Senin, 23 Maret 2020

Sinar Mas Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19


Hi Mom...

Sudah satu minggu nih sejak covid-19 jadi pandemi, Nayla dan suami di rumah. Belajar, kerja dan keruntelanlah kita bertiga, saya pribadi sih senang plus lega melihat mereka akhirnya bisa berkegiatan di rumah.

Masih teringat ketika mereka belum mendapat kepastian untuk social distancing, saya ketar ketir di rumah. Gimana enggak, Nayla bilang sabun cair di kamar mandi sekolah sudah habis.

Nayla memang saya bawain hand sanitizer tapi tetep parno dengan kesehatan dia di sekolah. Apalagi saya gak bisa membujuk suami saya buat bawa kendaraan ketimbang naik moda transportasi umum ke kantornya di Jakarta Selatan.

Setelah semuanya berkumpul, pekerjaaan rumah kita selanjutnya adalah nyari masker. Masker ini sejak bulan lalu sudah gak ada dimana mana, apalagi sekarang.

Kebayang gak bagaimana keadaan para petugas medis kalau peralatan yang melidungi mereka dari covid-19 kosong.

Kalau mereka tidak terlindungi bagaimana nasib kita?

Saya punya sepupu biasa saya panggil kak Yanti yang jadi bidan pelaksana di puskesmas Kunciran Tanggerang. Sekarang dia tiap hari pakai baju isolasi untuk para pekerja medis atau biasa disebut alat pelindung diri atau APD yang mirip kostum astronot.
kak Yanti
Baju ini mihiiil banget harganya di atas 300 ribu rupiah, jlebnya lagi selain baju ini mahal, hanya sekali pakai pula gooosssh. Saat ini persediaan baju ini katanya sudah menipis, di beberapa tempat ada yang pakai jas hujan parasut yang tipis itu, double jleb deh.

Sedih..bukan karena saya punya sepupu yang jadi bidan tapi bayangin deh kalau para pekerja medis ini terpapar siapa yang akan merawat kita nanti.  Oooooh saya gak berani bayangin, nulis ini saja saya gemetar.

Secercah Harapan Dari Sinar Mas

Untungnya ada kabar baik yang bikin lega hati, 19 Maret 2020 Sinar Mas bersama perusahaan lain di bawah naungan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggalang dana sebesar 500 miliar rupiah, uwooooow. 

Penggalangan dana ini dilakukan sebagai dukungan bagi ujung tombak penanggulangan pandemi virus corona atau covid-19.
Dok. IG Sinar mas
Menurut Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, Selain Sinar Mas ada kurang lebih 8 perusahaan  yang sudah konfirmasi akan berdonasi. Mereka masih menunggu pengusaha lain untuk kepedulian sosial ini.

Bantuan disalurkan melalui Kementrian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap para tenaga medis yang berjuang di lapangan dalam merawat para pasien yang positif corona.

Donasi yang terkumpul nantinya untuk melengkapi peralatan kesehatan bagi tenaga medis. Karena kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci memerangi pandemi covid-19.

Seperti yang dikatakan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sekaligus CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjhin selepas melakukan penyerahan simbolis kepada Ketua PBNU Bidang Kesehatan yang juga Pembina Tim COVID-19 PBNU, dr. Syahrizal Syarif di kantor Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB).

Donasi bertahap  akan berbentuk peralatan uji cepat (rapid test kit) sebanyak 1 juta buah, 20 ribu baju isolasi (coverall safety), 4 unit alat bantu pernapasan (ventilator), berikut 1 juta masker. Penyaluran bantuan berlangsung di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan BNPB.
Dok. IG Sinar Mas
Bahkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah menyerahkan bantuan berupa APD seperti baju isolasi, masker, kacamata, sarung tangan, juga ventilator bagi Kementerian Kesehatan dan beberapa rumah sakit seperti RSPAD Gatot Soebroto, RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan.
Seluruh penyaluran donasi berikut perusahaan yang berpartisipasi akan dilaporkan kepada Presiden secara berkala. Semoga makin banyak perusahaan yang ikutan ya.

Rapid Tes Kit

Semangat dan jadi lebih optimis penanganan pasien corona akan berjalan lebih baik. Karena nantinya akan ada 1 juta buah peralatan uji cepat (rapid test kit). Hanya cukup dari hasil pemeriksaan darah bisa ketahuan lebih cepat kita tertular virus corona atau tidak.

Rapid test memiliki alat pemeriksaan bawaan untuk mencegah hasil tes positif atau negatif yang palsu serta memiliki akurasi yang sangat tinggi.

Yang melegakannya lagi pasien pada tahap awal infeksi dapat diindentifikasi lebih cepat dan berpotensi membantu mengurangi penyebaran virus corona.

Beda dengan yang dilakukan sebelumnya dengan metode swab. Yaitu mengambil sampel dari lendir dan saluran pernafasan. Caranya dengan mengusap menggunakan alat khusus di mulut dan hidung.

Umumnya hasil tes corona dengan cara ini gak langsung  keluar hasilnya. Nah kemungkinan orang yang melakukan ini sambil menunggu dia bisa saja bosen terus jalan deh kemana saja yang berpotensi menyebarkan virus (kalau ternyata dia terpapar).

APD Alat Pelindung Diri

Baju isolasi untuk para pekerja medis yang masuk sebagai alat pelindung diri atau APD ini mirip kostum astronot. kebayang kan panasnya pakai baju seperti ini seharian, acung jempol untuk mereka ya mom.

Nah baju ini seperti yang saya bilang sebelumnya selain mahal sudah mulai jarang di pasaran. Padahal baju ini hanya sekali pakai alias langsung buang setelah dikenakan seharian.

Pada akhirnya ketika baju ini habis dan tidak ada cukup dana untuk membeli APD, ada yang menggunakan jas hujan untuk melindungi dirinya ketika mengurus pasien. 

Miris kan  kala melihat mereka memakai jas hujan yang tipis dan gak ada pelindung yang bisa melindunginya dari terpaparnya virus pasien corona.

Yuuuk kita sebagai masayarakat awam melakukan apa yang kita bisa, patuhi anjuran untuk bekerja dan belajar di rumah, hidup sehat dan jangan lupa untuk bahagia.

Berdiam di rumah bisa menyetop penyebaran covid-19, dokter gak kewalahan terima pasien. Semoga kehidupan  dan perekonomian secepatnya kembali normal ya mom.

Jumat, 13 Maret 2020

Sensasi Mandi Parfum Vitalis Body Wash Setiap Hari

Hi Mom....

Virus korona bikin cemas ya, ikut berburu segala macam bahan makanan gak mom? untungnya saya gak termasuk yang ikut ikutan nyetok segala macam makanan. 

Bukan apa apa selain gak ada tempatnya, dua supermarket dan tempat belanja sayur mayur di apartemen tempat saya tinggal gak ikut ikutan huru hara.

Paling hanya kesulitan saja untuk mendapatkan masker karena kebetulan anak saya Nayla yang baru saja sembuh dari radang tenggorokan, sudah beberapa hari ini batuk.

Terbangun tengah malam karena sesekali batuk dan ngambilin air minum hangat buat Nayla bikin jam tidur berkurang. Gitu deh kalau anak sakit kan ya mom.

Biasanya kalau kalau suami dan anak saya sudah berangkat ke kantor dan sekolah, saya bukannya mandi malah nyolong tidur beberapa jam sebelum sholat Dhuha. 

Gak sengaja sebelum tiduran saya membuka tutup sabun Vitalis yang ada di meja kamar saya. Warna botol botolnya menarik mata dan lux plus baunya haruuum.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body wash  
💙💗💚💛💜💓
Kebetulan ada 3 varian Vitalis di rumah. Varian White Glow wanginya segar banget, warnanya juga  pinky gitu. Aromanya bikin saya jadi pingin mandi, setelah berhenti kerja saya kan jarang jarang mandi pagi kalau bukan karena mau pergi hi...hi...

Dan bener loh begitu badan kena sabun ini rasanya semua stress hilang, kulit lebih kinclong (ehhmmm) nyaman banget. Aromanya manis seperti bau baunya permen, jadi pingin mandi berlama lama deh rasanya.

Ternyata sabun cair ini mengandung ekstrak licorice, aroma cerry, rasphberry dan susu. Pantas wangi aroma parfumnya glamor dan tahan lama.
Sedangkan licorice adalah tanaman herbal yang akarnya biasa disebut akar wangi memiliki cita rasa manis, makanya suka jadi bahan campuran untuk permen dan minuman.
Sabun ini juga jadi pilihan Nayla nih yang suka banget sama warna pink apalagi ada kandungan susunya bikin kulitnya lebih cerah. 
Sorenya saya coba sabun yang kedua yang botolnya warna hijau  bikin kulit lebih segar, gimana gak segar kandungan Vitalis fresh dazzle (skin refreshing) itu ekstrak jeruk yuju dan teh hijau. 

Begitu kelar mandi sore langsung kepingin duduk duduk manja berdua Nayla di gazebo depan kolam renang di lantai bawah. Sayang kan badan sudah segar tapi hanya nongkrong dalam rumah.

Nah yang ketiga warna ungu Soft Beauty (skin nourishing) kandungan ekstraknya lebih asik lagi, alpukat dan vitamin e. Alpukat selain enak dibikin jus atau alpukat kocok nyaaaam...nyaaam (jadi kepingin) juga melembabkan dan melembutkan kulit. 
Setali tiga uang dengan alpukat, vitamin e kandungannya bagus untuk menutrisi kulit sehingga menjadi lebih kenyal dan lembab.

Jadi kalau sudah banyak varian sabun dengan parfum mewah yang banyak manfaatnya untuk kulit kayak gini, gak mungkin deh bikin malas mandi. Apalagi saya, suami dan Nayla bisa bergantian nyobain macam macam varian sabun Vitalis.

Kalau rajin mandi badan jadi bersih dan harum, kuman dan virus Insya Allah malas nemplok di badan ya mom. Penasaran sama vitalis kece ini klik link Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Bagaimana dengan harganya? tenang mom masih terjangkau dengan uang belanja kita. Mungkin harga beda  beda sedikit tergantung lokasi dan faktor tertentu, tapi percaya deh terjangkau banget.

  • Vitalis Body Wash bottle 100 ml : Rp 9.700,-
  • Vitalis Body Wash bottle 200 ml : Rp 18.000,-
  • Vitalis Body Wash pouch 250 ml : Rp 14.700,-
  • Vitalis Body Wash pouch 450 ml : Rp 25.000,-
Sabun cair dengan harum parfum dan mewah begini ternyata ada logo halal dari MUI pula, bikin hati jadi tenang dong. Kuuylah buat beli  di supermarket terdekat.

Sinar Mas Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19

Hi Mom... Sudah satu minggu nih sejak covid-19 jadi pandemi, Nayla dan suami di rumah. Belajar, kerja dan keruntelanlah kit...