Selasa, 24 April 2018

Deep Ice, Persembahan Viena KD

Deep ice, kalau mendengar kalimat ini saya kok terbayang film Frozen kesukaan anak saya ya, saat ratu Elsa murka dan menyihir daerah beriklim hangat menjadi daerah bersalju, dingin, putih dan beku.

Ternyata keindahan salju memang jadi inspirasi perancang busana Viena Mutia kali ini. Viena yang memakai label busana VM Very Me atau bisa berarti penggalan namanya Viena Mutia, jatuh cinta dan  terpesona dengan nuansa salju yang dia lihat ketika tengah berlibur.

Karenanya tema Deep Ice dia usung untuk pagelaran yang berlangsung di Indonesia Fashion Week IFW 2018, JHCC Senayan, akhir Maret 2018 lalu. Terlihat dari Busana yang di peragakan bernuansa silver, grey dan broken white.

Busana yang ditampilkan terlihat simple tapi glamour, buat mata awam seperti saya, payet-payet berbentuk tetesan salju yang memberikan kesan cool, calm, dan fancy.

Apalagi dalam setiap koleksinya VM selalu mengedepankan karakter rancangannya dengan konsep one tune dalam pemilihan material, aplikasi dan detail. 

One tune artinya sih hanya menggunakan satu atau dua warna dalam satu model baju. Perpaduan simple, modern tapi terkesan elegance ini memang untuk para wanita metropolitan
By IG Viena Official
By IG Viena Official
By IG Viena Official
By IG Viena Official
By IG Viena Official
By Sumiyati Sapriasih
VM dan KD
πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’• 
Yang belum tahu pasti bertanya-tanya (atau yang belum tahu hanya saya yaπŸ˜€πŸ˜€) apa hubungannya Krisdayanti atau yang biasanya dipanggil mimi KD namanya nempel di panggung fashion.

Ketika mendapat undangan untuk menyaksikan fashion show Viena Mutia, terlihat di nama belakangnya ada nama KD, langsung gugling dong ya, biar gak kudetπŸ˜€. Ternyata mimi KD yang cantik ini jadi Brand Ambassadornya label VM.
Ketika kelar fashion show dan ngobrol santai dengan para blogger yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu (salah satunya saya dong ya) dan nyelip satu bapak yang juga fansnya KD, Viena menjelaskan tentang persahabatannya dengan diva pop Indonesia ini.
Berteman lama hingga akhirnya menjadi sahabat walaupun dengan latar belakang kehidupan yang berbeda, ternyata tidak menjadi halangan bagi sang diva KD dengan sosialita Viena Mutia.

Viena Mutia yang juga seorang perancang busana ini akhirnya mengajak KD mendirikan label mode bernama VM dan  mendapuk KD sebagai brand Ambasaddor busana rancangannya. 

Label VM sendiri awalnya tercetus dari mulut KD, Very Me yang bisa juga berarti nama panggilan si perancang Viena Mutia. Alasan KD bergabung dengan viena selain suka dengan rancangannya dia juga tertarik dengan bidang fesyen.

Menurut KD rancangan viena yang dominan nuansa putih, elegan, simple, cantik cocok dipadu dengan gayanya yang atraktif. 

KD yang juga duta untuk produk make up  Nefertiti Paris, tidak sungkan  ikut terjun langsung memilih bahan dan desain, karena bersama Viena, dia berharap rancangan hasil kolaborasi ini dapat mencerminkan pemakainya.

Sementara sahabat KD, Erviena Lanni Mutia atau lebih dikenal dengan Viena Mutia sudah membuktikan, dia bisa berkarir sebagai perancang otodidak yang sukses tanpa harus bersekolah khusus tentang fashion.

Kecintaanya akan fashion, dan bisa membuat sketsa bajulah, yang membuat keinginannya menjadi perancang busana semakin menggebu-gebu, hingga akhirnya menggandeng sahabatnya KD, mewujudkan impian yang sama.

Saat ini mereka mempunyai 20 orang karyawan yang membantu mereka berdua mewujudkan label VM bagi wanita metropolis.

Berbagai macam desain mereka hasilkan, seperti couture dan ready to wear yang dibalut material berkualitas yang rinci dan indah. Harganya dibanderol mulai dari 3,5 - 7 juta rupiah, sedangkan untuk gaun megah nan mewah ala putri raja  harganya mencapai 30 juta rupiah. 
tanda cinta dari KD dan Viena
Aaaah persahabatan yang indah ya, dua-duanya suka keindahan, membagi kesukaan mereka untuk para wanita Indonesia ditengah berjamurnya para perancang baru, apalagi yang membahagiakan selain persahabatan seperti ini, sukses Viena Mutia, KD dan label VMnya.

Rabu, 18 April 2018

Julie's Peanut Butter Sandwich Bikin Ketagihan

Urusan bagi waktu ketika saya sudah menikah dan punya anak, benar-benar seperti main sirkus (hi...hi... kayak pernah saja), lompat sana, lompat sini, kadang meliuk-liuk. 

Sesekali main sulap (ini terjadi kalau ada tukang galon datang, sementara saya belum mandi, langsung samber jaket dan hijab,.. taraaaaa....masuk mang).

Seruuuu, rasanya waktu 24 jam kuraaaang banget, harus pintar-pintar bagi waktu supaya ada waktu untuk mengurus anak dan suami, rumah, dan waktu untuk diri sendiri pastinya. 

Sudah pasti semuanya berawal dari bangun subuh, saya harus menyiapkan sarapan dan bekal untuk suami dan Nayla anak semata wayang yang masih kelas 5 SD.

Suami bawa bekal juga dong, selain dia suka dengan masakan saya yang bebas pengawet dan bumbu penyedap, plus tidak harus beli makan siang lagi, nah ini alasan utama yang paling benar dan pas kayaknya yaπŸ˜‹. 

Membawa bekal juga jadi bonding kita bertiga, karena ketika anak dan suami saya keluar rumah, makanan bekal untuk makan siang membuat kita masih merasakan kehadiran masing-masing, karena kita makan makanan yang sama.

Begitu mereka berangkat kerja dan sekolah, baru deh huru hara dan drama yang terjadi setiap pagi (Nay gak mau langsung bangun, mandinya lamaaaa, jepit rambut nyelip entah dimana), hilang lenyap seketika.

Baru setelah itu saya beres-beres rumah dan masak, sebelum saya pergi untuk urusan rapat di sekolah, arisan atau sesekali hadir di acara blogger. Sore-sore biasanya waktu saya untuk baca atau utak atik blog, karena malam saatnya nemenin Nayla belajar.

Biasanya nih kalau  pergi, saya usahakan kembali sebelum anak saya pulang sekolah atau sore hari setelah dia ada di rumah duluan, kebetulan sudah setengah tahun ini anak saya berani ditinggal untuk beberapa jam.

Kalau tidak ada urusan ke sekolah atau pergi ke acara blogger, salah satu me time saya dengan nyolong tidur pagi sebentar,  maklum sebagai mantan jurnalis, kebiasaan tidur larut malam susah diubah.

Sarapan Julie's peanut butter
πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’• 
Berhubung  pagi-pagi  sudah gedubrak gedubruk (ah padahal anak cuma satu ya) perut lapar juga, kepinginnya sarapan yang tidak berat-berat dulu.

Untung suami tercinta sempat beli cemilan biskuit Julie's peanut butter sandwich di Indomart terdekat, karena kebetulan saya ikut lomba Blog kerjasama Komunitas emak2 Blogger (KEB) dengan Julie's peanut butter.

Karena sudah beberapa hari asam lambung saya naik dan males makan, dia berharap rasa peanut butter bisa memancing selera saya.   
Nayla dan si peanut butter
Mata saya langsung tertuju pada logonya, lucu deh foto si Julie yang jadi logo biskuit, sepertinya cewek indo, rambutnya dibelah tengah, kuncir dua dengan pita biru.
Begitu dibuka, ada biskuit ukuran sekali haaap, warna keemasan berjejer rapi, saya ambil satu dengan gaya biasa saja karena pasti rasanya sama dengan biskuit peanut butter lainnya, apalagi saya juga tidak terlalu suka biskuit.

Tapi ternyata saya salah menilai, begitu saya gigit terasa kulit biskuit yang renyah dengan rasa asin yang pas nyaris sempurna buat saya, setelah itu terasa krim peanut butternya, wiiiih yummmi banget, nah sekarang baru bisa saya bilang sempurna rasanya.
Akibatnya tangan saya tidak berhenti memasukkan biskuit ini ke dalam mulut, kreeess.... kreess ..... kreess. Saya sampai tertawa melihat hampir setengah bungkus saya habiskan sendiri.
  
Rasa biskuit yang diawali dengan rasa asin, kemudian rasa krim mentega kacang yang creamy dan gurih, habis itu ada rasa asin lagi, bena-benar bikin indera pengecap saya seperti diputar-putar, tangan ini gak bisa stop buat ambil lagi dan ambil lagi.

Julie's peanut butter halalkah?
πŸ’š  πŸ’›  πŸ’œ  πŸ’™ 
Penasaran dong saya sama biskuit enak ini, langsung gugling  dan dapat nama  Instagramnya Julies.ind serta Facebook pagenya Julies Indonesia.

Ternyata biskuit asal Malaysia ini halal loh. Sebagai seorang muslim penting sekali untuk memastikan makanan yang masuk ke badannya termasuk makanan halal.
Selain halal, peanut butter kaya akan serat, protein, otassium, antioksidan, vitamin E  dan kandungan resveratrol di dalamnya mampu mengurangi risiko pembentukan sel kanker. Jadi tidak hanya enak, dan halal, biskuit ini juga bagus untuk kesehatan.

Lomba blog dan foto 
πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’•πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’•      
Selama bulan April, Julie's peanut butter selain mengadakan lomba blog bekerjasama dengan Komunitas Emak2 blogger (KEB) juga mengadakan  lomba foto untuk umum yang hadiahnya cetar banget, seperti microwave, cooking set dan voucher belanja jutaan rupiah, wooow mau ikutan aaah. 

Syarat lomba fotonya gampang sekali, antara lain cukup membeli biskuit yang harganya terjangkau ini, simpan struk pembeliannya dan tentunya harus WNI dengan identitas yang masih berlaku. 

Karena berita bahagia harus dibagi ke semua orang, silahkan klik link ini untuk info lebih lengkap ( Lomba foto Julie's Instagram) dan untuk persyaratan lombanya bisa klik link ini juga (Persyaratan lomba temukan buah tangan penuh cinta dari Julie's)
Tuh kurang baik apalagi saya, berita bahagia dibagikan ke khalayak ramai, dan saingan peserta lomba pastinya jadi tambah banyak deh hi....hi....

Julie's peanut butter favorit keluarga
πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’•      πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’•  
Kalau Lomba saja beritanya saya bagikan, apalagi biskuitnya, pastinya saya sisakan  dong untuk anak saya dan suami saya. 

Benarkan begitu Nayla pulang sekolah dan makan biskuit ini sebelum makan siang, reaksinya seperti saya, "wiiih enak banget ma" katanya.
Untuk cemilan sore selesai berenang, dia minta biskuit ini sebagai salah satu cemilannya, alasannya sih krim kacang sama kulit biskuit asinnya enak, wah musti minta dibelikan lagi buat persediaan sepertinya.
Segera dong saya telfon suami saya, untuk minta dibelikan lagi Julie's peanut butter, hanya kali ini saya ingatkan, struknya jangan hilang, biar saya bisa ikutan lomba foto. 

Ternyata karena bolak balik ketitipan beli biskuit ini, suami saya juga ketagihan, apalagi biskuit ukuran 90gr seharga 8.500 rupiah ini, sedang ada promo beli 2 dapat 3, tuh asik kan. Jadilah selama dalam perjalanan pulang dia makan si peanut butter.

Karena suami beli dalam jumlah yang cukup banyak, biar praktis gak harus buka-buka bungkus biskuit, sebagian saya simpan dalam toples.
Adilkan, suami dan anak saya bisa bawa biskuit ini sebagai tambahan bekal dalam kemasan plastik, saya di rumah menikmati me time  dengan mengetik blog atau membaca buku kala pagi atau sore hari, ditemani toples isi Julies peanut butter.

Percayakan ketika menulis blog ini saya sambil makan biskuit sandwich favorit keluarga kita, percaya aja deh ya😁😁😁, dan kelar nyemil saya gak mau buru-buru lap tangan, cukup dijilat jari telunjuk dan jempol saya, rasa asin remahan kulit biskuit Julie's peanut butternya masih terasa yaaaam.....

#PenuhCintaDariJulies
#TerbaikDariIbu
#Emak2JuliesBiscuit

Jumat, 06 April 2018

Tambal Gigi Pakai BPJS, Kenapa Enggak

Kartu peserta BPJS (badan penyelenggara kesehatan negara) kesehatan, sepertinya sudah hampir dimiliki oleh semua orang, karena memang iuran perbulannya cukup terjangkau.

Nah kebetulan kami sekeluarga punya kartu BPJS selain Asuransi swasta. Pernah dipakai? ehmmm maaf tidak pernah, karena kan katanya harus ke puskesmas dulu, baru nanti dirujuk ke rumah sakit bila tidak bisa diobati.
Selain itu saya kalau sakit biasanya sudah malam, dan langsung pakai asuransi swasta demi praktis saja sih, soalnya suami tidak bisa  ke puskesmas keesokan harinya untuk meminta surat pengantar dari Puskesmas sebagai salah satu sarat memakai BPJS.

Apalagi saya pernah berobat di puskesmas untuk gejala types dan astma, obatnya tidak cocok atau tidak mempan, mungkin karena dosisnya rendah. Jadi ketika sadar gejalanya sama dengan penyakit itu saya langsung pergi ke rumah sakit, berobat dengan asuransi swasta.

Padahal seperti yang saya baca di tulisan Neti Suriana tentang BPJS, prosesnya mudah dan petugasnya membantu pasien dan keluarganya dengan baik, ketika adiknya mau operasi usus buntu memakai BPJS. 

Silahkan baca pengalaman Neti Suriana di link berikut ini Pengalaman pasien BPJS 

Tapi akhirnya ketika saya punya waktu luang, kepingin juga nyobain tambal gigi pakai BPJS, kebetulan puskesmas di daerah Jakarta Timur ini dekat rumah, bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Seperti berobat di Puskesmas pada umumnya, pagi-pagi saya harus antri dengan mendaftar dan mengambil nomer plus menaruh kartu BPJS saya, habis itu balik lagi deh, pengobatan baru dimulai jam 9 pagi, untung dekat kalau jauh mungkin saya terpaksa menunggu disana.

Begitu balik lagi kesana, sudah banyak yang datang, dan banyak yang jualan makanan, ini salah satu keseruan berobat di puskesmas ya hi...hi...

Begitu saya dapat giliran, saya masuk ke ruangan yang kecil dan sederhana, tapi ada perlengkapan untuk periksa gigi pada umumnya, dokternya juga baik.

Begitu kelar dokter berpesan untuk balik lagi minggu depan, mengganti tambalan gigi sementara,  dengan tambalan yang permanen. Nah ini bedanya dengan tambal gigi di dokter gigi swasta, di sana kalau tambal gigi sekali datang langsung beres.

Karena bahan tambalan gigi dan warnanya juga beda, kalau di puskesmas warnanya abu-abu, sedangkan yang sekali jadi warnanya putih. Ada harga ada rupa, beda dong ya pastinya.

Sejauh ini untuk pengobatan masalah gigi, puskesmas sudah bagus kok, tidak kalah mutunya, karena jauh sebelum ada BPJS dan saya masih bekerja full (belum menikah dengan Doddy Rosadi dan belum ada Nayla yihaaaa), pernah bikin gigi palsu, gara-gara pakai kawat gigi, gigi saya satu ada yang patah. 

Hasilnya bagus kok, gak kalah dengan yang saya buat di dokter gigi swasta, bedanya dasar gigi dari dokkter gigi swasta warnanya transparan, hanya itu bedanya, eh tapi ini tidak di cover asuransi manapun karena termasuk kecantikan katanya eeeaaaπŸ˜†.

Dokter di puskesmas juga mengingatkan saya, untuk menggunakan fasilitas membersihkan karang gigi setahun satu sekali dari BPJS, wooooow boleh juga, kapan-kapan mau coba ah.  


#KEBloggingCollab - Grup ke 15 Yohana Susana

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...