Selasa, 21 September 2021

Me Time ala Scarlett Withening Aroma Coffe

Hi Mom...

Mau curcol sedikit, sudah hampir dua bulan mood untuk posting sesuatu di sosmed sama blog terjun bebas. 

Terjun bebas sampai ke dasar sejak gw dan suami terpapar covid pertengahan Juli  lalu (untungnya Nayla gak ikut terpapar), dan akhir Juli tepatnya 29 juli 2021 mami tersayang meninggal dunia karena sakit lambung dan ginjal.

Tapi hidup harus berjalan terus kan, jadi pelan pelan gw mulai merangkak bangun (belum sanggup kalau harus bangkit dengan gagah). Ada Nayla dan Suami yang kepingin melihat melihat gw semangat hidup lagi dan masak masakan kesukaan mereka.

Satu hal yang benar benar gak gw lakukan sejak itu adalah merawat kulit. Padahal selama pandemi Biasanya habis mandi pakai body lotion atau kalau lupa biasanya gw pakai malam sebelum tidur.

Yang tiap hari saja mulai malas dilakukan, apalagi yang seminggu dua kali kayak scrubing. Kebayang kan aib banget deh kulit gw ha...ha... kalau digores pakai kuku ada garis putih yang muncul.

Sudah kebayang kan sekarang berapa banyak kulit mati yang numpuk selama dua bulan ini. Untungnya sebelum berlarut larut gw ketemu sama body care  ber-aroma kopi ini.

Kopi memang salah satu minuman kesukaan gw, tapi bukan kopi beneran ya tapi kopi ala ala. Kopinya harus pakai es batu, jely dan ice cream, sayangnya gw gak boleh sering sering minum kopi bisa berontak isi lambung.

Kesukaan sama aroma kopi merembet juga ke pewangi ruangan sama pewangi mobil.  Kadang gw cari yang aroma kopi walaupun lebih sering ketemu yang aroma apel ha...ha... 

Makanya pas lihat salah satu youtuber favorit gw ada yang pakai Scarlett whitening untuk sabun dan scrub aroma kopi or coffe dilabelnya gw langsung beli online.

Kebetulan gw lumayan cocok sama produk scarlett ini walaupun untuk body lotionnya kurang moist tapi wangi dan bikin cerah kulit bikin gw jatuh cinta. Dan sudah lulus uji klinis di BPOM ini yang bikin gw merasa aman nyaman pakai ini.

Untuk yang edisi kopi ini gw langsung beli  dua varian sekaligus Scarlett Whitening shower scrub coffe sama body scrub coffe. 

"Scarlett Withening Coffe dokpri Hany nr.jpeg.com"
Sama seperti sebelumnya  kotaknya dikemas rapi double bubble wrap jadi amanlah isinya. Untuk ukurannya standart dengan tutup kencang, dijamin gak bakalan tumpah kalau dibawa untuk staycation.

Mumpung belum habis gw mau review dikit ah si kopi ini, maklum Nayla dan suami ikutan pakai.

Scarlett Whitening body scrub coffe

Walau belum dibuka tutupnya aroma kopinya sudah tercium, pas dibuka aromanya makin kuat tapi gak bikin eneg dan pusing. 

"Scarlett Withening body scrub Coffe 1 dokpri Hany nr.jpeg.com"

Kalo gak khilaf pingin deh dicolek langsung masuk mulut😁baunya kopi cream moca banget, sudah gitu tampilannya mirip isian donat yang warnanya coklat cream apalagi terlihat ada bulir bulir halusnya.

"Scarlett Withening body scrub Coffe 2 dokpri Hany nr.jpeg.com"

Kebetulan waktu paket sampai belum mandi langsung deh gw pakai, di kaki, tangan dan leher. Nah bulir bulir halusnya ini berfungsi buat ngangkat kulit mati, dijamin gak bikin iritasi karena bulirnya halus tapi efektif banget.

Setelah dioles secara merata biasanya gw diemin di kulit sampai agak kering dulu selama 10 sampai 15 menit, biasanya sambil nonton biar gak terasa. 

Habis itu baru deh di gosok  dengan pelan dari bawah ke atas sampai mereka rontok dan lepas dari kulit, eit jangan lupa taro koran di bawahnya badan kita ya biar bekasnya gak bertebaran.

Karena scrub coffe ini kalau gw baca dari tempatnya mengandung glutathione (induknya antioksidan), vitamin E dan buliran scrub halus. Gabungan ketiga bahan ini bantu banget untuk memaksimalkan  proses regenerasi, melembabkan serta mencerahkan tubuh.

Biar maksimal gw pakai seminggu dua kali ah semoga kali ini gak kumat malesnya, apalagi aromanya bikin happy.

Scarlett Whitening shower scrub coffe

Kelar gosok gosok kulit mati langsung mandi dong, lebih afdol kalau pakai yang aroma kopi juga  ya kan.

Seperti sabun varian lain keluaran Scarlett yang pernah gw pakai sebelumnya, sabun cair yang warnanya coklat kayak madu ini  juga mengandung buliran scrub yang halus.

"Scarlett Withening shower scrub Coffe 1 dokpri Hany nr.jpeg.com"
Kandungannya pun sama dengan yang scrub, ada glutathione (induknya antioksidan), vitamin E dan buliran scrub halus. Bedanya sabun cair ini bisa gw pakai setiap saat, bakalan mandi sehari tiga kali kayaknya.
"Scarlett Withening shower scrub Coffe 2 dokpri Hany nr.jpeg.com"

Jangan lupa sambil mandi badan kita di gosok gosok  biar kulit lebih halus lagi. Rasanya pas kelar mandi, badan  lebih enteng deh mungkin karena dosa dosa plus kulit matinya terbuang semua hi...hi... terus seluruh badan wangi aroma kopi.

Harganya ramah di kantong

Tenang harga masih masuk akal, semua produk satuannya dibandrol 75.000. Kalau beli paket hemat yang berisi 5 item harganya 300.000 (dapet box exclusive+free gift).

Belinya juga gampang, bisa melalui whatsapp (087700163000), line (@scarlett_whitening), bisa juga dm lewat instgram @scarlett_whitening, ataupun shopee (Scarlett_whitening).

Rencananya gw mau pesan lagi untuk dua varian ini, kebetulan kita bertiga di rumah semua suka. Jadi gak perlu beli beda beda merek.

Makasih ya buat yang sudah mampir di sini, jaga kesehatan tapi jangan lupa untuk bahagia ya mom.

Senin, 13 September 2021

Vaksin Nayla Kumplit Juga Yaaaay

Hi Mom...
Setelah menunggu satu bulan setelah vaksin pertama Nayla akhirnya hari ini kesampaian juga untuk mendapatkan vaksin kumplit walaupun jalannya berliku.

Apartemen tempat kita tinggal, sudah tidak mengadakan vaksin lagi untuk warganya. Karena dianggap sudah memenuhi kuota 80 persen warga di apartemen kita yang suntik vaksin covid-19.

Akhirnya gw gerilya secara online buat cari lokasi suntik vaksin terdekat. Sayangnya sudah banyak yang full, kalah gercep gw, tersisa yang masih lowong jauh jauh lokasinya bahkan sudah tidak di timur Jakara.

Untungnya punya sahabat yang jadi bu RT di lokasi lain, kebetulan anaknya yang dulu pernah sekelas dengan Nayla saat SD mau melaksanakan vaksin kedua juga.

Kebetulannya lagi lokasi vaksin mau diadakan di RTnya dan sekitarnya. Jadi gw nebeng deh vaksin di sana sekalian minta ambilin formulir pendaftaran hi...hi....

Jadi Senin Pagi 13  September 2021, gw sama suami (yang tetap ngezoom sambil nyetir) nganterin Nayla vaksin.

Lumayan tertib dan cepat prosesnya, tensinya Nayla juga bagus. Vaksin kedua Nayla tetap dapat vaksin Sinovac.

"Vaksin kedua Nayla.jpeg.com"
"Vaksin Sinovac.jpeg.com"

Waktu yang pertama efeknya hanya pegal pegal di lengan bekas suntikan tapi yang kedua ini efeknya bikin dia tertidur pulas setelah mandi dan makan siang hi...hi... jarang jarang kan Nayla bobo siang.

Sekarang tinggal gw deh yang belum bisa vaksin pasca terpapar covid 2 bulan lalu. Semoga akhir bulan ini gw dapat izin dari dokter buat vaksin yaaaaay.

Kamis, 12 Agustus 2021

Vaksin Pertama Nayla

Hi Mom....

Dua kali Nayla gagal Vaksin. Bukan karena darah tinggi seperti gw tapi jadwalnya bentrok dengan dua peristiwa besar yang gak bakal Kita lupain.

Di rumah yang belum Vaksin tinggal gw sama Nayla. Karena kebetulan apartemen tempat Kita tinggal selalu mengadakan suntik Vaksin sebulan 2-3 Kali, Kita memilih untuk Vaksin di sini. Tinggal turun dan gak perlu mandi dulu😋.

Jadwal Vaksin anak anak yang pertama tanggal 9 Juli 2021. Sayangnya gw Sama suami Doddy Rosadi positif covid Dan sudah Dua hari isoman, sedangkan saat itu belum tahu  Nayla + atau -, Karena hasil PCR Nayla baru keluar sore harinya.

Alhamdullilahnya hasil PCR Nayla negatif. Seandainya hasilnya keluar pagi, Nayla bisa di jemput satgas covid untuk Vaksin.

Jadwal yang kedua Nayla untuk Vaksin, tanggal  30 Juli 2021 bersama sekolahnya. Persiapan sudah kumplit, tapi pas adzan maghrib kakak gw ngabarin kalau Mami.. Oma Hanna Hassan  tercinta meninggal dunia.

Dunia seakan runtuh seketika buat gw, semua urusan ditinggal untuk pemakaman Mami. Syukur Alhamdullilah Mami meninggal bukan karena covid, jadi Kita bisa mendoakan dan tidur ramai ramai di rumah tempat Mami disemayamkan.

Mami dimakamkan tanggal 30 Juli 2021 yang bertepatan dengan jadwal Nayla Vaksin di sekolah, otomatis Kita batalkan.

"Vaksin covid-19 nayla yg pertama.jpeg.com"
Untungnya kemarin 13 Agustus 2021 apartemen kembali mengadakan suntik Vaksin, Nayla bisa suntik Vaksin pertama dengan lancar. Karena masih di bawah usia 18 tahun, Nayla diberi Vaksin Sinovac yang efeknya hanya bikin pegel tangannya aja katanya 😘.

"Antri vaksin.jpeg.com"

"Cek tensi sebelum vaksin.jpeg.com"

Tentang Kita isoman satu rumah dengan Nayla yang negatif dan kenangan tentang Mami, belum sanggup menulisnya sekarang 🙄) .

Tapi suami gw sudah menuliskan dengan penuh Cinta tentang dua  hal ini di FB💗💗💗

Rabu, 16 Juni 2021

Gagal Divaksin Covid-19

Hi Mom...

Setelah penantian panjang akhirnya dapat juga jadwal untuk divaksin Covid-19. Maklum gw kan sekarang sudah gak bekerja, bukan guru, bukan petugas medis dan belum manula (ehmmm) jadi ya antrian terakhir divaksin bareng abege.

Persiapan menjelang Vaksin juga sudah lumayan, kayak minum vitamin rutin  dan tidur cepat. Maklum selama ini terbiasa tidur malam, bangun sih tetap pas sebelum adzan subuh. Siangnya lemes 😁.

Selain itu urusan rumah sakit juga sudah kelar, penyakit asma  gw juga terkendali karena sudah beberapa tahun hanya semprot obat asma sesekali.

Yang jadi peer adalah tensi gw, gw bakat darah tinggi dari sebelum menikah (bakat gak keren banget ya, coba Kalo bakatnya  melukis). 

Selama ini gak pernah minum obat darah tinggi dengan rutin, terakhir minum pas habis lahiran nayla.  Takut ah kalau tiap hari minum obat, bisa bisa lari ke ginjal ampasnya.

Sayangnya pas mau vaksin malamnya gw terbangun ngoroknya pop pas pukul 1 dini hari, langsung kelar acara tidur gw karena terjaga sampai pagi.

Habis sholat shubuh gw coba tidur lagi sampai akhirnya terbangun pukul 8. Gw pikir tensi gw gak bakal tinggi tinggi amat, makanya jam 9 setelah mandi dan sarapan gw sama pop langsung berangkat ke lokasi tempat vaksin.

Masih dapat jatah untuk di vaksin, kebagian nomer 84. Sayang saat duduk antri di aula masjid udaranya agak panas walaupun kipas  besar besar disediakan.

"Antri vaksin Covid-19.jpeg"
Akhirnya kejadiankan gw gagal divaksin kemarin karena setelah dua kali tensi angka berkisar di 171,170/114.  

Amboy banget Kan tingginya, beda dikit kayak pas  Nayla Lahir Secara Cesar, waktu itu tensi 180, untung gak pake pre-eklampsia segala.

"Surat tunda vaksin Covid-19.jpeg"
Gw harus berdamai dan minum obat darah tinggi ini mulai kemarin. Ada yang menyarankan minum jus dari sledri, tomat dan timun biar tensi gak tinggi, gw akan coba semua deh.

"Obat Darah Tinggi.jpeg"
Kalau kemarin jadi Vaksin gw bakalan dikasih vaksin Sinovac, peserta yang lain Astra Zeneca. Kenapa gitu? Karena gw punya dua komorbid katanya, takut gak kuat sama efek AZ.

Ya sudah gw sabar menanti lagi jadwal selanjutnya dan rutin minum obat darting, seperti kata pop Doddy Rosadi obat yg diminum Kan kecil, cuma satu pula 😁.

Senin, 31 Mei 2021

Penyinaran Bekas Operasi Keloid , Pakai BPJS (Part 1)

Hi Mom...

Ini masih kelanjutan tulisan sebelumnya tentang Operasi Keloid (yang  terjadi setelah Operasi Kista 2019) gak ditanggung asuransi swasta kita. 

Tapi karena proses menggunakan BPJS untuk pengobatan selanjutnya  puanjaaaaang banget gw gak sabar nulisnya nunggu selesai takut keburu lupa, terus hilang feelnya.

Gw sengaja nulis proses ini jadi dua bagian, biar gak kepanjangan kalau ditulis dalam satu blog dan bikin orang males nerusin baca sampai kelar.

Jadi setelah tahu operasi kemarin gak ditanggung asuransi swasta kita, akhirnya kita mencoba untuk memakai BPJS. Maklum harganya kisaran 2,5 juta hingga 25 juta untuk sekali penyinaran.

Sedangkan untuk kasus keloid gw, butuh minimal 5 kali penyinaran. Kalau bayar sendiri dengan harga yang paling minimal pun amsyoong juga kan harganya.

Selama punya BPJS baru gw pakai tahun 2018, itu juga untuk Tambal gigi di Puskesmas karena kebetulan hanya tambal gigi biasa gak ada infeksi segala macam.

Makanya setelah buka jahitan tanggal 6 Mei 2021 (jadi molor waktunya karena ada hari buruh tanggal 1 Mei dan tetiba dokternya cuti nganter istrinya berobat ke luar negri) pulangnya langsung nyamperin puskesmas yang jadi faskes dekat rumah sesuai yang terdaftar di BPJS kita.

Karena datang sudah siang (puskesmas juga sudah pindah lokasi karena mau di renovasi), surat pun gak langsung jadi hari itu. kami diminta untuk datang besok pagi untuk ambil surat pengantar ke rumah sakit terdekat.

Besok paginya kami berdua datang pagi sekitar pukul 7.30, untuk ambil surat pengantar. Kami langsung ke RS Yadika Pondok Bambu sesuai surat pengantar dari puskesmas.

Sampai urutan ini kita berdua tarik nafas dulu dalam dalam, mana lagi puasa cuy. Banyak juga ya rangkaiannya, biasanya tinggal duduk manis plus gak bisa perginya kesiangan dikit kalo enggak dokternya sudah kabur.

Oke lanjut ya, sampai di RS Yadika ternyata banyak yang harus diisi dan difotocopy rangkap 3 semuanya. Selanjutnya bayar biaya pendaftaran dan langsung antri ke dokter bedah di lantai dua.

Antrinya lama euy Dan banyak banget orangnya hiks, gw ngeri tapi ya lillahi taala aja deh. Mana orang yg duduk satu deret sama gw, lagi stress kayaknya.

Gw di maki maki karena bangkunya goyang, gw dianggap mengganggu puasa dan zikir yang lagi dia kerjain.

Whaaaat ... gw marah dong bukan salah gw bangkunya goyang. Dan gak usah pamer lagi puasa dan zikir, bukannya kalau lagi zikir hati lagi adem? Ini kok kasar.

Gw sama suami akhirnya pindah duduk. Habis itu ada korban lagi dari si orang stress kali ini maki maki cowok sama suster bedanya dia gak pake nunjuk nunjuk jidat, masalahnya sama ternganggu zikirnya sama bangku yang goyang goyang.

Akhirnya suster manggil tukang buat ngencengin baut bangku sial itu, puas ya pak silahkan zikir sampai buka puasa.

Untung gak lama dokternya datang dan gw masuk di antrian pertama. Sayang gw gak bisa dapat surat rujukan hari itu karena ternyata rumah sakit tempat gw operasi susternya salah ngasi hasil patologi, yang dikasih malah hasil patologi operasi sebelumnya tahun 2019 hadeeeeh. 

Singkat cerita akhirnya setelah beberapa hari kemudian ditambah libur sabtu dan minggu, kita dapat surat rujukan untuk ke dokter bedah pelastik di Rs Persahabatan.

Kenapa dokter bedah pelastik padahal dokter yang operasi gw ngasih surat pengantar untuk dokter radioterapi? dokter yang di rs Yadika maunya langsung ke bedah pelastik, karena  kalau gak bisa nanti dokter bedah pelastik bisa merujukkan ke radioterapi.

Tapi kalau dibalik, ke dokter Radioterapi dulu, dia gak bisa langsung merujukkan ke dokter bedah pelastik, harus balik lagi ke rs Yadika minta surat rujukan ke bedah pelastik. Masuk akal juga.

Kenapa pilihannya rs Persahabatan? gw sih maunya RSCM karena peralatan lebih kumplit, masalahnya lokasinya lebih jauh sementara pop sesekali harus ke kantor agak repot harus antar istrinya pulang dulu baru berangkat ke kantor.

"CT Scan 1.jpeg"
Jadi pilihan kita rs Persahabatan yang relatif masih dekat rumah, maka mulailah ritual fotocopy dan antri. Fotocopy banyak banyak deh biar gak bolak balik, untungnya dekat rumah sakit banyak tukang fotocopy.

Jangan lupa fotocopy KTP, Kartu BPJS, Surat rujukan dari rumah sakit sebelumnya, hasil rontgen, hasil USG dan hasil patologi (kalau sebelumnya habis operasi Kayak gw). 

Khusus untuk radioterapi di rs Persahabatan ngantri nya di loket B untuk bisa konsul ke dokter radioterapi.

Karena loketnya banyak gak nunggu terlalu lama gw sudah bisa ketemu dokter bedah pelastiknya. Dan sepertinya dokter Eri menangkap keengganan gw untuk di operasi pelastik, Makanya  dia ngasih rujukan untuk ke radioterapi.

Singkatnya gw akhirnya konsul ke diberi penjelasan sama dokter radioterapi namanya dokter Aida,  dia jelasin apa saja plus dan minusnya kalau disinar. Kebetulan untuk kasus gw, minusnya sedikit Karena selain bukan kanker bagian yang  disinar hanya kecil dan sebentar, 5-10 menit insya Allah cukup 5 Kali aja.

Nantinya kulit yang disinar akan kemerahan dan kering. Gw disarankan untuk pakai sabun cair yang banyak moisturizer kayak sabun dove, sama di oles minyak zaitun (merk terserah).

Plusnya insya Allah keloid gak akan tumbuh setelah disinar. Gak ada efek samping kayak mual pusing seperti orang yang habis kemo, walaupun sinar radiasinya sama, Karena takaran dan lamanya penyinaran berbeda.

Untung ada waktu untuk mantapin hati, gw diuntungkan dengan libur lebaran. Jadi baru tanggal 18 Mei ketemu lagi sama dokternya, masih ada waktu untuk mundur.

Tapi ngapain mundur ya, BPJS sudah jelas jelas menanggung penyinaran yang selama ini bikin makan gak enak tidur gak nyenyak.

Selain itu dokter Aida bilang kalau dari awal ke radioterapi, gw gak harus operasi buang keloid. Cukup disinar untuk mengecilkan keloid, hmm.... harusnya dokter ahli yang mengoperasi gw paham ini dong. 

Coba kalau tahu Kan gak harus operasi, mana gak dicover pulak ha...ha... Ah sudahlah nasi sudah jadi sushi memang nasib eke buat jalanin operasi.

Makanya tanggal 18 Mei 2021 gw mantap untuk ketemu dokter Aida. Hari itu juga gw di CT Scan alias pencitraaan resonansi magnetig yang bisa melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut, untuk keperluan diagnosis, tindakan medis atau evaluasi pengobatan.

"Radioterapi.jpeg"

"CT Scan 2.jpeg"
Sayangnya pas mau di CT Scan pop lagi beli minum, gak bisa nungguin deh, Untung ada dokter Aida di dalam. Karena belum pernah gw takut banget walaupun diijinkan untuk buka mata, gw memilih untuk merem sampai kelar.

Habis itu badan gw ditandai dengan semacam cairan hitam yang lebih terang dan tahan lama ketimbang spidol, paling gatal sedikit katanya. Nyatanya pas pulang aja sudah kelihatan sedikit memudar, ya iyalah gw keringatan plus pakai bra ha...ha...

Yang asoy tanda ini gak boleh kena air, jadi mau gimana caranya mandi bebas asal gak kena air. Yaolloh padahal belum ketahuan kapan gw dapat jadwal, bisa 1-2 minggu hadeeh kebayang deh ribetnya acara mandi nanti.

Setelah CT Scan beres, gw harus segera antri lagi di gedung yang beda di lantai dua untuk cek darah. Setelah ambil darah dan dapat hasilnya kita balik lagi bawa hasilnya ke radioterapi.
"Antri.jpeg"
Mudah mudahan hasilnya bagus, jadi nanti tinggal nunggu di telfon untuk jadwal penyinaran. Tulisan selanjutnya tentang penyinaran ya mom, saat tulisan ini dibuat harusnya sudah mau kelar penyinarannya.

Kok bisa? jadi tadi tanggal 31 Mei gw telfon kesana untuk nanya kenapa belum di telfon juga. Ternyata nih mereka katanya sudah telfon gw tanggal 25 Mei dan 27 Mei tapi gak gw angkat, kalo diangkatpun katanya gak ada suara.

Sutralah yang penting gw sudah dapat jadwal penyinaran tanggal 2 juni 2021 yaaaay... tungguin ya tulisannya. Makasih buat yang sudah mampir, jaga kesehatan tapi jangan lupa bahagia ya. 
"Cek darah.jpeg"

Sabtu, 08 Mei 2021

You Complete Me

Hi mom...

Bulan Mei di tahun 2021 ini masuk bulan Ramadhan, bulan baik dan bulan penuh rakhmat. Kebetulan nih gw ulang tahun hanya beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Seperti biasa suami tercinta bikin status yang maniiiis banget di sosmed. 

You Complete Me

To my dearest wife
Whenever I feel down you were there to lift me up
When I feel weak you always find a way to make me strong again
When life seems hopeless you were there to cheer me up
Just like Tom Cruise said in “Jerry Maguire”: you complete me
Happy birthday Hanny Nursanti, we love you always and forever
From: Pop & Alanis

Tu kan manis banget...gak cuma itu, dua hari sebelum ulang tahun pop ngasih kado. Hape baru dengan kapasitas dan kamera yang lebih oke, gw terharu.

Karena biasanya gw selalu minta sesuatu setiap ultah, habis kalau minta hadiah kejutan, pop gak pernah mau alasannya takut gw gak suka jadi ya sudah gw yang request.

Tapi ulang tahun kali ini gw gak kepingin minta kado, karena seperti yang gw tulis sebelumnya jelang akhir bulan April 2021 gw habis Operasi Keloid yang enggak di cover asuransi swasta kita.

Manalah gw berharap suami gw ngeluarin uang lagi buat beli kado, pop bilang hape baru sudah diniatkan untuk kado sebulan sebelum ada rencana untuk operasi.

"Memang sudah diniatkan mom, dan uangnya ada. Itu rezekinya mom, lagian hape yang lama kapasitasnya sudah gak memadai" katanya setelah gw bertanya kok tetap beli kado, hape pula sementara kita lagi ada pengeluaran besar.

Kenapa kado dikasih dua hari sebelum ulang tahun? alasannya selain sudah dibeli, pop melihat gw selalu murung habis operasi. Makanya dia kasih kado lebih cepat, biar gw happy lagi.

Ya sudahlah rezeki jangan ditolak, lagian memang sebetulnya kepingin ganti hape sih. Tadinya nih karena gw gak enak buat minta kado, sudah pesen cake yang gw suka.

Berhubung sudah dapat kado, pesanan cakenya gw batalin kebetulan DM gw belum dibaca sama toko kuenya. Baik banget ya gw ha...ha.... gw gak pingin ada pengeluaran yang gak perlu lagi.

But surprise.... pas pop pulang Jumat malam habis rapat di kantor, dia menenteng satu kotak cake ultah yaaaaay. "Maaf ya karena sudah malam tinggal toko kue ini yang masih buka di jalan pulang tadi dan hanya tersisa rasa tiramisu," kata pop.
"Cake Tiramisu.jpeg"
Whoooa... kirain gak ada cake ultah (pop tau banget gw suka sama cake). Akhirnya gw bilang kalau beberapa hari lalu batalin pesanan cake ultah, karena pop ngasih kado ultah.

Dia langsung nebak pasti gara gara asuransi ya jadi apa apa gak pingin. Sekali lagi dia bilang uang bisa dicari, yang penting sehat tapi jangan lupa buat bahagia hi...hi... gak gini sih kalimatnya tapi persis mendekati.

Cake kita makan pas selesai makan sahur nyaaaam..... Makasih buat yang sudah mampir.

Jumat, 30 April 2021

Operasi Keloid Tidak Ditanggung Asuransi

Hi Mom...

Sengaja nih bikin judul seperti ini, biar langsung pada meluncur ke blog ini dan gak ngalamin kayak gw ya. Baca sampai habis cerita kumplitnya soal ini ya.

Badan Meriang sejak akhir tahun 2020.

Entah kenapa bulan April ini badan kok letih lesu, bukan karena puasa  loh ya. Begitu masuk puasa malah lebih parah lagi.

Badan seperti gak ada tenaga, badan meriang sumeng seharian. Bekas jahitan Operasi Kista  jadi keloid dan nyut nyutan sesekali tapi tiap hari.

Sebetulnya gw sudah tahu kalau ada bakat keloid tapi waktu operasi tahun 2019 lalu gw lupa bilang sama dokter  yang menangani dari awal.

Sampai akhirnya ketika seminggu kemudian mau buka jahitan, kelihatan mau jadi keloid, dokternya nyaranin untuk disuntik biar gak jadi keloid. Tapi saat itu gw lagi parno sama jarum suntik kayaknya cukup deh ditusuk sana sini saat sebelum operasi.

Dokternya sih bilang gapapa kalau gak mau disuntik yang penting suami gak keberatan apalagi kalau dari estetika gak bisa lagi pakai bikini di pantai ha..ha...

Gw pikir kalau rajin pakai dermatix gak akan jadi keloid dan akhirnya itu jadi keputusan yang salah deh kayaknya.

Setelah setahun lebih akhirnya gw putusin buat cek up selasa 20 April 2021. Sesuai prosedur selama covid, gw tes antigen sebelum konsultasi dengan dokter.

Untuk pertama kalinya gw tes antigen, untungnya hasilnya negatif. Seperti dugaan gw, dilihat dari hasil USG terlihat akar keloid sudah sedikit masuk ke dalam.

Gw dikasih pilihan untuk segera membuang keloidnya atau menunda tapi resikonya akar keloidnya akan semakin ke dalam dan mengeras, bisa jadi kanker nantinya.

Operasi Lagi...

Reaksi gw sama seperti saat tahu ada kista di kulit payudara, takut sedih gemetaran tapi gak pingin menunda karena buat apa apa toh badan gw juga gak nyaman. 

Keloid di payudara ini sedikit bermasalah karena selain jaringan urat syarafnya banyak, waktu operasi kista hanya sedikit jaringan yang di ambil karena hanya di kulit payudara.

Beda dengan bekas operasi sesar dan usus buntu, bekasnya di badan gw, keloidnya makin lama makin tipis. Kalau menurut dokter kenapa keloidnya tidak membesar karena jaringan yang diambil banyak, kan dibuka sampai dalam perut.

Akhirnya kita putusin deh untuk operasi membuang bekas keloid. Seperti selama ini yang kita lakukan meminta administrasi rumah sakit untuk cek di cover atau tidak. 

Waktu itu tanggal cek up 20 April 2020, rencana operasi tanggal 23 April menyesuaikan dengan jadwal libur suami.

Sebelumnya gw melakukan tes PCR karena kan hasilnya agak lama, plus rontgen, tes darah dan urine. Saat melakukan ini kita berdua tetap berpikir positiv dan menyiapkan mental untuk operasi jumat nanti.

Kamis sore gw diantar suami masuk ke RS untuk rawat inap (karena syarat pakai asuransi ya harus nginap). Sebelumnya lapor lagi dong ke administrasi RS kalau mau rawat inap dan operasi besoknya dan gak ada komentar apa apa.

Gw masuk di kamar kelas 1 yang isinya dua orang, gw pikir lagi pandemi gini gw gak mau sendirian di kamar. Karena pop gak bisa nginep di RS,  Nayla sendirian di rumah, dia kita larang untuk ke RS.

Sempat buka puasa bareng dulu bareng pop, baru habis itu dia pulang. Malam itu setelah ngobrol sebentar sama pasien sebelah, gw tidur dengan harapan besok bisa berjalan lancar.

"Selang infus.jpeg"
Kita berdua (gw sama pasien yang sekamar) dibawa ke ruang operasi tepat waktu, jam 8 pagi. Suami tersayang sudah dari jam 7 pagi sampai di RS jadi begitu kelar operasi, pop mendampingi hingga masuk ke kamar.

"Persiapan operasi.jpeg"

"Siap siap ke kamar operasi.jpeg"
Sebelumnya saat gw masih di ruang operasi, suster keluar untuk menunjukkan jaringan keloid yang mereka potong ke suami gw. Kali ini dia foto dengan lebih mantap gak gemetaran, sepertinya loh ya.
"Jaringan keloid.jpeg"
Entah kenapa obat anestesi kali ini, bikin mata gw dua duanya sembab jadi mereka menawarkan untuk menginap semalam  lagi sampai mata gw gak sembab.

Wah gw gak mau, udah kangen banget sama Nayla. Lagian gw pikir mata sembab bisalah dikasih obat apa kek.

Mereka setuju untuk memberi obat sore itu melalui selang infus yang masih terpasang. Sore itulah gw dan suami saat mengurus administrasi, mulai merasa ada yang janggal.

What....

Pihak administrasi mengatakan  belum dapat kabar dari asuransi, padahal gw sudah selesai operasi hiks. Selain itu pengobatan gw ini belum tuntas, bekas operasi keloid harus disinar biar dia gak berulang kembali jadi keloid.

Habis buka infus gw sempat protes kenapa gak ngasih tahu pas gw mau daftar kemarin untuk rawat inap? alasan si mba admin, karena mau operasi ya biar operasi dulu sambil nunggu jawaban dari asuransi, grrrrhhhhhh......

"Bekas infus.jpeg"
Ini kan operasi yang gak harus segera saat itu juga dilaksanakan gw masih bisa kok nunda beberapa hari walaupun nyeri, tapi malah ambil keputusan sendiri.

Gw juga gak ngerti kenapa dokternya gak bilang kalau ini masuk operasi estetika? mungkin  special case karena nyeri dan bikin demam?. Kita sih berusaha ber husnudzon atau berbaik sangka untuk segalanya.

Yang kita sesalkan kenapa gak ada info kalau asuransi belum ngasih jawaban. Kalau asuransi swasta gak coverkan, kita bisa coba untuk pakai BPJS walaupun gak tahu juga apakah operasi keloid dengan sepcial case kayak gw bisa di cover BPJS juga, tapi kan minimal kita punya opsi pembayaran lain. 

Suami menenangkan gw karena badan masih belum pulih dari obat bius, dia bilang sebaiknya kita pulang aja nanti kantor yang urus. Besoknya HRD Kantor bilang untuk minta keterangan sekali lagi dari dokter  bahwa operasi keloid ini memang urgent.

Hingga suatu malam pop ngajak ngobrol gw, bahwa dia punya kabar baik dan buruk. Waduh gw gak suka situasi kayak gini.

Akhirnya suami gw yang ambil keputusan, dia ngasih kabar baik dulu ke gw. Kabar baiknya  akhir Juni kita liburan karena Nayla sudah selesai ujian kenaikan kelas, tapi tetap lihat situasi karena masih pandemi.

Berita buruknya asuransi sudah finish menolak untuk mengcover biaya operasi dan lain lain karena ini termasuk operasi estetika atau kecantikan. Degggh... langsung deh gw nangis bombay, kalau operasi keloid gak di cover gimana dengan penyinaran nanti?.

Pop sampai berulang ulang bilang dia ikhlas keluar uang untuk bayar operasi, karena dia kerja keras untuk gw dan Nayla. Kalau gak mau ambil uang tabungan, Kantor juga mau bayarin dulu nanti tinggal potong gaji tiap bulan.

"Sudah jangan nangis, kan pop kerja jadi bisa bayar apapun pilihannya mau ambil uang tabungan atau pinjam dari kantor, uang bisa dicari mom yang penting mom sehat, nanti kita coba pakai BPJS ya untuk penyinaran". Ealah denger omongan pop kayak gini tambah bikin sedih.

HRD kantor suami menyarankan pop untuk protes soal tidak adanya pemberitahuan ke kita tentang belum ada kabar dari asuransi sehingga merugikan kita sebagai pasien.

Pasrah...

Setelah gw pikir pikir gak usah ajalah, karena bakalan ngabisin energi yang ujung ujungnya belum tentu dapat ganti rugi. kalaupun dapat pasti prosesnya panjang.

Gw lagi gak punya energi untuk melakukan ini mana lagi puasa. Selama lebih dari 13 tahun berobat di sini kita gak pernah dikecewakan selain masih dekat rumah, rumah sakitnya bersih dan lumayan kumplit peralatannya.

Selama pandemi mereka gak terima  pasien covid, mau konsul dokter aja kita harus tes antigen. Protokol kesehatannya cukup ketat dan ruang lobinya gak ramai dengan anak kecil berkeliaran, mungkin adminnya orang baru atau lagi punya masalah jadi gak konsen kerja.

Sekarang konsentrasi kita mencoba pakai BPJS untuk penyinaran bekas operasi keloid biar dia gak jadi keloid lagi kan.

Selain itu gw dapat kabar mami ngedrop, lengkaplah sudah keengganan gw untuk protes  ke RS. Terserahlah orang mau bilang apa, otak gw kayak mau pecah mau hang menyerap semua kejadian ini.

Untunglah punya suami yang menenangkan dan mengabulkan permintaan gw untuk gak melanjutkan masalah ini serta ada Nayla yang bikin gw juga semangat untuk cepat sehat.

Biarlah orang orang yang begini sama kita merasakan sendiri apa yang kita alami. Biar jadi urusan Allah aja deh, karena ada hal hal penting lain yang harus kita beresin.

Moral storynya lain kali kita tunggu dulu penjelasan kumplit dari dokter dan rumah sakit apakah dicover atau tidak, biar pihak rumah sakitnya juga gercep untuk komunikasi sama asuransi. 

Dan sambil urus penggunaan BPJS minimal bikin surat pengantar dan rujukan juga perlu waktu yang lumayan.

Gw juga sengaja untuk gak menulis nama rumah sakit dan polis asuransi yang kita gunakan, karena gak mau menyudutkan salah satu pihak. Hanya ingin berbagi pengalaman.

Tulisan di blog berikutnya tentang gw mulai mencoba memakai BPJS untuk Penyinaran Bekas Keloid part 1. Part 2 menyusul ya, makasih buat yang sudah mampir jaga kesehatan tapi jangan lupa untuk bahagia.

Senin, 26 April 2021

Selamat Jalan I Gusti Putu Danny

Hi Mom....

Sebenarnya minggu ini lagi gak mood buat nulis di sosmed apalagi nulis di blog. Tapi ada kejadian gak terduga dengan orang baik yang gw kenal, harus bikin sedikit tulisan biar gak hilang dari memori.

Selama jadi reporter, gw  paling banyak ditempatkan di desk militer sama istana. Saat di desk militer inilah gw pertama kali kenal dengan Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny.

Yup Anumerta karena Bli Danny (sebelumnya manggil mas, setelah tahu dia orang Bali gw manggilnya jadi Bli) gugur dalam tugas membela NKRI di Timika Papua minggu 25 April 2021 pukul 15.50 WIT.

Gw rasanya gak sanggup buat nulis gimana caranya dia meninggal. Karena tertembak kepala bagian belakangnya hingga tembus ke bagian depan kepala itu yang bikin dia langsung gugur.

Banyak yang bertanya apa daerahnya sudah di sterilkan ketika beliau sedang meninjau lokasi bekas kerusuhan? kenapa naik motor? kenapa beliau bisa dikenali?. 

Sudahlah badan gw lagi gak fit buat mikirin apa ya jawaban jawabannya. Pingin nulis  ketika pertama kali kenal orang baik ini saja .

Layaknya liputan ke medan perang (antara 1999-2000) 

Waktu itu  perpolitikan Indonesia masih terguncang pasca-tumbangnya Orde Baru, digelar referendum di Timor Timur di bawah perjanjian yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) antara Indonesia dan Portugal. Hasilnya, Timtim lepas dari NKRI.

Sehari sebelumnya gw masih kerja dan liputan sampai malam, besoknya langsung ditugaskan untuk meliput ke Timor Timur (Timtim). Mendarat siang di Timtim dalam keadaan ngantuk berat,  karena berangkat jam 2 subuh bareng Panglima TNI Wiranto dan rekan rekan media  dari bandara Halim Perdanakusuma menggunakan Hercules.

Bukan mau cerita lagi ngapain di sana, tapi pingin cerita ada tentara  tinggi besar kek Indo yang duduk sambil baca buku di bangku dekat meja tempat gw tepar tertidur sambil duduk telungkup dengan kepala di meja. 

Pas terbangun gw lihat rekan rekan media lain yang ikutan tidur gak ada di ruangan tapi beberapa kamera tv  berjejer di meja tempat gw tertidur (semoga gak ngorok  dan ngiler euy). 

Melihat gw bangun, tentara ini bilang "akhirnya bangun juga" katanya sambil tertawa. Dia bilang konferensi pers belum mulai, sementara yang lain ada yang ke kamar mandi sama makan.

Spontan gw tanya, "lah terus masnya lagi ngapain". Dia jawab "Mana bisa saya tinggalkan kamu sendiri tidur di sini, saya diminta jaga ruangan karena semua kamera tv ada di sini dan ada reporter yang lagi tidur" wkwkwkw maklum begadang😊.

Akhirnya setelah kenalan gw tahu tentara baik hati,  cakeup kasep😍 yang gak tega bangunin gw tidur (karena dia tahu  gak semua orang kuat naik Hercules ke Timtim) namanya I Gusti Putu Danny dari Kopassus waktu itu pangkatnya masih  Kapten.

Gak hanya itu dia jagain juga pas gw iseng mau ngasih makanan dari pesawat yang gak gw makan untuk pengungsi yang ada di bandara. "Bilang  saya kalau mau dekati mereka, kalau gak dikawal bisa bisa kamu kena sumpit beracun," segawat itu situasi di sana.

Sempat nanya juga kenapa orang Bali namanya Danny (pertanyaan yang aneh sih, lah anak gw aja namanya Alanis😋), dia bilang ibunya orang Amerika. 

Komunikasi ini sudah lamaaa banget saat masih pakai BBM, begitu nomer hape mati karena lupa ngisi pulsa hilanglah semua kontak.

Beberapa kali iseng gugling untuk cari kabar hanya ketemu nama tanpa foto. Pastinya beliau ini gak main sosmed yang waktu itu belum marak apalagi dulu dia pernah menjadi Asintel Danjen Kopassus

Sampai akhirnya tanggal 25 April 2021  gw baca sekilas ada jendral bintang satu, Kepala BIN Daerah Papua gugur di Timika (gw gak baca kumplit krn body lagi gak delicious).

Gw belum tahu siapa yang meninggal sampai akhirnya saat gw baca twitt teman di grup, gw tersentak baca namanya dan lihat fotonya lagi (akhirnya Bli, sekarang semua media memuat fotomu). 

Gw sempat ragu dan berharap bukan orang yang gw kenal, tapi garis muka dan postur tubuhnya sama. Sedih pastinya ... langsung bilang ke pop kalau Kabinda Papua yang meninggal itu orang yang selama ini gw ceritain berulang ulang.

Sedikit menyesal dulu gak bisa datang saat diajak reuni kecil untuk ketemuan di Jakarta sama Bli Danny karena dia bertugas di sekitar istana negara sekembali dari liputan di Tim tim.

Maklum lagi dateline dan pas kelar sudah malam, yang masih harus menempuh perjalanan pulang ke rumah orang tua di Pondok Gede, jadi lupakan kongkow sehabis kerja.

Kabinda Papua
"Alm. Kabinda Papua.jpeg"
Selamat jalan bli Danny, senang sudah mengenal dirimu. Semoga di tempat yang terbaik sekarang karena bli orang baik.

Makasih buat yang sudah mampir, jaga kesehatan ya tapi jangan lupa bahagia.

Selasa, 30 Maret 2021

Test Pack...

Hi Mom...

Mau nulis yang enteng enteng aja ah kali ini (lah biasanya juga uenteeeng😋). Gara gara ada teman posting di Fb tentang test pack yaitu alat sederhana untuk mendeteksi hamil.

Gw ikutan komen di postingan itu sambil menyertakan foto test pack kenang kenangan waktu hamil Nayla. Bungkusnya sudah keriting garing gitu, karena pernah terendam Banjir waktu Nayla masih usia 5 bulan.

Masih bisa diselamatkan tapi garis merahnya berubah jadi abu abu monyet ha...ha... atau karena sudah lapuk dimakan zaman ya, maklum sudah 15 tahun berlalu.

Test pack berusia 15 tahun, tanda kelahiran Nayla
Iseng gw posting juga di status whatsapp dan dhuaaaar langsung heboh ha...ha...puluhan teman japri karena lihat foto test pack.

Semua menyangka gw hamidun lagi, aaaww apa kata dunia persilatan kalau eke hamil lagi. Bukan apa apa gw ini gak terlalu suka anak kecil,  kalau ramai dan bikin berantakan pusing deh kepala.

Apalagi gw ini kan gak sabaran dan darah tinggi, mana tega ada anak kecil satu lagi yang kena omelan gw ha...ha... tapi kalau nunjukin rasa sayang gw sih total banget.

Pakai Test Pack Pertama kali...

Alat ini pernah bikin gw pingin berobat ke seorang ustad di Bogor sana yang konon bisa ngobatin perempuan biar subur dan cepat hamil.

Karena setelah dua bulan menikah  kok belum hamil juga, gw takut kayak kakak perempuan gw yang hamil baru hamil setelah menikah 2 tahun itu juga setelah berobat ke ustad ini (iiih siapa sih namanya, gw lupa cuy).

Untung deh kata Ina adek ipar yang saat itu sudah punya anak satu, gw harusnya jangan langsung pakai test pack begitu tahu telat datang bulan. Karena datang bulan tanggalnya teratur, kalau telat kasih waktu sebulan setelah itu baru cek dengan test pack.

Gak jadi sedih deh, apalagi gw males dengar cerita kakak gw ketika berobat sama pak ustad ini harus datang tengah malam ke Bogor terus ngantri sampai subuh, iiih mana tahan eke.

Waktu pertama kali mau coba test pack ini benar benar hanya mengandalkan petunjuk di bungkusnya. Yang katanya cukup dibasahi alatnya, waoooow eh...gimana... gimana....dibasahi? ya sudah dibasahi aja deh ha..ha...

Lanjut Coba Yang Kedua Kali

Setelah menunggu seperti saran adek ipar, gw cek lagi dengan test pack kedua. Alhamdullilah dua garis merah cek, kemarin sempat gugling kok merah ya bukan biru seperti judul film itu ternyata soal warna garis tergantung perusahaan yang bikin test pack.

Oya test pack ini 15 tahun lalu gw beli di apotik 2 buah harganya di bawah 10 ribu rupiah. Saat itu gw ngambilnya dengan malu malu nengok kanan kiri sampai suami gw bilang, ngapain malu kan sudah nikah hi...hi...iya juga ya.

Tadinya mau pilih yang test pack yang mahal punya untung  mba penjualnya bilang, yang murah juga akurat kok waktu itu mereknya Ultra buatan Canada.

Ternyata benaran akurat, karena besoknya setelah melihat hasil test pack kita ke dokter kandungan buat mastiin dan hasilnya benaran ada baby Nayla di peyut seukuran biji kacang kueciiil banget.

Pakai Test Pack Lagi

Ini kejadiannya saat masih tinggal di kontrakan berlantai dua. Gw telat datang bulan lagi padahal Nayla masih umur 2 tahun kalau gak salah.

Selain memang gak berencana punya anak lebih dari satu, kamar kita ada di atas. Dari dulu saat masih hamil gw parno buat naik turun tangga, apa jadinya kalau hamil lagi.

Akhirnya papanya Nayla pulang kerja beli test pack di apotik dekat kantornya. Begitu dia pulang langsunglah (eittt sempet kok cium tangan) gw ambil test pack dan langsung ke kamar mandi.

Untunglah hasilnya negatif, lega dong pastinya. Setelah sempat tanya sana sini sepertinya karena gw lagi sakit dan minum beberapa obat dokter yang bikin siklus menstruasi jadi kacau.

Karena setelah obat habis dan selesai diminum, gw datang bulan lagi yaaaay....

dan Lagi....

Yah maklum aja, mami dari keluarga yang subur. Dia sendiri berasal dari keluarga besar makanya anak anaknya ada 6, bahkan kakak gw nomer 2 seandainya tidak meninggal kita akan jadi 7 bersaudara.

Tau kan kenapa gw parno kalau telat datang bulan, bisa jadi keluarga kelinci kita. Gw gak pakai alat kontrasepsi apapun (gak berani bayangin ada besi ditanam di badan gw atau minum obat yang bikin badan melar), hanya pakai pelindung aja ...ehmmm.

Makanya pas Nayla umur kurang lebih 10 tahun, gw ngalamin lagi tuh telat datang bulan. Saat itu kita sudah punya apartemen dua kamar, kebayang lagi gimana kalau anak kedua laki laki mana bisa sekamar sama Nayla.

Daripada mikir kejauhan mending periksa pakai test pack lagi deh. Sayangnya Apotik di apartemen hanya menjual test pack yang mahal kalau gak salah ingat harganya 75 ribuan.

Ya sudah deh beli aja males nyari di luar yang harganya lebih murah, apalagi sudah semingguan makan gak enak tidur gak nyenyak ha...ha...

Hasilnya negatif  dan gak lama kemudian menstruasi lagi hadeeeh. Akhirnya gw pasrah aja deh ya, apapun yang terjadi terjadilah tapi tetap mengirimkan doa yang super duper kencaaaang ke Allah hanya mau satu anak saja please....

Makasih buat yang sudah mampir ya, sehat sehat terus tapi jangan lupa untuk bahagia.

Kamis, 25 Maret 2021

Hansaplast Sembuhkan Luka Tanpa Drama

Hi Mom...

Pasti banyak yang punya pengalaman kayak kita, menurunkan kasur ketika anaknya masih bayi. Jadi kalau si baby menggelinding dari kasur saat emaknya ketiduran, gak benjol kepalanya.

Makanya waktu Nayla Masih bayi, kita juga  nurunin kasur dari tempat tidur dan lantai kamar semua kita kasih bantal yang besar besar. Bahkan sela sela tempat tidur dengan tembok juga kita selipin bantal guling. 

Pernah kejadian dong sekali, suatu saat gw ngecek Nayla dari jendela kok dia gak ada di kasur. Padahal dia tadi tidur dengan kelambu bayi lipat warna pink.

Gak taunya gw dengar suara nangis tapi pelan dari samping kasur. Ternyata dia sudah bangun tapi gak bisa keluar dari kelambu terus bergerak sampai akhirnya menggelinding turun di samping kasur, tergulung sekalian dengan kelambunya ha...ha... untung ada bantal ya nak.

Begitu besar sedikit ini anak aktifnya selayaknya anak kecil yang pingin tahu segalanya. Tapi sudah gak mau lagi ada bantal bantal besar di mana mana.

Sebagai orang tua kita membebaskan Nayla untuk mengexplore semua rasa ingin tahunya baik di dalam maupun di luar rumah. Dia bebas mau nari, balet, main sepeda, main petak umpet atau main lompat tali di halaman.

Sebisa mungkin  rumah kita bikin aman, apalagi rumah kami berlantai dua. Jadi tangga diberi pintu biar ketahuan kalau dia mau turun atau naik ke tangga, pagar di balkon diberi penutup biar kakinya tidak terjepit  disela sela pagar.

Tapi musibah sih bisa datang dimana saja, kepalanya kepentok tembok sampai dua kali karena joget joget terus oleng akhirnya nyium tembok. Panik dong apalagi kalau sudah memar dan benjol bisa kayak bakso dan kalau sudah kempes warnanya biru.

Sampai akhirnya kemana mana ngantongin obat yang bisa mencegah  gak jadi bengkak. Itu kalau memar, sedangkan kalau luka berdarah (jatuh dari sepeda atau terpleset di bebatuan) biasanya sih gw bersihin dengan air, baru diberi obat merah terus diberi plester.

Oya soal luka berdarah ini gw punya pengalaman yang gak terlupakan waktu itu luka di dengkul Nayla karena jatuh dari sepeda sudah mulai mengering. 

Apa daya pas dia main ke rumah temannya, luka yang sudah hampir mengering itu menjadi terbuka lagi. Bahkan keluar darah segar, waduuuuh panik dong akhirnya tuan rumah mengambil pantyliner yang mengandung antiseptik dan daun sirih.

Darahnya berhenti tapi kan kita jadi ketawa ngikik lihat pantyliner nempel di dengkul. Untunglah ke absurd-an dalam menangani luka sekarang jadi lebih simple dan menyenangkan.

Jangan salah walaupun sekarang sekolah dan kerja dilakukan di rumah, bukan berarti gak ada kecelakaan atau luka saat di rumah. Paling banyak sekarang ini luka saat beraktivitas di dapur dan di balkon.

Kebetulan pak suami membelikan beberapa obat untuk mengisi kotak p3k di rumah yang sudah mulai sedikit kosong isinya. Dia beli beberapa set plester dan obat luka merk Hansaplast.

Karena selama ini kalau beli plester luka, Nayla pasti milih Hansaplast karena dia punya gambar gambar karakter yang dia suka seperti Princess dan Disney. Bahkan kadang gak luka pun jempolnya dia kasih plester karena merasa keren ada gambarnya ha...ha...

Eh ada yang berbeda loh dengan kemasan Hansaplastnya, kali ini  tampil dengan Logo dan kemasan baru, serta plester yang dilengkapi dengan Bacteria Shield.

Gw senang banget pas lihat pak suami beli spray antiseptik dan salep luka. Sudah lama pingin punya obat pembersih luka model spray gini, gak perlu ada drama karena luka dibersihkan dulu dengan spray antiseptik Hansaplast.

Setelah itu baru deh diberi plester yang juga sudah mengandung bacteria shield pelindung yang menghalangi masuknya kotoran dan bakteri ke dalam luka. Bantalan lukanya juga tidak lengket jadi plester dapat dengan mudah dilepaskan gak pakai sakit.

Jadi luka gak bertambah parah dan jadi infeksi (kayak begini kan yang bikin parno). Luka besar atau kecil akan menimbulkan trauma ya mom kalau diobati dengan cara yang gak asik dan salah.

Spray Antiseptik Hansaplast

Spray ini bikin hati tenang banget karena bisa mencegah infeksi dengan cepat tanpa rasa sakit. Cocok banget untuk luka yang sudah akut, kronis dan luka bakar, mengingat gw ini sering banget kena ciprat minyak panas.

Bahkan pembalut luka bisa dibasahi dengan spray antiseptik ini agar mudah di lepas dan tidak terasa sakit. Karena merawat luka juga harus ekstra hati hati, kalau luka terasa sakit saat diberi obat itu bisa bikin trauma.

Berbeda dengan obat merah yang biasa kita pakai, spray Hansaplast ini gak terasa sakit ketika disemprotkan ke luka. Dia bisa membersihkan kotoran dan bakteri di luka secara lembut dan efektif.

Karena ternyata nih spray Hansaplast tidak mengandung alkohol dan iodine, jadi gak ada tuh sensasi terbakar dan perih bahkan tidak membuat kulit kering.

Jadi apa dong kandungan ajaib si Hansaplast ini? dia ini mengandung PHMB (Polyhexamethylene Biguanide atau biasa disebut Polyhexanide), zat ini digunakan dokter di seluruh dunia karena:

- Efektif melawan kuman dan bakteri, termasuk MRSA

- Sangat ramah di kulit.

- Mendukung penyembuhan luka.

Cara kerjanya setelah disemprotkan ke luka mengurangi cairan di atas luka, jadi gampang deh untuk membersihkan dan membuang kotoran atau serpihan yang menempel di luka.

Ini pernah gw coba saat membersihkan luka di tangan Nayla. Nayla bahkan tidak merasakan sakit lagi ketika lukanya di semprot (jaraknya 10 cm dari luka), apalagi spray Hansaplast ini tidak berbau dan tidak berwarna jadi kena bajupun gak meninggalkan noda.

Salep Luka Hansaplast

Kalau salep ini biasanya gw olesin setelah luka dalam proses penyembuhan jadi luka bisa lebih cepat sembuh.

Cara kerja salep ini adalah dengan membentuk lapisan pelindung mencegah luka dan kulit yang pecah menjadi kering. kondisi lembab dalam penyembuhan luka mencegah koreng yang memperlambat pembentukan jaringan baru.

Hasilnya bikin salfok deh karena bekas lukanya minim, kulit juga jadi lebih lembut dan sehat.

Salep yang aman untuk bayi ini juga ternyata bisa mengatasi kulit kering kayak kulit tumit dan kaki yang pecah pecah. Bahkan nih bisa dioleskan juga ke bibir yang kering dan pecah pecah, kulit bibir jadi lembut dan gak perih.

Makanya jadi tambah semangat buat ikutan virtual gathering Hansaplast berkolaborasi dengan komunitas tentang anak beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 6 Maret 2021, bareng teman teman blogger. 

"Seberapa Penting Proteksi Terhadap Tumbuh Kembang Anak".

Tuh kan temanya pas banget  mom, narasumbernya berasal dari dokter spesialis anak (dr. Mesti Ariotedjo, Sp.A), psikolog (Grace Eugenia Sameve M.A.M.Psi) dan mom influencer (Tyna Kana Mirdad).

dt. Mesti Ariotedjo (foto: dokpri Hanny Nursanty)

Psikolog Grace Eugenia (foto: dokpri Hanny Nursanty)
Virtual Hansaplast ini menampilkan moms'n kids online activity with expert (DIY our comfort) yaitu acara seru seruan berkreasi dengan bahan bahan yang diberikan oleh Hansaplast.

Moms kidsnya pastinya yang terkenal dan kece kayak Zaskia Adya Mecca dan Baby Moonela karena kebetulan gw berada sebelahan sama Zaskia fotonya pas di layar zoom.

Ada tips yang menarik diberikan Tyna Kana Mirdad,  waktu itu dia tampil berbagi pengalaman bersama kedua anaknya. Tyna bilang dia terbantu banget dengan adanya spray antiseptik Hansaplast.
Tyna Kana Mirdad (foto: dokpri Hanny Nursanty)
Karena dia sebelumnya merasa jadi ibu yang gampang panik kalau melihat anaknya terluka. Makanya kalau anaknya luka langkah pertama yang dia lakukan jangan panik, karena kalau dia panik nanti anaknya jadi tambah kencang nangisnya. 

Kemudian ambil spray antiseptik Hansaplast sebagai pertolongan pertama untuk membersihkan luka. Setelah itu barulah diberi salep luka atau langsung diberi plester bila lukanya hanya luka biasa.

Sekarang anak anaknya pun sudah bisa mengobati sendiri kalau luka, dengan mengambil obat obatanya di kotak P3K yang dia sediakan di rumah.

Sama dengan ibu ibu lainnya yang beraktivitas di dapur, Tyna juga sering mengalami tangannya tergores pisau atau kena percikan minyak panas. Tapi sekarang dia gak ribet dan panik kalau mengalami ini, cukup ambil produk Hansaplast lukanya bisa diatasi.

Jadi bagaimana mom apakah di rumah sekarang sudah menyediakan spray, salep luka dan plester yang mengandung bacterial shield dari Hansaplast di kotak P3Knya?,

Kalau belum yuk sediakan mom, kalau perlu beli juga untuk bisa di bawa kalau kita bepergian, agar aman dan nyaman bersama keluarga dimanapun kita berada.
Makasih buat yang sudah mampir di blog ini, jaga kesehatan tapi jangan lupa untuk bahagia ya...

Me Time ala Scarlett Withening Aroma Coffe

Hi Mom... Mau curcol sedikit, sudah hampir dua bulan mood untuk posting sesuatu di sosmed sama blog terjun bebas.  Terjun bebas sampai ke da...