Minggu, 09 Agustus 2009

Anak Jangan Di Test

Ikut seminar smart parentnya sich dah dari jum’at, 24 Juli 2009, tapi baru sempet sekarang nulisnya. Mudah2an masih inget ya he…he… selain ga nyatet, ikut seminarnya sambil tegang. karena ninggalin nayla sendirian di kid zone’s, Cuma diawasin petugasnya aja.

Kelas yang aku ikutin, adalah gimana menerapkan metode glen doman ke anak kita. apa metode glen doman dan siapa dia, cari ndiri di google :P

Jangan Ngetest anak

Intinya jangan ngetes anak. Apalagi kalau dia belum sekolah. Artinya kita hanya memberikan pengetahuan apapun yang berguna buat anak, tapi jangan di test. Test cukup hanya dilakukan ketika dia sekolah.

Alasannya kalau di test anak akan cepat bosan. Bener juga nayla kalo habis ditanya jawaban pertama dan kedua bener tapi lama2 ngawur karena dia sebel aku nanya muluw.

Mba Irene F. mongkar yang jadi pembicaranya bilang, kita bisa berlaku seperti iklan di TV, yang memberi sesuatu, tanpa ada test di akhir iklannya. Tapi nyatanya anak2 pasti ingat sama iklan-iklan yang ada di tv.

Iya juga ya. Nanti kalau dia dah sekolah sampai tua dia akan menghadapi test… test terus, bahkan ketika dia mulai memasuki dunia kerja.

Dan ketika anak melakukan sesuatu yang kita anggap salah, seperti: melempar batu di kubangan, sebetulnya dia sedang belajar. Masih ingat ga waktu kita kecil kita seneeeng banget mandi hujan. Tapi pas kita punya anak, dengan semena-mena kita melarang anak merasakan kesenangan itu (termasuk aku), dengan alasan nanti sakit.

Makanya mba Irene ngajak kita bertobat huahhaaaa…haa….biarin aja anak kita mandi hujan selama 10-15 menit, habis itu mandi air hangat. Iya nyokap aku juga gitu, kok aku ngelarang nayla ya?... nanti kalau ada hujan aku ajak dia mandi hujan, asal ga ada geledek petir aja:P.

Gimana kalo dah sekolah?

Jangan paksa dia untuk dapat nilai bagus, hanya karena anak lain nilainya lebih tinggi dari dia. Mba Irene ngasih contoh, dia kaget ketika anaknya bilang dia ga pernah nyontek.

“Loh kok ga pernah” ini memang pertanyaan ibu yang ga bener, tapi berhubung mba Irene waktu SMA hobi nyontek, pernyataan anaknya dianggap aneh. Ternyata oh ternyata si anak bilang, “buat apa ai nyontek kan berapapun nilai ai, you happy”.

Bener juga, dapat nilai bagus kalo dari hasil nyontek, kan Cuma nyenengin orang tua sm guru aja, tapi ilmunya ga nempel di otak.

Selain itu biarkan anak memilih bidang yang dia sukai, kita hanya mengarahkan. Karena nanti mereka yang akan menjalani itu semua.

Soal anak bisa berbagai bahasa kalau kita ajarin dari masih bayi, pasti semua orang dah tahu itu. Tapi mba Irene pesen, jangan sampai anak lupa sama bahasa ibunya sendiri, itu yang penting.

Apalagi ya… jangan lupa cuci tangan sebelum makan, baca doa sebelum tidur huuuahhhh makin ngaco… udah blank. Dah itu aja deh.

Nayla Dapat Hadiah

Di seminar smart parent ini, aku sm nayla sama-sama belajar. Karena nayla belajar untuk aku tinggal sendiri di arena bermain. Dan hebatnya tanpa pop juga.

Kepikiran pastinya, wong kita belum pernah berpisah (mandi aja berdua he…he…). Tapi ternyata dia dapat hadiah, karena menjawab pertanyaan yang diajukan sama kakak-kakak yang jaga di kid’s zone.

“Ayo siapa yang tahu ini apa” katanya sambil menunjuk gambar yang ada di tembok. Dan katanya nayla dengan berani kedepan, sambil nunjuk benda yang di maksud. “ini cabeeeee”, huaaaaah mama terharu.
Dan aku jadi terpacu buat dapetin hadiah juga pas ada game gampang2an gitu di seminar, dapet deh buku suara hati dewa. Dasarnya emang banci tampil juga he…he…

Ga suka baca bukan karena keturunan

Tapi… ini Cuma hasil dari kebiasaan aja. Sebetulnya ini masih dari hasil seminar smart parent, yang dipandu Irene f. Mongkar. Tiba-tiba keinget aja.

Dulu dia ga suka baca, karena ibu dan nenek moyangnya yang diatas dia juga gitu. Tapi setelah dia mendalami metode glen doman, dia tahu kebiasaan itu bisa dibentuk.

Makanya ketika dia punya anak, dia mulai rajin membaca buku-buku, Koran dan majalah. Dan tanpa dipaksa anak-anaknya jadi hobi baca. Akhirnya kebiasaan ga suka baca dari garis keturunan stop sampai disitu.

Menurut aku sih, itu bener banget. aku dulu ngebeliin keponakan aku buku cerita sinchan. Boro-boro dibaca dipegang aja ga. Pas aku perhatiin iya juga sich, bokapnya ga langganan Koran dan ga ada yang pegang buku majalah atau Koran dirumah itu. Kecuali aku kalo pas lagi nginep di situ.

Pas aku punya anak (pas banget dech), aku liat nayla selalu ikut kita baca Koran atau majalah yang kita baca. Dengan enaknya kalau dia liat TV, dia bilang itu afgan sm dewi Sandra, atau itu dewi pacik (persik) atau itu mbah suip. Bahkan pernah dia nonton bayi kembar siam di TV, sambil bilang “itu yang dikoran Ma”.

Dia juga bisa dengan asiik ngeliat gambar di majalah kita atau buku-buku cerita yang kita beliin. Yang repot kalau aku dah ngantuk, nayla minta bacain cerita sebelum dia bobo, ooooh sepet bener mata aku:P.

Tapi kayanya sih kalau Cuma membelikan buku atau majalah buat anak kita, tapi kitanya sendiri ga keliatan melakukan kegiatan itu, kayanya nayla juga ga tertarik. Menurut mba Irene, anak selalu meniru apa yang kita lakukan. Setuju mba. Buku memang bukan buat dipajang-pajang kan? Bukan juga biar terlihat terpelajar, tapi butuh.

Minggu, 19 Juli 2009

fussili carbonara ala me

Masakan ini biasa gw bikin, seminggu sekali untuk sarapan, anak gw  Alanis Nayla Ramadhani (2 th ,9 bulan) dan pop sukaaaaa banget (lebay sedikit). Biasanya kalau tidak ada fusilli gw pakai makaroni yang besar-besar.

Popnya Nay biasanya makannya pakai saus sambel dan bisa nambah 2 kali, kalau gw dan Nayla non saus, karena rasa carbonaranya jadi beda kalau pakai saus sambel (kata omanya Nayla lo).

Bahan-bahan yang diperlukan (untuk 3 porsi)
- Fusilli 250 gr (direbus dan diberi garam agar tidak lengket, cukup 10-15 menit)
- Keju kraft Cheddar 50 gr (diparut) sebagian dimasukan kedalam saus, sisanya untuk taburan
- 2 sendok Cream cheese (kalau suka). Cream ini bikin saus lebih legit.
- Susu cair plain 250 ml (atau kalau tidak ada, gw pakai Dancownya Nayla, 6 sendok makan digelas besar)
- Air putih 100 ml ( 1 gelas air agar tidak terlalu kental)
- Mentega atau butter 4 sendok makan
- Tepung terigu 3 sendok makan
- Garam, gula, merica
- 3 lembar Smoked Beef atau 4 potong sosis sapi potong sesuai selera (gw pakai sosis dan smoked beef yang tidak mengandung MSG)
- Brokoli atau Buncis dipotong sesuai selera kemudian di blanching (khusus brokoli direbus sebentar dalam air mendidih)
- Jamur shiitake atau jamur kancing
- 1 buah bawang bombay (potong memanjang)
- Peterseli cincang secukupnya (kalau suka).

Cara memasak
- Buat saus roux (panaskan 3 sendok mentega atau butter, masukan 2 sendok tepung terigu, aduk sampai tidak ada bau tepung lagi)
- Masukan susu cair, sm air putih sedikit lalu di aduk sampai tercampur rata.
- Masukan jamur dan smoked beef atau sosis sapi, brokoli atau buncis.
- Setelah mendidih masukan garam, merica dan gula secukupnya (gula membuat saus lebih gurih)
- Tambahkan keju parut dan cream cheese
- Selanjutnya masukkan bawang bombang (bawang tidak ditumis dulu, biar rasanya crunchy)
- Kemudian masukkan Fusilli
- Sajikan selagi hangat, dengan taburan peterseli dan keju parut


Senin, 22 Juni 2009

Resep Cake Havermut Pisang Kukus

Camilan ini kadang jadi makanan paginya Nayla waktu umur 8 bulanan. Kadangkala kita ikut makan juga, makanya bikinnya suka dilebihin.

Cara makan havermut dari Quaker Oats ini, ada 2 cara. Yang perrtama 7 sendok quaker diseduh dengan susu hangat (4 sendok susu plain ditambah segelas air hangat kuku), campur dengan potongan pisang ambon, kismis, sama parutan keju.

Tapi kok ga lewat ditenggorokan, aneh gt he… he… cuma Nayla sm pop doyan-doyan aja. Cara yang kedua dikukus, dengan catatan: susu bisa diganti dengan susu kedelai, rasa manis cake didapat dari pisang dan kismis (kalau suka).

Bahan-bahan:

Quaker Oats bungkus merah 10 sendok makan
Segelas susu plain (atau susu kedelai)
Pisang ambon 2 buah, haluskan dengan garpu (jangan terlalu halus)
Kismis secukupnya (kalau suka)
Parutan keju secukupnya (kalau suka)

Cara Membuat:

Semua bahan dicampur (kecuali keju). Masukan ke pinggan atau mangkuk tahan panas, kukus selama 15-20 menit. Sajikan selagi hangat dengan parutan keju diatasnya (kalau suka).



Jumat, 19 Juni 2009

Barney

Barney & Friends
I Love You, You Love Me We’re a happy family … itu sudah kaya lagu wajibnya nayla dari umur 8 bulan lebih. Tapi bukan tentang ring tone esianya pop yang pingin aku ceritain (walaupun yang nyanyi aku sama Nay :P). 

Barusan ketika dia mau tidur, dia minta bacain buku Barney. Waduh padahal mau nonton kick andy, dan udah malem pula. Lagipula tadi siang dia sudah nonton salah satu dari 7 film barney yang dia punya. 

Walhasil tadinya mau bacain bukunya pake improve sedikit, niru-niru suaranya Barney. Tapi kok jadi aneh, “Barney melompat gembira menyambut pagi yang cerah, oh hari yang indah dipeternakan”.

Nayla mungkin ga masalah, karena dia juga lompat-lompat kaya barney. Tapi mood bacain tambah turun, Karena kick andy dah mulai (maaf ya Nay).

Dengan berat hati terpaksa minta tolong pop, yang udah setengah tertidur, untuk gantian baca buat nay.

Suara pop, “Barney bersama baby bop dan bj pergi kepasar kaget, untuk beli cumi, karena tidak ada kuda mereka jalan kaki”. Waaks pop bacain cerita Barney versi kegiatan kita.

Ada sekitar 5 menitan pop ngarang cerita, tentunya sambil bolak balik buku barney. Baca buku selesai ketika pop bilang Barney, baby bop dan bj mau tidur. Dan berharap nayla juga tidur.

Nyatanya, Nayla bilang “sekarang aku bacain ya?”, uaaahhh dia juga ngarang habis. “Barney, baby bop sama manyi-ku (dia panggil aku mama ni) kepasar kaget”.

“Baby bop pakai pita pink, manyi-ku pakai topi”, hue…he… aku memang selalu pakai topi kalo lagi kepasar kaget.

“Barney mau naik mobil, tapi mobilnya rusak. Nanti dibenerin sama manyi-ku ya”. Aku ketawa ngakak tapi mau nangis juga. Aku memang suka benerin ini itu, dari kancing lepas, buku sobek, bungkusin kado sampai benerin roda kereta dorong mainannya yang patah.

Aku senang ketika mengarang cerita pun dia selalu menempatkan mamanya sebagai objek penting. Sedihnya dia sering kena marah mamanya, yang ga sabaran kalau ngeliat dia (bukan nakal) melakukan hal yang tidak sesuai aku inginkan. 

Mudah-mudahan mama lebih sabar ya Nay, LUV U both muachhh.

Jumat, 12 Juni 2009

Resep Tumis Labu Jamur sm Sambel Tumis

Tumis labu jamur pakai ebi, ini sich lauk biasa, dengan bumbu minimalis, bikinnya juga cepet, biasanya kita tambahin ayam goreng, rasanya … lumayan.

Pop suka dan kayanya Nayla juga he…he… cape juga kalau musti masak makanan lain buat dia.
Siap2 makan
Belajar makan makanan kita ya nak, sambelnya ga usah, nanti aja.
Tumis Labu Jamur
Bahan-bahannya:

- Labu siam 1 buah ukuran besar, buang tengahnya dipotong ukuran korek api (susah ya? Potong kecil2 aja) taburin garam diamkan selama 15 menit (biar layu), terus cuci bersih
- Jamur (shitake, kancing, Portobello atau yang lebar2 juga boleh) potong kasar
- Ebi kering secukupnya, direndam sm air hangat
- Tomat 1 buah potong kasar
- Daun bawang potong kasar
- Bawang putih 3 butir di cincang
- Bawang Bombay 1 butir ukuran kecil cincang kasar
- Kaldu blok ayam atau sapi (merk honig no MSG)
- Garam, gula secukupnya

Cara Membuat:
- Tumis bawang putih dan ebi sampai harum, masukkan bawang Bombay tumis sampai layu, masukkan potongan labu siam dan jamur.
- Tambahkan kaldu blok, garam dan gula secukupnya. Setelah matang masukkan tomat dan daun bawang.
- kalau mau pedas tambahkan cabai hijau dan cabai merah keriting.

Sambal Tumis
Bahan-bahannya:
- Cabe giling yang kasar (2 ribu rupiah)
- Gula Merah atau putih secukupnya
- Asem jawa secukupnya
- Daun jeruk 5 lembar
- Santan kental (dalam kotak juga boleh)

Bumbu yang dihaluskan:
- Tomat 1 buah
- Bawang putih 5 buah
- Bawang merah 5 buah

Cara Membuat:
- Tumis cabe giling dengan bumbu yang dihaluskan, masukkan daun jeruk, gula, asem jawa, masak hingga matang, tambahkan santan kental secukupnya aduk sampai matang. Sambel ini enak kalo di cocolin ke tempe goreng.

Miss Mba Mis

Ketika Mba mis minta cuti selama 1 minggu, karena mau beresin rumah yang lagi dia bangun di kampung, kita cincai aja. Sekarang kan bertebaran jasa laundry kiloan udah gitu pop masuk siang.

Tapi ternyata ga se cincai itu. Management waktu sm kerja dah kita pake. Pagi pas bangun siram tanaman sama beresin kamar atas, pop sambil sarapan ngasih Nayla minum susu.

Habis itu gw sarapan, kelar sarapan masak. Pop bersihin kamar mandi terus nyuapin Nayla makan pagi. Selesai masak beresin ruangan di bawah, kalau pop sambil nyuapin Nayla dia ngepel kamar atas sampai ruang bawah.

Gw mandiin Nayla, terus siap-siap buat nyuci baju dalam sm bajunya Nayla (baju kita, handuk, sprei dll cuci di laundry). Kelar nyuci pop bantuin jemur pakaian, tinggal mandi dech… beres?.

Ntar dulu, acara farah Quin kok dah selesai, malah udah acara gossip-gosipan di TV berarti sudah jam 11 dong. Waks ternyata 11.30 (sight…)

Padahal kalau mba mis yang ngerjain sendiri (mulainya jam 7, gw bantuin masak sama nyiram tanaman sambil nyuapin Nayla) jam 9.30 dah selesai malah pake nyeterika segala.

Cuciannya bersih, seterikaannya rapih, jam 10 dia bisa pulang setelah gw mandi.

Mba mis cepet pulaaaaang dong, kita kangen sama tenagamu he…he…. Ga ngerti aja kalau ada orang yang nyiksa pembantunya, kita yang beresin rumah berdua aja pegelnya minta ampun bow (ggp dech berat badannya juga turun xiiixiiii).
Untung selama ini kita ngasih libur 2 hari dalam seminggu biar dia istirahat.

Mb Mis sama Nadya (putrinya))
Nayla sm Lia (main di rumah mb Mis)


Rabu, 10 Juni 2009

No MSG

Kesadaran untuk ga pakai MSG (monosodium glutamate/ sering disebut bumbu penyedap) di makanan sebetulnya baru tahun 1998, telat tapi daripada enggak.
Soalnya dari yang gw baca, MSG menyebabkan kanker dan kalau termakan oleh balita bisa membuat hiperaktif, yang bisa langsung kelihatan MSG itu bikin tenggorokan kering alias haus, kalau enggak banyak minum mulut bisa sariawan. Lebih serem lagi buat ibu menyusui, asinya langsung berkurang.
Selama ini gw masak cuma pakai garam dan gula, kalau mau pakai yang lain musti baca kandungannya. Dan memang banyak makanan dan bumbu yang ternyata bisa dan enak tanpa MSG, dari kaldu blok, sosis, korned, sardencis, makanan ringan sampai terasi.
Makanya kalau belanja kita aga lama karena musti baca satu-satu. Yang sebel kalau tulisannya kecil, mending ga jadi beli.
Tapi kalau makan di luar, mau ga mau deh kita makan makanan yang pakai MSG. Kecuali makannya baru diracik, kita bisa minta untuk ga pakai itu.
Sekali-sekali sih gw makan makanan ringan pakai MSG, tanpa ketauan Nayla, atau dia dikasih tau ini pakai MSG.
untungnya dia mau ngerti karena mamanya tiap hari ngomong gitu :P. Sampai-sampai kalau dia mau minta beliin mainan dia bilang, “boleh ya kan ga ada MSGnya”.
Terus terang makanan ringan pakai MSG ini memang sedep bener, ga berenti kalau ga habis he…he….
Cuma habis itu mulut sama tenggorokan terasa ga enak.

Senin, 08 Juni 2009

Resep Semur Ayam Kentang

Kalau kata pop yang ga doyan kecap dan Nayla sih maknyus bow he…he…mudah2an bener soalnya Nayla makannya lahap dan cepet. Ini semur modifikasi, soalnya gw tambahin tomat dan daun bawang, dan rasanya jadi seger biarpun pakai kecap…Yum..O kata Rachel Ray :P.
Bahan-bahan:
Ayam 8 potong (lumuri dengan garam dan jeruk nipis, diamkan selama ½ jam)
Kentang 5 butir dipotong sesuai selera, digoreng
Kecap manis secukupnya
Bawang Bombay yang kecil 1 buah dirajang kasar
Daun Bawang dirajang
Tomat merah dan hijau dipotong besar2
Jahe 1 ruas dirajang halus
Asam jawa (seduh dengan air panas)
Garam, gula, merica bubuk, pala bubuk secukupnya
Kaldu ayam atau sapi (merk honig no MSG)
Kayu manis 2-3 batang
Daun salam, daun jeruk purut beberapa lembar
Bawang goreng

Bumbu yang dihaluskan:
Bawang merah 5 buah
Bawang putih 5 buah
Kemiri 5 buah

Cara membuat:
Bumbu halus ditumis sampai harum, masukan jahe, daun salam dan jeruk, bawang Bombay. Kemudian masukkan ayam yang sudah dibersihkan, ketika sudah berubah warna masukkan air secukupnya, kayu manis, air asam jawa.
Kalau sudah empuk tambahkan garam, gula, merica, pala dan kaldu, kecap manis, masak hingga airnya sedikit menyusut dan mengental, masukkan tomat, dan daun bawang. Sajikan dengan bawang goreng.



Minggu, 31 Mei 2009

Naik Angkot? Kenapa Enggak….

Dari Nayla masih piyik sampai umur 4 bulanan, gue paling anti naik angkot kalau bawa Nayla jalan, bukan apa-apa gw ga mau anak gw dari bayi udah keracunan timbal dari asep knalpot, apalagi knalpotnya bajaj atau metromini yang item banget bow.

Demi Kepraktisan ceileee...angkutan umum jadi sarana transportasi kita kemana-mana. Makanya taksi jadi teman kita jalan, dulu sih enak argonya masih manusiawilah, tapi kalau kemana-mana naik taksi kesian suami gw juga.

Sebetulnya selain takut kena asep, gw juga takut Nayla nangis-nangis kepanasan di angkot, seperti yang sering gw liat kalo diangkot ada anak kecil. Uh pasti nyebelin dan ganggu penumpang yang lain, itu yang bikin gw parno.

Tapi ternyata ceritanya jadi beda pas dia umur 5 bulan. Waktu itu kita berdua mau Mall Kelapa Gading, kita gambling aja kalo ternyata dia nangis di angkot, kita langsung turun. Eh ternyata di dalam angkot yang penuh dan panas dia hapy-hapy aja, bahkan nyaris tidur..weiiits bapaknya banget nich.Udah deh habis itu angkot jadi kendaraan favorit setelah taksi.

Karena selama ini Nayla (selain dia flexible, kaya mamanya he…he… ada yang bilang gitu sich) ga kita manja juga, contohnya AC kamar dinyalain cuma mau tidur, terus kalau dia sudah tidur dimatiin dech, jadinya kalau listrik mati, dia tetep bisa tidur nyenyak, sementara mamanya kipasan. Makanya angkot panas dia cincai aja.

Ngomong-ngomong di Bajajpun Nayla bisa tidur, tau tuh kayanya nyaman banget kalo dia tidur, kaya di kasur empuk gitu.

TIPS Balita Nyaman Naik Angkot

-(bawa perlengkapan umum di tas Balita)

-Kalo bisa duduk dekat jendela (kalau penuh mending tunggu angkot selanjutnya).

-Kalo tempat tujuan jauh, sebaiknya duduk paling belakang, biar ga terganggu penumpang turun naik (tapi tetap dekat jendela).

-Kalo masih ASI, duduk di belakang nyaman buat nyusuin, tapi tetep musti pakai tutupan selimut kecil kalo ga ntar ada yang mau juga he…he…

-Bawa air minum (susu atau air putih), plus cemilan si balita.-Kalau perginya siang hari bajunya yang nyaman (jaket taro dalam tas aja)

-Kalo dia ga ngantuk, ajak bicara apa aja yang keliatan di mata, kalo ga dia bete terus nangis dech.

Cara Asyiiik Pakai Diapers Ala Us

Masa Cuma Farah Quin aja sih yang punya cara asyiik, kita juga dong. Kok kita? Karena Doddy papanya Nayla udah jago untuk urusan pernak-pernik baby. Kita membagi diapers jadi 3 kategori, jelek, bagus, super bagus.

Diapers Jelek

-Karena bahannya bukan katun alias dari pelastik

-Daya tampung pipis menyedihkan (barus sekali 2 kali pipis dah beraat banget)

-Cuma bisa dipakai 2 jam (penuh ga penuh harus ganti)

-Kalau perlu sebelumnya pantat baby dioles cream khusus diapers (buat yang alergi).

Diapers Bagus

-Bahannya katun (adem di kulit)

-Daya tampung pipis lumayan (4 kali pipis permukaan diapers masih kering)

-Ada aloe veranya yang bikin kulit tetap lembut (ada beberapa merek yang pakai ini)

-Tetep Cuma boleh dipakai paling lama 4 jam (penuh ga penuh harus diganti).

Diapers super bagus (ingat: versi kita)

-Bahannya lagi-lagi katun-Daya tampung pipis amazing banget, namanya juga diapers all night alias 12 jam (tanpa harus menyebut merk udah pasti diapers itu tuh..)

-Tapi bukan berarti si diapers nempel terus di pantat, paling aman dipakai kurang dari 12 jam.Kalau sudah tahu bedanya, tinggal cara pakainya yang diatur.

-Bebaskan kulit pantat baby sedikitnya 4 jam sehari dari diapers. Lebih lama lebih bagus karena alergi atau tidak, kulit ga bagus kalau dibungkus-bungkus.

-Kalau Baby BAB diapers sebagus apapun harus ganti saat itu juga.

-Sedia handuk kecil, tisu basah sama kapas bulet-bulet plus air di botol kecil. Gunanya ketika ganti diaper pas lagi di jalan (walaupun Cuma pipis) tetap harus ditetesi air dan di lap tisue basah baru dikeringin sama handuk kecil. Biarin sekitar 5 menit baru pakai diapers baru.

-Kalau dirumah dan ga kemana-mana pakai celana katun aja. Sehat pantat baby sehat kantong juga.

-Kalau mau pakai diapers sebaiknya kalau sudah mau tidur dan diapers terakhir dilepas sebelum dia bangun.

-Jangan ragu untuk pakai diapers bagus (bukan mahal ya) kalau perlu, karena setelah dihitung-hitung lebih murah dan sehat ketimbang pakai yang jelek.

-Ajarin untuk pipis sebelum dan sesudah bangun tidur dijamin ga ngompol (kalau ga pakai pampers), bila perlu kalau sudah tidur 3 jam lebih (kalau malam hari) kita bangunin untuk pipis, disiram air dingin dia pasti langsung pipis.

Mudah-mudahan cara ini bisa bikin pantat baby kita tetep mulus, karena cara ini cocok diterapin ke nayla, apalagi sekarang udah setahunan siang ga pakai diapers lagi, tapi kalau pergi ai tetap kasih diapers, ga tega ngajak nayla ke toilet umum yang gitu …dech (walaupun keliatannya bersih).tapi biarpun perlengkapan perang dah kumplit kalo mau jalan, ai tetap panik kalo nayla EO he…he… untungnya nayla baik hati, lebih sering dia EO kalo mau berangkat atau pas pulang.

Bioskop mania

Kita berdua hobby nonton film, malahan nyaris Nayla nama tengahnya “La Piazza 21” he…he… soalnya seminggu sebelum lahiran kita masih nonton midnight judulnya The Departed nya Leonardo Di Caprio. Sama tante arin dan om Zaki, padahal nyokap dah wanti-wanti jangan keluar rumah jauh-jauh lagi.

Makanya pas Nayla lahir, gw merasa tersiksa ga bisa nonton, banyak film baru Cuma nonton di DVD (bajakan? Tau ah … iya kayaknya :P). Gw sempet nanya sich sama penjaga bioskop (eh gitu ya namanya) boleh ga saya nonton bawa Baby, boleh aja tapi takutnya dia ga kuat dingin sama suara bioskop, ach sempet ga pede, hari itu ga jadi deh kita nonton.

Nayla Sukses Nonton Euy
Minggu depannya kita coba lagi (kali ini musti berhasil), soalnya filmnya naga bonar jadi 2, pingin tau kalo naga kebelah jadi 2 kaya apa he…he….  kita anggap film ini ga terlalu berisik dan kencenglah suaranya.

Saat itu perlengkapan perang dah di bawa, bantal, selimut, jaket. Nayla sendiri gw pakein stocking baby biar lebih anget.

Ga taunya penuh banget bow, bahkan akhirnya kita nyaris dapet yang paling depan waaks!!!!. Awal film dia sempet nonton, 15 menit kemudian gelisah bahkan mimi' ASI-pun ga mempan, akhirnya pop nonton sambil gendong Nayla, untung nya ga lama dia ngantuk, dia mau mi’ Asi dan bobo, yeaaah sukses.

Habis itu semua bioskop jadi jajahan kita bertiga. Tinggal midnight yang belum di coba sama Nayla, gw belum berani, takut jam tidurnya jd terganggu, pop sich dah penasaran karena dah hampir 3 tahun kita ga midnight-an.
Film ini smp 2 kali kita tonton
Salah satu film kesukaan kita
Nayla Dah Bisa Pilih Film
Waktu umur Nayla lebih dari 2 tahun, Nayla tambah ngerti film mana yang dia mau tonton, dan inget kalau liat lagi iklannya atau terpajang di penjual DVD bajakan he...he...

Dengan poni cepaknya:)
Nayla juga tahu loh kalau di bioskop itu selain untuk nonton, disitu dia juga bisa istirahat alias bobo he...he..., kita memang pilih jam menonton sesudah makan siang dekat jam bobo dia.

Walhasil kalo dah ngantuk dulu dia pasti bilang, "Yu ke ekop (bioskop) Naya mau bobo", walaupun sampai di dalam di sempetin nonton sambil makan popcorn atau pringles, setengah jam kemudian siap-siap bobo dengan bantal dan selimut. atau cukup pakai sandaran tangan sebagai bantal:)
Gini kalo nonton, perutnya  kenyang:)
 Tips Balita Nyaman di Bioskop
-Cari jam main film yang deket-deket jam tidur siang dia.
-Pakai jaket dan stocking baby atau celana panjang, Bantal baby, susu (kalo dia ga ASI lagi), cemilan dia.
-Cari kursi dekat tangga keluar (yang ideal di bangku D atau F), jadi kalo dia nangis bisa langsung keluar dan ga ganggu penonton lain.
-Dia sudah ga takut sama gelap.
-Usahain kedua telinga di tutup (ini smp dia umur 1 tahun).
-Kalo masih nangis juga, apalagi takut sama gelap, ya bye bye film aja. Jadi siapa bilang kalo punya anak ga bisa lagi nonton di bioskop, masa nunggu dia gede :P

Rabu, 20 Mei 2009

Penasaran Nasi Jamblang Mang Dul

Ceritanya mau ngerayain ultah gw (maksa sich) kita ke Cirebon. kebetulan gw sm Doddy belum pernah kesana, liputan apalagi. makanya tanggal 9 Mei 2009, dari Stasiun Jatinegara kita naik kereta api Cirebon Exspress menuju Cirebon.

Sampai sana rendra sm  heri bewok (sepupunya doddy) sudah jemput di stasiun Cirebon. Kita akhirnya dapat hotel namanya Sare Sae (artinya tidur enak) yang letaknya deket sama stasiun kereta api Cirebon, cukup jalan kaki 10 menit. 
Di depan hotel Sare Sae
Tempatnya lumayan nyaman dengan harga 250 ribu (2 tempat tidur ukuran single) sampai 350 ribu, dengan fasilitas standart AC, TV, Air Panas, yang ga biasa tembok kamarnya Cuma pakai batu bata yang di cet putih,.
Tempat tidurnya single tapi ada 2
Sedangkan kamar mandi pakai gayung dan gentong dengan pancuran berbentuk singa yang siap ngucurin air panas dan dingin. Yang unik lantai kamar mandinya berbentuk batu-batuan, lumayan bisa buat mijet telapak kaki, tempat closetnya tetap pakai ubin teraso, dilengkapi wastafel dan cermin yang unik juga. Pokoknya kaya dirumah sendiri, biarpun dirumah ga kaya gitu he…he…

Suasana diluar, sengaja dibikin serba kayu dengan kolam ikan yang menyambung dari lobi, restaurant sampai depan kamar (untuk yang dikamar bawah). Tempat parkirnya luas dengan fasilitas cuci mobil gratis, dan banyak pohon yang ada akar pohonnya yang berjuntai-juntai, Nayla bolak balik minta diayun sambil gelantungan, mirip tarzan awowooo katanya.
Nayla sm Om Rendra
Ke Cirebon itu udah diniatin makan nasi jamblang Mang dul. Gimana ga penasaran, kita nginep di cirebon 3 hari 2 malam tapi teteup aja ga bisa nyobain nasi jamblang yang fenomenal he…he… soalnya dah masuk di wisata kulinernya Bondan Winarno.

Mang Dul ini bukanya memang cuma pagi hari sampai jam 10 paling lama, karena dijamin lebih dari jam tersebut, nasi dan lauk pauknya sudah ludes. 

Makanya pas sabtu malem (9 Mei 2008) hari pertama kita sampai di cirebon kita try out coba nasi jamblang yang buka malam hari, namanya nasi Jamblang Ibad Otoy yang letaknya persis di depan Lido tempat main bowling.

Nasinya sama dibungkus daun jamblang (ya iyalah..), lauk pauknya macem-macem ada ayam, paru, ati ampela dll, plus sambel, kita makan berempat (Nayla juga makan kumplit tanpa sambel) dan teh botol cuma habis 30 ribuan. Kata pop rasanya enak, pasti mang dul lebih enak lagi.
Nasi Jamblang (dok. KCM)
dok KCM
Masalahnya pas hari minggu mau bangun pagi kok males banget ya, karena sabtu sore habis cari hotel kita jalan-jalan ke pelabuhan sama ke Taman Ade Irma Suryani, yang berhadapan langsung sama laut dan cukup bikin kaki pegel. 
Gaya teteup
Pantai dekat taman Ade Irma Suryani
Nyari latar kapalnya yang matching sm baju:)
BATIK TRUSMI
Habis sarapan kita ke Trusmi pusat kerajinan batik cirebon di dekat pasar plered, mobil angkot yang kita naiki melewati warung nasi jamblang Mang Dul, masih ada yang makan sih cuma perut sudah kenyang, jadi kita bulatkan tekad besok pagi sebelum pulang ke Jakarta harus bisa nyicipin nasi jamblang Mang Dul.
Batik Trusmi (dok.KCM)
Di Trusmi kita keluar masuk tempat penjualan batik yang rata-rata tempatnya lumayan bagus, sampai akhirnya kita sampai di butik Nova (habis tempatnya bagus dan lumayan luas), isinya macem-macem baju dan kain, dari harga 15 ribu sampai ratusan ribu juga ada, makanya dengan uang kurang dari 150 ribu kita dapat 5 pasang pakaian batik.

Sayangnya karena perut sudah laper, jadi lupa nyicipin tahu gejrot yang banyak mangkal disana, padahal sudah diniatin musti nyicipin tahu gejrot asli.

WARUNG SUPER SAMBEL
Kita makan siang di warung SS (super sambel) di jalan Ampera Raya, disini ada macem-macem sambel diatas cobek kecil, dari sambel tomat sampai sambel ikan asin yang rasanya pedes banget bow, gue Cuma sanggup ngabisin setengah cobek, Pop 2 cobek, om rendra 2 cobek, Nayla … ga pakai sambel dong, Cuma pakai ayam goreng sama sayur asem.

Lauk pauknya selain enak juga enggak mahal, paling mahal harganya 6 ribu rupiah untuk babat goreng yang lumayan empuk. Tempat kita makan juga dibuat model lesehan, ada juga yang pakai meja kursi.

Sementara keraton Kesepuhan, baru sempat kita liat jam 5 sore, nunggu Nayla bangun bobo. Ga banyak yang bisa diliat, karena selain sudah mau maghrib suasana juga sudah remang-remang karena minim penerangan. Makanya aga merinding pas diajak ngeliat sumur Bandung apa gitu, kiri kanan pohon-pohon besar dan aga gelap, wuiiih mana bawa Nayla.
Samping Keraton Kesepuhan
DI TRAKTIR SM PIZZA HUT
Pulangnya pop ketagihan pingin makan nasi jamblang Ibad Otoy lagi, sayangnya setelah convoy pakai beca plus pake acara nyasar (tukang becanya sotoy banget), ternyata Ibad Otoy tutup, wuiiih ga tau apa ada yang udah ngiler-ngiler he…he…, akhirnya kita berdebat deh mau makan dimana, udah ga mood, eh Nayla similikiti ngasih usul di Pizza at Manyi (di Pizza hut mama ni) karena kemarin dia liat tempatnya.

Huaaah masa ke cirebon makan pizza, tapi lagi males mikir… pizza aja deh. Kita pesen paket berempat plus sup krim jamur buat Nayla. Ntah karena ramai atau pelayanan yang buruk, spaghetti Cuma satu yang dianter, satu jam kemudian sisanya baru diantar setelah bolak balik ditanyain.

Begitu dateng, spaghettinya keliatan kurus-kurus ga sehat gitu, terus toppingnya kok warnanya hitam, dan bener ketika dicobain rasanya asin dan pahit, kaya masakan gosong. Wueeeeh gue langsung protes, untungnya langsung ditanggepin.

Malahan kita dapat salad, roti bawang yang enak, kayanya sih baru dibuat karena menteganya keliatan lumer dan harum, dan 2 porsi spaghetti, tapi tetep spaghetti yang satunya dengan toping yang gelap, huaah gue ogah, cuma nyicipin yang saus tomat.

NINGGALIN SARE SAE
Senin (11 Mei 2008) siap-siap mau pulang, karena kemarin belum sempet beli oleh-oleh, pop sama om rendra naik motor beli oleh-oleh, jadi bye-bye deh Mang Dul, karena kita mau naik kereta Cirebon Exspress lagi yang jam 10, biar ga kesorean sampai Jakarta (waktu berangkat kita juga naik kereta dan jam yang sama dari Jakarta).

sesuai permintaan Nayla Naik kereta api tuut tuut dan makan siang di empal gentong cabang mang dharma di stasiun Cirebon ).
Empal Gentong Mang Dharma (dok.KCM)
Empal Gentong (dok.KCM)
Ah kayaknya mau deh balik lagi ke cirebon, belum puas ngubek-ngubek trusmi sama Mang duuuullllll.......

Rabu, 06 Mei 2009

AJISAI

bunga pancawarna atau di jepang lebih dikenal dengan nama ajisai (ini tanaman asli sana), sebenarnya dari yang gue baca (bacanya telat setelah beli bunga ini), perawatannya cukup ditaro ditempat yang adem dia bisa hidup, dan kalo sudah berbunga dia bisa bertahan 6 bulan ditangkai.
bentuk bunganya kaya buket yang siap dilempar pengantin perempuan buat ditangkep sama cewe-cewe yang masih lajang or mo kawin lagi he..he...dan asiknya warna bunganya dalam satu pohon bisa ganti-ganti, dari biru, hijau bahkan pink do merah muda kali.
biar lebih adem lagi dibawah batangnya ditanam tanaman perdu (ini gue belum tau kaya apa tanamannya), disiram cukup sehari 2 kali, pagi sore atau pas cuaca lagi panas, tuh kan gampang. cuma masalahnya si tukang bunga ga bilang kalo ni tanaman ga tahan panas, dia sibuk nawar-nawarin ke gue sambil ngerayu gampang kok meliharanya. kucing kalee.
walhasil dengan berbunga-bunga gue taroh lah dia di tempat tanaman di depan kamar gue diatas, ga smp berapa jam dia terkulai lemas semuanya. sebagai tindakan emergency gue masukin ke kamar, gue pasang AC sedingin2nya (maaf ini terpaksa bukan mau lebih merusak ozon... peace), terus gue iket jadi satu bunganya pake karet, begitu dah aga seger, gue pindahin ketempat jemuran disamping, wah lumayan seger,sejak itu gue nikmatin bunganya kalo lagi di dapur.
anehnya 2 hari yang lalu tukang bunganya lewat lagi, kali ini dia ga teriak2 nawarin gue tapi berlalu sambil buru-buru, takut gue marahin kali, emang dah niat gitu sih kalo ketemu dia huh.

Selasa, 10 Maret 2009

Mba Atun Mulai Bertingkah


Awalnya mama merasa kok mba Atun datangnya aga’ siang, lama-lama kok siang, eits apaan neh, mau jam berapa lagi mama mandi.


Terlepas dari mandi, kok jadi siang. Akhirnya setelah konsultasi sama papa Dy, mama nanya ke mba Atun, sebetulnya maunya apa. 

Ternyata karena dia menganggap mama ga kerja lagi jadi bisa dong datang siang, sementara dia bisa nyerep alias nyuci di rumah yang lain lagi.

Ih enak aja, mama ga kerjakan karena kantornya tutup, udah gitu diakan dibayar sebetulnya untuk jagain Nayla juga, jadi bukan berarti kalau mama ga kerja, kerjaan dia jadi mama ambil alih, sementara gajinya tetap full, huh menyebalkan.

Akhirnya disepakati dia boleh datang paling telat pukul 9.30. Satu sampai dua bulan masih sesuai kesepakatan, tapi bulan ketiga mulai bertingkah lagi, iiiiih gemes banget, mama diemin aja sampai seminggu, pingin tau dia ngerasa ga ya.

Eh ternyata dia keenakan,ya udah mama diemin aja ga mama ajak ngomong, males debat sama bedinde. 

Dan jreng besoknya dia malah ga dateng, gokil padahalkan dia tinggal disebelah rumah, mau ngasih alasan apa coba?, jalanan macet? Ga bisa bangun karena kepala pusing?.

Begitu ketemu sorenya, mama langsung tanya kenapa ga masuk kerja?, dia bilang abis ibu diemin saya, kan saya jadi ga enak, jadi sekalian aja ga masuk. 

Akhirnya pembicaraan jadi debat ngehe’ karena dengan begonya dia bilang ”Kan saya cape kalau harus pagi-pagi balik ke mama Nayla, terus siangnya balik lagi ketempat nyerep”.

Emang gue pikirin, sebel banget mama, kan bukan urusan mama dia nyerep banyak, udah gitu kok kita yang dikorbanin, jadi rumah terakhir yang digarap, enak aja. 

Jadi mama tanya aja, masih mau kerja disini ga?, dia bilang kalau ibu masih mau ya saya juga mau..... aduh kalo ga susah cari bedinde, gue dah males ngeliat mukanya.

Ya udah dengan berat hati, mama terima dia lagi. Diantara waktu-waktu yang menyebalkan dengan mba Atun, mama dapat kado ultah Camdig dari PapaDy, uhuiiiii senangnya.

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...