudah meninggal setahun lalu 20 Januari 2019. Gw gak cerita tentang sakitnya mas Ging tapi kenangan ketika dia jadi salah satu mentor gw di KBR 68h 2000-2004
Ada beberapa yang gw inget tentang almarhum Ging Ginanjar, karena selalu gw ceritain nyaris berulang ulang ke Nayla.
Bulan November tahun 2000 mas Ging jadi salah satu yang menyeleksi calon calon reporter untuk KBR 68h, pas ketemu dalam hati gw bilang ooooh ini yg namanya Ging yang ada dibalik media Suara Independen dan yang bikin temen temen gw pingin gabung di AJI (Aliansi Jurnalis Independen).
Kebetulan waktu kuliah gw langganan media bawah tanah  Suara Independen (alm. Bapak selalu wanti wanti untuk hati hati kalau bawa pulang media ini, maklum cuaca politik saat itu horor banget)

ada pertanyaannya yang bikin gw sebel ketika interview kerja "kok belum nikah".
Berhubung belum diterima gw cuma bilang, ya belum aja pacar saya beda agama (untung gak gw terusin doi pacar orang pula hiiks), cuma gw tambahin memang masalah gitu kalau belum nikah?.
Mas Ging bilang, enggak juga sih. Andai dia tahu saat itu dia juga menginterview calon suami eke Doddy Rosadi hi..hi...,
Soal amplop untuk wartawan.
Gw bilang pernah terima, gak bisa nolak karena dikasihnya diatas pesawat ketika terbang liputan ke suatu daerah (waktu itu gw sudah bekerja di harian umum ABRI). Wartawan yang diajak di pesawat itu hanya 5 media dan semua media top itu ambil amplop yg dikasih waaaks.
Pastinya gw bilang dong ke kantor, bos di kantor bilang ambil saja. Karena media gw waktu itu memang corong pemerintah, amplop gak diambil berita tetap dikirim dan harus ditulis sesuai yang mereka mau.
Tapi kalau nurutin hati nurani gak maulah, gengsi gw lebih gede ketimbang si amplop, dan maunya nulis sesuai fakta. Jawaban ini mungkin yang bikin gw lolos dan jadi salah satu reporter KBR 68h.
Satu lagi yang gw ingat ketika harus laporan pagi, gw bilang belum ada yg bisa dilaporkan karena acara belum dimulai karena masih jam 6.30.
Belum ada yang datang, dan dengan polosnya gw bilang gw ada di seberang lokasi liputan karena lagi nukerin uang 100 rb buat bayar taksi (waktu itu gw telfon teman yang sudah ada di lokasi untuk tahu situasi).
Mas Ging langsung marahin gw, dia bilang jadi wartawan jangan ngurusin uang kembalian tinggal aja yang penting langsung di lokasi.
Sakit hati pastinya, lah wong tanggal tua uang tinggal selembar dan eke pantang minjem minjem. Tapi sejak itu semalam apapun gw tuker uang receh biar gak direpotin sama alasan supir gak punya kembalian (belum jamannya pake gopay euy).
Mas Ging juga bikin gw ketawa ngakak, ketika dia balikin matras yoga (dulu ada guru yoga yang datang ke kantor tapi jamnya gak pernah pas sama eke) ada bekas telapak kaki segede gaban di matras, kaki mas Ging kayak perahuπŸ˜‹ 
Selamat jalan mas Ging, makasih buat semuanya cerita ini tetap akan ada diingatan gw walaupun mas Ging sudah gak ada. Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah, Aamiin

Sabtu, 04 Januari 2020

Car Free Day Ditengah Hujan, Seruuuuuu

Hi Mom...

Gw pingin cerita tentang Car Free Day nih. Arena buat olah raga yang dilakukan di jalan utama setiap hari minggu, jalanan ini biasanya ditutup untuk kendaraan umum kecuali TransJakarta selama kurleb 5 jam.

Biasanya nih setiap kali mau CFD di Thamrin, kita pasti menginap di hotel yang dekat lokasi CFD. Biar santai gak buru buru harus bangun pagi menuju lokasi.
Sayangnya pas 4 Januari 2020 dari sabtu malam dan minggu pagi hujan terus, walaupun cuma rintik rintik.

Untung gak menyurutkan niat kita naik bis pariwisata, melihat Monas dan Istana di malam hari. Sudah sering cuma seru aja keliling naik bis pariwisata dengan penjelasan lokasi sekeliling oleh pemandu wisata.
Paginya Nayla sempat bete karena hujan kembali turun, untung sarapan di hotelnya lumayan enak. Kayaknya sebagian besar yang sarapan juga sudah siap untuk CFD karena pakai baju olga dan sepatu keds.
Kelar sarapan kita ganti baju di kamar hotel, sambil berharap hujan mereda. Dari jendela kamar  banyak yang pakai jas hujan, topi dan payung kita akhirnya ikutan CFD di tengah hujan.  

Seli teteup gak kita dikeluarin dari mobil takutnya hujan deras banget basah kuyup sepedaan, kan gak lucu. CFD nya tetap seru karena sambil hujan hujanan sedikit tapi gak bisa cuci mata lihat dagangan di pinggir jalan semua pada menepi.

Jauh juga kita jalan, rasanya sih sudah bakar kalori tapi keringat gak keluar, lah wong hujan hi...hi....
Kali ini kita nyobain nginep di Artotel  hotelnya lumayan juga ternyata Artotel Thamrin (maaf yeee bukan endorsan, tapi gw baik hati untuk ngasih link). 

Selain kamarnya bersih tiap kamar disediakan mesin pembuat kopi Dolce Gusto (masih kerabatan sama hance keknya😝).
Kita bukan penikmat kopi, cuma minum kopi ala ala yang ada jelly dan topping ice cream you know wholah buatan siapa, tapi teteup dong nyobain bikin kopi pake si Dolce kapan lagi yekan.

Biarpun sudah ada petunjuk cara memakai alatnya gw masih buka yutub biar yakin hi...hi... Pas sudah jadi cuma diseruput dua teguk. Kapan kapan bolehlah balik ke hotel ini lagi.

Me Time: Bikin Masker Kain

Hi Mom... Gw punya cara me time sejak pandemi, bikin masker kain. Kok masker? ada pemicunya sih, sejak ada pandemi dan harus kerja dan...