Minggu, 15 Desember 2013

Pop Ultah yaaaay

Selama menikah, ulang tahun pop cuma dirayakan dengan makan malam bertiga.

Tapi tahun 15 desember 2013 dirayakan tanpa sengaja di Bandung. Karena rencananya tgl 14 desember 2013,  sekolah Nayla mau jalan2 ke Bandung.
Kartu Ultah dr Nayla
Papa beruang sm anak beruang cape habis keliling FO
Jadilah kita booking hotel di Graha ciumbeuluit http://en.directrooms.com/hotels/info/1-13-65-137396/?gclid=CKmnlZTZ870CFY8kvQodvDUAJQ, Alasannya nginep disana, karena pop mau nostalgiaan sm bekas kampusnya (UNPAR) yg ada di jalan yg sama.

Gak taunya acara sekolah Nayla batal karena quota peserta gak mencukupi. Rencana ke Bandung jalan terus, karena hotel sudah di bayar.

Kamar hotelnya kecil dengan kamar mandi yg luas he...he... mirip kamar hotel di Amaris. Tapi kolam renangnya besar dan asiiiik, itu yg penting buat Nayla.

Dan seperti biasa kita makan malam di Suis Butcher di jalan Setiabudi. Untung deh, acara sekolah nay batal, Bandung pas pop Ultah di guyur hujan berhari2. 

Happy birthday ya pop, semoga diberi kesehatan, banyak rizky dan tambah sayang sama kita.
Lamb Chops ala Suis Butcher

Sabtu, 12 Oktober 2013

Ulang Tahun Alanis Nayla Ramadhani ke 7

Ulang tahun  Nayla yang ke 7,  12 oktober 2013, jatuh pas hari sabtu. kebetulan dia sudah kelas 1 SD. di SD negri 01 cipinang kuda laut.

Tadinya mau dirayakan di sekolah, tp kok budgetnya jadi membengkak gitu ya, jadi hampir 3 kelas, yang harus diundang. Tunda dulu deh.

Dirayakan sama sepupu2 ajalah yg di pondok gede. Kan segambreng juga sepupunya, lagipula Nayla memang baru sekali ngerayain bareng sepupu2nya pas dia umur 1 tahun.

Jadilah ulang tahun sederhana, dirayakan di rumah mami (omanya Nayla). Kue tartnya tadinya mau pesan sama tante Itha, tapi karena dia sibuk, Tartnya pesen di Holand bakery. Happy birthday ya Nak, sehat, murah rezeki dan tambah pintar Nayla.
Kado dari Mom & Pop


Aku mau potong kue nih:)
Bareng sebagian sepupu, tante & om

Jumat, 26 Juli 2013

Awal Perjalanan Menuju Dewasa

Ini tulisan pop di FB, gw share disini biar Nayla ikut baca ya sayang.

Suara bayi menyeruak di keheningan malam. Ketika itu, jarum jam menunjukkan pukul 01.30 dinihari. Tidak lama berselang, suster membawa bayi mungil itu ke luar ruang operasi. Benar-benar mungil, karena beratnya hanya 2,4 kilogram, lahir melalui operasi cesar. 

Bayi itu kami beri nama Alanis Nayla Ramadhani. Nama Alanis dipilih karena saya dan istri adalah fans Alanis Morisette. 

Sedangkan nama Nayla dipilih istri saya dengan harapan semua yang diinginkannya bisa terkabul. Nama Ramadhani karena bayi itu lahir tepat di bulan Ramadhan, tepatnya pada 12 Oktober 2006 di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.

Hampir tujuh tahun berselang, bayi mungil itu sudah bertransformasi. Beratnya bukan lagi 2,4 kilogram, tapi sudah 22 kilogram, sudah berat untuk digendong. 

Pipinya tembem dan perut agak buncit, Nayla sudah memulai perjalanan menuju dewasa dengan masuk sekolah di SDN 01 Cipinang atau lebih beken dengan nama SD Kuda Laut. 

Sepertinya baru kemarin saya dan istri mengantarkan Nayla untuk sekolah di PAUD dekat rumah. Ketika itu umurnya baru 3,5 tahun.

Sekolah di PAUD itu merupakan permintaan Nayla sendiri. Dia melihat anak tetangga yang tiap pagi menggunakan baju sekolah. Lalu, muncullah permintaan itu. Setelah tanya kanan-kiri, akhirnya Nayla pun kami masukkan ke PAUD. Jaraknya hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari rumah.

Nay di PAUD
Hari pertama, Nayla belum dapat seragam dan masih menggunakan baju bebas. Belum ada teman yang dikenal tentunya. Ketika pelajaran dimulai, sang guru mulai mengabsen nama murid balitanya satu demi satu, termasuk Nayla. Proses absensi selesai, sang guru pun langsung bertanya kepada seluruh murid ciliknya.

“Siapa yang mau nyanyi di depan kelas,”kata sang guru.

“Saya bu guru……!!!!!”kata salah satu murid cilik di PAUD itu.

Saya dan istri yang memang menunggu Nayla di hari pertama PAUD langsung kaget. Kaget, karena suara teriakan itu sepertinya familiar. Dan memang benar dugaan kami berdua, suara itu adalah suara Nayla. 

Tanpa malu-malu, dia ke depan kelas dan menyanyikan lagu bintang kecil. Ikut bangga ketika melihat Nayla dengan penuh percaya diri melantunkan lirik demi lirik lagu bintang kecil.

Satu tahun di PAUD, Nayla pindah ke TK Bentara Indonesia II. Lokasinya juga tidak jauh dari PAUD. Beda dengan anak TK lainnya, si tembem ini gak pernah mau kalau ditungguin di sekolah. 

Nay ketika di TK bentara II
Dia lebih senang ngobrol sama teman sebangkunya. Bahkan, kalau saya dan istri ikut nunggu di luar sekolah pun, Nayla sama sekali tidak peduli. Dia tidak pernah nangis kalau melihat saya atau istri tidak ada di luar sekolah.

Bahkan, kalau saya atau istri telat jemput ke sekolah, sama sekali tidak ada protes. Karena, dia masih asik main sama teman-temannya. Jadi, sebenarnya menyenangkan melihat dia sangat enjoy dengan sekolah dan teman-teman barunya itu.

Nayla hanya satu tahun di TK. Ketika lulus, umurnya baru 5,5 tahun. Belum cukup untuk masuk SD, kecuali swasta. Pertanyaan berikutnya adalah, apakah kami akan memaksakan Nayla untuk langsung masuk SD, perpanjang sekolah di TK lagi, atau menunggu sampai umurnya cukup dan hanya ikut les.

Pilihan jatuh kepada opsi nomor tiga, menunggu sampai tahun depan untuk masuk SD dan ikut les. Umur 5,5 tahun itu adalah umur dimana anak-anak harusnya bermain, jadi biarlah Nayla tetap bermain dulu sebelum sekolah di SD. 

Ketika masuk SD, waktu akan berjalan dengan cepat sehingga porsi bermain sedikit demi sedikit akan berkurang tentunya. Toh, masa kanak-kanak hanya ada satu kali dalam hidup Nayla. Itulah pertimbangan kami berdua untuk tidak memasukkan Nayla ke SD di umur 5,5 tahun.

Selama satu tahun, Nayla ikut les baca, les ngaji di TPA dan les balet. Dia sudah mulai bisa membaca, meski awalnya di eja. Nayla juga udah hafal alif, ba, ta, tsa di TPA (Sekarang sudah Iqro 3). 


Nayla juga udah tampil di sekolah TKnya, TK Bentara dan di atas panggung dengan teman-teman baletnya. Semua aktivitas itu dilakukan Nayla dengan penuh riang.

Lalu, tibalah saat untuk mencari SD. Di dekat rumah kami di Rawamangun, ada dua SD favorit yaitu SD Kuda Laut dan SD Lab School. Dua SD itu yang jadi pilihan pertama dan kedua. 

Yang bikin kami deg-degan adalah, proses seleksi SD tahun ini tidak melalui tes tetapi berdasarkan umur. Siswa yang umurnya 7 tahun hampir pasti lolos seleksi. 

Bulan Juni 2013, Nayla baru 6 tahun 8 bulan. Harusnya sih bisa lolos di SD Kuda Laut. Tapi, proses seleksinya ternyata bikin jantung copot.

Pada pengumuman hari pertama, Nayla ada di posisi 16. Hari berikutnya turun ke posisi 22. Wah, udah gawat ini. Karena, tahap pertama hanya akan ada 25 siswa yang dipilih melalui jalur umum. 


Kalau tidak lolos, maka para orangtua murid akan ikut tahap kedua yaitu jalur lokal. Artinya, sekolah yang dipilih adalah sesuai dengan KTP. Karena KTP kami berdua di Cipinang Besar Utara, maka sekolah yang dipilih adalah di sekitar Jatinegara. Lumayan jauh dari rumah.

Hari ketiga pengumuman, sebenarnya sudah pasrah aja, di sekolah mana aja yang penting Nayla sekolah. Ketika pengumuman ditutup, nama Nayla ada di posisi 25, yup, posisi paling buncit untuk seleksi tahap pertama. Alhamdulillah, akhirnya bisa masuk SD favorit. 

semangat nyampulin buku2 tulis barbienya
Kemarin, Senin 15 Juli, Nayla mulai masuk sekolah. Dengan baju putih dan rok putih, Nayla sudah tidak sabar lagi untuk berangkat sekolah. Lepas sahur, kami bertiga shalat Subuh berjamah. Setelah itu, Nayla nonton Sailor Moon di TV dan sekitar jam 05.40 mandi. 

Semua ritual itu selesai pada pukul 06.10. Lalu, mulailah kami menuju SD Kuda Laut. Perasaan senang, bangga, terharu melihat Nayla menggunakan seragam SD. Sepertinya belum lama saya diantar sekolah masuk SD oleh kedua orangtua saya. Sekarang, giliran saya yang merasakan itu.
my baby
Saya dan istri menemani Nayla masuk ke ruangan, memilih bangku di paling depan. Kebetulan bangku itu sudah ada penghuninya dan Nayla duduk di sampingnya. Saya langsung minta Nayla untuk kenalan sama teman barunya. Tapi dia tidak mau. Saya langsung keluar dari kelas itu.

Ketika sudah di luar kelas, saya melihat dari jendela, Nayla sudah ngobrol dengan teman sebangkunya. Untuk urusan ngobrol ini, Nayla memang nomor satu. Pesan saya kepada Nayla sebelum berangkat sekolah,”Nayla jangan ngobrol yang selama di kelas. Kalau gurunya lagi ngomong, dengerin, jangan ngobrol,”

Dengan enteng, Nayla jawab,”Enak banget, cuma ibu guru aja yang boleh ngobrol di kelas,” Duh, anak-anak, selalu aja punya jawaban.


yaaaay duduk di bangku dewasa
name tag ala nay, lengkap dengan hati, bintang & lope2
Sekarang sudah hari kedua. Saya hanya mengantar Nayla dan istri saya sampai depan gerbang. Barusan (16 juli2013), istri saya kasih tahu, Nayla tadi nyanyi di depan teman-teman barunya. Lagu Coboy Junior sama Cherrybelle. Seperti de ja vu……. Sama sekali tidak menyangka, bayi mungil itu kini sudah memulai perjalanan menuju dewasa.
langsung maju nyanyi lagu coboy jr,sm Cherrybelle

Jumat, 28 Juni 2013

Kuda Laut Yaaayyy

Percaya sama takdir? yap gw percaya itu. Darah gw sumatra tp feeling Jawa he...he...

Gw tau kalau pingin sesuatu, gw liat perasaan gw deg2an apa enggak, kalau enggak berarti terkabul (ini kebalikan kalau pas cari pacar atau suami he...he...)

Pas cari Sekolah Dasar negeri buat Nayla, kebetulan perasaan gw juga adem2 aja. Apalagi gw pikir Nayla juga sudah nunggu satu tahun demi masuk sekolah negeri impian (impian emaknya seeh).

Dia lulus TK umurnya baru 5,8 th 2012. Saat ini dia sudah berumur 6,8 tahun, yang akan bersaing dengan calon siswa berumur 7 tahun.

Makanya dengan Bismillah, tgl 22 Juni 2013, kita pilih 3 sekolah ketika daftar online. SD Kuda Laut (Cipinang 01), SD IKIP, SD 05.

Sayangnya pas Verifikasi tgl 24 juni 2013, gw gak ikut nganter, demam sm pusing hiks. Jadilah pop sm Nayla pagi2 ke kuda laut, untung dapat nomer awal, nomer antri 8.
Si embem
Sorenya langsung bisa dilihat hasilnya. Nayla Embem ternyata masuk di kuda laut urutan 16 (ini baru hasil sementara krn hari rabu baru pengumuman finalnya.

Nindi sahabatnya Nayla yang lebih muda satu bulan dari Nayla, masuk di IKIP, sedangkan Lilo, karena umurnya lebih muda dari mereka berdua tidak lolos di semua pilihan.

Hari kedua urutan Nayla merosot di nomer 22 padahal kapasitas hanya 25 siswa hiks. Gak ada perasaan apa-apa, yakin juga, tapi tetep sport jantung.

Hari ketiga, Nayla merosot di urutan paling buncit, 25 huaaah. Dia protes ketika gw bilang ke pop "Nayla paling buncit pop hari ini"..... dia teriak "Mama Nayla gak buncit":).

Ya sudahlah, gw yakin Allah tahu yang terbaik, apalagi kita sudah menunggu dengan sabar satu tahun. Akhirnya tepat pukul 16.00 26 juni 2013, pengumumannya keluar Nayla tetap di Kuda laut, Nindi di IKIP http://sd.ppdbdki.org/search/NS-H-3054040015-582F0F07B0228A56C4BDA4C423FA2B31.aspx/ 
NIndi, Nayla, Lilo
Tanggal 27 juni 2013, kita daftar diri di sekolah tujuan. Resmi sudah Nayla jadi siswa Kuda Laut, Nindi di IKIP dan Lilo di PSKD. Karena masalah umur, mereka bertiga terpisah sekolahnya. Mudah2an tetap jadi sahabat sampai dewasa ya nak.


Minggu, 19 Mei 2013

@Summer Hills

Liburan ke bandung lagi yaaaaay…. Bandung itu gak ngebosenin biarpun sudah tidak dingin lagi udaranya, tiap tahun kita sempetin kesana. 

Sama seperti kalau kita mau liburan ke luar kota, kita pasti cari hotel lewat online. Kali ini gw langsung jatuh hati sama summer hills hotel di Sukajadi. 

http://www.summerhills.co.id/ Kalau dari petunjuknya deket sama Rumah mode he…he…. Penting itu.

Setelah liat2 gambar dan discountnya cocok, gw langsung transfer untuk 2 hari (9mei-11mei 2013). 

Habis itu iseng2 gw liat comment orang2 yg pernah nginep disana (harusnya ini dulu ya yang di lakukan). 

Waaaaaks ada beberapa (gak banyak sih) yang mengeluhkan gak ada akses kendaraan umum buat yang gak bw mobil, jalanannya rusak abis, handuknya dekil, makanannya gak banyak, rasanya so..so...

Ah sudahlah (gaya babe pemenang suci 3) udah di bayar juga. Lagian itu comment orang2 yang nginep di tahun 2009, bodoh aja kalo hotel itu gak berbenah diri. 

Jadi pas hari H nya, 9 Mei 2013 pukul 10 wib, kita berangkat dengan semua perlengkapan untuk 2 hari plus 3 handuk bersih, buat jaga2.

Begitu masuk Bandung, pop ngajak kita tur dulu lewat depan kebon binatang sm ke bekas kampusnya di Unpar. 

Baru habis itu kita ke Summer Hills hotel di Sukajadi. 

Masuk ke daerah sana udara mulai sejuk, jalanannya naik turun persis kaya naik gunung dan jalanannya mulus. 

Ah itu aja sudah bikin hati senang berarti sudah ada perbaikan.

Begitu masuk halaman hotel kita tambah senang, suasananya kaya hotel2 di bali ada gapura ukir gitu. kelihatan dari luar, kolam renangnya jernih, biruuuu banget.
habis makan siap2 berenang
Di kamar lebih seru lagi, selain kamarnya bagus (luas, kasurnya king, ada sofa dan meja tamu tambahan) handuknya juga bersih dan berwarna ungu. 

He…he… kalo dekil kan ga keliatan. Berarti tinggal nunggu sarapannya besok pagi. 

Sarapaaaaan
Jebur2
Dan ternyata sarapannya pun asiiiik, ada roti panggang, croissant, lengkap dengan butter dan selai, susu segar dengan cococrunt dll, ada juga teh, kopi, dan jus. 

Kalau Makanan beratnya, ada nasi kuning, nasi uduk, sosis kentang, ayam goreng, bakso, bubur ayam, bubur kacang hijau, omelet, plus dessertnya salad sayuran, buah2han dan kue basah. 

Sementara tempat makannya di gazebo yang luas menghadap kolam renang, yg bersih jernih dan dingiiiiin. 

Kita berniat untuk nginep disana kalau ke Bandung lagi.
Jebur2 lagi


Dan selama tiga hari dua malam disana kita benar2 liburan. 

pagi sore berenang, potong rambut, keliling FO (salah satunya ke Rumah Mode) yang jamnya semau kita. 

http://travel.kapanlagi.com/bandung/belanja/fashion/36702-rumah-mode.html

Malam terakhir kita tutup dengan makan malam di Suis Butcher, http://www.suisbutcher.com/ 


kali ini Nayla ngerasain makan di tempatnya aslinya  di Setiabudi, bukan yang di mall.

Pooh and Tiger di Rumah Mode:)
Suis Butcer

Rabu, 01 Mei 2013

Liburan di Lampung

Akhirnya kesampaian juga, tahun 2013 liburan ke Lampung:). Kebetulan adik ipar suaminya ditugasin selama dua tahun di lampung. 

Di Lampung mereka beli rumah yang lumayan besar.  Makanya kita gak oerlu nginep di hotel kalau ke Lampung. 

Waktu itu,  Kita (gw, Pop, Nayla, Mama) berangkat tgl 31 Maret 2013 bareng fio, lewat jalan darat. 

Kita berangkat naik mobil.  Aah semoga gak encok ya hi...hi....  Secara belum pernah naik mobil sejauh ini. 
Nayla sm Fio siap2 nyebrang dr pelabuhan merak
di kapal nih
Seru sih kayaknya, soalnya kita bakalan nyebrang pakai kapal feri dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni Lampung. 

Makan siang di kapal spesial dong pastinya,  nenek suharti sengaja bikin nasi bungkus daun pisang,  dengan lauk telor ceplok,  ikan asin dan sambal.  Nayla sama fio ternyata bisa menghabiskan makan siangnya,  enaaaak katanya. 

Berangkat pukul 10.wib dari rumah nenek di prumpung. Karena macet  di pelabuhan sama di lintas Sumatra pukul 21.00 kita baru masuk kawasan rumah fio di lampung. Cape….. pinginnya langsung rebahan. 

Hari kedua di Lampung, kita nyoba sarapan di mie lampung II namanya, jln radin inten, lampung.  

Sebetulnya sama dengan mie ayam di Jakarta, bedanya mie lampung ini mienya lurus-lurus tipis, yang semuanya di bikin fresh pagi-pagi.
http://www.portalkbr.com/lifestyle/kuliner/2541021_4311.html
Mie Lampung
Sorenya kita nyicip mpek-mpek 35, jln Hayam Wuruk Lampung. Sama seperti mpek-mpek di Palembang ada versi kecil-kecil. 

Cuma sekarang ada varian baru yang pake keju di dalamnya. tapi juaranya tetep yang rasa asli rasa ikan. 
mpek2 35
Hari ketiga, kita baru sempat sore menjelang malam ke pantai Mutun di Pesawaran Lampung. 

Lumayan masih dapat sunset, walaupun harus nyebrang ke pulau tangkil (10 menit dari pantai Mutun) naik kapal boat (bolak balik bayar 60 ribu untuk satu kapal).
nyebrang ke pulau Tangkil
berendam di pulau Tangkil
Sunset di pulau Tangkil
Hari keempat, saatnya pulang… hiiiks. Kali ini kita naik bis Damri. Bis nya bagus, sayang ruang merokoknya gak kedap udara, lumayan ganggu kalau ada yang merokok. 
di Pelabuhan Bakauheni, Lampung
bis Damrinya nyaman, Nay sempat bobo
Untungnya kali ini kita dapat kapal bagus pas nyebrang. Yang lebih asiik lagi seperti waktu berangkat dari Jakarta,  neneknya Nayla sengaja bikin lagi nasi bungkus daun pisang isi telur ceplok ikan asin dan sambal untuk makan siang di kapal. 

Pukul 17.30 kita sudah sampai di gambir, Jakarta. Kelar juga liburan kita di Lampung. 

Minggu, 03 Maret 2013

My Little Ballerina


“ini tulisan pop di FB”
“Pop, Nayla pentas balet tanggal 3 Maret di GKJ. Bayarnya Rp 870.000 udah termasuk tiket buat dua orang. Boleh ikut yah Pop,”kata istri gw sekitar dua bulan lalu. 
 
Poster Pentas

Istri gw memang pengen banget Nayla ikut balet. Setelah sempat nyari-nyari di sekitar Rawamangun, akhirnya November tahun lalu dapat juga sekolah balet. Namanya, New Ballance. Tempatnya gak terlalu jauh dari rumah, di jalan Gurame n0 14. Lesnya dua kali seminggu, tiap Selasa dan Jumat.

Nayla senang banget pas dikasih tahu akan ikut les balet. Karena, dia sudah beli perlengkapan balet lebih dulu, rok tutu. Sebelum ikut les balet, dia selalu senang kalau pergi disuruh Mamanya pakai Rok Tutu. 

So, sejak Desember 2012, Nayla mulai rutin ikut les balet. Secara masih belum sekolah (lulus TK umur 5,5 tahun jadi masuk SD umurnya masih kurang), Nayla Cuma ikut les-les aja. Mulai dari les ngaji, les balet dan les baca dan menulis. Ikut tiga les itu aja udah penuh jadwalnya dari Senin sampai Jumat. 

Nayla sepertinya menikmati sekali les baletnya, sampai-sampai dia mau untuk mengisi acara di Tknya dulu untuk menari balet, SOLO alias sendirian. Ceritanya sekolah TK Nayla dulu ada acara, dan gurunya tahu kalau Nayla ikut balet. Jadi, mereka minta Nayla untuk ngisi acara tapi gak dibayar. 

Ah, gak masalah, sebagai anak yang narsis Nayla pasti mau. Dan, bener aja, pas dikasih tahu, Nayla tanpa pikir panjang langsung bilang mau nari balet sendirian di TK Bentara. Meski belum pentas di gedung, Nayla sebenarnya udah pentas duluan di TK Bentara. Sekitar lima menitan lah dia memperlihatkan gerakan balet yang diajarin Miss Melisa (guru baletnya-red) ke guru-guru dan juga murid TK Bentara.

Lucu juga ngelihatnya, dengan perut yang buncit, hiiiihiiii, Nayla menggerakan badan, kaki dan tangannya dengan diiringin musik. Ah, gak nyangka punya anak perempuan yang narsis dan gak tahu malu, wkwkwkw. 

Nah, setelah menunggu-nunggu, hari H itu pun datang juga. Nayla akan pentas bersama teman-temannya dari New Ballance di Gedung Kesenian Jakarta. Jadi, ada lima sekolah balet yang akan pentas pada 3 Maret lalu. Sebelum pentas, anak-anak akan latihan dulu. Meski jadwal pentas baru jam 16 WIB, tapi Nayla dan teman-temannya harus datang jam 10 pagi. Karena akan latihan terlebih dulu. 

Ketika latihan, orangtua tidak boleh lihat. Jadi, terpaksa gw dan istri meninggalkan GKJ untuk sementara dan jalan-jalan di Atrium Senen. Agak aneh juga rasanya jalan-jalan berdua aja di Mal tanpa Nayla. Karena, sejak Nayla lahir, dia selalu ikut menemani kita kemanapun kita pergi. 

Setelah makan dan cuci mata di Atrium, sekitar jam 3 sore balik lagi ke GKJ. Pintu baru dibuka jam 4, tapi penonton yang sebagian besar adalah orangtua dari anak-anak yang mentas itu udah penuh banget. Tepat jam 4, pintu dibuka dan mulailah kita mencari tempat duduk di deretan D. Ah, lumayan, hanya berjarak sedikit dengan panggung.

Semua peralatan sudah disiapin, handphone buat foto Nayla di atas panggung dan tablet buat merekam. Semua sudah dalam posisi stand by sampai ada pengumuman,”Kepada para penonton dimohon untuk tidak mengambil foto atau merekam selama pertunjukan dimulai,”. 

Yah, terpaksa semua peralatan tempur tadi di-off-kan dulu. Dag-dig-dug juga nunggu Nayla tampil di atas pentas. Penampilan pertama bukan dari sekolah balet Nayla, ternyata New Balance tempat Nayla les dapat bagian terakhir. Jadi, harus bersabar dulu.

Seumur-umur, baru kali ini nonton langsung pentas balet. Biasanya Cuma lihat di TV atau nonton di film. Ternyata menyenangkan juga. Melihat para balerina itu menggerakkan tubuhnya diiringi alunan musik yang kebanyakan lagu klasik. 

Anak-anak kecil itu menggemaskan sekali di atas panggung. Mereka hanya tersenyum ketika ada gerakan yang salah atau ketika terpaku di atas panggung saat teman-temannya sudah berlarian ke balik layar.

Tanpa terasa, pementasan dari sekolah New Ballance akan tampil sebentar lagi. Gw sama istri gw udah gak sabar buat ngelihat Nayla, yang sudah kita tinggal sekitar 6 jam-an di GKJ. 

Ah, selama ini Nayla gak penah lepas dari gw atau istri gw berjam-jam, hiihihi. Momen itu akhirnya datang juga, belasan anak-anak kecil dengan menggunakan baju balet warna kuning tampil di atas panggung.

Nayla yg paling tinggi

Gw langsung ngelihat Nayla yang berdiri di pojok kanan panggung. Pas kita melambaikan tangan, Nayla tersenyum. 

Ternyata dia juga ngelihat kita berdua yang duduk di pojokan. 



Lalu, mulailah Nayla dan teman-temannya menari balet yang temanya Chicken Dance. 

Sesuai dengan judul, maka gerakan yang dilakukan di atas panggung adalah tarian ayam.

Cuma lima menit, tarian ayam itu selesai dan Nayla serta teman-temannya masuk ke balik layar. 

Duh, senang sekaligus terharu ngelihat Nayla bisa pentas balet di atas panggung, disaksikan puluhan atau mungkin seratusan orang yang hadir di GKJ. 

Masih akan ada pentas balet berikutnya, tapi pentas balet pertama Nayla di GKJ pasti akan jadi momen yang tidak akan bisa dilupakan.

Selamat yah My Little Ballerina
Habis Pentas

Duo Bekal Camilan Sehat dari Julie's Biskuit

Selamat pagiiiiii...... Kita ngomongin soal bekal makan siang buat anak sekolah sama bekal suami yuk. Biasanya nih bekalnya gak jauh j...