Selasa, 24 November 2020

Sarapan Bergizi ala KOKO KRUNCH Nutrismarta

Hi Mom...

Sarapan pagi sudah jadi tradisi di keluarga kecil kita. Gw sih yang menularkan kebiasaan ini ke Nayla dan suami yang kebetulan di rumahnya gak terbiasa sarapan pagi, semua di rapel pukul 10 atau 11 sekalian makan siang.

Biasa sarapan pagi bermula saat masih kerja dan belum menikah. Gw di diagnosa radang usus, jadi gak boleh telat makan, gak boleh lagi minum minuman bersoda kecuali perut sudah terisi.

Yang sulit kalau harus liputan pagi dan malas banget makan nasi. Untung selalu nyetok Koko Krunch dan susu cair putih, pagi hari jadi lebih berenergi setelah sarapan.

Sereal yang paling lama hadir di rumah ya si sereal berbentuk kepala koala ini. Dari jaman gw masih kinyis kinyis sampai akhirnya menikah dan punya anak, makanan ini kerap hadir saat sarapan.

Sedangkan Nayla  sudah terbiasa dari kecil bangun pagi selalu minta sarapan.  Awalnya sih dia tertarik sama bentuk serealnya, begitu dia coba langsung suka.

Pada dasarnya rasa coklat itu memang mudah untuk disukai semua orang termasuk anak anak. Apalagi sereal ini terbuat dari gandum utuh jadi bahan utama dari sereal ini  dikombinasikan dengan vitamin B, zat besi dan kalsium.

Gak salah kan kalau gw sudah mengenalkan sereal ini ke Nayla dari dia masih kecil. Sedangkan saat mengenal sufor, gw kenalin hanya hanya susu flat alias yang putih aja.

Jadilah dia hanya makan sereal ini hanya dengan susu cair putih (mau dingin atau enggak gak masalah).

KOKO KRUNCH Nutrismarta

Selama pandemi covid-19 (sudah mau masuk bulan ke 9 nih) Nayla belajar jarak jauh alias belajar dari rumah. Jenuh bete garing sudah pasti itu, bayangin aja kemana mana dibatasin dan musti mikir panjang penting gak sih keluar, kalaupun harus keluar pakai masker ...gooooss.

Sebagai orang tua gimana caranya bikin mereka betah untuk 24 jam keruntelan sama orang tuanya. Apalagi sejak sekolah dari rumah, dia kadang telat sarapan padahal dulu sebelum pandemi pukul 5.30 pasti sedang sarapan.

Kalau gak dipaksa dan dibawakan makanan, Nayla pasti akan melewatkan sarapannya. Dia bisa berjam jam di depan laptop untuk zoom atau mengerjakan tugas dari sekolah.

Tapi kalau sarapannya KOKO KRUNCH Nutrismarta dari Nestle Breakfast Cereal (NBC), tanpa disuruhpun dia pasti langsung tuang ke dalam mangkuk terus  diguyur dengan susu cair putih yang dingin.

Makanya kita nyetok banyak nih si Koko biar semangat belajarnya. Biar dia gak bosen makannya pakai tambahan pisang, kiwi, strawberry atau buah buahan kering.

Sarapan Yang benar Dengan Gizi Seimbang

Kebetulan nih minggu lalu, tepatnya kamis 19 November 2020 bersama awak media dan teman teman blogger kita ikut acara daring peluncuran Nestle KOKO KRUNCH Nutrismarta.

Kita nge zoom nih

Ki-ka: Dr. Rita Ramayulis (ahli gizi), Liena Desbi (Brand manager Nestle), Dona Agnesia (celebrity mom)

Menurut Dr Rita Ramayulis (ahli gizi),  selama kita tidur banyak energi yang dikeluarkan  misal untuk pembentukan hormon pertumbuhan. 

Gula darah juga turun drastis setelah tidak makan dan minum dalam waktu sedikitnya 5 jam. Kebayang kan kalau gak sarapan, gak semangat buat belajar atau beraktivitas apapun.

Lebih parah lagi kalau malas sarapan bersiko mengalami anemia, kurang gizi atau bahkan beresiko kelebihan berat badan.

Kok bisa? bisa dong karena telat makan, makanan yang kita konsumsi jadi berlebihan. Ini juga pengalaman gw, yang tadinya makan siang hanya cukup dengan nasi satu centong karena telat makan perut masih terasa lapar baru stop setelah ditambah lagi karbo yang lain.

Beda kalau paginya sudah sarapan, pasti makan siang dan malamnya dengan porsi sewajarnya. Biar otak kita bisa bekerja dan fokus mengikuti pelajaran, dibutuhkan energi yang cukup. 

Untuk mengangkut oksigen dan gizi ke otak dibutuhkan glukosa dari koarbohidrat, vitamin B1, B2, B4, B6 dan B9 (asam folat).

Sedangkan Zat besi dibutuhkan untuk mengangkut oksigen dalam darah. Makanya harus memilih karbohidrat  yang baik misalnya serelia utuh seperti gandum utuh yang masih memiliki lapisan luar, dimana kandungan gizinya belum berkurang.

Gak usah repot semuanya ada di KOKO KRUNCH Nutrismarta yang dibuat dari gandum utuh, kombinasi vitamin B dan zat besi. Tapi pola makan juga harus seimbang,  misalnya harus ada buah, sayur, ikan, telur dan daging.

Jangan Lupa Olah Raga

Ini penting banget, karena ruang lingkup kegiatan terbatas selama pandemi, kadang jadi lupa bahkan malas bergerak. Pusingkan lihat jarum timbangan makin lama makin ke kanan ... hadeeeuh.

Apalagi nih menurut Dr Rita, aktivitas fisik membantu aktivitas saluran pencernaan. Kalau metabolisme tubuh baik meningkatkan hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati kita.

Nayla biasanya di sela belajar daringnya, gowes sepeda statis di balkon biar sekalian dia berjemur. Atau kalau mau joget atau dance bareng mamanya Nayla ngikutin gerakan KOKO Dance (klik ini ya).

Jadi makin tahu kan betapa pentingnya sarapan pagi. Kalau belum terbiasa, belum terlambat kok kita bisa mulai besok ya mom. Jangan lupa olah raga dan nge dance biar sehat jiwa raga. 

Semoga kita semua sehat sehat dan bahagia ya biarpun hanya di rumah aja selama pandemi.

Jumat, 20 November 2020

Yuuk Ajak Balita Kita Seseruan di Ancol

Hi Mom...

Setiap kali menulis blog saat pandemi begini gw pasti akan bilang, gimana sehat sehat kan? masih betah di rumah?😁. Gw sih gak betah, cuma mau gimana lagi.

Kangen rekreasi di tempat yang luas, kangen ke pantai. Kemana lagi kalau bukan ke Ancol, terakhir ke sana akhir tahun lalu sudah lama banget kan.

Rasa kangen kayaknya akan segera terobati, karena Ancol sudah mulai dibuka lagi yaaaaay. Bisa main lagi ke pantai, Dufan, Faunaland, Sea World dan Ocean Dream Samudra.

Seperti yang berlaku dimana mana saat pandemi, Ancol juga menaati yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Penerapan 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

Protokol Kesehatan 3M

Penerapan prokes 3M ini tidak hanya harus dipatuhi pengunjung tapi juga  staf yang bertugas juga diwajibkan mematuhi aturan tersebut.

Pasti penasaran Komitmen protokol kesehatannya kayak apa sih?. Sebelum memasuki arena permainan yang sudah disemprot disinfektan secara berkala, kita harus mencuci tangan di wastafel yang disediakan dan memakai hand  santizer (walaupun sudah memakai dan membawa dari rumah).

Selanjutnya cek suhu tubuh pastinya, mau di shoot di jidat di tangan monggo, bebaaas😂.  Kalau semua mengikuti prokes bikin nyaman kan, lihat deh di foto foto berikut ini.

Apa saja kebiasaan menonton atraksi yang dihilangkan?

Yang sedikit berbeda saat atraksi memberikan makanan ikan atau feeding main tank di aquarium raksasa di Sea World ( dilakukan dua orang divers), biasanyakan pada lesehan tuh di area depan yang ada karpetnya.

Sekarang sudah gak bisa seperti itu, karena harus tetap mengikuti prokes pengunjung hanya bisa menonton sambil duduk di bangku yang sudah diberi jarak 1,5 - 2 meter.

Begitupun saat yang paling disukai anak anak memberikan makanan untuk penyu di kolam touch pool juga ditiadakan, maaf ya kiddos.

Hal serupa juga diberlakukan di Ocean Dream Samudra. Saat menonton aksi lumba lumba, tribun bangku penonton diberi signage untuk menandakan jarak antar penonton.

Selain itu untuk meminimalisir kontak langsung dengan hewan atau biota,  aktivitas berenang bersama lumba lumba juga ditiadakan.

Anak Di Bawah Usia 9 Tahun Bisa Ke Ancol

Nah ini juga kabar gembira buat gw  dan kita semua, anak bawah usia 9 tahun bahkan bayi  juga sudah diizinkan untuk datang ke Ancol, asalkan dengan pendamping. Kalau sudah keluar izin seperti ini pastinya Ancol sudah menerapkan prokes yang benar.

Nayla memang sudah di atas 10 tahun, tapi dia punya punya 9 orang sepupu yang masih berusia di bawah 9 tahun yang lagi senang senangnya pelihara ikan cupang hi...hi..

Kebayang reaksi mereka nanti, lihat ikan cupang warna warni saja mereka teriak kegirangan apalagi lihat ikan ikan besar seliweran di samping kanan kiri dan di atas kepala mereka. Teriakannya pasti seruu.

Beli Tiket Secara Daring

Sekarang segalanya (kalau bisa) dilakukan secara online atau daring, termasuk beli tiket. Termasuk beli tiket untuk masuk ke wahana wahana yang ada di Ancol, nantinya kita diberi e-ticket yang tinggal kita tap di pintu masuk saat berkunjung. 

Tiket daring ini untuk meminimalisir kontak dan menjaga kapasitas area sebesar 50% dari kapasitas normal agar tetap bisa menerapkan physical distancing atau jaga jarak di kawasan rekreasi.

Kemana belinya? klik Beli Tiket Ancol Di Sini . Kalau mau tetap update dengan info terkini tentang Ocean Dream Samudra dan Sea world follow saja akun Instagram Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra .

Tips sedikit nih walaupun sekarang setiap hari serasa akhir pekan, sebaiknya berkunjung saat hari kerja Senin-Jumat biar gak terlalu penuh  (walaupun sudah dibatasin jumlah pengunjung per hari).

Yang penting  jangan lupa protokol kesehatan ingat pesan ibu taati 3M dan tapi jangan lupa untuk bahagia ya, selamat rekreasi.

Ceki ceki hastag ini juga...

#mainlagikeSamudra

#thinkfishSahabatLaut

#oceandreamsamudra
#seaworldancol

Rabu, 18 November 2020

Persiapan Rawat Inap Saat Pandemi

Hi Mom...

Kali ini gw mau bagikan pengalaman rawat inap di rumah sakit saat pandemi. Gw juga mau bilang covid bukan rekayasa politik buktinya rumah sakit rujukan covid full dimana mana. 

Bukan karena dokter memaksa semua orang sakit tanda tangan untuk mengaku covid ya, tapi syarat untuk rawat inap ya harus rapid dan rontgen thorax.

Biasanya hanya perlu 30 menit hasil rapid sudah keluar. Nah kan kita punya otak dan mulut untuk minta lihat hasil tes rapid, kalau memang dinyatakan reaktif atau positif.

Selain itu sebaiknya telfon dulu rumah sakit pilihan untuk mengetahui apakah petugas rapid dan rontgen thorax masih ada di tempat jadi gak bolak balik, karena sakit tidak mengenal waktu (minimal kalau kita mau kesana petugas bisa menunggu hingga kita datang atau cari rumah sakit lain).

Kembaran Nayla Tumbang

Sakit saat pandemi adalah hal yang paling bikin parno. Otomatis kalau demam atau pusing langsung ngecek masuk gak ke dalam gejala gejala covid, walaupun gak masuk tetap kepikiran kan.

Makanya ketika suami gw yang punya panggilan kesayangan pop mengalami pusing dan demam setelah 5 hari menginap di hotel untuk urusan kerja langsung berobat online plus berdoa semoga bukan covid. Untungnya gak pakai mual dan penciuman gak hilang, hanya tenggorokan pahit gak nafsu makan.

Pas hari ketiga karena panas masih naik turun kita berencana untuk tes darah. Berdasarkan pertimbangan berdua kita memilih cek darah di rumah sakit rujukan covid dan di cover asuransi kita (sebelumnya sudah dua rumah sakit langganan kita hubungin semuanya bukan temasuk rujukan covid).

Alasannya sih kalau covid gak usah pindah pindah rumah sakit, karena suami gak kuat bawa kendaraan kita naik gocar. Agak riskan kalau ternyata ada covid pindah rumah sakit pindah lagi pakai gocar kan kasihan supirnya, kalau di cover asuransi sukur sukur bisa pakai ambulance. 

Dan untuk pertama kalinya gw naik gocar setelah 8 bulan pandemi gak berani naik transportasi umum kecuali diantar suami, dan sekarang pop sakit dan gw gak berani nyetir di jalan raya. 

Yang bikin hati tenang ada cover pelastik tinggi di belakang bangku supir, jadi para supir online ini pasti sudah siap mental ketika ambil penumpang dari dan ke rumah sakit.

Di rumah sakit rujukan (OMNI Pulomas) langsung masuk UGD dan cek darah. Dokter juga menanyakan hal hal yang sama ke semua pasien, apakah pusing, mual, pilek, sesak nafas dan hilang penciuman. Sampai hafal gw 😊 

Syukurlah pop hanya pusing itupun sudah sedikit berkurang, begitupun ketika diperiksa dengan stetoskop dan diminta untuk menarik nafas panjang hasilnya suara paru paru bersih apalagi dia baru seminggu lalu melakukan tes Serologi yang hasilnya non reaktif. 

Setelah menunggu dua jam hasil tes darah  gak bisa langsung dibacain dokter, karena dokternya sibuuuuuk, pasien UGD banyak banget. Walhasil ketika sudah pukul 20.30 baru kita tahu kalau Thypes dan DBD negatif tapi infeksi bakterinya positif.

Salah satu penyebabnya dari makanan, karena memang selama 5 hari kalau malam suami selalu makan di luar hotel (sepi katanya) tapi karena dia capek dan ngedrop dapat makanan gak higienis langsung tepar. Tahun lalu pernah ngalamin juga setelah makan sate di kantor bedanya dulu dia menolak di rawat inap.

Gagal Rawat Inap Karena...

Karena penyebab sakitnya sudah pasti kami memilih untuk dirawat inap di rumah sakit dekat rumah. Selain itu kamar juga full di OMNI dan gw lebih nyaman kalau suami di rawat di rumah sakit yang bukan rujukan covid, artinya gak ada pasien covid di sana.

Ternyata ada satu hal yang terlupakan yaitu telfon rumah sakit selanjutnya, dengan style yakin langsung meluncur ke UGD RS Dharma Nugraha Rawamangun. 

Kita lupa semua rumah sakit kalau memang sudah dipastikan untuk rawat inap harus tes covid dan rontgen thorax dan taraaaa... petugas untuk rontgen thorax sudah pulang.

Mau pindah rumah sakit lain yang juga masuk di list asuransi kita, suami gw sudah capek dia pingin buru buru ke tempat tidur, lagian gw suka rumah sakit ini walaupun full (sebelum pandemi) ruang tunggunya gak ramai banget trus kamarnya juga luas. 

Jadi kita putuskan untuk pulang dan kembali lagi besoknya. Sempat sedih ketika pop bilang kalau dari awal dia maunya di Dharma Nugraha iiiih padahal dia yang memutuskan biar gak bolak balik sebaiknya di OMNI aja, tapi melihat gw nangis kita saling minta maaf.

Namanya orang lagi sakit ya pasti  lupa apa yang diusulkan, apalagi pas lihat dia langsung tertidur kelelahan di mobil dalam perjalanan menuju rumah. Malam ini dia akan menghabiskan sisa obat dari dokter online dulu.

Akhirnya...

Karena Kemarin kami sudah bawa perlengkapan menginap kumplit (bed cover, bantal hingga 3 buah buku Theodore Boone yang belum sempat dibaca), besoknya ketika berangkat ke Dharma Nugraha gak perlu packing packing lagi.

Singkatnya hasil dari rapid non reaktif, rontgen thorax dan cek jantung hasilnya bagus jadi bisa segera masuk kamar untuk rawat inap karena infeksi bakteri.  Selama menunggu hasil rapid dan cek jantung, pop di IGD sudah diinfus dengan sanmol dan obat mual.

Dia bahkan sudah bisa bercanda, "gimana kalau pulang aja, udah enakan nih" iiih jangan dong. Pasien boleh ditungguin sama satu orang tapi harus tes rapid juga, sayangnya gw gak bisa dan gak boleh nungguin sama suami karena selain ada Nayla di rumah, gw juga ada astma yang rentan sama covid karena ada komorbid atau penyakit penyerta ini.

Pop juga gak mau ngerepotin orang lain, Reza adik bungsunya sudah menawarkan diri untuk nemenin di rumah apalagi dia sudah tes swab di kantor, dia tolak juga. Untunglah gw sudah bawakan kaos dan bawahan, baju dalam yang banyak, bed cover serta bantal dan cemilan.

Dengan berat hati setelah membereskan semua perlengkapan menginap dan menungguinya makan malam, gw pulang. Kali ini gw lebih tenang di gocar karena sudah pasrah mau gak mau naik moda online, gw juga sudah tenang suami sudah ditangani dokter.
Hari kedua karena mendengar pop sudah gak dinfus dan cek darah lagi, gw semangat 45 dong buat jemput. Ternyata masih tinggi infeksinya masih ada peradangan.

Batas ambang badan manusia untuk menerima bakteri gak baik itu di angka 5, sementara suami gw di angka 106 makanya harus di rawat inap. Tapi setelah dua hari ternyata hanya turun jadi 96, lemes dong suami gw.

Pupil matanya mendadak mengecil dan berwarna abu abu (sebelumnya bersinar sinar gitu),  satu tangannya langsung ditaro di atas jidatnya terus langsung diam seribu bahasa. 

Aduuuh sedih gw  melihat adegan kayak gini, apalagi pas susternya bilang mulai malam ini harus puasa buat tes besok, karena mau dilihat peradangannya ada di bagian mana.

Sambil beresin lagi barang barang ke lemari yang sebelumnya sudah rapi di packing pop, gw bilang jangan stress ya yang penting sehat gak usah pikirin kantor dulu. Daripada nekat minta pulang karena merasa badan sudah oke, padahal dalamnya masih ada yang gak beres.

Malam itu gw pulang cukup malam, karena nungguin pop makan dan sholat Isya. Pikiran gw bercabang mikirin Nayla  di apartemen untungnya sekarang dia sudah lebih berani ditinggal sendirian.

Besok paginya pop telfon gw (nada suaranya kayaknya sudah kembali normal) karena semalam dokter Rusli yang incharge selama ini bilang hanya perlu istirahat tambahan dua hari  pakai infus antibiotik.

Mungkin karena gak perlu tes apa apa dan hanya perlu istirahat beberapa hari lagi di rumah sakit bikin stressnya hilang. 

Pulaaaaang...

Hari ke 5 hasil tes darah infeksi bakterinya sudah turun jadi di angka 46 yang selanjutnya bisa di lanjutkan dengan rawat jalan dan minum antibiotik tablet aja untuk 3 hari, Alhamdullilah. 

Sehat sehat terus ya pop, rajinin minum vitamin  dong biar gak langsung tepar gara gara makanan  jorse alias sedikit gak higienis😂.

Sarapan Bergizi ala KOKO KRUNCH Nutrismarta

Hi Mom... Sarapan pagi sudah jadi tradisi di keluarga kecil kita. Gw sih yang menularkan kebiasaan ini ke Nayla dan suami yang kebetulan di ...