Selasa, 20 Agustus 2019

Yaaaaay Nayla Kelas 7 Nih

Hi Mom...

Lagi bahagia dan berbunga bunga nih soalnya Nayla (kalau di sekolah dipanggilnya Alanis sesuai nama depannya karena ada beberapa nama Nayla di sekolahnya dulu) sudah masuk Sekolah menengah pertama SMP alias kelas 7. 
Gak nyangka bayi yang dulunya plontos dengan  bola mata hitam yang jernih dan pipi bulat penuh  ini sudah sekolah di kelas 7, dan masuk di kelas unggulan pula.

Memang sih ada tes untuk masuk di kelas unggulan (ada 2 kelas unggulan dari 7 kelas yang ada) tapi Kita gak mau membebani dia untuk masuk kelas tersebut. Apalagi buku buku pelajaran SD sudah dihibahkan semua, tepat 3 hari sebelum sekolah dimulai.

Coba ibu macam apa ini hi...hi... waktu beberes sih berdua Nayla dan kita berdua mikirnya kan sudah diterima di sekolah impian (kok impian nanti kita bahas ya wkwkwkwkw gayanya... kayak ada yang penasaran gitu), paling juga diambil dari NEM yang paling tinggi.

Begitu tahu ada tes lagi, kita berdua ngakak deh ngakak stress. Lah mau belajar pakai apa yang tersisa hanya kamus dan buku pintar apalagi sudah dua bulan libur, ya libur juga pegang buku dong paling juga belajar sama si mbah google.

Pesan kita ke Nayla, gak terpilih masuk kelas unggulan gak apa apa kok yang penting sudah belajar dan berusaha. Sisanya kita serahin ke Allah (kek mamah Dedeh gitu deh kalo udah urusan nyemangatin dia belajar).

Jawaban Nayla simple, oke mom Nayla yang penting pisah kelas sama teman SD-nya yang annoying banget... eh ternyata dikabulkan. Dua hari kemudian dikasih tahu kalau kelas unggulan di SMP 92 Rawamangun, angkatan 22 ada di kelas B dan C dan unyil kita ada di kelas B yaaaaaaay.

Ternyata dari 9 orang teman SD-nya yang diterima di SMP ini hanya Nayla yang masuk kelas unggulan, bangga? iyalah. Karena apapun yang dia lakukan kami bangga, bahkan bila gak masuk kelas unggulan sekalipun kami tetap bangga sama unyil ini.

Bedanya apa sih dengan kelas biasa? kalau dulu sih kelasnya beda sendiri, bawa laptop setiap hari. Guru bahasa Inggrisnya juga bulelebong, nah kalau sekarang katanya gak boleh lagi ada kelas khusus kek gitu.

Jadi sekarang apa dong bedanya? guru gurunya sama, pelajarannya sama tapi nilai Kriteria ketuntasan Minimal atau KKMnya lebih tinggi ketimbang kelas biasa (dilarang nanya KKM itu apa, mumet jelasinnya, gugling aja please).

Anak anak ini juga harus bisa presentasi beberapa pelajaran ke kelas lain, apa Nayla bisa? yang jelas setiap kali ditunjuk dadakan dia maju ke depan (pastinya dong ya ke depan๐Ÿ˜‹) dan bisa menjelaskan.

Apa hanya ini, pastinya banyak yang lainnya tapi cerita lengkapnya nanti saja kalau kelas sudah berjalan yaaa ini baru Juga sebulan sekolahnya.

Kok Nayla ngebet milih sekolah ini?
Karena teman teman main dia di SD Kuda Laut banyak yang memilih sekolah ini, walaupun ada juga yang dari awal kepingin masuk di SMP 99 Pulomas.  Nayla juga pastinya, bahkan dia sudah menghitung tarif gojek kesana.

Kata dia hanya beda 3 ribu lebih mahal dari jarak rumah ke SDnya dulu wkwkwkwkwk, tapi tahu gak anakku sayang kalau dilihat dari jarak jauuuuuh banget dari rumah. 

Makanya dengan berat hati kami menolak permintaan dia, realistis sajalah mau se favorit apapun kalau jauh makasih deh. Masa habis sholat shubuh harus jalan, gak enjoy lagi dong sekolahnya.

Sementara SMP 92 di Rawamangun ini termasuk sekolah favorit juga loh. Tapi buat kita sekolah ini masuk jalur non zonasi, sementara untuk tahun 2019 ini peraturan pendaftaran sekolah dimulai dari jalur zonasi.

Nah karena Nayla ini dari awal ngebet sekolah ini (walaupun dia ngebet juga dengan salah satu sekolah yang ada di zonasi kita di Duren Sawit) biar bisa ikut non zonasi, sengaja deh pas daftar zonasi pilihannya cuma satu. 

Kita pilih yang NEMnya tinggi tinggi setinggi alaihim (anak anak ini pasti bakar bukunya dan abunya di minum makanya NEM nyaris sempurna๐Ÿ˜Ž), biar langsung terpental hi...hi....

Begitu mendaftar yang non zonasi, SMP 92 jadi urutan pertama sisanya SMP favorit yang masuk zonasi kita. Yakin sih NEMnya masuk di tiga sekolah itu, tapi sport jantung euy. 

Nasehatin anaknya sih paling pinter, sudah serahkan saja sama Allah karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali bertarung dengan NEM-NEM yang masuk tapi tetap saja suliiiiiiit buat tenang selama 3 hari pendaftaran. 

Hati baru tenang setelah hari ke 3 di Jam 15, yang artinya pendaftaran sudah di tutup dan nama Nayla tetap ada di daftar tersebut.  Habis itu  daftar ulang deh di sekolah idaman, Nayla sampai berulang ulang bilang yaaaay masuk juga di 92.
Sementara teman teman dekatnya yang lain sekolahnya mencar mencar deh, terjungkal ke sekolah lain. Semoga tambah rajin ya persaingan lebih ketat. 

kita berdua tetap seperti dulu kok, enggak pernah meminta kamu juara kelas, yang penting kamu ngerti sama pelajarannya.

Jadi anak yang baik, rajin sholat  lebih sabar (ini sih seperti pesan buat diri sendiri hi...hi...), dan lebih singset ha...ha.... Maaf ya kamu memang masih masa pertumbuhan tapi libur dua bulan kemarin memang maha dasyat  ya dampaknya, Love you Nayla kita diet dan olga bareng yaaa.

Minggu, 18 Agustus 2019

Berburu Sirih Kuning

Hi Mom...
Anaknya yang sekolah negeri atau masih TK di DKI Jakarta, beberapa hari menjelang 17 Agustus kemarin disuruh bawa tanaman tertentu gak untuk di tanam di sekolah?.

Karena adanya anjuran dari Gubernur DKI Anis Baswedan yang tumben kali ini lumayan bagus yaitu seluruh anak SMP Negeri (mungkin SD dan SMA juga) di DKI diminta untuk membawa tanaman Sansivera dan Sirih Kuning seikhlasnya.

Memang sih gak harus bawa dua duanya, bisa pilih salah satu.  Biar adil di kelas Nayla ditentukan yang absennya genap bawa Sansivera, yang ganjil Sirih Kuning. 

Nayla kebagian bawa Sirih kuning karena absennya di nomer ganjil. Tahu kan akibatnya tanaman yang biasanya bertebaran jadi langka. 

Siapa cepat dia dapat wkwkwkwkkw, paniang pala ambo, sampai akhirnya ketemu juga di sekitar kantor Walikota Jakarta Timur yang lokasinya di Cakung. 

Lah kok jauh amat? rumah dimana ketemu tanamannya dimana hiiiks. Memang kebetulan kita mau ke Aeon Cakung,  tapi kaaan mau jalan jalan .... 

Sebelumnya kita sudah muter muter di sekitar RS Persahabatan, karena biasanya banyak yang jual tanaman. Tapi kok ya yang biasanya ada penjualan tanaman, lokasi trotoarnya bersih dan jalanannya jadi tempat parkir bagooos pas bangetkan. 

Akhirnya seperti rencana semula kita tetap ke Aeon, sambil berharap ada tukang tanaman. Mata jelalatan kanan kiri eeeh ternyata ada loh satu yang buka,  ini sih rezeki si Nayla๐Ÿ˜€.

Si Ibu penjual tanaman bilang dari pagi banyak yang borong Sansivera sama Sirih Kuning buat di bawa ke sekolah. Whoaaaa eke banyak saingan, padahal ini jauuuh loh dari rumah kita untung masih sisa satu.
Cuma kok Sirih Kuning atau Sirih Gadingnya gak koneng koneng amat ya. Biarpun gak yakin mau gak mau nurut sama yang jual, karena yakin dan percaya hanya sama Allah eeeaaaaa.. 

Rabu, 14 Agustus 2019

Merencanakan Masa Depan dengan Asuransi Pendidikan

Hi Mom...

Ada yang punya cerita sama dengan saya?, punya anak semata wayang yang mulai masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Juli 2019.

Banyak yang beranggapan biaya yang kami keluarkan untuk Nayla pasti gak seberapa apalagi sekolahnya juga di sekolah negeri. Tapi nyatanya baju seragam, perlengkapan sekolah serta pengeluaran dadakan sejak sekolah dimulai juga lumayan besar. 
Bagaimana kalau dia SMA dan kuliah nanti? Sudah saatnya kami memikirkan untuk mulai menambah asuransi pendidikan. Sebelumnya suami saya sudah punya asuransi jiwa dan kesehatan.

Tentu saya berharap suami saya tetap sehat sehingga bisa melihat anak kami lulus kuliah, bekerja dan menikah. Namun, keberadaan asuransi jiwa memberikan rasa aman apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap suami saya.
Tapi asuransi pendidikan untuk anak juga tidak kalah pentingnya, seperti manfaat yang dirasakan suami saya ketika memiliki asuransi pendidikan sejak dia kecil. 

Pengalaman Suami Dengan Asuransi Pendidikan 
Saat papa dari suami saya meninggal pada 1990, Ketika suami saya masih kelas 3 SMP dan masih punya dua adik yang duduk di bangku SD.

Kematian ayahanda membuat suami saya dan dua adik-adiknya terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan, karena ibu suami saya tidak bekerja. Tapi, beruntung almarhum papa suami saya sudah mengasuransikan tiga orang anaknya.

Ketika itu, asuransi yang dipilih adalah asuransi pendidikan, Suami saya bisa melanjutkan ke bangku universitas dengan menggunakan asuransi pendidikan. Begitu juga dengan dua orang adiknya. 

Ketika krisis moneter dan keuangan melanda Indonesia pada 1999, uang tanggungan dari asuransi menjadi naik berlipat-lipat. Karena, ketika itu yang dipakai adalah asuransi pendidikan dengan mata uang dolar. 

Akibatnya uang yang diterima dari asuransi pendidikan yang ketika itu nominalnya sekitar 5 ribu dolar atau 10  juta rupiah, melonjak jadi hampir 30 juta rupiah karena pelemahan mata uang rupiah.

Mungkin masih banyak yang belum sadar kalau asuransi itu sebenarnya bagian dari perencanaan masa depan. Ayah dari suami saya adalah  bukti nyata tentang perencanaan masa depan.

Andaikan tiga orang anaknya tidak diasuransikan pendidikannya, tentu akan sulit untuk bisa menjadi orang seperti sekarang.

Asuransi Pendidikan Untuk Nayla
Kebetulan nih kita berdua tertarik dengan asuransi pendidikan dari Sequis. Terus terang karena perusahaan asuransi yang terkenal dengan tagline Your Better Tomorrow ini bisa kita lihat iklannya di mana-mana. 
Begitu kita buka halaman Asuransi Pendidikan, ada tiga pilihan asuransi pendidikan yang menurut saya terjangkau preminya.

Salah satunya yang menarik hati saya adalah Asuransi Sequis Eduplan. Karena uang pertanggungan yang diberikan lebih besar, yaitu 150% dan 200% untuk ahli waris yang ditinggalkan yang kecelakaan maupun yang bukan disebabkan kecelakaan.

Keunggulan lainnya selain dana tunai yang akan disetorkan pada nasabah sebesar 150% sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, biaya preminya mulai dari 8.900 rupiah per hari. Penasaran klik saja link asuransi Sequis Eduplan yang di atas ya.
Tidak ada yang pernah tahu kapan ajal menjemput. Asuransi akan membantu Anda untuk menjaga masa depan anak, istri atau suami Anda bisa tetap berjalan ketika malaikat maut datang menjemput terlebih dahulu. 

Pada dasarnya, mimpi tidak boleh pupus hanya karena Anda atau pasangan Anda meninggal terlebih dulu. Asuransi adalah salah satu alat untuk menjaga mimpi Anda dan pasangan Anda bisa tetap berlanjut sampai kapan pun.

Minggu, 11 Agustus 2019

Athe, Husnul Khotimah Buatmu

Hi Mom...
Bulan ini kita lagi sedih, ditinggal dua teman dekat berturut turut salah satunya namanya Yanti Rosdiana Parta yang akrab dipanggil Athe.

Nayla belum genap 2 tahun (2008) ketika Athe nengokin dan sempat menginap semalam di rumah kami, serta bawain oleh oleh yang banyak. 
Ada mukena dan baju mandi warna pink untuk Nayla kumplit dengan bordiran nama di bajunya. Pin up dan manset buat gw karena gw cerita kalau nanti berhijab baju tangan pendek pingin tetap dipakai, sementara pop kebagian cemilan makaroni pedas buatan athe.
Athe yang dulunya kontributor KBR 68H ini memang perhatian dengan semua orang, dia sempat kami kunjungi ketika sakit di rumahnya yang berlokasi di Sukabumi.

Gw masih ada kontak kontakan di fb pada  2016 tapi tapi sayang gw lupa simpen nomer WA nya, sedih banget pas lihat lagi balesannya.
Habis itu kami hilang kontak (karena gw lupa dengan nomer WA dia yang dia kasih pas komen di fb) walaupun sempat nginbox dan komen di sosmed miliknya tapi tidak ada balasan, karena sejak 2016 fb nya  sudah tidak aktif.

Aaaah usaha kami kurang keras untuk mencarimu te, hingga akhirnya kemarin kami melihat postingan pusara Athe yang meninggal bersama baby di dalam perutnya Surga terindah pasti untukmu Yanti Rosdiana Parta, maafkan dosa dan salah kami ya sayang.
Nomer WA mu gw simpen, gak tau buat apa..... Husnul Khotimah ya Te.

Kamis, 08 Agustus 2019

Bye Koko

Hi Mom...

Langit rasanya runtuh lagi buat gw. Rasanya gw gak sanggup buka blog kali ini,  tapi untungnya gw sempat menulis status di fb jadi tinggal dipindahin di sini. 

Gw gak sanggup karena karena sahabat terbaik gw sama pop, Ervan Handoko atau biasa dipanggil Koko akhirnya meninggal dunia 8 agustus 2019. Setelah bolak balik cuci darah dan ICU sejak Desember 2018 karena gagal ginjal.

Pagi itu gw nangis menggerung-gerung seperti ada batu menimpa dada gw pas angkat telfon dari Ivone istrinya Koko, yang ngabarin kalau koko pergi setelah sekian lama berjuang cuci darah dan keluar masuk ICU.
Padahal hari minggu lalu melalui hape istri tercinta koko video call sama pop,  mereka masih sempat ngobrol tentang bola.  Tapi kasihan gw lihatnya dia gak bisa lama lama bicara karena terengah engah dengan mengguna masker pernafasan, gw hanya ikutan dadah dadah dengan tangan karena lagi gak pakai hijab.

Ada kalimatnya yang bikin kita sedih "doain gw ya Dod", ternyata koko mau pamitan sama kita hiks.  Pop rencananya jumat 9 Agustus 2019 mau berangkat ke solo (dia lagi tugas di Solo) buat nengokin dia, malah gw sama Nay pingin ikut, tapi Allah punya rencana lain.

Selamat jalan koko semoga sakitmu menghapus dosa dosamu ya, kamu salah satu orang baik dan sahabat terbaik yang kita punya. Insya Allah Ivone dan Vinko kami jaga.
Masih teringat banget, gw yang kala itu baru masuk kerja dan baru pertama kali ngekos  kebingungan karena mau pindah kos dekat kantor. 

Bingung karena siapa yang mau bersihin kamar mandi dalam kamar sementara gw harus beberes kasur dan lemari, ternyata koko bersedia bantuin untuk beberes kamar mandi.

Koko juga satu-satunya teman satu angkatan di radio yang boleh langsung siaran, yang lain harus dipoles dan latihan dulu termasuk gw walaupun pas kuliah jadi anggota paduan suara (gak ngaruh ternyata ya hi..hi...). 

Ya iyalah koko kan bekas anak radio Sonora tapi memang suaranya bagus, empuk enak dengerinnya.

Koko juga satu-satunya yang diturunkan jabatannya dari redaksi ke bagian umum, kok bisaaaaaa....? ya bisalah. Kan angkatan kami terkenal sebagai angkatan pemberontak, dikit dikit protes kalau ada hal yang gak berkenan.

Nah Koko ini sekali waktu kena jegal, karena sikap frontalnya sampai harus melempar penghapus ke papan tulis ketika sedang rapat. Karena jengkel dengan ucapan salah satu atasannya (setelah sebelumnya juga ada tuduhan  yang konyol dan mengada-ada dari atasan lain).

Sialnya yang dilempar penghapus adalah pacar salah satu redaktur, tau dong reaksi mereka. Mereka seperti dapat umpan untuk melampiaskan kekesalannya ke kita.

Sedih, jengkel, dan marah terhadap sikap mereka, hanya karena gak mau mengeluarkan uang pesangon karena harus memecat Koko (itu yang kami rasakan). 

Koko akhirnya sampai diperbantukan di bagian umum, jadinya seperti main tahan-tahanan. Kalau kuat bertahan, gak nyaman ya mengundurkan diri sesimple dan sengehe itu alasannya. 

Kejadian ini yang bikin gw mbrebes mili kalau lagi sholat pas dia sudah meninggal. Karena ratusan ucapan belasungkawa di sosmed semuanya mengenangnya sebagai orang yang lucu, menyenangkan, membuat suasana ceria,dan pintar. 

Bahkan suami gw, yang gw anggap bahasa Inggrisnya jago (padahal gak pernah pamer dan bicara ala ala cinca loura๐Ÿ˜‹), menganggap Koko pintar sekali ketika menerjemahkan berita dari Inggris ke Indonesia. 

Dia mahir menerjemahkan berita berbahasa asing menjadi sebuah berita yang enak dibaca dan gak bikin kening berkerut (gak semua orang bisa itu) dan kebetulan Koko memang lulusan sastra Inggris. 

Bayangin setelah dia tiada, kita semua tahu semua orang menghargai, sayang dan salut sama kerja kerasnya. Tapi ada satu kantor (the one and only) yang melepehkan dia sampai ke titik nadir, kamu sudah buktikan Ko' kalau kamu lebih baik dan pintar dari mereka semua.

Gimana enggak disaat lagi hancur-hancuran begitu, koko masih mau bantuin masalah gw, masalah percintaan remaja remaji yang gak jelas. 

Karena mantan pacar gw sebelum sama pop (dan mantan pacar ini juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu hadeeh sedih gini) susah dihubungi karena kita lagi berantem, koko dengan sukarela nganterin gw ke kantornya padahal lokasinya jauh banget ... aaah mewek lagi jadinya.

Sekali waktu dia pernah bilang dengan suara lirih waktu itu dia sudah pindah ke Tribun Kaltim (yup akhirnya dia bisa bebas dari tempat  ngehe itu) dan sedang main ke Jakarta, "Hance, gw selama di Jakarta belum pernah ke Dufan".

Ngakak dong ya dengan jeritan hatinya, langsung deh ngasih tau pop yang waktu itu statusnya masih pacar. Kita aturlah dengan beberapa teman buat halan halan ke Dufan, senang lihat dia menikmati Dufan seperti anak kecil yang dapat sekantong coklat.
Epilog
Ada dua hal yang kita berdua sesali, yang pertama, kita tidak bisa memenuhi ajakan dia untuk jalan dan nginep bareng di Bandung, sebelum dia pindah tugas ke Solo bersama keluarganya. 

Karena pop sudah ambil cuti untuk ke Bandung juga tapi untuk dua bulan ke depan setelah dia berangkat dan gak mungkin ambil cuti lagi karena cuti pop sudah habis.

Yang kedua, pop gak ngasih tahu gw kalau Koko dan Ivone, ngajak ketemu sehari sebelum dia berangkat ke Solo. Pop hanya bilang gak bisa karena ada rapat sampai malam, coba kalau gw dikasih tau gw sama Nayla langsung meluncur buat ketemu mereka walau tanpa pop.

Ah sudahlah yang penting kamu sudah gak sesak nafas dan cuci darah lagi ya Ko, baik baik di sana..... bye Koko.
Tulisan ini tidak bermaksud memojokkan siapapun, hanya untuk melepaskan satu ganjalan di hati.  Gw bisa lebih paham kenapa selalu menangis mengingat semua ini, semoga bisa melupakan.

Seperti yang dibilang sahabat gw Ucu Agustin "Lupakan Hance, dan jangan terulang kejadian Ngehe itu ke siapapun". Aamiin semoga. 

Sabtu, 03 Agustus 2019

Ketika Bencana, Takut dan Pasrah Sekatnya Tipiiiiis

Hi Mom...

Masih ingat gempa yang terjadi tanggal 2 Agustus 2019 lalu?, gempanya kuat banget karena berkekuatan 7,4 SR plus berpotensi tsunami. 

Nah kebetulan saat itu gw dan Nayla sedang asik ngobrol di kasur, gw sempat bilang "tempat tidur jangan digoyang goyang dong Nay".
Dia protes iih gak digoyang kok, kebetulan kakinya memang setengah di lantai. Tapi tiba tiba tempat tidur oleng ke kanan ke kiri, ketika lantai seperti bergelombang gw langsung teriak gempa nay!!, ganti baju ... ganti baju.

Tau kan kalau lagi di rumah  kostum kita kayak lagunya rapper Iwa K ...Bebas...lepas...kutinggalkan saja beban di hatiku... alias cuma pakai kaos panjang dan celana pendek๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Untungnya perlengkapan lenong endebrai endebrei itu di depan mata semua, langsung ganti baju. Gak lupa ambil charger, power bank kacamata, hape, dompet, laptop (kebetulan lagi ada di kasur semua) dan kunci mobil.

Begitu keluar pintu, ternyata di luar sudah ramai orang turun  lewat tangga darurat. Mungkin alarm peringatan juga bunyi tapi gw gak dengar,  sayang baru sampai lantai 6 baru keinget Seretide Diskus si obat astma gw ketinggalan.
Gw minta Nay tunggu di lantai 6 dulu (salah sih harusnya biarin aja dia bareng yang lainnya ke bawah) gw lari naik lagi ke lantai 7.  Dengan gerak cepat gw ambil obat sama jam tangan langsung kunci unit, lari lagi ke lantai 6 nyamperin Nay trus lari turun ke lobby.
Pas sudah di bawah, baru ingat AC belum dimatikan biarin deh yang penting sudah turun. Kita berdua baru naik setelah pop  pulang dan suasana sudah kondusif, sebagian besar tetangga sudah naik lagi kali ini pakai lift.

Sempat baca di grup WA, letakkan sendok  dalam gelas biar kalau tidurnya kebo banget trus ada gempa lagi sendoknya bunyi bunyi gitu oo okeeyyy. 

Gw malah taro dua sendok, tapi ada yang usul di grup, taro aja selusin sendok di panci wkwkwkwk biar gedombrang gedombreng kalau tidurnya ngebo pasti kebangun.

Setelah kejadian itu apakah kami jadi takut?, iyaaaalah tapi pasrah aja deh. Lagi duduk di taman bunga, dimana ada kupu kupu beterbangan  dan angin sejuk bertiup sepoi sepoi, kalau sudah ajal ya gak bisa menghindar.

Yang pasti perlengkapan lenong dan teman temannya harus mudah dijangkau, karena hanya ada waktu kurang dari 1-2 menit untuk berfikir dan keluar dari rumah. Yang lebih penting lagi anak selamat, yang lain urusan nanti.

Selamat liburan akhir pekan, jangan lupa bahagia yaaa๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿ’œ๐Ÿ’—

Kamis, 01 Agustus 2019

Cerita Retjeh Nayla Part 1

Hi Mom...

Tulisan kali ini sih edisi dibuang sayang, biar Nayla ngikik kalau baca baca lagi ketika sudah dewasa nanti. 
Beberapa kali curcol sama emaknya, ada teman sekelas jadian,
M: kok tau?
N:  Iya lah ma kan ditembak
M: Mati dong?
N: Tau ah mama
#fixanakgwudahgede๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

N: Nyebelin
M: kenapa
N:  Duduk di belakang Nayla trus ketahuan pegangan tangan pas istirahat
M: Kamu mau juga?
N: Tau ah mama...
#fixanakgwudahgede ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›

N: Berat Nay turun ma
M: kok tau?
N:  Tadi nimbang di sekolah turun 5 kilo
Alhamdullilah
#fixanakgwkuyusan
#fixanakgwudahgede

N: Ada yg left dari grup WA ekskul fotografi ma
M: Kenapa?
N: Katanya, saya gak jadi kak, gak punya kamera, saya misqueen
M: lah kan gpp pk kamera hp, lagian banyak ekskul yg lain... Auto ngakak.

Abege ini sudah masuk di SMP yang dia mau, dekat rumah walaupun masuk non zonasi. Pilihan lainnya ditolak sama emaknya, karena jauh๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž.

Masuk kelas unggulan pula ini sih bonus aja, bonus karena rajin duha ahaaaaai๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ’š๐Ÿ’›

Kosongin yuuuk Ransel Emosinya agar Bahagia

Hi Mom... Mau mereview buku nih ceritanya, Anger Management (The Life Skill) yang ditulis oleh pasutri, Dandi birdy dan Diah Mahmudah.  ...