Jumat, 29 September 2017

Memimpikan Bangku Khusus Anak-anak di Kereta Api

Kereta api itu selalu membius anak kecil ketika pertama kali melihatnya. Nayla, anak saya juga begitu, dia takjub melihat dan menaiki benda seperti ular berjalan melintas di rel.

Itu dulu ketika dia baru berumur 4 tahun. Sekarang, setelah umurnya 10 tahun, apakah tetap suka kereta api?  Ternyata tetap suka, walau pun kadang kami pergi dengan kereta kelas bisnis.
Kepinginnya sih KAI menyediakan alat gambar ukuran mini untuk anak-anak, biar mereka tidak jenuh selama 3 jam atau bahkan kadang 10 jam berkereta.

Selama ini saya memang membawa alat gambar atau tulis, hingga buku cerita ketika bepergian. Kebayang gak kalau ini ketinggalan dan tiba-tiba anak saya merasa bosan di kereta.

Nah kalau Commuter line, Nayla juga punya pengalaman menyenangkan ketika ke Bogor bersama teman-temannya.  Walaupun harus berdiri berdesak-desakan diantara orang dewasa.

Tapi dia sempat bilang, “Coba yang buat gelantungan gak tinggi ya, Nayla bisa pegang sendiri”. Selama ini pegangan atas hanya untuk orang dewasa, padahal anak-anak juga banyak lo yang tidak diberikan tempat duduk.
Atau misalnya ada bangku sendiri khusus untuk anak-anak yang dudukan bangkunya lebih rendah, mencegah  orang dewasa untuk nekat duduk disitu.
Harapan dan impian ini semoga terwujud, apalagi Kereta Api Indonesia KAI sudah 72 tahun berkiprah di perkeretaapian Indonesia.

Sesuai salah satu pilar penting perusahaan yaitu  kenyamanan, maka KAI tentunya terus memberikan yang terbaik kepada setiap pelanggannya.

Yang membuat saya kagum, KAI mampu mengangkut 1 juta orang perhari wooow. Seandainya semua orang mau menggunakan moda transportasi ini, kemacetan di jalan raya bisa berkurang.

Selamat ulang tahun ke 72 Kereta Api Indonesia, maju terus kami tunggu kejutan-kejutan menyenangkan darimu ya.

Jumat, 22 September 2017

Mama, Aku Dibully

Yuk mulai sekarang ajarkan anak kita untuk berani cerita apapun kepada orang tuanya, cerita sedih atau pun senang. 

Untuk kali kedua nih saya menulis soal bully. Sejak penulisan pertama saya mulai mengganti tagar saya di sosial media ketika memposting foto anak saya, dari yang awalnya #ilovenaylambem menjadi #ilovealanisnaylaramadhani.

Panjang ya tagarnya😀,  kalau pakai kata cantik nanti ada yang protes, "halooo anak saya lebih cantik tauuuu", hi...hi... Serta berpesan pada suami saya untuk melarang teman kantornya memanggil anak saya dengan nama suami.

Kok bisa? anak perempuan saya ini mukanya seperti pinang dibelah dua dengan suami saya (bukannya biasanya begitu ya, anak perempuan mirip ayah). 
tu kan mirip
Buat saya saat ini, panggilan-panggilan seperti itu adalah bully kecil-kecilan dari orang dewasa.  

Serius amat sih mak, ho...ho...soalnya habis dapat pencerahan dari Vera Itabiliana Hadiwidjojo pakar psikolog untuk anak dan remaja di acara Ghatering Kumpulan Emak Emak Blogger dan #SinarmasMSIGLife tanggal 9 September 2017 kemarin, dengan tema "Menyikapi Bullying Pada Anak"
Vera itabiliana hadiwidjaja
Orang Dewasa Pelakunya

Biasanya orang dewasa tidak sadar melakukannya, ketika mereka memanggil Ndut... Mbem... Pesek. Saya dulu salah satu yang tanpa sadar ikut melakukannya.

Lucu-lucuan pastinya tanpa bermaksut menyakiti, lah wong saya sendiri sempat bikin tagar dengan kata mbem. Kadang anak saya protes dengan bilang "iiih mama", maaf ya nak.

Jadi sedih membayangkan perasaan mereka, ketika mereka dijawil pipi atau perutnya sambil bilang iiih ndut banget. 

Saya biasanya selalu protes, kalau ada yang bilang begitu ke anak saya, "Maaf ya mam, Nayla gak suka dibilang ndut". Apalagi saya lihat muka Nayla cemberut sambil berjalan pergi.

Trus bagaimana bila pelakunya guru yang seharusnya ikut bertanggung jawab menghentikan bully di sekolah?.

Misalnya mengatakan anak ini mungkin anak berkebutuhan khusus, ketika melihat muridnya pendiam sekali di sekolah. 

Atau memberi panggilan dengan nama tokoh film tertentu yang kebetulan gendut, tembam dan plontos kepalanya. Ini pertanyaan yang khusus saya ajukan di acara ghatering tersebut.

Menurut psikolog cantik ini, guru boleh-boleh saja mengatakan anak muridnya ABK (anak berkebutuhan khusus), asalkan sudah melakukan observasi menyeluruh setelah merujuk anak tersebut ke psikolog, terapis dan neurolog.

Tapi jangan lantas memberi label anak itu dengan ABK seperti Autisme dan Hiperaktif.

Intinya, jangan gampang menilai dan memberi label kepada seseorang, apalagi tidak berkompeten untuk bicara soal itu. lebih baik fokus pada cara menangani kesulitan anak tersebut di sekolah. 
Pelakunya Teman Sebaya

Nah Anak-anak seperti ini menurut vera,  awalnya iseng, merasa memiliki kekuatan yang lebih dibanding  anak lain, senang dapat perhatian karena kelakuannya  dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Menangani anak seperti ini pelaku dibiasakan minta maaf kepada korban dan orang tua korban.  Dia harus tahu banyak pihak tersakiti. 

Vera menegaskan,  rumah adalah fondasi untuk memproteksi terhadap timbulnya bullying pada anak. 

Seperti penerapan pola asuh, manajemen emosi, empati (anak akan berlaku sama dengan yang dia terima), bangun pertemanan,  cara menyelesaikan konflik dan sikap asertif. 

Yaitu suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang dirasakan,  dipikirkan dan diinginkan kepada orang lain. Namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak dan perasaan pihak lain.
Menurut Vera, colek gengsi anak. Bahwa yang dilakukan pelaku bully itu, cara atau kelakuan yang paling rendah, jangan ditiru, lakukan hal yang cerdas.

Siapa Saja Yang Jadi korban 

Semua bisa jadi korban. Biasanya korban tidak percaya diri, takut disalahin, yakin tidak ada yang menolong, lebih parah lagi tidak sadar kalau jadi koban.

Contoh yang paling gampang, kita masih ingat dong ya, ketika masih kecil, nama bapak kita di jadikan nama panggilan dan lebih beken ketimbang nama kita.

Padahal itu termasuk tindakan bully lo, tapi kita tidak sadar bahkan kadang ikut-ikutan. Dan sampai sekarang masih terjadi.

Akibat Bully

Ketika menulis ini saya jadi sedih lagi, karena teringat anak saya pernah mengalami ini, di bully kecil-kecilan.
https://diarynayla.blogspot.co.id/2017/08/?m=1

Bully ini jahat dan efeknya berbahaya sekali untuk si korban. Mereka bisa berhenti sekolah, harga diri buruk bahkan korban bisa bunuh diri.

Dari data KPAI komisi perlindungan anak Indonesia, ada 67 kasus bully terhadap anak, menurut Vera, ini hanya kasus-kasus besar. 

Terjadi peningkatan pada tahun 2015, menjadi 97 kasus besar.
http://www.kpai.go.id/berita/mengejutkan-bullying-di-sekolah-meningkat-jadi-perhatian-serius-jokowi-dan-kpai/

Di penghujung seminar, pakar psikologi anak dan remaja Vera Itabiliana hadiwidjojo memberikan nasihat yang bagus, kebetulan saya sudah terapkan di rumah sejak lama. 

Beritahu anak anda bahwa dia bisa bercerita apapun kepada orang tuanya, biasakan untuk memeriksa badan anak, dengan cara memeluk, dipijat sebelum tidur sehingga bisa diketahui bila ada yang janggal pada tubuh anak,  seperti memar atau luka.

Karena ada anak yang tidak berani bercerita atau menganggap itu luka biasa karena tidak sakit,  padahal habis ditendang temannya. 
Jangan lupa juga ya mengajarkan anak untuk membantu temannya bila melihat ada temannya yang di bully, minimal bisa memberitahu, guru atau orang tua korban. 

Selasa, 19 September 2017

Mengelola Keuangan Dengan Cara Menyenangkan

Middle Income class alias golongan ekonomi menengah jarang bahkan sedikit sekali yang bisa hidup beneran kaya seperti kaum hartawan  atau wealthy.

Dziiig… seperti kena tonjok  siang-siang pas denger  ucapan Aakar Abyasa Fidzuno, pakar perencana keuangan dari Jouska Financial.

Bukan, bukan karena sock tidak bakalan masuk golongan hartawan nantinya, tapi sebagian besar penjelasan Aakar benar  adanya.

Ciri-ciri kelas menengah ngehe (ini guyonan beken di dunia maya) sedikiiiiit mirip dengan saya dan suami.  Kerja di usia 20 tahun,  umur 30 th cicil rumah,  umur 50 cari menantu kaya (tapi yang sih ini  gak kita banget).

Menurut Aakar golongan ini hidupnya penuh drama banget makanya kadang susah naik kelas.  Suka  besar pasak daripada tiang.

Contohnya begini, misalnya biasanya cuma beli keju merk Prochiz (padahal keju oles Prochiz ini ajib banget deh kalo buat saus spaghetti Bolognese,  lebih creamy #salahfokus😆). Begitu naik gaji sedikit, belinya keju yang lebih mahal.

Atau yang lebih drastis lagi siap-siap ganti merk mobil yang lebih bagus. Bukannya tidak boleh, seharusnya bukan gaya hidup yang naik, tapi tabungan pendidikan untuk anak yang bertambah, misalnya.

Kalau sudah begini bagaimana? Perlu bantuan perencana keuangan? Hmmmm …. Untungnya saya ikut Gathering Kumpulan Emak2 Blogger   dengan #SinarmasMSIGLife pada tanggal 9 September 2017 di kawasan Karet Kuningan Jakarta Selatan.
Aakar Abyasa Fidzuno
KEB dan mas Aakar, saya yang paling heboh di belakang atas😗
Temanya asiik, bagaimana caranya kita terhindar dari masalah keuangan dan bagaimana caranya kita mengatur keuangan yang tepat dengan cara menyenangkan.

Yuuup setuju harus menyenangkan, apalagi buat saya yang gak mau diribetin sama hitung-hitungan yang bikin pening kepala.

#YukAturUangmu

Mulailah menghitung uang kita ada berapa, aset-aset yang kita punya apa saja, termasuk Utang,  salah satunya Utang kartu kredit kalau ada. 
Foto milik Jouska Financial
Kelar? Belum dong, sebaiknya bikin rekening berdua atau bersama, selain lebih mudah melihat dan mengontrol keluar masuknya uang, keinginan buat selingkuh cuma 1 persen hi....hi..... masa sih mas, kan kalau niatnya selingkuh masih bisa bikin rekening lain kan ya.

Dan yang paling penting anak kita dibikinin rekening sendiri khusus untuk dana pendidikannya. Sampai disini saya sudah mulai dapat gambaran, uangnya harus masuk di pos-pos apa saja.

Jadi mulai tentuin deh tujuan kita apa. Kalau saya sih simple,  punya rumah, kendaraan dan biaya pendidikan anak saya, yang hanya semata wayang, aman sampai dia selesai kuliah, minimal Strata satu (S I). 

Asuransi #SinarmasMSIGLife

Asuransi menurut Aakar menjadi fondasi dalam rumah tangga dan salah satu unsur yang penting.  Seperti asuransi kesehatan, pendidikan dan jiwa.

Ternyata banyak yang salah lo dalam memilih produk asuransi. Polis asuransi dimana nama tertanggung (individu yang di proteksi) adalah nama anak.

Ini merupakan kesalahan umum yang sering terjadi. Asuransi jiwa harusnya hanya dibeli oleh tertanggung yang memiliki nilai ekonomis. 

Sehingga jika terjadi resiko terhadap tertanggung, maka ada pengganti penghasilan untuk keluarga yang ditinggalkan untuk kurun waktu tertentu. 

Jadi tidak perlu lagi tuh beli asuransi banyak-banyak, cukup membeli 2 polis asuransi dengan tertanggung atas nama masing - masing tanpa membelikan untuk anak. Kita tidak harus menyediakan banyak dokumen dan kelengkapan data untuk melakukan proses claim.

Masih ingin mempertahankan polis - polis dengan premi mahal dengan pertanggungan kecil ?. Atau masih bingung mau memilih produk asuransi seperti apa yang sesuai kebutuhan dan dana keuangan kita?.

#SinarmasMSIGLife punya produk-produk asuransi yang kita butuhkan bahkan ada yang Syariah pula, seperti Asuransi Syariah  Traidisional .
https://www.sinarmasmsiglife.co.id/
http://www.sinarmasmsiglife.co.id/produk/prodPwrSaveSyariah 

Hidup bahagia dan sejahtera pastilah impian semua orang, hanya kadang jalan menuju kesana ada yang fokus ke satu tujuan ada yang belak belok tanpa arah.

Dari hasil seminar kemarin saya juga jadi tahu kalau arah yang kami (saya dan suami) ambil selama ini sudah lumayan benar. 

Kok lumayan sih, ya iyalah kami memang sudah memiliki rumah, kendaraan, sudah memiliki asuransi dan tabungan pendidikan, tapi setiap kali ada bonus atau kenaikan gaji, pasti sudah ada rencana mau jalan kemana, beli apa atau makan dimana.

Manusiawi ya, kan hidup harus seimbang, biarpun nantinya gak bisa menikmati jadi manusia tajir melintir alias Wealthy, minimal saran dari pakar keuangan seperti  Aakar Fidzuno, sudah kami jalankan, tidak besar pasak daripada tiang. Anda bagaimana?. 

Kamis, 07 September 2017

Jatuh Cinta Sama Si Kuning Mulus

Pisang  buat saya bisa di bilang sudah jadi teman setia untuk sarapan atau bekal ke tempat liputan,  kebiasaan ini dimulai sebelum saya menikah.

Sebagai mantan wartawan (eh gak ada istilah itu sih sebenarnya), saya punya jam kerja yang gak menentu, bisa berangkat subuh atau tengah malam.

Untuk urusan isi perut, kadang malas harus buru-buru makan.  Makanya saya selalu sedia pisang  Cavendish cluster isi 3-8 buah  di rumah. Kebetulan untuk di Jakarta Pisang Cavendish ada di mana-mana. 
Modelnya belum mandi hi..hi...
Buat persyaratan lomba Blog
“Pisang Pasti Sunpride” jadi pilihan saya, http://www.sunpride.co.id/. Karena 1 buah pisang ini kalau dimakan tiap hari, mantap banget buat ganjel perut.  

Sayangnya dulu belum ada pisang Cavendish versi single yang di bungkus pelastik. Jadi kalau saya bawa ke tempat liputan, saya bungkus pakai pelastik bening. 

Kenapa saya jatuh cinta dengan pisan Cavendish Sunpride ini?. Selain kulit pisangnya yang mulus, rasanya manis dan warnanya  kuning cerah. 

Jadi kalau dimakan di tempat liputan,  kulit pisangnya masih kuning cerah persis seperti pisang import.
Ternyata Pisang Cavendish sunpride milik group gunung sewu yang ada di Lampung ini, melakukan perawatan  maksimal mulai dari pemilihan bibit dan pengemasannya, makanya  kulit pisangnya mulus.

Saya juga baru tahu kenapa pisang ini tidak cepat layu kulitnya, karena si Pisang Cavendish ini dikembangbiakan menggunakan metode kultur jaringan (seandainya metode ini bisa diaplikasikan di kulit saya ya hi...hi...)

Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense.

Ho…ho… pantas ya pisang ini cantik dan enak. Gak salah deh menjadikan pisang Cavendish Sunpride ini jadi salah satu buah wajib yang harus ada di rumah.
Kebiasaan ini saya tularkan ke Suami dan anak saya Nayla. Mereka terbiasa makan pisang Cavendish pagi atau sore hari.

Untuk bekal ke sekolah atau ke Kantor  (eh suami saya ini paling suka masakan rumah, dari masih bujangan suka bawa bekal makanan), biasanya mereka saya bawain pisang Cavendish Sunpride yang single.
Bekal makan siangnya Nayla
Praktis hanya ada 1 finger yang dikemas dalam plastik khusus yang berlubang agar bisa menjaga suhu buah dan tidak menyebabkan jamur. Jadi saya gak perlu repot-repot bungkusin lagi pakai palstik bening.

Saya pernah nanya sama anak saya, "Kamu gak bosen bawa pisang ke sekolah?”.

Jawab Nayla, “Enggak ma, lagian gak repot bawanya, trus kalau mau makan buah lain ya di rumah saja,”. Selain pisang, Nayla lagi hobby berat sama buah naga dan melon.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi menulis di Blog, "Ayo Makan Buah Nusantara", yang diselenggarakan Sunpride sebagai salah satu produsen buah-buahan lokal seperti, Pisang Cavendish, Nanas Honi, Jambu Kristal, Jeruk Baby, Melon, Buah Naga, dan Pepaya Callina. Dalam rangka memeriahkan HUT ke 72 Tahun Indonesia.

Cuci Paru-Paru Yuuk

Jalan-jalan di taman? kenapa enggak. Biarpun Nayla hampir 11 tahun, dia masih suka kalau kita ajak ke taman (selain ke pantai sama ngemall tentunya).

Paling favorit sih pas ke Dusun Bambu, Bandung.  Udara yang terasa ketika jalan menuju ke sana saja sudah segaaaaar banget, kita buka jendela mobil selama perjalanan. Kepo sama Dusun Bambu, klik lin ini, Udara Segar di Dusun Bambu Bandung
Ketika kita berangkat kesana, suami saya dalam keadaan pilek dan flu. Begitu menghirup udara segar yang susah banget kita rasakan di Jakarta, mendadak hidungnya plong, pusingnya berkurang.

Ternyata udara segar itu bisa jadi obat penyembuh yang paling manjur ya, tidak perlu minum obat, cukup berada di udara terbuka, hirup udara bersih sepuasnya, masuk ke paru-paru dan otak kita, mencuci bersih semuanya dari gangguan penyakit dan stress.
Sementara kalau Nayla, dia sibuk nanya ini itu tentang tanaman, bunga atau hewan yang kebetulan ada disana, salah satunya capung warna pink yang belum pernah dia liat.

Buat menjawab pertanyaan itu buka Google dong ya sayanya hi…hi….
Di   Lembang, Bandung juga ada tempat makan ice cream, yang tidak semua orang tahu, kalau disana ada  bunga-bunga liar yang cantik di taman yang luas itu.
Kalau di Bogor lain lagi, taman lain yang dia suka sayang belum kesampaian untuk masuk, adalah taman kijangnya Istana Bogor. 
Gak mau pulang-pulang dia, karena mengagumi taman yang luaaaas itu plus kijang-kijangnya yang banyak, walaupun hanya dari luar pagar Istana.

Selain Istana bogor dan Kebun Raya, taman Topi juga jadi tempat persinggahan kita kalau lagi menginap di Bogor. Banyak permainan di taman tersebut.
Gak ada habisnya sih kalau ngomongin taman-taman yang kadang dilupakan, karena kita lebih sering ngemall ya enggak?.

Padahal  umumnya nih orang Indonesia suka suasana luar rumah, ngobrol dengan tetangga  atau mengajak anak bermain di lapangan dekat rumah. 

Itu, kalau di lingkungan yang masih agak lega, tetapi bagaimana bila di lokasi padat penduduk?, nah ini sih problem saya banget yang memilih tinggal di Jakarta,

Akan menyenangkan bila di tempat kita tinggal ada taman dan tempat bermain, walaupun hanya kecil.

Seperti saat ini kebetulan kita tinggal di apartemen,  ada taman kecil dan kolam renang untuk anak-anak rasanya sudah cukup menyegarkan mata dan pikiran kalau sedang di rumah.

Biasanya Nayla bawa skipping  kalau ke taman. Kapan lagi bisa lari dan loncat-loncat dengan bebas kalau bukan di taman.
Bersyukur sekalikan, biarpun kecil taman ditempat saya tinggal, bisa jadi tempat bersantai sejenak tanpa harus kemana-mana. Istilah suami saya,  sekecil apapun taman itu bisa buat cuci paru-paru☺.

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...