Rabu, 21 Februari 2018

Blossom Zoya Bikin Jatuh Hati

Cari aroma parfum atau wewangian bagi saya, susah susah gampang. Karena saya alergi sama bau wewangian apalagi yang wanginya nyegrak menusuk hidung yang bikin bersin bersin sampai cape.

Tapi minggu lalu, akhirnya ketemu juga sama minyak wangi yang aman buat hidung saya, aman di kantong juga, dan anak saya ikutan suka juga. 

"Ma tempatnya lucu deh, pink lagi, mau dong pakai minyak wanginya" kata Nayla ketika dia melihat saya sok sibuk bikin foto parfum Zoya di pinggir kolam renang.
Blossom Eau De Toilette Zoya Cosmetic
Langsung deh dia semprot ke bajunya, persis seperti kalau dia pakai parfum bergambar Frozen kalau mau pergi sekolah atau jalan.

"Harum ma, suka, buat Nayla yaaaa" hi...hi.... begini deh kalau punya anak kecil menjelang remaja, semua punya mamanya dari sepatu baju sampai peralatan lenong kepingin dicoba.

Tapi memang bener loh, parfum keluaran Zoya Cosmetics seri blossom ini segaaaaar sekali, no bersin bersinπŸ˜€. Selama ini saya jarang pakai wewangian, kalaupun pakai, saya hanya bisa  merek tertentu yang aman buat hidung, dan belum pernah kelain hatiπŸ˜€.

Kalau dilihat dari komposisinya si blossom yang artinya bunga ini, ternyata perpaduan aroma bunga musim semi seperti bunga sakura, lilac, dan daisy.
bunga Sakura (cewekbanget.grid.id)
bunga Lilac (egaafitri blogspot.com)
bunga Daisy (pxhere.com)
Wiiiih pantas segar ya, dibuatnya dari aroma bunga bunga musim semi, hi...hi... sok teu, pastinya sih ini sekumpulan bunga cantik yang terkena cerahnya sinar matahari, segarnya embun pagi dan hembusan angin.

Dari deskripsinya, wewangian ini sesuai untuk karakter wanita yang anggun dan romantis, eheeeeem kalau romantis saya masih mungkinlah, tapi kalau anggun ahaaai jauuh deh, tapi kok saya cinlok sama baunya ya.

Selain itu eau de toilette blossom 50 ml ini, aromanya  lebih pekat  dan tahan 8 jam, wah asiik ini jadi gak perlu sering sering semprot kalau lagi di luar.

Bagaimana ceritanya kok saya bisa ketemu minyak wangi asiik ini?... secara kebetulan sih, di workshop menulis dengan hati bersama Dini Fitria, Zoya menjadi salah satu sponsornya.

Tadinya ditawarin untuk mereview lipstiknya Zoya, tapi ternyata ada minyak wanginya juga dengan botol yang cantik, ganti haluan deh😍 walaupun gambling apakah saya akan cocok dengan baunya.

Nah kebetulan secara acak minyak wangi yang dikasih sama mak Elisa Koraag yang warna pink, yo wis, berhubung masih valentine dan pink identik dengan valentine kan ya.

Sepertinya saya kepingin beli seri blossom satu lagi untuk Nayla anak saya, dan seri cotton, penasaran sama warna birunya. Untuk harga, eau de toilette dari Zoya cosmetic ini masih terjangkau, sekitar 99 ribu rupiah.

Apalagi Zoya cosmetic ini hadir secara online, menjual semua produk kecantikan yang diperlukan wanita, yuuuk cusss tunggu apalagi, segera meluncur di websitenya.
πŸ’™πŸ’•πŸ’™πŸ’•πŸ’šπŸ’›πŸ’œ

Senin, 19 Februari 2018

Menulislah dengan Hati Penuh Cinta

Menulis harus dengan hati, punya goal atau tujuan yang jelas, dekat dengan keseharian, bisa  bikin penasaran karena kita berhasil menyentuh hati pembaca dan ditulis dengan penghayatan full
(Dini Fitria)
coretan dadakan😍
Ini salah satu kutipan tentang bagaimana membuat cerita feature dari penulis tiga buah novel best seller Dini Fitria yang saya suka. Kutipan ini menyadarkan saya, ketika menulis di blog, ada satu unsur yang terkadang saya lupakan.

Eits kok saya bisa dapat kutipan keren dari penulis dan bekas jurnalis televisi ini. Saya termasuk dari 30 orang blogger yang beruntung, dipilih dari ratusan pendaftar di batch pertama "Menulis dengan Cinta" bersama Dini Fitria.
dapat juga kesempatan foto bareng
Bersama teman2 blogger, Dini fitria, Shafira, Zoya, C2live
Kutipan cara membuat feature yang menjadi bahasan Dini dalam workshop berdurasi 4 jam tersebut, ingin saya kupas dulu satu satu satu sebelum membahas apa sih feature stories itu.

Selama ini saya menulis dengan hati pastinya, kalau ini saya yakin sekali, karena blog yang saya dedikasikan untuk anak saya Nayla (11tahun), 80 persen tulisannya melulu tentang dia. 

Tujuannya jelas, saya  kepingin blog saya jadi kenang kenangan bagi Nayla, dia bisa mengingat kembali apa saja yang sudah dia lakukan  selama jadi anak kami.

Tulisannya harus dekat dengan keseharian, ini juga masuk dalam blog saya, kan yang saya tulis dengan ringan kejadian atau kegiatan Nayla sehari hari.

Tapi apakah bikin penasaran pembacanya, ini yang saya tidak tahu karena belum ada yang protes dengan tulisan saya di blog. Kalaupun ada yang komentar hanya dengan kalimat manis manis saja.

Memang pernah ada yang bertanya di blog, nomer kontak penjual baju frozen yang dipakai anak saya, dan saya baru balas 2 bulan kemudian, gubraaaak, karena dulu jarang cek kolom komentar karena tidak yakin ada yang baca😁. 

Sejak itu saya selalu menuliskan alamat atau nomer kontak tempat saya membeli barang yang lucu atau tempat makan yang kami datangi, ditulisan blog berbayar maupun tidak.

Ehm.... mulai kelihatan kekurangan blog saya dari kutipan Dini (menurut saya) salah satunya rasa penasaran pembaca kadang saya lupakan sedikit (kalau salah satu berarti ada lagi dong ya kekurangan yang lain😁).
Biar lebih paham lagi saya mau mengulik topik utama dari workshop yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur C2Live, EvHive, Kulina, hijab Zoya, Zoya cosmetics  dan Shafira busana muslim.

Yaitu menulis dengan metode feature stories dan story telling.

Features StoriesπŸ’¦πŸ’•πŸ’ž

Tulisan non fiksi, dengan gaya bertutur, tentang karakter human interest, tidak harus ada 5W 1H, menghibur, santai, tidak dituntut tenggat waktu
πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™
Tulisan seperti ini dulu makanan saya sehari hari ketika terakhir bekerja jadi jurnalis radio di Jakarta. Dulu saya suka sekali memilih feature profil, salah satunya tentang Alm. Ali Sadikin bekas Gubernur DKI.

Bisa terbayang dengan jelas apa yang dikatakan Dini Fitria, menulis dengan hati, karena dulu ketika membuat feature radio ini, saya membuatnya dengan hati senang karena memang saya suka, orang yang saya pilih memang idola saya, semua bukunya saya koleksi.

Tentunya saya menulisnya dengan sudut pandang yang beda dengan buku mereka yang sudah ada atau sesuatu yang saya anggap menarik, melalui hasil diskusi dengan editor saya. 

Daaaaaaaan blog saya rasanya ramuannya belum sekumplit feature radio yang saya buat (lagi lagi menurut saya ya), apalagi saya menulis apa yang saya mau tanpa harus berdiskusi dengan orang lain.

Jadi lebih tertantang nih untuk membuat tulisan di blog menjadi lebih greget isinya.
 
Story Telling πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’

Kebanyakan orang suka dengan cerita yang membuat orang seperti  menjadi bagian dari cerita tersebut, apalagi kalau menyentuh hati, dan meninggalkan kesan yang dalam.
 
Menurut Dini, ibu dari dua orang putra dan putri ini, karena dia suka menulis puisi, tidak cukup hanya menuliskan kalimat tentang suatu pagi yang cerah, tetapi harus diberi  bumbu sehingga sedikit berbunga bunga, menjadi kalimat, embun jatuh di helai daun membuat pagi lebih segar dan cerah (hi...hi... maaf ya dini, tidak bisa persis seperti kalimat puisimu).

Intinya sih tulisan sifatnya provokatif tapi tidak agresif, sehingga bisa membawa pembaca atau pendengar berimajinasi membayangkan tetes embun yang jatuh di pagi hari.

Dini menambahkan hidup itu soal rasa, maka temukanlah rasamu dan jagalah. Menulis adalah cara termurah dan teraman untuk menuangkan rasa.

Menuliskan rasa akan menjadi bermakna bila kita bisa mengambil ibrah dan hikmahnya.  Kalau bisa kita jangan jadi blogger  mainstream deh tapi blogger anti mainstream.. widiiiiih....

Makanya menurut Dini ketika menulis feature, harus ada Premis, yaitu benang merah yang mengikat semua alur cerita yang kita buat dan memiliki emosi di dalamnya.

Aaaaah rasanya waktu 4 jam tidak cukup untuk menimba ilmu menulis feature dengan hati dan cinta ini.  

Yuk lihat  disini profil Dini Fitria bagaimana dia dulu menjadi jurnalis televisi, haru birunya perjuangannya selama 7 tahun untuk mendapatkan anak anak tersayang.

Serta bagaimana sebuah kisah cinta yang belum selesai bisa menjadi  inspirasi novel-novelnya yang jadi best seller. 

Ada satu nasihat dia yang jleb banget "jangan pernah terlalu membenci sesuatu hal, karena bisa jadi yang kita benci jadi sesuatu yang kita cintai secara mendalam". 

Kalau akhirnya malah berbuah jadi novel novel bagus sih sepertinya gak apa apa ya😍. 

Selain itu, walaupun hanya singkat, karena keterbatasan waktu, kita ditambahin ilmu dari Ani Berta tentang tips menjadi content writer. Jangan menolak untuk menulis atau mereview sesuatu di luar hal yang kita suka.

Jadikan semua itu tantangan dan warna lain untuk tulisan di blog. Sesuatu yang tidak kita suka atau tidak biasa kita pakai, bisa kita tulis dengan sudut pandang lain sesuai tema blog, wah terima kasih tips singkatnya ya.

Acara workshop lebih dari 4 jam ini pastinya diselingi dengan makan siang yang enak, menu siang itu ayam betutu, kangkung plecing, tahu goreng dan kerupuk, persembahan Kulina
Dan tentunya goody bag kece dan keren untuk, bintang tamu dan peserta workshop dari hijab Zoya, Zoya cosmetics  dan Shafira busana muslim.
Goody bag kece
Goody bag Dari Shafira untuk Ani Berta dan Dini Fitria
Kebetulan ketika tiga tahun lalu saya memutuskan untuk berhijab, dua merek ini (Zoya dan Shafira) yang pertama yang saya kumpulkan, karena selain barangnya bagus, kedua toko ini dekat dengan tempat tinggal saya.

Eh ada kejutan lagi ternyata, kita semua diberi tutorial cara lain memakai hijab yang cantik banget hasilnya, plus modelnya juga cantik sih😍.
Lengkap sudah hari itu, tambah ilmu, nyobain makan siang yang enak dan bawa pulang goody bag cantik, jadi walaupun saat itu hujan dan banjir, tetap happy, semoga bisa ikutan lagi acara seperti ini.πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œπŸ’πŸ’•  

Jumat, 16 Februari 2018

Kendies Goes To Cirebon 2018

Kumpul untuk menjalin silaturahmi dengan teman teman dekat ketika kuliah dulu, masih bisa  gw lakukan februari 2018 ini, tapi kali ini rasanya harus menginap walaupun hanya sehari.

Karena pinginnya pergi yang agak jauhan. Setelah berdebat panjang kali lebar di grup WA berjumlah 10 orang ini, kota Cirebon mengalahkan Malang dan Bali.
Alasannya sih simple, selain biayanya lebih besar, Malang sama Bali gak cukup kalau hanya menginap 2-3 hari, padahal buat beberapa dari kita seperti gw dan desi belum pernah ninggalin anak seharipun.

Jadi kalau mau mencoba menginap kayaknya yang 2 hari 1 malam dulu deh. Tahun kemarin kita sukses me time rame rame ke Bandung tapi pulang pergi, (Kendies halan halan ke Bandung)

Habis itu berdebat lagi dong soal tanggal, apalagi buat yang punya anak masih kecil kecil (kecil versi kita ya hi...hi...), pastinya ada drama anak minta ikutlah, gak tegalah ninggalin mereka #ngok

Akhirnya ketemu juga tanggal untuk ngetrip, 10-11 Februari 2018, pas akhir pekan. Langsung deh ada yang inisiatif pesan tiket untuk semua, walaupun ada satu tiket yang salah bulan, soal tiket ini penuh drama juga deh #wink.

Nah untuk urusan hotel sama mobil, gw ambil alih karena kebetulan sepupunya suami tinggal dan punya EO di Cirebon, pas kan, namanya Rendra ini nomer wa nya 081360223199

Dia yang pesanin hotel dan kendaraan untuk keliling keliling Cirebon. Gak salah deh pesan lewat rendra,  harga bisa lebih murah dari pesan online. 

Kali ini kita pakai mobil yang besar, untuk 10 orang. Sedangkan hotelnya, kita booking 5 kamar di hotel Prima Cirebon karena Ega minta yang ada kolam renang.

Belakangan kamar hotel di cancel 1 karena Ika mendadak tugas ke Malaysia. Otomatis nanti ada yang sekamar bertiga.

Tapi Ega sudah menyiapkan nomer kocokan untuk memilih kamar, jadi kalau kebagian bertiga satu kamar ya gak bisa nolak dan satu  kocokan lagi untuk memilih kado (ceritanya sih kita mau tukeran kado).

Kelar dong ya (harusnya begitu) tapi ternyata ada cerita seru lagi pas hari H nya. 

Nina bikin kita deg deg-an karena 2 menit sebelum kereta berangkat, dia baru sampai di gerbong kereta, gara gara kereta dari Bogor sempat delay.
\
Tujuan pertama setelah sampai Cirebon, pastinya makan siang dong ya. Nasi jamblang Ibu Nur yang dipilihin sama rendra, walaupun sebenarnya gw pinginnya sih (lagi lagi) nasi jamblang Mang Dul.

Gw lihat nasi jamblangnya modern ya, ada ruangan ber AC, sayangnya daun jamblang hanya sebagai alas makan bukan untuk membungkus nasi hangat seperti yang pernah gw makan di Mang Dul.

Tapi untuk makanannya hampir semuanya enak, karena teman-teman gw pesan macam-macam lauk, sambalnya juga juara, bahkan ada yang pesan empal gentong dan sate kambing.
Kelar makan Ita mengusulkan kita mampir sebentar ke Toko oleh oleh Pangestu karena diaini kumplit jual segala macam makanan hingga baju dan kain batik.  Maklum miss jinjing sudah gatel mau belanja wkwkwkwk.
Dari Pangestu, kita sholat dhuhur di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Kebetulan mesjid ini sebelahan sama Keraton Kasepuhan, jadi bisa sekalian kita tur kesana.
Foto: Lenitha Safitri
Foto: Lenitha Safitri
Foto: Lenitha Safitri
Foto: Lenitha Safitri
Sayang gak bertemu Sultan, tapi  kita bisa lo makan bareng Sultan, dengan biaya tertentu dengan jumlah minimal 20 orang dan tentunya harus pesan jauh jauh hari, boleh juga ya kapan kapan gw coba (perasaan kok Sultan jadi dikaryakan gituπŸ˜€).

Kampung batik Trusmi Jadi tujuan kita selanjutnya. Kayaknya kalau ke Cirebon tapi gak kesini belum kumplit. Kalau gw sih lebih  ngincer mau beli cake banana yang gw suka sama cakenya Andika Pratama😁

Karena kebetulan di Trusmi ini selain menjual segala macam kain dan baju batik yang banyak macamnya,  dia juga menjual segala macam makanan dan oleh oleh khas Cirebon,  mirip toko Pangestu tapi versi besar dan kumplit. 
Karena ini perjalanan 2 hari 1 malam, hari sabtu ini harus dipadatkan jadwalnya. Jadi walaupun badan sudah lelah pingin mandi dan rebahan di hotel, tapi kok rasanya nanggung kalau harus balik dulu ke hotel.

Makanya kelar dari Trusmi kita makan dulu sebentar di Mie Koclok Panjunan. Mienya mirip mirip mie celor dari Palembang, kuahnya kental karena pakai santan dan tepung maizena, ada sayuran tauge, dan daun bawang, topingnya ayam suir rebus yang enak, dan irisan telur rebus.
Lumayan buat nganjel sebelum kita bermalam minggu lihat Cirebon waktu malam di Klapa Manis. Sayang hujan dan spot foto yang bagus, sudah full di booking, untuk makanan sih lumayan enak, kebetulan kita hanya pesan makanan ringan.
Habis dari Klapa Manis, badan rasanya sudah gak bisa diajak kompromi, maunya buru buru balik ke hotel, mandi rebahan, eh masih ada acara tukar kado deh (harganya gak boleh kurang dari 100 reban)πŸ˜€.

O iya dari hasil kocok nomer kamar tadi siang, gw sekamar sama Vivi, Ega sama Ita, Bonny, Mila dan Nina satu kamar, Hesti dan Dessy kamar yang ke 4 (ini sudah ada yang minta tuker teman sekamar sebelumnya ahaaaay).

Di penghujung malam, Bonny masih sempat buat pesan nasi goreng kambing dan ayam lewat Go Food buat kita, alasannya sih pas di Klapa Manis tadikan belum makan malam hi..hi... 
Akhirnya pulang juga kita, minggu 11-2-2018. Setelah sarapan bareng (ada empal gentong enak di prasmanan, kita bolak balik nambah), kita mencar mencar sebentar, ada yang berenang, ke pasar pagi karena ada oleh-oleh yang masih belum dibeli.

Sementara gw sama Vivi, Hesti dan Ega memilih lihat car free day yang sudah hampir kelar, dimulai dari depan hotel.
Aaaah tahun depan kita ngetrip bareng lagi ya gaeeees, nabung nabung biar bisa jalan jauhan dikit lagi (impiannya sih bisa umroh bareng, Aamiin).  

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...