Rabu, 29 November 2017

Selamat Jalan Bondan Winarno

Siapa yang tidak tahu sama kalimat kalimat ngetop seperti, poko'e mak nyuuus, aldente, top markotop dan mak legender (untuk menggambarkan makanan yang lolos dengan gampang ditenggorokan), Kalimat yang biasa diucapkan pakar kuliner Bondan Winarno.

Sayang pada tanggal 29 November 2017, Bondan Winarno Meninggal Dunia karena gagal jantung. http://nasional.kompas.com/read/2017/11/29/12314671/bondan-winarno-meninggal-dunia-karena-gagal-jantung 
foto dari Facebook
Selamat jalan pak Bondan Winarno. Terima kasih sudah mau jadi narsum saya dan Yan Piris Jr. dua kali, ketika masih di KBR 68h, untuk acara yang sama dengan topik beda beda dikit (sekitar tahun 2005).

Terima kasih juga sama acara kuliner bapak, yang nemenin saya siang siang, pas lagi mual dan pusing karena hamil Nayla (2006) minimal rasa mual teralihkan.

Dulu sempat kepikiran mengundang pak bondan ke rumah mama mertua biar bisa nyicipin masakan padang buatan mama Suharti yang enak dan maknyuuus. 

Sayang keinginan saya hanya sebatas ucapan, tidak sempat direalisasikan 🙏🙏

Senin, 27 November 2017

Cerita Digital Seru Ala So Good CERDIK

Selama saya punya anak,  makanan siap masak seperti nuget atau spicy wing merk So Good, kadang saya simpan buat stok kalau lagi mati gaya gak punya ide buat bekal Nayla anak saya ke sekolah.

Selain itu beberapa hadiah di dalam makanan beku ini biasanya jadi incaran anak saya. Dan beberapa waktu lalu ada yang berbeda hadiahnya, karena berbentuk seperti frame foto.

Awalnya sih dicuekin, karena anak saya pikir Itu frame foto, tahu tahu dia iseng baca keterangan di belakangnya, ternyata itu adalah kartu cerita digital yang bisa dilihat kalau kita sudah mengunduh aplikasi SO Good.

Dia rayu dong mamanya untuk unduh Aplikasi SO Good Cerdik. Aah ternyata asik ya, gambar cerita selain bersuara, bergerak juga bisa  diputar sampai 360 derajat, seru banget. 

Sayang dari beberapa bungkus yang dibeli, anakku mendapat dua cerita yang sama yaitu Umbo Larage, dan satunya lagi Chika & Chiko.
Siapa Sih Umbo Larage?, itu pertanyaan Nayla ke saya, yuuuuk kita baca buku cerita digitalnya, mumpung peer sudah di kerjakan dan bersiap siap untuk tidur. 

Umbo larage ternyata anak dari raja Datu Mangkunusa, raja kerajaan kepulauan Ilu Siu di dekat pulau Sulawesi.

Raja ini jago loh, ilmu bela diri Kehu Kung Tao (lah kayak tahu aja ini bela diri apa  😀). Anaknya si Umbo kagum sekali sama ayahnya, makanya dia sering ikut berlatih dan makan makanan berprotein. 
karena selain dia penerus kerajaan dia juga harus kuat dalam menghadapi para penjahat yang ada di pulau itu.

Seru deh anak saya sampai teriak-teriak sendiri untuk ngasih tau Umbo Larage kalau ada penjahat hi...hi... habis kita seperti ikut larut di dalam ceritanya.

Tapi keseruan ini tidak hanya milik anak saya, selain ikut baca berdua, saya kebagian juga baca resep-resep enak yang dibuat dari bahan So Good, seperti roti panggang bruschetta dan crunchy ebi sushi. 
Wah sebelumnya saya gak kepikiran bikin makanan enak seperti ini dari bahan So Good.  Apalagi shusi ini makanan kesukaan Nayla,  saya biasanya buat sushi ala ala hi... Hi...  buat sarapan dan bekal ke sekolah

Tapi sebetulnya makanan siap masak dari So Good ini cuma di goreng begitu saja sudah enak, apalagi saya lihat kandungan isinya dari bahan yang terpilih.  

Coba deh lihat varian lainnya di http://sogood.id/ pasti langsung kepingin.

Nayla yang ikut melihat resep masakan langsung bilang, besok bikin ya ma, kan bahannya ada di kulkas, ha...ha.... biar kuat seperti Umbo ya nak.

Nah So Good Cerdik yang kedua jadi cerita favorit Nayla, Chika & Chiko, karena bercerita tentang koki cilik Chika yang kerepotan ketika menerima pesanan 20 roti sandwich isi daging atau telur mata sapi, untuk anak anak di panti asuhan.

Mirip banget deh dengan Nayla yang biasa makan roti pakai telur ceplok buatan sendiri.
Eh kok si Chika bisa menerima pesanan roti ya? oo ternyata orang tuanya pemilik toko roti, yang kebetulan sedang pergi.

Chika kemudian meminta bantuan Chiko sepupunya untuk mengambilkan 20 butir telur ayam, karena orang tua Chiko memiliki peternakan ayam.

Tetapi ada biawak yang menyebabkan beberapa telur pecah, hingga jumlahnya kurang dari 20 butir. 

Penasaran bagaimana akhirnya Chika & Chiko bisa menyelesaikan pesanan roti tersebut?

Saya dan Nayla juga penasaran hi...hi..., kita harus berburu hadiah lagi dari So Good nih untuk melihat kelanjutan ceritanya.  

Kegiatan baca cerita ini mengingatkan saya saat membacakan cerita buat Nayla ketika dia masih kecil.

Kegiatan itu berhenti pelan pelan ketika dia sudah kelas 2 SD karena selain sudah lancar membaca,  dia punya buku cerita favorit sendiri. 

Saya dan suami kangen suasana itu. Kali ini saya sama Nayla bisa duduk bahkan tiduran dan ketawa bareng lagi sambil baca cerita, senangnya. 

Suami saya ngiri pas saya ceritakan,  dia mau coba nonton si CERDIK ini pas hari libur. Jadi gak cuma nonton televisi dan film di bioskop,  baca cerita juga bisa sama sama. 

Seru dan keren banget ya So Good CERDIK ini.  Dari cerita cerita ini Nayla tahu banyak hal, selain gambarnya bergerak dan bisa di putar putar, dia  dapat pengetahuan lain tentang adanya kerajaan di Sulawesi dan biawak, yuup biawak.

Nayla baru tahu kalau biawak tidak berbahaya plus cara membaca cerita yang enak di dengar. Kebetulan di sekolahnya kadang ada tugas bercerita di depan kelas.

Jadi selain bisa membuat bonding keluarga lebih kuat,  bikin makanan enak dari So Good, juga dapat bonus pengetahuan dari hadiah di dalamnya. 

Apalagi ada Lomba blog tentang So Good CERDIK ini, ikutan yuuuk. Simak persyaratannya disini https://emak2blogger.com/sogoodcerdik/

#KEBxSOGOOD
#SOGOODCERDIK 

Kamis, 23 November 2017

Nonton Dulu Deh Naura & Genk Juara, Biar Gak Asal BoikoT

Kebetulan Nayla dr umur 5 tahun sudah nyicipin naik gunung plus kemping di sana, dan kebetulan dapat undangan nonton film anak anak yang setingannya kemping di lereng gunung, cuuuus berengkitlah kita bertiga. 
Gw sih cuma mau bilang, tonton dulu film Naura & genk juara, baru deh silahkan kalau mau boikot.

Gw bagaimana? Ya enggaklah, secara film ini penuh dengan pemandangan alam nan indah, ada animasinya, gerakan tari dan nyanyi yang energik, ada percobaan ilmiah anak anak yang 85 persen memakai peralatan sederhana (anak gw aja kepincut buat nyari cara buatnya di yutub).

Di film ini Naura memang pakai celana pendek memperlihatkan sebagian pahanya, but hei ini anak umur 12 tahun yg biasa pakai baju seperti ini karena kebetulan tidak berhijab, kalau ada yg nepsong, ya otaknya dibersihin dulu (gimana ya orang kek gini melihat Gal Gadot dengan kostum Wonder Womannya nya 😀). 

Terus soal penjahatnya di film yang dibilang menghina Islam, karena jenggotan, berewokan dan mengucapkan takbir, yaeelaah... gw pikir pakai celana cingkrang juga, ternyata cuma brewokan tuh, dan hanya bilang astagfirullah karena kaget, so what.

Menurut produsernya Amalia Susilowati Prabowo yang kebetulan berhijab (foto terlampir bareng eke😊) ucapan itu spontan tidak ada di scrip.
Hanny & Amalia Prabowo
Amalia menambahkan, dia membuat film ini tanpa niatan tertentu cuma ingin berbagi kegembiraan, menyebarkan semangat persahabatan dan mengobati kerinduan terhadap film anak anak.

Lagian lihat deh, kalau mau buka mata buka telinga, agama apapun kadang bilang Aamiin, Astagfirullah, Alhamdullilah (ada teman teman gw beda agama yang bilang begitu).

O iya yang katanya di film ini ada adegan pembagian tenda sekolah tanpa disebutkan mana tenda untuk cowok atau cewek, ternyata ada adegan yang cewek ya tidur dengan teman teman ceweknya begitupun sebaliknya.

Soal gak ada guru pendamping? Ternyata ada banyak pengawas di kemah kreatif itu, so seperti kata suami gw, kalau gw protes kok gak begini gak begitu di film, ini cuma film, kelar dunia kalau semua dijelasin lewat gambar, dua hari dua malam gak kelar tuh film. 

Soal wedges dan kacamata kece (kacamata sih gw yg nambahin 😀)  yang dipakai pemilik kemah kreatif, dia pakai wedgesnya dari area kemah yang hanya di lereng gunung kayaknya karena mobil bisa parkir di samping rumah induk ya gak apa apa kan. Gak bikin varises keluar say. 

Sepatu Naura juga caem, sukaaaa.

Dan seperti kata kak Seto Mulyadi Full (ketum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) yang ikut nonton bareng, istilah anak sekarang  ini film gw banget. Selain itu sebainya selalu berfikir positif itu yang utama, jangan dikit dikit boikot, bisa membuat orang jadi enggan membuat film anak-anak.
Nayla & Kak Seto
Apalagi bila penyebab utamanya karena sutradara film Eugene Panji ini pendukung Ahok (yaaaay saya juga, tooos dulu ah kita), alasan pemboikotan jadi semakin kelihatan dibuat-buat. 
Intinya sih, mau nonton atau tidak, mau boikot atau tidak, terserah pilihan masing-masing, yang penting nonton dulu baru boleh berkomentar biar gak sok teu.
#gwsihgituorangnya
#ilovealanisnaylaramadhani
#filmanakanak
#dukungfilmanaknegeri

Jumat, 17 November 2017

Debut Si Presenter Cilik

Nayla pasti tidak menyangka ketika berumur 11 tahun bisa mewawancarai seorang Menteri untuk sebuah televisi.

Mimpi itu terwujud tidak sengaja, ketika Jawapostv Jakarta tempat pop bekerja kepingin memperingati hari anak Internasional dengan memakai anak anak sebagai presenternya.

Usulan datang dari salah satu teman kantor pop,  untuk mencalonkan Nayla. Pasti maulah popnya Nayla. 

Gimana dengan Nayla?  Jingkrak kegirangan pastinya, walaupun habis itu dia bilang,  Nayla bisa gak ya. 

Gw langsung bilang,  bisaaaa, kamu juga enggak harus ngafalin pertanyaannya, boleh baca kertas catatan, dan yang penting kamu bisa foto bareng ibu menteri yaaaay.  Langsung deh bilang okeeeee. 

Buat gw seperti de javu ketika ternyata menteri yang dipilih adalah menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Yohana Susana Yembise. 

Soalnya sudah beberapa bulan ini gw ikukan collaborative blog,  dan nama grup wa nya Yohana Susana,  tuh kan seperti sudah ada indikasi menuju kesana wkwkwkwkw. 

Balik ke Nayla lagi,  acara yg di rekam pada kamis 16 november 2017, penuh drama banget,  dari grabcar yang cancel berkali-kali, macet dll. 

Begitu sampai di kantor kementerian Nayla langsung di tata rambut dan mukanya sama mba Tuti Zaki dari Jawapostv. 

Dan ketika saatnya tapping hanya perlu 15 menit  kelaaaar tanpa harus ngulang.  Pas gw tanya ke Nayla,  "kok kamu tau harus bersikap manis dan senyum ketika narsum lagi bicara?".  

Dia bilang kan sudah diajarin papa,  sama lihat di tv,  lagipula ibu menterinya juga ramah dan baik. Ah sayangku,  kami bangga sama kamu nak.

Rabu, 15 November 2017

Takjub Dengan Surat Yasin

Gw seperti tertampar kemarin malam, surat Ya sin yang biasanya gw baca sepotong sepotong gak pernah sampai selesai, ternyata bisa mengembalikan dompet suami gw yang hilang. 

Kejadian hilangnya tgl 14 november 2017 pagi,  suami gw lagi gak pingin bawa kendaraan,  pingin naik busway biar santai. 

Gak lama dia pulang lagi ke rumah dan bilang dompetnya hilang jatuh ntah dimana,  karena dia naik gojek dan sempat mengeluarkan dompet dari tas, kelar bayar bayar,  dompet pindah tempat jadi di kantong belakang. 

Hadeeeh ya pasti gak masuk sempurnalah dompet itu, apalagi masukinnya sambil duduk di motor. 

Setelah bikin laporan di tempat kami tinggal,  papanya Nayla yang hari itu akhirnya memutuskan untuk gak kerja yaaaaay langsung ke kantor polisi dan pergi ke bank (sebelumnya semua ATM dan kartu kredit sudah di blokir). 

Gw sih kepikiran aja,  yang refot kan ngurusin KTP sama SIM.  Kebetulan sempat cerita di grup arisan Butterfly (buat yang ngerti aja hi... Hi...), semua mendoakan kalau memang rezeki dompet bisa balik. 
Habis maghrib, salah satu teman di grup ngasih tahu baca surat Yasin deh,  karena dia pernah juga kehilangan dompet suaminya baca Yasin malam itu,  paginya ada yang balikin dompet. 

Berhubung Nayla sibuk ngerjain PR malam itu dan suami gw sibuk dengan telfon kantornya,  gw lah yang punya waktu lowong buat baca. 

Mata sudah mana tahan ngantuknya,  gw baca surat Yasin sampai kelar (Akhirnya)  dan berharap kalau masih rejeki dompet pop bisa kembali. 

Pukul 21.30 ada telfon masuk di hape pop,  tanpa nama,  gw bangunin suami gw, sayang dia ngantuk berat,  gak usah diangkat deh,  biar aja katanya. 

Dan gak lama nomer itu telfon kembali, panjaaaang sampai akhirnya mati sendiri.  Sepuluh menit kemudian gw iseng lihat hp pop siapa tahu yang telfon sms. 

Eh bener lo,  dia sms,  katanya (gw ringkas ya) ini bener gak hp doddy rosadi,  gw bilang benar,  ini siapa ya tanya gw. 

Dia balas dengan kalimat "saya yang menemukan dompet pak doddy tadi pagi". Ya Allah subhahanalh,  Alhamdullilah,  gw bangunin suami gw. 
Kali ini dia terbangun dan telfon balik,  singkatnya akhirnya dompet bisa kembali,  utuh bahkan uangnya juga utuh. 

Ternyata kenapa dia baru telfon malam padahal ketemu dompetnya pagi,  karena kartu nama pop yg ada nomsr hapenya biasanya ada di dompet,  habis,  jadi dia berencana pulang kantor akan nyamperin alamat yang ada di ktp pop. 

Karena itu alamat mertua, si mas yang bermama Hendra ini ketemu sama mama mertua dan dikasih nomer hape suami gw. 

Selain takjub masih ada orang yang tanpa pamrih mau bersusah payah nganterin dompet yang dia temukan di jalan, gw juga takjub ternyata benar ya setelah baca surat Yasin,  Allah meringankan langkah dan hati mas Hendra buat nganterin dompet suami gw,  makasih ya mas,  semoga hidupmu penuh berkah. 

Nayla sampai tersekat suaranya pas  tahu Ada khabar soal dompet papanya.  "Padahal  mama baru baca tadi ya ma".

Teman yang memberitahu tentang baca surat Yasin itu mamanya teman anak gw,  ma ica,  selain dompet dia kembali juga,  dulu dia sebelum menikah sempat baca surat ini setiap hari dan akhirnya ketemu jodoh dengan suaminya yang sekarang,  percaya gak namanya Yasin (Subhanallah) dan masih tetangga dekat rumah.

Mama excel salah satu mama temannya Nayla,  juga punya pengalaman dengan surat Yasin. 

Ketika suaminya di rawat di rumah sakit biaya pengobatan kurang 5 juta,  kalau enggak suaminya tidak bisa pulang hari itu. 

Gak tahu mau bagaimana,  mama excel baca surat Yasin sampai beberapa kali sampai selesai. 

Tahu tahu suaminya ngajak pulang,  dan bilang dokter membebaskan kekurangan biaya,  Alhamdullilah jadi tambah percaya kalau kita baik dengan orang,  kita pasti akan mendapat hal yang sama,  Aamiin. 

Senin, 13 November 2017

Selamat Hari Ayah

Selamat hari ayah nasional yaaa. Almarhum ayah atau kami memanggilnya bapak itu melengkapi ibu atau mami dalam membentuk kepribadian kami anak-anaknya yang berjumlah 6 orang (harusnya 7 orang, kakak gw Dewi sartika meninggal ketika dia belum genap berumur 1 tahun, miss u sist). 
  
Karena ini hari ayah, gw tulis kenangan tentang almarhum bapak ya (Mami dapat giliran nanti). 

Almarhum bapaklah yg telaten mengajarkan baca dan tulis sehingga umur 5 tahun gw sudah bisa baca tulis, buat orang lain sih biasa buat gw itu hebat banget. 
Bapak mengajarkan bagaimana menyampul buku yang benar, ujung ujung sudut nya harus lancip dan licin, trus ditaruh di bawah kasur, hasilnya bisa dilihat besok paginya buku jadi rata dan rapi jali. 

Bapak juga mengajarkan kalau ngepel lantai harus sampai sudut sudut yang paling dalam kalau perlu nat nya ubin di sikat pakai sikat gigi bekas biar kinclong. 

Dia juga gak suka kalau kita keluar rumah dalam keadaan rambut basah habis keramas dan memakai baju kusut, alasannya "seperti tidak punya waktu aja buat ngeringin rambut"😀. Iya juga sih. 

Keliatannya bapak kaku ya, padahal dia ini baik hatiiiii dan apik walaupun tempramental. 

Kalau jatah bulanan gw yang dikasih mami menipis (maklum ada 6 anak yg harus dikasih jatah bulanan juga) bapak pasti nambahin ketika gw jalan bareng pas mau berangkat kuliah tanpa sepengetahuan mami.
Dia juga yang mendanai acara traktiran ulang tahun gw. Ketika gw bilang tante (adiknya mami) dan teman kantor minta traktir sementara  waktu itu setiap bulan kadang masih di subsidi bapak, maklum gaji fresh graduate.

Akhirnya jadi juga traktir mereka pakai uang bapak. Kakak gw yang bete, karena merasa ketika dia ultah malah dia yang traktir seisi rumah, salah sendiri siapa suruh punya gaji besar 😃.

Selain itu bapak juga rajin menelfon pagi dan malam hari ketika gw ikut pelatihan wartawan dari kantor dan menginap di hotel. Dua hari sekali dia ke hotel untuk ambil baju kotor gw, dan ngasih uang jajan siapa tahu gw bosen makan di hotel (dan benar banget gw bosen). 
Aaah rasanya tidak cukup ruang di dunia ini untuk menceritakan kenangan tentang bapak. 

Ketika dia meninggal dan di semayamkan semalam di rumah karena menunggu kedatangan abang gw, gw memilih tidur sampai pagi sambil memeluk kakinya.

Padahal ada uap dingin di bawah kasur berasal dari beberapa balok es batu, saya hancur, saya sedih kehilangan sahabat terbaik saya.

Karena bapak pendukung nomer satu ketika gw berkeras kuliah di jurnalistik demi ingin jadi wartawan. 


Dia mengoleksi majalah dan koran yang berisi tulisan gw, bahkan ketika gw di wawancara Femina tentang hobby gw mengoleksi mobil mainan VW, dia beli beberapa majalah untuk dibagikan ke teman kantor dan om gw yang di bandung, aiiiih berasa artessss.

Dulu bapak rajin anter jemput gw pas kerja (karena kantor kita searah), sampai sampai gw dijulukin anak bapak wkwkwkwkw.

Soalnya bapak kadang gak sabar nunggu gw di bawah, trus dia naik ke kantor gw padahal kita masih rapat redaksi, yang ada mereka pada teriak "Hanny sudah di jemput bapak tuh" hi...hi....

Itu salah satu support dia untuk kerjaan wartawan yang gw geluti, dengan memahami kalau gw kadang tidak bisa pulang kerja bareng dia, dan harus meliput sampai malam. 

Walhasil ketika gw pulang dia masih duduk di meja kerjanya atau nonton TV, begitu gw masuk rumah, dia baru siap-siap masuk kamar, dan gw sadar dia nungguin anak perempuannya pulang.
 
Sayang bapak tidak sempat bertemu dengan suami gw yang baiiiiknya sama dengannya dan anak perempuan gw, walaupun gw sempat bermimpi dia memandang Nayla ketika dia berumur 3-4 bulan. 

Kalau bapak masih ada, bapak pasti punya tambahan teman nonton bola bareng selain anak anak lelakinya. Suami gw ini memang penggemar nonton olah raga, dari sepak bola, badminton, tenis hingga basket.

Tenang ya pak, anakmu ini sudah ada yang jagain, nama depannya sama denganmu Doddy juga, tapi dia tidak merokok dan minum kopi, baik dan sayangnya sama dengan bapak.

Apalagi kami punya anak perempuan namanya Alanis Nayla Ramadhani yang sekarang berumur 11 tahun, sayangnya ke kami berlipat ganda,  apapun dia lakukan untuk kami berdua pak.

Aaah bapak sayang gw kangen, Alfatiha untukmu pak, semoga kita bisa berkumpul lagi, aamiin


Tulisan ini gw posting pas lomba hari ayah,  dan menaaaang.  Ternyata almarhum bapak ngasih berkah buat gw, Alhamdullilah. 

Sabtu, 11 November 2017

Plesir Ke RPTRA Kalijodo

Setelah sebelumnya mencoba Bus Pariwisata TransJakarta yang gratis dengan rute seputaran Thamrin dan Kota Tua, kita bertiga kepingin banget mencoba rute yang paling jauh ke RPTRA (ruang publik terpadu ramah anak) Kalijodo.

kesampaian juga akhirnya pas tanggal 11 November 2017, kita secara dadakan  pulang dari Nayla latihan ballet, langsung menuju Sarinah Thamrin.

Setelah dua bus pariwisata yang datang dengan tujuan kota Tua dan Pasar baru, akhirnya bus ketiga menuju Kalijodo. Busnya bagus banget.

Perjalanan menuju Kalijodo, nyaman dan asik banget apalagi kita duduk di bagian atas, semua terlihat lebih menakjubkan. Begitu sampai disana, kami melihat sebuah wahana bermain yang asik dan luas.

Berikut foto foto fasilitas yang ada disana:

Tuh kumplitkan, bahkan ada masjid besar di seberang RPTRA namanya masjid Jami Al Mubarokah. Kapan-Kapan kepingin kesini lagi tapi berangkat pagi biar lebih lama disana.

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...