Sabtu, 07 Juli 2018

Liburan ala Kita Bertiga

Libur lebaran kemarin kita bertiga kepingin nyobain lagi nih nginep di hotel yang ada di Jakarta. Selain itu lagi gak pingin bermacet-macetan tapi pingin liburan, Akhirnya pilihan jatuh ke hotel Mercure Kemayoran (maaf ini bukan iklan lo ya).

Kenapa kemayoran? Karena tadinya nih teman teman sekolahnya Nayla kepingin rame-rame ke PRJ (Pekan Raya Jakarta) kalau jadi dan pulangnya kemalaman kita nginap disitu, kan Mercure deket banget  sama PRJ.

Selain itu kantornya pop pernah syuting di Mercure, dia bilang Interior dalam hotelnya bagus plus makanannya enak-enak. Pas lihat di google sih kayaknya asik, ada kolam renang, sauna dan nonton Piala Dunia bareng pula.

Jadilah 3 hari sesudah lebaran kita coba menginap sehari disana (karena Nayla kepingin juga nginap di Cibubur di rumah sepupunya). Packing dua koper buat Nayla, satu buat di hotel satu lagi buat di Cibubur plus kue Nastar kita boyong juga hi…hi…

Baru sampai di Lobbynya  saja kita sudah exciting, cantiiiik banget. Kelar cek in, gw sama Nayla iseng foto foto di luar lobby, dan yang bikin kaget Nayla minta foto yaaaaaaay karena sudah satu tahun ini gak mau di foto sendiri atau foto bareng susaaaah banget, kecuali buat kepentingan blog mamanya. 
Kelar futu futu, pop cek ruangan untuk nobar Piala Dunia, habis itu kita ke restonya dulu buat ambil welcome drink.
Habis itu (nah ini bagian yang seru) kita langsung ke kamar dong, whuaaaaaah kamarnya besar, kamar mandinya juga kece. Kumplit dengan wastafel keren dengan hair dryer. Ini sih kesukaan Nayla bisa ngeringin rambut kapanpun tanpa harus izin emaknya.
Selesai istirahat dan mengagumi pemandangan dari lantai 25 (o iya kita dapat kamar di lantai 25 dekat lift), Nayla nyobain berenang di kolamnya yang terletak di lantai 8, sayang kacamata renangnya ketinggalan, tapi berenang tetap jadi dong ya.
Habis berenang kita mau nyobain sauna, kapan lagi, gratis karena sudah termasuk harga hotel satu malam, sayang karena umur Nayla masih kurang (padahal tinggi sih sudah hampir sama dengan mamanya) dilarang untuk sauna.

Nah pas sarapan besok paginya, Nayla gak mau nge Gym atau berenang dulu, mau langsung makan aja, karena popnya ngomporin makananya enak-enak.

Dan bener deh, enaaaaaaak semua, dari yang tradisional sampai internasional. Bayangin kita sarapan dari jam 7 sampai jam 9.30. Bahkan Nayla sempat menolak buat nginap di rumah sepupunya karena pingin nginap disini lagi hi….hi….
Berhubung Nayla sudah kita kirim ke sepupunya, pop masih libur, kita pacaran lagi dong, nginap berdua lagi disana wkwkwkwkwk, kali ini meboyong castengel buat cemilan. 

Karena sekarang hanya berdua, kita bisa nyobain dari yang sauna kering sampai yang beruap, sayang karena gak tahu, semua barang kita titip di loker termasuk hape, jadi gak bisa deh foto foto, padahal diperbolehkan.
Ada yang lupa ambil baju di loker penitipan
Pas malam kita berdua keluar hotel buat makan malam, dan ketemu tempat makan sate dan sop kambing yang enak di pinggir jalan. Sayang lupa difoto dan dicatat nama warung satenya, pastinya sih sebelum Basarnas kemayoran.
Malamnya kita berdua dapat kejutan, karena hanya berdua pop gw larang nobar di cafe hotel, tiba - tiba jam 23, ada bunyi seperti petasan, begitu kita buka jendela kamar ada pesta kembang api yang indaaaaaah banget.

Ternyata kamar kami di lantai 25 (lagi-lagi dapat di lantai itu) menghadap PRJ yang kebetulan malam itu tanggal 22 Juni, kota Jakarta berulang tahun. Jadilah malam itu kami tidur dengan jendela terbuka berhiaskan kembang api.
Terus gimana dengan sarapannya, ya persis seperti waktu dengan Nayla, karena pingin santai dan ngerasain sarapan hanya berdua ya lama juga di restonya.

Rabu, 04 Juli 2018

Festival Obor Asian Games 2018 di Rawamangun

Untuk kedua kalinya di tahun 2018 ini (18 Agustus-2 September), Indonesia jadi tuan rumah Pesta Olahraga Asia ke 18 atau lebih dikenal dengan  Asian Games, acara olah raga multi event Asia Tenggara.

Bagaimana enggak disebut multi event, acara akbar yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang ini, mempertandingkan 40 cabang olahraga, terdiri dari 32 olahraga olimpiade dan 8 olahraga non olimpiade.

Terus kalau sekarang kedua, yang pertama kapan?, ternyata pertama kali kita jadi tuan rumah, saat  Asian Games ke 4 tahun 1962.

Makanya ketika ada himbauan dari sekolah untuk ikutan Festival jelang obor Asian Games 2018, Nayla semangat ikutan dan jadi bagian dari rentetan acara Asian Games, kan belum tau kapan lagi Indonesia jadi tuan rumah.

Acara minggu kemarin itu hanya berdiri memegang bendera di sepanjang jalan di Rawamangun Jakarta Timur, yang dilalui obor Asian Games, obornya juga gak dinyalakan, tapi anak-anak dan orangtua yang menyaksikan semangat banget lo.
Kelar acara dadah dadah sama peserta obor Asian Games, Nayla langsung tepar bobo siang😁😁. 

Sabtu, 30 Juni 2018

Sensasi Nobar di Barons Pub

Piala Dunia bisa membuat orang yang tidak suka sepak bola menjadi tiba-tiba maniak sepak bola. Piala Dunia juga membuat sejumlah hotel, restoran, hingga pub ikut terkena euphoria pesta sepak bola terbesar di seantero jagat.

Kalau biasanya saya menyaksikan siaran langsung pertandingan Piala Dunia dari TV yang ada di kamar, kali ini saya mau mencoba sesuatu yang berbeda. Nonton di Pub di sebuah hotel. Kalau ada yang tanya kenapa harus di Pub? Saya akan jawab: Kenapa tidak?
Barons Pub termasuk tempat yang mudah dijangkau. Lokasinya di lantai dasar di Hotel Ambhara, persis di seberang pintu keluar Terminal Blok M. Suasananya memang tidak beda jauh dengan bayangan saya tentang Pub, tetapi ada sedikit modifikasi. Tentunya terkait Piala Dunia.

Sebuah proyektor besar sudah disiapkan untuk menyaksikan pertandingan. Di dekat bartender juga ada televisi layar lebar. Intinya, saya tidak akan kehilangan momen sedikit pun dari pertandingan sepak bola yang disiarkan langsung dari Rusia tersebut.
Kamis 28 Juni, saya dan teman-teman blogger memutuskan untuk menyaksikan langsung partai hidup mati antara Jepang melawan Polandia di Barons Pub. Sebagai orang Asia, saya sudah pasti mendukung Jepang. Tim Samurai Biru itu sebenarnya hanya perlu hasil imbang untuk maju ke 16 besar.

Tetapi, seperti kata pepatah lama, bola itu bundar. Jadi, hitung-hitungan di atas kertas biasanya belum tentu terealisasi di lapangan hijau.

Sebelum pertandingan dimulai pukul 22 WIB, saya dihibur oleh music hidup yang disiapkan oleh pihak Barons Pub. Bagi Anda yang senang dengan minuman alkhohol, bisa langsung memesan dengan harga khusus selama pelaksanaan Piala Dunia.
Kalau ingin minuman non alkhol tentunya juga tersedia. Oh iya, Barons Pub juga menyiapkan menu yang namanya disesuaikan dengan ajang Piala Dunia. Misalnya menu Free Kick, Ofside, Corner Kick dan juga Goal. Harganya juga relative terjangkau mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 135 ribu. 
Anda sudah bisa mendapatkan hidangan utama mulai dari Tahu Isi, Nachos hingga hidangan berat seperti Nasi Goreng atau Sandwich. Minumannya bisa Bir atau diganti dengan minuman soda biasa.
Suasana mulai hangat ketika wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai. Para pengunjung di Barons Pub secara spontan bereriak ketika tim yang didukungnya mempunyai peluang untuk mencetak gol. Saya menyaksikan babak pertama sambil mengunyah French Fries dan segelas minuman soda dingin.

Ketika babak pertama usai, tiba-tiba bartender mengumumkan ada promo diskon 50 persen untuk pemesanan Food & Beverage. Wow, sebuah kejutan yang menyenangkan bukan?

Jepang akhirnya kalah 0-1 namun tetap lolos karena aturan fair play. Meski nilai dan produktivitas gol sama dengan Senegal, jumlah kartu kuning yang diterima pemain Jepang jauh lebih sedikit dari saingannya itu.

Usai pertandingan, saya kembali dihibur oleh musik hidup. Akan tetapi, karena mata yang sudah mulai berat, saya memutuskan untuk meninggalkan Barons Pub. Saya tidak menyesal telah memutuskan untuk nonton pertandingan Piala Dunia di Barons Pub. Selain makanan dan minumannya nikmat, harganya juga tidak menghabiskan isi kantong ha ha ha ha ha ha ha…..

(ini Tulisan Suami tercinta, Doddy Rosadi, fans berat Inggris yang ikut nobar di Hotel Ambhara, sementara saya..... nemenin anak di rumah hi...hi... dan meminjamkan Blog Diary Nayla untuk share pengalaman dia).

Sabtu, 23 Juni 2018

Amara, Cat Kuku Cantik, Tanpa Ribet

Punya anak perempuan yang suka mainin alat make up ibunya? Saya punya dong satu (kebetulan anak semata wayang😍), namanya Nayla. Dari bedak, lipstick sampai cat kuku punya mamanya dia coba.

Khusus untuk cat kuku saya hanya suka pakai yang transparan, itu juga kalau lagi libur sholat baru saya pakai. Karena hanya ada warna transparan, sudah lama Nayla minta dibeliin warna lain merah atau pink.

Saya pikir buat apa ya beli warna lain, toh saya juga bukan penyuka cat kuku, lagipula selain bahannya tidak aman dan ramah untuk anak kecil, pas dia mau sholat saya harus bersihin pakai aseton, aaiiiih kebayang deh repotnya.

Untungnya ketika acara buka puasa kemarin bareng Emak2 Blogger dan Bukalapak di Pulau Dua, saya dapat hampers lucu khusus untuk keluarga dari Bukalapak. Salah satunya cat kuku untuk anak-anak merek Amara.
Nayla iseng nih kukunya warna warni
Wah langsung teriak senang nayla ketika menjemput saya dan membuka hampers yang saya bawa. “Mama cat kukunya lucu deh  bisa dikupas”, saya langsung bayangin kayak ngupas mangga atau ngupas pisang ya wkwkwkwk.

Tapi memang bener deh, mengganti atau menghapus cat kuku merek Amara ini memang semudah mengupas pisang. Cat kuku ini tidak berbau, halus dan mudah kering, begitu kita bosen dan mau ganti warna tinggal dikletek atau dikelupas sedikit, langsung lepas.
Kebetulan kemarin dapat warna warna lucu seperti ungu (Princess Purple)  sama coklat (Bright Brown). Si Amara Polish dari Wink Club ini berbahan dasar air,  dibuat dengan warna yang cantik dan menarik, non toxin sehingga aman untuk digunakan anak anak diatas dua tahun.
Kalau dilihat dari deskripsi produknya sih, kutek ini juga  tidak merusak kuku dan teksturnya halus banget di permukaan kuku, dengan berat hanya 5 gram, bisa masuk tas kosmetik atau kantong celana, jadi kalau lagi jalan jalan Nayla kepingin pakai kuteks bisa langsung dipakai.

Sementara pilihan warnanya beraneka ragam:
1. Mesmerize fushcia
2. Bright brown
3. Shiny pink
4. Sparkling blue
5. Starlight yellow
6. Gorgeus green
7. Ballerina pink
8. Fairy yellow
9. Magical orange
10.Princes purple
Tuh kan namanya keren, warnanya pasti cantik cantik, saya saja jadi ikutan kepingin coba juga, soalnya gampang makainya dan kalau mau sholat tinggal dikelupas, apalagi harganya masih ramah di kantong, berkisar 21-30 ribu per botol, belinya juga gampang tersedia semua warna di Bukalapak.

Psst ..... gak ada yang menyangka kalau saya pakai cat kukunya Nayla, dan tiap hari bisa gonta ganti, yuuuk cusss segera meluncur beli online di Bukalapak💗💙💚💜

Liburan ala Kita Bertiga

Libur lebaran kemarin kita bertiga kepingin nyobain lagi nih nginep di hotel yang ada di Jakarta. Selain itu lagi gak pingin bermacet-mace...